Lemper Isi Ayam Srikandi

Selasa, 06 Juli 2010




Sudah mendengar nama Srikandi? Ya benar nama seorang wanita dalam tokoh pewayangan yang pandai memanah. Tetapi sudahkah anda mendengar atau mencicipi Lemper Isi Ayam Srikandi? Jika sudah bagaimana rasanya? Enakkan !? saya saja makan dua masih kurang. Bagi yang belum merasakan kelezatan Lemper isi ayam Srikandi. Segera deh, cicipin, saya jamin gak bakalan nyesel?!! He he he. Tetapi jika ketagihan jangan salahkan saya ya……


Lemper Isi Ayam Srikandi memang berbeda dengan lemper-lemper diluar sana. Lemper ini meskipun harganya cukup murah hanya Rp. 2750,- tetapi rasanya sungguh lezat dan enak. Bagaimana tidak enak, bahan ketannya saja pilihan. Lalu ayamnya merata ke seluruh sisi lemper. Anda makan dari sisi manapun, rasa ayamnya akan terasa. Jauh berbeda dengan lemper lain yang biasanya ayamnya hanya di tengah-tengah saja.

Disamping memiliki kelezatan rasa, Lemper Isi Ayam Srinkandi, dikemas indah, mewah dan sangat higienis. Lapisan pertama dari daun pisang yang sedap dipandang lalu di lapisi lagi dengan plastik.

Lemper Srikandi telah terkenal di daerah Elit seperti di Bintaro, Pondok Indah dan Bumi Serpong Damai. Lemper Srikandi juga telah menjadi sajian utama di setiap pertemuan yang dilakukan di Universitas Paramadina, UIN dan Rumah sakit Fatmawati.

Bagi yang tinggal daerah Bekasi, Cikarang dan Jakarta Timur sebentar lagi akan dibuka cabang Lemper Srikandi. Nantikan kedatangannya. Rasakan kelezatan lempernya. Atau barangkali anda sudah tidak sabaran. Anda bisa memesannya di 02134232016.

Lemper Srikandi telah berdiri cukup lama, sudah hampir 10 tahun. Sebagai bukti kesuksesannya, walaupun hanya jualan lemper dan kue basah lainnya, pemilik Lemper Srikandi mampu menyekolahkan 2 orang anaknya di Universitas Indonesia dan menghasilkan sebuah rumah senilai 225 Juta dan mobil baru Honda Freed. Eit masih ada lagi. Lemper Srikandi mampu mengantarkan pemiliknya naik haji?.

Bukankah itu semua merupakan bukti Lemper Srikandi dapat diterima di masyarakat?

Demikian semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......

Bangkit dari Keterpurukan

Rabu, 30 Juni 2010

Pagi ini hati saya berbunga-bunga saat membuka ada email dari customer yang sudah lama saya harapkan. “Mudah-mudahan ini langkah awal yang baik untuk bisa mensuplay barang ke perusahaan tersebut.” Kataku dalam hati.
Maklum, ini adalah perusahaan besar dan jika bisa mensuplay ke Perusahaan tersebut tentu kami akan mendapatkan banyak order. Selama ini perusahaan tersebut dikuasai oleh 2 pesaing . saya mendengar sumber dari dalam, saya akan mengalami kesulitan jika ingin masuk . Karena cengkeraman pesaing sudah menggurita dan sangat kuat.


Sebenarnya kami telah berhubungan sebelumnya dan sempat terjadi banyak transaksi, namun entah apa sebabnya barang kami dianggap mudah rusak dan tidak tahan lama dibandingkan pesaing. Padahal bahan yang digunakan berasal dari sumber yang sama.

Untuk meyakinkan mereka, saya meminta untuk menyandingkan barang saya dengan pesaing. Persis sama. Memang sama, karena saya tahu sumbernya berasal dari tempat yang sama.

Sempat saya agak jengkel, sehingga menganggap ada permainan di dalam. Karena saya mendengar harga barang pesaing jauh lebih mahal dari barang saya. Namun mereka tidak bisa menerima dan sempat terjadi ketegangan. Akhirnya saya minta maaf dan kami berjanji akan mengganti jika kesalahan ada dipihak kami.

Hari ini saya mendapat permintaan harga dari orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Saya berpikir, dia mungkin bagian pembelian baru. Karena itu saya bersemangat dan bergembira. “Semoga hal yang sama terjadi disini”. Gumamku dalam hati. Beberapa minggu yang lalu saya berhasil masuk kembali di sebuah perusahaan, yang sempat terhenti akibat bagian pembeliannya minta komisi.

Namun setelah bertemu dengan orang yang mengundang saya tersebut, hatiku jadi hancur, sedih dan marah. Ternyata apa yang dia lakukan lebih gila dari orang-orang lama. Sekilas dia cukup bersahabat, dan halus perkataannya.Tetapi ketika berbicara, kata-katanya cukup memerahkan telinga. Dia cuek dan tidak mau menerima keberatan orang lain. Dia hanya mementingkan kemauannya sendiri. Mungkin dia merasa sebagai orang hebat, Manager. Rasanya baru kali ini saya mendapatkan pengalaman seperti ini, selama menjadi sales lebih dari 15 tahun.

“Ya Allah, apa yang saya alami hari ini sudah merupakan ketentuan dariMu. Saya terima. Saya menyadari ketentuan apapun yang berasal dari Engkau adalah suatu kebaikan. Walaupun saat ini saya masih belum mampu mengambil pelajaran dari peristiwa ini.Ya Allah, saat ini kejadian itu rasanya sangat menyakitkan. Karena saya belum mengetahui rahasia apa dibalik peristiwa ini. Saya yakin kejadian tersebut merupakan cara Engkau mengajar kami. Tetapi hambamu yang bodoh ini belum mampu mengambil hikmah dari peristiwa ini. Tolonglah ya Allah, ajarilah kami. berilah kami kemampuan agar dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini.” kataku dalam hati untuk meredakan kesedihan dan kemarahan.

Alhamdulillah, setelah berdoa seperti diatas, kesedihan dan kemarahan yang saya alami berangsur-angsur berkurang. Jika tadi saya berpendapat, Perusahaan ini orang-orangya brengsek. Buat apa bekerja sama dengan mereka. Masih banyak perusahaan lain yang mau diajak bekerja sama. Lupakan saja mereka.

Namun kini telah berubah, ini adalah tantangan. Jika saya bersikap patah semangat untuk memasukkan perusahaan tersebut menjadi salah satu target customer, saya kawatir sikap serupa akan saya lakukan jika menghadapi masalah yang sama. ini suatu sikap yang kurang baik. Saya yakin, kesedihan, penghinaan dan pelecehan bukan menimpa saya saja. Tetapi kejadian seperti ini akan menimpa kepada semua orang yang terus ingin maju.

Doa tersebut mampu merubah kesedihan, kebencian dan kemarahan menjadi semangat yang membara untuk melakukan penaklukan. Perusahaan ini memang sulit untuk ditaklukkan. Namun saya percaya jika saya mampu menaklukkan mereka, tentu mereka akan menjadi tawanan yang baik. Sebagaimana mereka telah ditawan oleh pesaing saya.


Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Berkolaborasi dengan Macan

Selasa, 29 Juni 2010

Ketika menjalankan bisnis saya tidak mau menonjolkan merk bahan yang saya gunakan. Misalkan saya menggunakan bahan dari Kubota, maka saya tidak membawa nama Kubota untuk mengenalkan produk saya. Baru setelah mengalami kesulitan, menembus customer, saya dengan terpaksa membawa nama Kubota.

Strategi ini dipakai , dengan harapan customer loyal dan kenal dengan brand kami, Habaist, bukan produk orang lain. Disamping itu, suatu saat jika saya menemukan bahan yang kualitasnya sama atau lebih baik tetapi dengan harga yang lebih murah saya dapat menggantinya tanpa mengalami kesulitan.


Tetapi strategi ini, tidak saya terapkan ke semua produk , karena ternyata nama besar itu perlu. Banyak dari customer yang brand minded. Jika tidak merk tertentu mereka tidak mau. Disamping itu membawa merk besar, akan mengangkat prestise perusahaaan kita.

Saya teringat kisah tentang Kancil yang menjadi Raja hutan. Suatu ketika Kancil mengumumkan bahwa dirinyalah yang mejadi raja hutan saat ini. Dia kemana-mana bercerita kepada setiap hewan yang ditemuinya” Sekarang era Macan dan Singa sudah hilang. Sekarang yang ada adalah era Kancil. Akulah yang berkuasa dan menjadi raja di hutan ini”.

Tidak berapa lama berita yang menghebohkan ini, tersebar keseluruh penjuru hutan. Semua masyarakat hutan memperbincangkannya. Sehingga sampailah kabar ini ke telinga Macan” Apa….?! Kancil mengklaim dirinya menjadi raja hutan. Berani amat Kancil ini. mereka harus diberi pelajaran.” Kata Macan dengan geramnya.

Dengan kemarahan yang tinggi sang Macan mencari Kancil. “Kancil….!?. Kau mengklaim menjadi raja hutan. Beraninya berkata begitu. Sudah gak takut mati ya?” kata Macan setelah ketemu si Kancil.
“ Hei Macan. Jangan marah dulu. Memang kenyataanya demikian. Sayalah yang menjadi Raja sekarang ini. Tidak percaya? Ayo kita buktikan.” Kata kancil penuh percaya diri, tanpa rasa takut sedikitpun.
“Baik. Bagaimana cara membuktikannya?”
“Kita akan berjalan menjelajahi hutan ini, lalu kita tanyakan kepada setiap penduduk hutan yang kita temui. Bagaimana mau?” kata kancil.
“Oke ? siapa takut?!”

Kancil dan macam berjalan menyusuri hutan. Kancil berada di depan sementara Macan di belakang. Tidak berapa lama berjalan, bertemulah dengan seekor Kelinci.” Hai Kelenci kemari” Panggil Kancil. Ketika menoleh kearah Kancil, sang Kelinci langsung lari terbirit-birit. “ Tuh, apa saya bilang. Kelinci saya panggil bukannya mendekat tetapi malah lari terbirit-birit. Itu membuktikan sayalah Raja hutan ini. Karena mereka takut kepada saya” kata Kancil kepada Macan.
“ Ah itu kan baru Kelinci.” Kata Macan yang tidak percaya melihat kejadian didepannya.
“Baik, Kita lanjutkan perjalanan.” Kata Kancil dengan mantab.
Tidak berapa lama mereka bertemu dengan Srigala.”Hei Srigala, kemari. Saya mau bicara?!” Ketika menoleh kearah Kancil, Srigala pun tanpa mengeluarkan kata-kata lansung lari menjauh.”Tuh. benarkan ?. Srigala pun mengakui bahwa saya lah yang menjadi Raja di hutan ini. Bagaimana sudah cukup bukti?” Kata Kancil penuh dengan kepercayaan diri yang tinggi.

“Belum. Saya belum bisa mempercayainya.?” Kata Macan yang sudah mulai sedikit ragu.
“Baik. Kita lanjutkan perjalanan lagi. Saya pikir 3 bukti sudah lebih dari cukup. Oleh karena itu jika bukti yang ketiga nanti membenarkan bahwa saya yang menjadi raja di hutan ini, maka kamu harus mengakuinya, era Macan sudah hilang kini berubah menjadi era Kancil. Kancillah yang menjadi raja di hutan ini. Bagaimana, sepakat?”
“Baiklah !”

Akhirnya mereka ketemu sekumpulan Zebra. “ Hei, Zebra. Kemarilah. Saya mau bicara?!” kata kancil. Seperti dikomando sekumpulan Zebra menoleh kea rah kancil, lalu mereka semua lari terbirit-birit. “ Nah Macan. Sudah 3 bukti saya perlihatkan kepadamu. Kamu telah menyaksikannya sendiri. Kini kamu harus mengakuinya, saya lah yang menjadi Raja di hutan ini”
“ Tahu ah gelap” sambil ngeloyor dan tidak percaya kenapa setiap binatang yang ditemui takut pada Kancil.

Tentu saja Kelinci, Srigala dan Zebra takut. Mereka tidak takut kepada Kancil, tetapi mereka takut kepada Macan. Karena Kancil berkawan dan berjalan bersama Macan, maka otomatis hewan lainpun takut lari ketika melihat Kancil berjalan dengan Macan.

Cerita ini memberi inspirasi kepada kita bahwa, berkawan akrab atau berkolaborasi dengan perusahaan besar (Macan) dapat memberi kita aura yang positip. Sehingga customer akan memandang dan menghargai perusahaan atau diri kita. Selain itu kita akan mendapatkan bimbingan, ilmu dan system yang baik tanpa harus susah payah. Karena perusahaan tersebut juga berkepentingan atas kemajuan perusahaan kita. Jika kita maju mereka akan mendapat keuntungan.

Macam yang mendampingi perusahaan anda berbeda dengan Macan yang mendampingi perusahaan saya. Oleh karena itu carilah Macan anda sendiri. Caranya temukan perusahaan besar yang sejenis dengan anda atau yang mendukung kegiatan usaha, dekati lalu tawarkan kerjasama. Berusalah secara terus menerus sehingga perusahaan tersebut mau menjadi Macan bagi anda.anda.

Selamat mencari Macan untuk mendampingi anda perusahaan anda sehingga pertumbuhan dan perkembangan anda akan berjalan dengan cepat

Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Sabar mas, Tahan sebentar lagi saja?!

Senin, 28 Juni 2010

Dalam suatu perjalanan mencari sekolah boarding untuk anak saya yang pertama. Saya tertarik pada pondok pesantren Arrohman, di Sukabumi. Berdasarkan peta yang diberikan di situs, saya bersama istri dan 2 anak saya meluncur ke Sukabumi . Ketika sampai di Sukabumi dan berada di daerah dekat pesantren , saya mulai tanya pada seseorang, tentang lokasi Arrohman.

“ Dik, Tahu Pesantren Arrohman?” Tanyaku pada dua orang gadis yang berjilbab yang sedang berdiri di pinggir jalan, menunggu angkutan.
“ Ya, belokan depan pak. Yang ada pos polisinya. Bapak belok kanan. bapak terus saja nanti di sebelah kiri ada Papan Nama Arrohman”
“ terimakasih ya dik”


Saya lalu melanjutkan perjalalan, tidak berapa lama menemukan pertigaan yang ada pos polisi.” Ya, ini mungkin jalannya” bisikku dalam hati. Setelah menyusuri jalan cukup jauh, papan nama Arrohman belum juga ketemu. “Dari pada kesasar, mendingan tanya lagi saja” kata istriku.
“ Pak numpang tanya, tahu pesantren Arrohman?” tanyaku pada seorang petugas DLLAJR. “ Pesantren Arrohman?!” Ulangnya agak keras sambil menoleh ketemannya. “ gak tahu pak”. Jawabnya kemudian.
“ Lo, masak kita kesasar.” Tanyaku pada istriku. “ Iya ya, sudah hampir 3 km kita lewati belum juga ketemu. Tambah sekarang nampaknya kita masuk ke pegenungan yang tidak berpenghuni. Ayo balik saja” kata istri.

Baiklah kalau begitu, kita ke Albayan saja. Sepulang dari Albayan kami masih panasaran ingin ke pesantren Arrohman. Lalu saya melihat peta lagi dan mencoba menghubgni lewat telepon. Beberapa kali kita telepon tidak ada yang mengangkat. Akhirnya kami bertanya pada seseorang tempat desa dimana pesantren Arrohman berada. Ternyata tempat yang ditunjukkan arahnya sama dengan yang kami lalui sebelumnya. Dari belokan yang ada pos polisinya berjarak sekitar 15 km lagi. “O pantas, kita baru menempuh 3-5 sudah balik. Makanya tidak ketemu” gumamku pada diri sendiri.
Andaikan saja, saya mau sedikit lebih sabar, tahan sebentar lagi saja, kami tidak akan mondar-mandir menghabiskan waktu.

Berwirausaha dapat diibaratkan seperti perjalanan diatas. Suatu perjalanan akan mudah dicapai jika kita memiliki tujuan atau mimpi. Jika tidak ada tujuan itu namanya bukan perjalanan, tetapi gelandangan. Hehe hehe. Anda mesti menetapkan, dengan jelas dan terukur apa yang ingin anda raih. Kalau tujuan saya adalah omzet minimal Rp. 100 Milyar pertahun.

Perjalanan akan lebih mudah ditempuh jika ada peta. Namun sayang tidak ada peta bisnis dijual bebas. Anda mensti mencari dan membuat sendiri. Ketika anda membuat peta bisnis tentunya akan lebih mudah jika anda melibatkan orang yang pernah membuat peta bsinis. Memang peta bsinis mereka belum tentu sesuai dengan peta bisnis anda. Tetapi paling tidak anda akan dikenalkan rambu-rambunya, kemana anda harus berbelok jika menemui belokan, pertigaan atau perempatan.

Perjalanan akan lebih nikmat dan mudah jika anda mengajak atau ditemani oleh orang yang biasa bepergian, apalagi yang telah pergi kesana. Seperti perjalanan saya diatas. Andaikan 2 orang gadis itu kami ajak dan mau menyertai saya ke pesantren Arrohman, tentu kami tidak mengalami kesulitan untuk sampai kesana. Kami juga tidak perlu bertanya pada petugas DLLAJR yang akhirnya melemahkan semangat saya untuk meneruskan perjalanan. Oleh karena itu anda mesti mempunyai teman yang sudah mempunyai pengalaman berwirausaha. Sukur-sukur jika anda mempunyai pembimbing, yang akan memberi saran ketika anda berada dipersimpangan jalan. Perlu diingat jangan pernah anda meminta nasehat pada orang yang tidak pernah berbinis atau orang yang gagal. Orang semacam ini justru akan melemahkan semangat anda, sebagaimana petugas DLLAJR yang melemahkan semangat saya.

Jika anda ragu apakah peta bisnis anda benar atau anda merasa salah jalan. Bersabarlah dan teruslah berjalan, berusaha untuk terus maju, maju dan maju. Tahan sebentar, karena bisa jadi kesuksesan anda tinggal selangkah lagi. Dan segeralah cari bantuan, mencari solusi, saya yakin jika anda mau sedikit bersabar dan bertahan, maka kesuksesan anda Insya Allah dapat anda raih. Jangan sampai anda bernasib seperti penambang emas di Amerika.Setelah mereka menemukan kadar emas yang diperoleh makin lama menurun, maka pemilik pertambangan memutuskan untuk berhenti melakukan penggalian. Perusahaan ditutup. Semua alat-alat dijual di tukang loak.

tetapi tukang loak yang membeli alat tersebut, penasaran, lalu melanjutkan penggalian. Namun apa yang terjadi 30 cm dari jarak penggalian terakhir ditemukan kandungan emas yang luar biasa banyak. Ya hanya 30 cm saja.

Boleh jadi kesuksesan anda tinggal sebentar lagi. Karena itu jangan berhenti. Sabar dan tahan sebentar saja.Karena kebanyakan orang gagal adalah dia berhenti lebih cepat dari yang sukses. Anda tahu, berapa jarak kemenangan dari lomba pacuan kuda? Selisihnya kurang dari satu jengkal. Namun anda tahu betapa besar perbedaan penghargaannya?

Semoga bermanfaat
See you at the top


Baca selengkapnya......