Think Big, Start Small and Move Fast

Minggu, 28 Maret 2010

Dalam pertemuan bisnis saya sering mengungkapkan pada teman-teman sambil bercanda” Jika anda sarjana, carilah usaha yang membutuhkan kemampuan berpikir dan pengetahuan. Anda jangan melakukan usaha yang, bisa dilakukan oleh para lulusan SMA ke bawah atau orang yang tanpa sekolah. Kasihan lahan mereka kita serobot”

Mungkin ada orang yang tidak setuju dan salah sangka dengan pernyataan tersebut. “ Iya anda sudah punya modal sehingga bisa ngomong begitu. Jika anda seperti saya tentu tidak bicara seperti itu” seperti itu kira-kira bantahan orang yang tidak setuju. Saya memaklumi jika ada pernyataan semacam itu. Karena kadang saya sendiri juga tergoda untuk melakukannya juga, ketika melihat seseorang yang berhasil melalui usaha yang kurang memerlukan kemampuan berpikir dan modal kecil.

Tetapi kawan mari kita berpikir jernih. Dunia usaha memang sesuatu yang tidak familier dihati setiap orang. Sehingga baik itu sarjana maupun yang tidak sekolah bisa dikatakan sama-sama tidak tahu terhadap dunia bisnis ini. Ketika lulus sarjana saya sendiripun tidak tahu dunia usaha, namun setelah mempunyai niat berwirausaha dan ikut seminar membaca buku, saya sedikit mengerti tentang bisnis. Dengan demikian, wajar sekali jika kita berpikir mencari usaha yang bermodal kecil, enak dan mudah dilakukan. Karena dengan modal kecil berarti resiko juga kecil.

Saya mesti konsisten dan berusaha untuk tetap meyakinkan teman-teman, bahwa jika anda tidak mempunyai modal yang cukup, memang harus memulai usaha dari yang kecil. Namun usaha kecil tidak identik dengan usaha yang sipatnya usaha yang bisa dilakukan oleh semua orang. Anda tentunya tahu Ibu Muryati Sudibyo, Billgate , Amazon dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua melakukannya dari kecil, namun mereka mempunyai mimpi yang besar.

Saya terkadang merasa sedih ketika melihat seorang teman yang sarjana jago IT namun usahanya, sejenis kaki lima. Bukankah sekarang jamannya IT. Apakah tidak bisa berbisnis menggunakan keahliannya? Apakah bisnis IT mesti bermodal besar?

Lalu bagaimana nasib bangsa ini, jika para sarjannya mau berusaha tetapi maunya merebut ladang mereka yang tidak sekolah?

Lewat tulisan ini saya mengajak kepada selurh sarjana yang ingin berwirausaha, mari kita berwira usaha yang bertumpu pada keahlian anda. Bertumpu pada technology, untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang serba bisa dan dapat bersaing dengan bangsa lain dibidang apapaun.

Saya yakin semua bidang usaha bisa dilakukan dari sekala kecil. Saya mempunyai teman yang bergerak dibidang high precision manufacture. Beliau mempunyai mesin-mesin yang canggih yang bisa disamakan perusahaan Jepang. Namun apakah mereka membangun perusahaan tersebut dengan modal awal yang tinggi? Tidak sekali lagi saya katakan tidak. Beliau membangunnya bisa dikatakan dengan modal dengkul alias NOL. Lalu bagaimana caranya? Awalanya beliau menyewa mesin bubut dari STM. Siang hari mencari order dan malam hari dikerjakan sendiri dengan menyewa mesin bubut milik STM. Untungnya beliau tabung dan satu demi satu mesin bubut mereka beli. Dan kini setelah 6 tahun berjalan asetnya sudah mencapai 10 M.

Saya juga teman lain yang seorang sarjana Kimia. Mulanya beliau bekerja di perusahaan minuman dari Jepang. Ketika mendirikan usaha beliau juga bermidal seadanya. Namun kini setelah lebih dari 5 tahun beliau mempunyai pemancar Radio dan Pondok Pesantren walaupun masih dalam sekala kecil.

Jadi sekali lagi, mari kita berwirausaha menggunakan bidang keahlian dan pengetahuan kita. Dengan berpikir Think Big, Start small dan Move fast, saya yakin kita dapat berhasil.
Selamat berjuang.
Semoga bermanfaat,
See you at the top

Baca selengkapnya......

Merawat Konsistensi,

Salah satu sikap atau attitude yang menyebabkan kesuksesan baik dalam karier maupun bisnis adalah konsistensi. Namun untuk memiliki sikap konsisten ini tidak gampang. Sikap ini membutuhkan kesadaran dan ketekunan yang luar biasa. Sedikit saja anda lengah, sikap ini akan meredup.

Di awal tahun 2010, saya berjanji pada diri sendiri, agar dapat menulis minimal 11 postingan setiap bulannya. Namun, saya ternyata belum bisa memenuhi janji tersebut. Awalnya ketika pada bulan Februari target tidak terpenuhi, saya berjanji dalam hati akan saya bayar kekurangannya dibulan Maret. Namun ternyata pada bulan Maret pun saya tidak bisa memenuhi target. Apalagi harus membayar kekurangan dibulan Februari.

Memang ada banyak alasan yang sangat masuk akal dapat saya ajukan. Namun untuk apa alasan terebut saya kemukaan?. Sebaik apapun alasan tersebut, tidak akan mampu menjadikan target saya menulis 11 postingan tercapai. Malah sebaliknya jika alasan-alasan tersebut saya ungkapkan dan diterima, maka akan menjadikan target saya hanya tinggal kenangan.

Lalu bagaimana caranya agar sikap konsisten ini dapat kita miliki, agar targer yang ingin kita raih, karier yang kita impikan atau bisnis yang kita jalankan bisa berjalan seperti yang diharapkan?.

Sekurangnya ada 2 hal yang mesti anda lakukan jika ingin memiliki sikap konsiten. Pertama adalah kesungguhan niat untuk mencapai apa yang anda targetkan. Kesungguhan niat ini dapat dimiliki jika anda benar-benar mengharapkan target anda. Anda akan sangat rugi atau mengalami kesedihan yang mendalam jika target anda tidak terpenui. Jika anda tidak merasakan hal yang demikian maka sangat sulit anda bisa mempunyai kesungguahn niat. Jadikan target anda sebagai obsesi yang harus diraih. Dimana saja dan kapan saja anda mesti ingat target anda. Jika karena sesuatu hal anda keluar dari rel yang menghubungkan ke target anda, segera buat komitmet ulang.

Ketika saya sadar, bahwa bulan Maret sudah tinggal beberapa hari, saya membuat komitmen baru. Target saya harus terpenuhi.

Kedua, pelajari ilmu yang berkaitan dengan target anda. Salah satu penyebab hilangnnya konsistensi adalah kurangnya kesabaran dalam menjalani proses mencapai target. Sedangkan ketidak sabaran disebabkan oleh kurangnya ilmu. Misalnya, karena anda tidak tahu mengenai proses penetasan ayam, anda ingin cepat-cepat agar telur tersebut menetas. Sehingga ketika anda mendapati proses penentasan yang memerlukan waktu 21 hari, anda menjadi kurang sabar. Bahkan anda barangkali mengambil keputusan tidak mau menunggu. Namun jika anda tahu bahwa untuk menetas terlur perlu waktu 21 hari, anda akan tetap dengan sabar menunggu.

Disamping itu ilmu atau pengetahuan akan membuat segala sesuatu lebih mudah. Sehingga akan mejadikan target anda dapat tercapai lebih cepat.

Ketiga adalah berdoa. Sebagaimana Allah katakana bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan pelupa, maka sudah menjadi tabiat manusia untuk mudah lengah dan terlena. Karena segala kesadaran dan kekuatan itu adalah milik Allah, maka akan lebih baik kiranya, setelah anda melakukan ikhtiar dengan melakukan 2 hal diatas, anda juga melakukan doa, agar senantiasa anda diberi kesadaran dan kekuatan sehingga anda tidak mudah lengah dan terlena.

Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Berapa harga waktu anda perdetiknya?

Detik demi detik terus berlalu, tanpa anda mampu menghentikannya. Detik berganti menit, menit berganti jam dan jam berganti dengan hari. Hari berganti dengan minggu, minggu berganti dengan bulan dan bulan berganti dengan tahun.

Begitulah waktu terus berjalan. Tanpa kita sadari usia kita bertambah. Ini berarti pelan tapi pasti kita menuju ke usia tua. Sebuah masa yang tidak menyenangkan apabila kita tidak mempersiapkan diri ketika masa itu datang.

Pernahkah anda membayangkan bagaimana keadaan anda ketika usia anda diatas 50 tahun. Apakah anda masih bergelut dengan dunia berangkat pagi-pagi dan pulang pada malam hari hanya untuk mencari sesuap nasi dan membayar cicilan rumah yang belum lunas. Karena jika anda tidak bekerja, anda tidak bisa menghidupi keluarga dan rumah anda akan disita. Sungguh ini merupakan suatu keadaan yang sangat memilukan. Apalagi jika ditambah dengan penyesalan” Kenapa dulu ketika masih muda,saya tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana yang dilakukan oleh si fulan. Kini si fulan benar-benar menikmati hari tuanya. Sedangkan saya…….?!

Ataukah anda bekerja hanya sekedar mengisi waktu, mengabdikan sisa waktu dan pengalaman yang anda miliki. Usia tua memang tetap harus sibuk. Namun kesibukkannya bukan hanya untuk mencari uang semata. Tetapi kesibukan untuk sebuah pengabdian. Karena segala kebutuhan hidup sudah tersedia berkat kerja keras ketika masih muda?.

Semua orang tanpa terkecuali dibekali modal yang sama oleh Allah, yaitu akal dan waktu. Namun anda dapat saksikan sendiri. Ada orang yang nilai waktunya Rp. 1.000.000,- perjam. Namun ada pula yang nilanya hanya Rp. 5.000,- perjam. Kenapa demikian? Karena mereka yang nilai waktunnya Rp. 1.000.000,- per jam, mengisi akalnya dengan ilmu dan menggunakan waktunya dengan ilmu yang dia peroleh tersebut.

Sebagai ilustrasi, perhatikan contoh berikut. Sebagai seorang muslim tentu anda melakukan sholat subuh. Bagi mereka yang tidak tahu ilmu tentang sholat subuh mereka akan melakukan sholat subuh dirumah. Yang penting kan sholat. Namun bagi mereka yang tahu ilmunya tentu mereka akan memilih solat berjamah di Masjid. Dengan ilmunya mereka rela sedikit bersusah payah bangun agak pagi dan melangkahkan kakinya ke Masjid. Kenapa? Karena sholat subuh berjamaah di Masjid mempunyai pahala atau hasil yang berlipat-lipat. Bahkan Nabi pernah menyatakan, jika seseorang tahu kebaikan yang ada bagi orang yang solah subuh berjamaah di Masjid, orang yang lumpuhpun akan berusaha mendatanginya.

Lalu apa kebaikan, pahala atau hasil yang diperoleh oleh orang yang sholat subuh di Masjid?. Masya Allah sungguh luar bisa banyaknya. Mereka selain mendapat pahala 27 x dari pahala sholat orang yang sholat sendirian, mereka juga akan mendapatkan pahala-pahala seperti; seakan-akan sholat sunnah separuh malam suntuk, dosanya akan diangkat dan akan diberi kebaikan sebanyak langkah kakinya dari rumah sampai ke Masjid. Dijanjikan akan mendapat penerangan di alam kubur, mendapat pahala silaturahmi, didoakan malaikat dan masih banyak lagi.

Lalu kenapa banyak orang muslim yang tidak mau Sholat subuh di Masjid? Mungkin mereka tidak tahu pahala yang akan dia peroleh. Atau jika mereka tahu, mereka kurang yakin terhadap janji Allah.

Padahal usaha yang harus dilakukan tidak berbeda jauh. Lama sholat hampir sama. Yang diperlukan hanya bangun sedikit lebih awal dan mau melangkahkan kakinya ke Masjid. Sungguh bodoh orang yang tahu pahala yang begitu besar yang dapat diperoleh dengan usaha yang sedikit namun tidak mau melakukannya.

Bagaimana dengan anda? Berapa harga waktu anda perdetiknya, permenitnya, perjamnya atau perharinya? Harga diri anda ditentukan oleh harga waktu anda. Dan itu semua yang menentukan adalah diri anda sendiri. Maka jangan anda resah atau bersedih jika anda dibayar rendah. Karena harga penawaran anda rendah. Maka orang lain akan membayar tidak lebih dari seberapa besar nilai penawaran diri anda.

Jika anda ingin dibayar dengan harga tinggi, tingkatkanlah nilai diri anda dengan mengisi akal dengan pengetahuan yang membuat nila diri anda bertambah besar. Gunakan waktu anda dengan melakukan sesuatu yang berdampak jauh lebih besar. Saya yakin jika anda mau melakukan dua hal tersebut diatas, anda akan menjadi orang sukses, kaya dan mulia.

Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Anda Dapat Menjadi yang terbaik

Rabu, 17 Maret 2010

Anda barangkali pernah mendengar bahwa setiap manusia terlahir dari sperma sang ayah terbaik yang mereka miliki. Sperma yang berhasil membuahi sel telur adalah sel sperma yang mampu menyingkirkan dari jutaan pesaingnya. Dengan demikian sungguh benar sabda Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan mencari ladang (istri) yang baik JIka ladang atau sel telur berasal dari seorang ibu yang baik dan terbuahi dengan sperma terpilih, tentu akan menjadi manusia yang terbaik pula.
Ini berarti bahwa, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjadi yang terbaik dalam suatu hal.

Suatu ketika Michael Jordan pernah dipuji atas kemampuannya sebagai seorang pebasket. Wartawan berkata kepadanya” Sungguh anda sangat beruntung karena terlahir dengan kemampuan atletik yang luar biasa”.

Ia menjawab” semua orang mempunyai kemampuan, tetapi kelebihan membutuhkan kerja keras”.

Banyak orang melakukan kesalahan dengan berpikir memandang rendah dirinya sendiri. Sikap semacam ini akan memupuskan harapan dan melemahkan mental. Sehingga mereka malas mencurahkan segenap kemampuan, dan tenaganya untuk menggapai apa yang diharapkanya. Mereka tidak mau bekerja keras karena apa yang mereka lakukan percuma dan sia-sia saja.

Jika anda mengamati perjalana orang sukses, sungguh yang dibutuhkan sebenarnya hanya keyakinan bahwa anda mampu mencapainya dan kerja keras.
Tidak ada cara lain untuk menggapai kesuksesan dan kecermelangan hidup selain kerja keras.

Barangkali anda bertanya, “ ya saya juga sudah tahu, bahwa agar bisa sukses mesti kerja keras. Namun bagaimana caranya agar bisa memiliki sikap kerja keras?”

Kebiasaan kerja keras dapat anda miliki jika anda mempunyai mimpi yang jelas dan sungguh-sungguh ingin menggapainya. Lalu anda merasa yakin bahwa mimpi anda tersebut dapat anda capai. Dan anda menanamkan dalam hati bahwa perasaan anda akan hancur – lebur apabila anda tidak bisa menggapainya.
Semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......