Fokus. Fokus dan Fokus

Selasa, 20 Juli 2010

“ JIka kamu menginginkan semuanya, akhirnya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa”

Sering kali saya mengamati teman-teman yang baru memulai usaha mempunyai semangat yang tinggi. Itu baik dan seharusnya begitu. Pemula bisnis harus mempunyai semangat yang menyala-nyala. Karena jika awalnya saja tidak bergaerah, takutnya baru kesandung masalah kecil saja sudah jatuh dan tidak mau bangun lagi.

Namun sayangnya, menurut hemat saya, ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan. Semangat yang menyala-nyala tersebut mereka pakai untuk terus menggali peluang-peluang baru. Jika mereka belum mempunyai usaha dan masih bingun usaha apa yang akan digeluti, ini tidak menjadi masalah. Tetapi jika sudah mempunyai usaha, kemudian masih mencari-cari usaha lain, saya kawatir usahanya malah menjadi berantakan semua.


Jika anda sudah memutuskan menggeluti suatu jenis usaha, kenapa tidak usaha itu saja yang dipikirkan bagaimana caranya agar bisa berkembang dan maju. Apalagi jika anda masih nyambi sambil bekerja. Tentunya waktu dan tenaga yang anda pakai untuk mengelola bisnis anda adalah waktu dan tenaga sisa. Jika bisnis anda segera menghasilkan mungkin tidak menjadi masalah, anda dan istri anda akan sedikit terhibur dengan benghasilan yang didapat. Namun jika usaha tidak berkembang, maka tinggal menunggu bubarnya saja. Apalagi jika anda mengelola bisnis yang lain.

“Kan bisa cari orang untuk menjalankannya pak” ya memang benar. Tetapi semangat orang bekerja berbeda dengan semangat pemiliknya. Selain itu kecakapan mereka untuk menjalankan bisnis tidak mereka miliki. Pekerja tidak risau dan merasa rugi jika usaha tempat dia bekerja rugi atau bubar. Apalagi jika usaha anda hanya bermodal kecil. Seandainya berhasil bisa berjalanpun anda akan mendapatakan tantangan “Enak ya si Bos. Enak-enak di rumah atau jalan-jalan tigal memetik hasilnya. Sementara aku banting tulang kerja disini. Kenapa saya tidak buka usaha sendiri saja. Kan modalnya kecil?”

Karena itulah saya merasa focus dalam satu bidang itu sangat penting. Jika usaha anda ingin berkembang, ya besarkan saja. Tambah omzet penjualannya. Namun dalam tahap awal jangan anda berpikir ingin menggandakan usaha anda menjadi 2, 3 dan seterusnya. Tetapi besarkan dan buatlah sistemnya terlebih dahulu. Jika usaha anda sudah bisa berjalan sendiri beberapa bulan tanpa kedatangan anda. Anda boleh memulai berpikir untuk menggandakannya.

Saya mempunyai beberapa teman yang berusaha dibidang kuliner. Mereka kebanyakan berpikir untuk mengembangkan usahanya, satu-satunya jalan adalah membuka cabang. Berbagai macam alasan dipakai untuk membenarkan pendapatnya. Padahal usaha yang sekarang ada saja profitnya belum maksimal. Bahkan ada yang masih merugi.

Saya sudah sering menasehati mereka, namun rupanya mereka masih kekeh pada pendiriannya. Satu-satunya cara untuk berkembang adalah pindah tempat atau membuka yang baru lagi.

Padahal sudah sering saya katakan” carilah dulu solusinya bagaimana anda dapat meningkatkan omzet ditempat yang sekarang. Seandainya tempat sekarang ini tidak cocok, tidak strategis. Alihkan strategi anda dari menunggu bola menjadi menjemput bola. Pasarkan dan jajakan produk anda keluar. Bukalah hotline pesan antar. Carilah mitra yang mau menjual produk anda. Jadikan pesaing sebagai mitra. Saya yakin cara ini akan lebih efektip dan efisien. Bahkan anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi”

Jadi fokuslah pada satu usaha terlebih dahulu. Besarkan dan kembangkan usaha anda, sampai anda merasa tidak ada cara lain untuk mengembangkan usaha anda. Galilah dan tanyakan kepada orang yang lebih sukses dari anda masih adakah cara lain untuk mengembangkan usaha anda? Jika memang sudah tidak ada, baru anda berpikir menggandakan usaha anda.


Semoga bermanfaat.
See you at the top

Baca selengkapnya......

Kenapa Saya Mesti Beli Kepada Anda

Senin, 19 Juli 2010

Pembinaan sales di PT Alfa Fikrindo Utama dilakukan seminggu sekali, tiap hari Sabtu. Namun jika ada salah satu sales yang berhalangan atau melakukan kunjungan pada hari Sabtu, jadwal meating dirubah menjadi Jum’at malam.

Dulu sebelum kami mempunyai manager sales, pertemuan saya pimpin sendiri. Namun kini setelah mempunyai Manager Sales, saya hanya sesekali saja mengikuti pertemuan tersebut. Ketika saya ada kesempatan bertemu dengan mereka kalimat yang sering saya sampaikan adalah ”Kenapa saya mesti membeli kepada anda?”. Kalimat ini sengaja saya sampaikan untuk merangsang para sales untuk mengetahui dan menggali potensi apa yang mereka miliki sehingga customer mau membeli kepadanya. Karena saya menyadari yang menjadi alasan utama customer membeli, bukan karena kualitas produk anda,. Apalagi berjualan barang tehnik seperti yang kami lakukan.

Jika anda bersaing hanya mengandalkan kualitas produk, harga termurah,pelayanan yang bagus dan delivery yang cepat anda akan kalah dan gagal. Karena customer adalah manusia. Mereka mempunyai perasaan suka dan tidak suka. Faktor inilah yang mengambil peran penting terhadap keberhasilan anda. Oleh karena itu anda harus mampu mengambil hati customer.

Celah inilah yang dapat dipakai bagi perusahaan kecil, untuk mengambil pasar perusahaan besar yang telah memiliki produk berqualitas, pengiriman yang tepat waktu, dan harga yang murah. Langkah ini akan lebih mudah dilakukan dari pada anda bersaing terhadap head to head dengan qualitas, pengiriman dan harga dengan perusahaan besar atau perusahaan yang lebih dulu berjalan.

Jika anda bersaing dengan qualitas produk, pengiriman tepat waktu, dan harga yang murah, anda akan membutuhkan banyak modal, tenaga pikiran dan waktu yang cukup lama. Namun jika anda berfokus pada pada cara mengambil hati customer anda modal dan waktu yang anda butuhkan akan jauh lebih kecil

Anda hanya cukup berusaha dan menjadikan sales anda menjadi orang yang peduli, santun dan bersedia mati demi customer. Bersedia mati demi customer? Ah bisa saja?!. Bersedia mati demi customer maksudnya, anda bersedia melayani customer dengan sepenuh hati. Kesulitan customer juga kesulitan anda. Masalah customer juga menjadi masalah anda. Jika anda berbuat dan besikap demikian siapa yang tidak mau anda layani?

Uniknya lagi, cara mengambil hati ini tidak semua orang bisa dan mau melakukannya. Ini membutuhkan kesabaran dan kesungguhan. Apalagi dijaman sekarang yang inginnya serba instant. Oleh karena itu, jika anda bersaing dengan jara demikian anda akan menjadi pemenangnya. Karena anda telah dengan sadar mengambil langkah ini menjadi strategi anda untuk menguasai pasar. Anda akan menjadi lebih siap dan sabar terhadap proses yang dibutuhkan dalam membentuk pribadi dan perilaku anda yang dapat merebut hati customer anda.

Agar anda dapat menjadi pribadi yang demikian anda harus banyak membaca, bergaul dengan orang sukses dan berusaha tanpa henti untuk terus memperbaiki diri, berusaha menjadi pribadi yang baik. Berbicara yang mengesankan. Sehingga kepribadian anda bernilai sejuta dollar.

Sekali lagi ingat” Customer adalah manusia. Customer tidak berhubungan dengan perusahaan anda. Customer berhubungan dengan anda dan orang-orang anda. Rebutlah simpati mereka dengan kepribadian dan bersedia bersedia mati demi customer anda”. Dengan cara ini anda akan mampu mengalahkan pesaing anda meskipun mereka bermain kontor dengan memberikan komisi atau upeti yang lainnya. Cara ini bisa mengalahkan semuanya.

Semoga bermanfaat.

See you at the top

Baca selengkapnya......

Penyerahan Fasilitas Mobil Ke sales di PT Alfa Fikrindo Utama

Jumat, 16 Juli 2010

Tadi pagi di PT Alfa Fikrindo Utama ada terjadi momen penting, Penyerahan fasilitas mobil kepada sales yang berprestasi. Sudah menjadi aturan di PT Alfa Fikrindo Utama, bagi setiap sales yang berprestasi akan mendapatkan fasilitas mobil, apa bila selama tiga bulan berturut-turut mampu mengumpulkan omzet lebih dari 100 juta perbulan. Sejak PT Alfa Fikrindo Utama berdiri th. 2004 sampai sekarang telah memberikan fasilitas mobil kepada 2 orang sales.
Bagi sales yang telah mendapatkan fasilitas mobil akan mendapatkan tantangan baru, untuk mendapatkan biaya ibadah haji.
Selain memberikan fasilitas mobil, dan biaya ibadah haji, PT Alfa Fikrindo Utama juga memberikan komisi secara berjenjang kepada seluruh sales. Cara ini diharapkan mampu merangsang kinerja para sales. Disamping itu sales merasa seperti menjadi pengusaha sendiri. Besar kecil penghasilan sales ditentukan oleh dirinya sendiri.
Namun menjadi sales akan jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan menjadi pengusaha sendiri. Sales tidak mempermasalahkan modal dan manajemen. Jika ada kesalahan mereka tidak mengalami kerugian yang penuh dibandingkan berusaha sendiri. Mereka hanya memikirkan bagaimana menjual. Namun kerugiannya jika pengusaha beneran usahanya bisa diwariskan ke anak cucunya, tetapi sebagai sales tidak bisa.

Kami di PT Alfa Fikrindo Utama, yang menekankan kekeluargaan dan menganggap karyawan adalah customer yang utama, akan memikirkan bagaimana caranya agar pekerjaan ini bisa diwariskan ke anaknya. Kami merencanakan jika sales sudah tidak sanggup bekerja dikarenakan usia pensiun, maka pekerjaan ini dapat wariskan ke anaknya dengan cara si anak berhak meneruskan merawat customer yang selama ini ditangani oleh sales yang bersangkutan. Sehingga keterikatan dan kekeluargaan yang terjalin selama ini atara perusahaan dan karyawan akan terus tumbuh dan berkembang.


Semoga bermanfaat.
See in the top

Baca selengkapnya......

Gitu Aja Kok Repot

Rabu, 14 Juli 2010

Anda sering mendengar kalimat diatas. Ya. Benar kalimat yang sering diucapkan oleh salah satu mantan presiden kita. Dulu saya mengira kalimat tersebut merupakan kalimat yang tidak ada artinya yang hanya berarti olok-olok atau bahan lelucuan saja.

Namun setelah banyak bergaul dengan orang yang mencoba berbisnis,ternyata banyak orang yang melakukan sesuatu yang sederhana menjadi rumit. Sesuatu yang semestinya tidak mengeluarkan biaya, menjadi berbiaya sangat besar. Maka karuan saja usahanya tidak beranjak maju, bahkan terseok-seok hidup segan matipun tak mau. Maka tepatlah ungkapan ini ditujukan kepada mereka, “gitu aja kok repot”


Kebanyakan orang berpikir, usaha selalu dikaitkan dengan modal, biaya dan biaya. Mereka merasa usaha tanpa modal, tidak akan bisa berjalan. Mereka juga mengartikan modal dengan sangat sempit. Modal usaha ya uang. Jika tidak punya uang jangan bermimpi jadi pengusaha.

Padahal pengertian modal itu bukan hanya uang. Modal bisa berarti waktu luang, tenaga yang berlebih dan otak yang belum maksimal penggunaanya. Jadi jika anda masih mempunyai waktu (dapat diartikan anda masih hidup), badan anda masih sehat( masih bisa bergerak dan merasa nyaman) dan otak anda masih mau diajak berpikir, berarti anda mempunyai cukup banyak modal untuk berusaha. Karena kebanyakan orang besar yang berhasil dan sukses awalnya hanya memiliki tiga hal diatas. Lalu mereka mengembangkan ke tiga modal tersebut dengan semangat yang menyala-nyala demi mencapai tujuan yang jelas terpampang dihadapannya. Mereka tidak akan berhenti berupaya sebelum impiannya tercapai. Jika seandainya impiannya telah tercapai mereka akan mencari impian baru yang mesti mereka raih. Begitu seterusnya, sehingga modal waktu yang mereka miliki telah habis atau meninggal dunia.

Kenapa kebanyakan orang gagal selalu membuat masalah sederhana menjadi rumit?. Karena mereka pikir sukses itu susah dan rumit, maka jika tidak rumit mereka tidak percaya bisa sukses dan kaya. Walaupun sudah sering melihat fakta, banyak orang besar dan kaya dilahirkan dari serba keterbatasan, mereka tetap kekeh memegang keyakinannya bahwa sukses dan kaya itu bisa mereka miliki.

Jika ada orang mengatakan, usaha bisa tanpa menggunakan modal uang sama sekali. Mereka akan menyanggahnya dengan mengatakan “ Bohong itu, anda menghubungi relasi pakai telepon. Anda pergi ke tempat relasi, pakai kendaraan. Bukankah itu semuanya memerlukan uang?”. Mereka akan memberi berbagai macam sanggahan untuk memperkuat keyakinannya, bahwa berbisnis itu memerlukan modal uang.

Seandainya mereka tidak repot-repot membantah atau menyanggah jika ada ide kesuksesan datang kepadanya. Seandainya mereka tidak berprasangka buruk kepada orang yang menasehati atau menceritakan kesuksesan kepada dirinya. Seandainya mereka mau mendengarkan dan menganggap ide atau cerita kesuksesan itu sebuah ajakan atau simpati orang tersebut kepadanya, agar hidupnya lebih baik lagi. Tentu sikap ini akan menguntungkan dirinya. Mereka akan menjadi lebih sukses, kaya dan bahagia.

Oleh sebab itu jika anda diberi nasehat, diberi cerita kesuksesan yang walaupun itu nampaknya tidak masuk akal bagi anda. Jangan anda menolak atau membantahnya. Tetapi justru tanya , pikirkan dan galilah terus sehingga pikiran anda terbuka dan ide tersebut menjadi masuk akal bagi anda. Kemudian tanyakan bagaimana ide tersebut bisa anda jalankan. Dan mintalah mereka untuk menjadi pembimbing anda.

Orang yang rendah hati. Orang yang mau menerima nasehat. Orang seperti ini bagaikan gelas yang kosong, yang mau menerima apapun yang dituangkan kepadanya. Air, teh, kopi atau apapun bisa masuk. Namun bagaimanapun anda bukan gelas atau cangkir. Anda dapat memilih apa yang boleh masuk ke gelas anda. Tetapi hati-hati jangan sampai salah pilih. Jangan sampai racun yang diberi pemanis dan ditambah susu anda masukkan. Atau butrawali (jamu pahitan) yang warnanya hitam dan rasanya sangat pahit anda tolak.
Semoga bermanfaat
See you in the top.

Baca selengkapnya......