Seberapa Besar Nyali anda?

Jumat, 02 Desember 2011

Suatu ketika saya menerima sms, dari kawat dekat, tentang promo tiket pesawat terbang. Lalu sms tersebut saya balas, “ yuk, kita jalan-jalan ke Eropa?” tidak berapa lama, sms saya dibalas,”Mas, sekarang saya sedang,mengumpulkan dan melakukan hal-hal kecil, demi masa depan”
“Lo, kenapa kok nanggung;- nanggung melakukan hal-hal kecil. Kapan besarnya. Kenapa tidak melakukan hal-hal yang besar sekalian?” balasku kemudian.
“ hehe hehe …….” Balasnya.

Begitulah, cara berpikir kebanyakan dari kita. Kita berani bertindak atau melakukan sesuatu berdasarkan yang kita mampu. Bahkan kita terkadang hanya berani bertindak jauh dibawah kemampuan kita. Seumpama kita mampu melakukan hal yang bernilai 80, namun kita hanya berani bertindak senilai 30. Oleh karena itu kebanyakan kita hanya menjadi orang biasa-biasa saja. karena kita hanya berani bertindak hal-hal kecil sebagaimana kebanyakan orang bertindak.


Atau barangkali kita menyangkal, “ bukankah kita akan sukses bertindak terhadap hal yang kita tahu?. Makanya kita bertindak dari yang kecil dulu”
“Ya, itu benar. Kita akan lebih mudah sukses jika melakukan hal-hal yang kita tahu dan yang menyenangkan bagi kita. Namun, jika hal-hal kecil yang anda lakukan itu, tidak jelas masa depannya, tentu sebenranya anda akan buang-buang waktu dan tenaga saja. Lagi pula anda, tentu anda dapat belajar terlebih dahulu, terhadap hal-hal besar yang menarik perhatian anda. Kemudian setelah anda menguasai hal besar tersebut baru anda bertindak”

Saya jadi teringat akan suatu cerita, tentang pengadaan air bersih dari sebuah desa yang terpencil. Selama ini, penduduk desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selama ini mereka mendapatkan air bersih dari desa sebelah yang lumayan jauh. Sehingga jika dilakukan sendiri-sendiri maka cukup menyta waktu dan tenaga. Maka kepala desa setempat mengajak musyawarah penduduk untuk mencari jalan keluar terhadap masalah air tersebut. Akhirnya diputuskan untuk mencari orang yang mau bekerja menyediakan air bersih.

Ada dua orang warga desa yang mau menangani masalah krisis air tersebut. Sebutlah namanya Budi dan Imron. Sejak mendapatkan job menyediakan air bersih, Budi langsung beli gerobak dan tangki air untuk mengangkut air bersih dari telaga yang lumayan jauh. Budi dan anaknya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa. Meskipun usaha budi dan anaknya tidak mengenal lelah, namun mereka belum bisa mencukupi kebutuhan air bersih warganya.

Sementara Imron, sejak menerima job pengadaan air bersih tersebut raib entah kemana. Tiga bulan sudah Imron tidak menunjukkan batang hidungnya. Namun 2 bulan kemudian Imron datang bersama orang kota mengendarai mobil bagus. Ya Imron menghilang selama 5 bulan, ternyata dia mencari investor untuk mengadakan air bersih. setelah dilakukan studi kelayakan investor tersebut menyetujui dan bekerjasama dengan Imron. Kini Imron telah menyediakan air bersih bagi warganya, tanpa harus kerja keras mendorong gerobak seperti yang dilakukan Budi. Dan kini budi bangkrut, karena kalah bersaing dengan Imron.

Cerita diatas menggambarkan, dua cara berpikir yang berbeda. Budi setelah mendapat job pengadaan air bersih, langsung bertindak sebagaimana yang dia tahu, mengangkut air pakai gerobak. Suatu cara berpikir yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan. Sementara Imron, berpikir berani dan jauh ke depan. Dia tidak melakukan seperti apa yang dilakukan Budi, karena melelahkan dan hasil yang diperolehnya tidak cukup banyak. Maka dia pergi ke kota menemui pengusaha pengusaha yang bergerak menyediakan air bersih. Dari satu tempat ke tempat lain, Imron tidak mengenal putus asa walau banyak mengalami ritangan untuk bisa bertemu dengan pengusaha air bersih.

Imron bukanlah orang ahli tentang air bersih. Imron bukan seorang pengusaha yang mempunyai banyak jaringan. Dia hanyalah orang kampung yang tidak tahu menahu soal bisnis air. Dia hanya berpikir, menyerahkan sesuatu kepada ahlinya. Dia hanya berhayal seandainya pengadaan air di desanya seperti, dilakukan seperti pengadaan air diperkotaan. Pemikiran semacam itu saja yang dimiliki Imron untuk berani melangkah dan bertindak besar.

Kepada mereka yang masih suka melakukan hal-hal kecil, ingatlah bahwa waktu kita sangat terbatas. Sementara kita harus melakukan banyak hal. Bagaimana kita bisa menjadi orang besar dan sukses jika kita hanya menyibukkan diri pada hal-hal kecil.

Agar kita bisa melakukan hal-hal besar, sebenarnya cukup simple. Anda hanya perlu berpikir besar lalu, mengerahkan segenap keberanian untuk bertindak . Itu saja yang dibutuhkan.

Ya tetapi itu kan sulit pak. Oh ya benar. Itu memang sulit. Karena itu tidak semua orang mau melakukannya. La mumpung, tidak semua orang berani melakukannya. Berarti saingan tidak begitu banyak. Maka kesempatan untuk sukses akan jauh terbuka lebar.

Anda mau memperebutkan kue yang kecil, sementara ada kue yang besar dan lezat anda abaikan. Apakah itu karena anda tidak layak memakan kue yang besar dan lezat tersebut?
Ah .Ada-ada saja, siapa yang melarang.

Semoga bermanfaat.
See you at the top

Baca selengkapnya......

Mengurai Benang Kusut

Rabu, 30 November 2011

Pernahkah anda mengurai benang kusut. Jika belum coba deh. Karena ternyata disana terdapat pelajaran tentang kehidupan. Ya, benar sekali. Mengurai benang kusut, seakan menggambarkan tentang kehidupan ini.

Ketika anda melihat benang kusut, hal pertama yang terbayang adalah kesulitan. Ah, sulit mana bisa. Anda tidak tahu dari mana dan bagaimana harus memulai mengurai benang kusut. Namun ketika anda sudah menemukan salah satu ujung benang, anda akan sedikit mulai tersenyum. Lalu anda menarik sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan dan penuh perhatian. Baru saja anda mendapatkan 10 cm yang terurai, anda menemukan jalan buntu. Anda menemukan simpul yang sulit diurai. Pada saat ini perhatian dan kesabaran anda diuji. Jika anda menyerah dan frustasi, maka anda campakkan saja benang tersebut.


Namun jika tetap telaten, sabar dan penuh perhatian, walaupun dengan berlahan anda akan menemukan titik terang simpul yang ruwet tersebut. Setelah anda keluar dari simpul yang ruwet anda akan sedikit mengalami kemudahan mengurai benang. Namun tidak lama kemudian anda menemukan simpul yang tidak kalah ruwetnya.

Jika anda berhenti, maka hanya sepanjang itu pulalah benang yang terurai yang dapat anda lakukan. Namun, jika anda terus berusaha mencari jalan keluar tanpa mengenal lelah, maka simpul tersebut akan dapat terurai, meskipun menyita, banyak waktu tenaga dan pikiran anda.
Begitulah dan seterusnya, simpul-simpul yang ruwet akan tetap anda temukan, selagi anda masih tetap bertahan mengurai benang yang kusut tersebut. keruwetan akan berakhir jika anda menyerah atau benang yang kusut tersebut sudah anda urai semuanya.

Kehidupan yang kita hadapi ternyata mirip dengan mengurai benang kusut tersebut. Setiap orang pasti mengalami keruwetan hidup. Baik itu masalah pribadi, masalah dengan keluarga, teman, tetangga, pekerjaan dan lain sebagainya. Jika anda mampu bertahan, bersabar dalam menyelesaikan keruwetan hidup anda, terkadang tanpa diduga anda menemukan jalan keluar dari keruwetan hidup anda.

Bukankah kita sering menemukan solusi dari suatu masalah tanpa terduga? Saya jadi teringat ketika mahasiswa dulu, pernah mengalami kesulitan membayar uang kuliah. Ketika batas terakhir pembayarannya, kurang dari seminggu, saya berusaha mencari pinjaman ke saudara. Namun hasilnya nihil. Setelah hari terakhir pembayaran tiba, tanpa terduga saya bertemu dengan teman kuliah wanita yang jarang bertemu, karena sudah jarang kuliah bersama. Setelah berbincang-bicang cukup lama, teman saya tersebut berkata” eh Lif, sudah bayar uang kuliah belum?”. Uh, mau jawab gimana ya. Mau terus terang rasanya malu. Tetapi mau berbohong dosa. Akhirnya kuberanikan diri saja. “Belum.” Jawabku dengan suara nyaris tak terdengar.
”Hari ini kan, hari terakhir”
“ Iya, tetapi saya, kirimanku belum datang”
“eh, pakai duitku saja dulu,. Ayo” katanya sambil manarik tanganku.

Begitulah, sebenarnya menyelesaikan keruwetan hidup itu, cukup mudah asal kita mau dan berani bergerak dan berusaha, maka tanpa disadari kita akan ditemukan dengan sesuatu yang tak terduga. Syaratnya sangat mudah, yaitu asal anda berani terus bergerak dan berusaha saja. ya tetap bergerak, bergerak dan terus berusaha, maka keruwetan anda akan segera berakhir. Karena ditengah jalan disepanjang pergerakan anda akan menemukan jalan keluar.

Namun kebanyakan orang, tidak mau melakukan itu dengan alasan gensi atau malu atau bahkan malas. Sehingga mereka lebih senang diam dan menenggelamkan diri. Bahkan saya mempunyai teman yang tidak mau sholat berjamaah lagi lantaran malu, ekonominya yang merosot tajam karena usahanya jatuh. Andaikata dia tetap pergi ke masjid dan menjalin silaturahmi dengan jamaah yang lain, tentu akan ditemukan solusi atas kejatuhan ekonominya.

Perlu untuk diingat jika anda mencampakkan keruwetan hidup anda sehingga anda lari atau menghindar dari masalah , jangan dikira masalah anda akan selesai dengan sendirinya. Masalah anda tetap akan menjadi masalah anda selama anda belum menyelesaikannya. Gunakan pelajaran mengurai benang kusut diatas untuk membantu menyelesaikan masalah anda. Focus terhadap keruwetan anda lalu mencari celah-celah jalan keluar yang mungkin bisa dilakukan. Lalu lakukanlah, jangan pernah berpikir untuk berhenti sebelum apa yang ingin anda gapai tercapai.

Semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......

Siapkah anda menjadi kaya?

Jumat, 16 September 2011

Ketika membaca judul postingan ini mungkin sebagian dari anda ada yang mngeryitkan kening atau mencibir. ”Pertanyaan yang bodoh?” Barangkali sebagian orang akan berkomentar demikian. Tetapi bagi orang yang telah menempati level kaya, pertanyaan semacam ini pantas diajukan jika tidak boleh dikatakan suatu keharusan.. Karena untuk menjadi kaya itu memang sangat butuh kesiapan.

Jika anda percaya bahwa kaya membutuhkan kesiapan, anda tidak akan melihat kesuksesan seseorang sebagai sesuatu keberuntungan. Jangan salah paham. Memang apa yang kita lakukan, semuanya mengikuti kehendak Allah. Sehingga kita tidak boleh mengklaim keberhasilan atau kesuksesan kita atas usaha sendiri. Tetapi kita juga tidak boleh menyerahkan segalanya kepada Allah. Karena disamping Allah mempunyai kehendak yang tidak bisa ditolak oleh siapapun, Allah juga mempunyai hukum sebab akibat.


Anda tidak mungkin kejatuhan durian runtuh jika anda tidak pernah berada dibawah pohon durian. Seandainya anda sudah berada dibawah pohon durian pun, anda tidak akan kejatuhan durian jika bukan musimnya durian berbuah. Meskipun anda sudah berada dibawah pohon durian yang sedang berbuahpun, anda tidak akan kejatuhan durian jika buahnya tidak lebat dan buahnya belum masak benar. Jadi factor keberuntungan memang ada namun prosentasenya amat sangat kecil jika tidak diikuti dengan ikhtiar yang keras. Ikhtibar inilah yang meningkatkat factor kebereuntungan tersebut. seamkin kuat ikhtiar dan keuletan anda akan makin besar factor keberuntungan yang akan diperoleh.

Namun kebayakan orang berkeyakinan sukses itu sebagai suatu keberuntungan. Kaya hanyalah suatu nasib. Jadi jika mereka tidak kaya memang nasib mereka adalah sebagai orang miskin. Sehingga ketika mereka berjumpa dengan teman sekolahnya yang mempunyai karier tinggi atau yang hidupnya berlimpah jarang sekali, terdengar pertanyaan” wah hebat ya. Bolehkah saya tahu apa rahasianya sehingga anda bisa menjadi seperti ini?”. Bahkan jika teman tersebut membagi cerita kesuksesan, malah diangap sok. Sehingga bukan disambut dengan semangat belajar, tetapi hatinya diliputi dengan umpatan-umpatan. “sombong. Sok amat sih. Baru seperti itu saja sudah sok-sokan”

Jika anda sudah percaya bahwa menjadi kaya dibutuhkan kesiapan. Sudahkah anda menyiapkan diri anda menjadi orang kaya dan sukses? Jika anda belum siap atau belum memantaskan diri menjadi orang kaya bagaimana mungkin anda akan menjadi orang kaya? Coba anda renungkan dalam dalam kalimat barusan.

Tentunya anda pernah bepergian disuatu tempat. Jika anda sudah bersiap bepergian, maka anda tentunya sudah mandi, memakai pakaian yang dianggap pantas, menyiapkan uang didompet dan bekal-bekal lain yang dibutuhkan. Karena anda tidak mempunyai kendaraan sendiri maka anda pergi ke halte bus, dan menunggu bus yang akan membawa anda ketempat tujuan. Namun setelah menunggu lebih dari satu jam bus tidak kunjung datang. Anda mulai gelisah. Lantas anda tanya sana sini, ternyata sopir bus yang akan membawa ke tempat tujuan anda, mogok kerja. Lalu karena anda sudah bersiap pergi dan harus pergi, anda mulai mencari kendaraan alternatip yang akan membawa ke tempat tujuan . Anda akhirnya sampai ketempat tujuan , walapun harus menempuh rute yang lebih jauh dan perjalanan yang melelahkan.

Bayangkan jika seandainya anda diajak pergi teman anda, namun anda ugah ugahan. Walaupun waktu yang telah dijanjikan untuk berangkat bersama sama, ternyata anda belum memrpersiapkan apa apa. Anda belum mandi, anda belum memnyiapkan bekal dan ketika ditanya sang teman “ Ayo berangkat, sudah siang nih ?,” lalu anda jawab dengan santai aku gak ikut saja ya. Kamu nanti nunggu lama. Aku belum mandi bajuku masih kotor. Dan kebetulan tongpes (kantong kemps) lagi. Jika anda berbuat demikian berarti anda tidak akan pernah sampai tujuan.

Kekayaan bukan berasal dari luar. Namun kekayaan berasal dari dalam diri anda. Jika anda ingin kaya, rubahlah diri anda terlebih dahulu menjadi orang yang siap dan pantas menjadi kaya. Seperti ketika anda akan bepergian diatas, anda sudah mandi, mengenakan baju yang pantas untuk bepergian dan menyiapkan bekalnya. Jika anda sudah berbuat demikian seperti analogi bepergian diatas, cepat atau lambat, seiring dengan bertambahnya waktu tanpa disadari, anda akan menjadi orang sukses dan kaya. Kenapa demikian, karena anda sudah siap dan memantaskan diri untuk kaya. Anda memang pantas menjadi orang kaya. Dan sebentar lagi akan menjadi orang kaya beneran.
Semoga bermanfaat.
See you at the top

Baca selengkapnya......

Jalur cepat menjadi kaya

Kamis, 08 September 2011

Bagaimana difinisi kaya menurut anda? Benarkah seseorang baru dikatakan kaya apabila tinggal di rumah megah dan mengendarai mobil mewah? Apakah kaya itu menurut anggapan orang lain atau anggapan yang bersangkutan atau diri sendiri?

Jika anda berpendapat demikian, sesungguhnya anda tertipu. Bagaimana tidak tertipu, karena ternyata orang yang tinggal di rumah megah dan berkendara mobil mewah tersebut sebenarnya banyak yang miskin. Mereka banyak memiliki hutang. Dan hutang mereka melebihi harta yang mereka miliki. Mereka katanya meliki perusahaan dengan asset milyaran atau trilyunan, tetapi kenyataan kekayaan reil yang mereka miliki adalah tidak lebih dari ¼ asset yang mereka klaim sebagai miliknya. Apakah hebatnya anda memiliki asset 10 milyar tetapi kekayaan yang sebenarnya anda miliki hanya sebesar 2 milyar? Karena yang 8 milyar adalah hutang anda? Sebenarnya mana yang lebih kaya dan dapat hidup lebih damai, orang yang memiliki asset 10 milyar tetapi mempunyai hutang delapan milyar atau orang yang memiliki asset 2 milyar namun tidak mempunyai hutang sama sekali?


Mungkin anda akan beralasan” orang yang berasset 10 milyar kan lebih berpeluang menjadi lebih kaya”. Ya itu memang benar. Namun mereka juga berpeluang besar menjadi orang bangkrut lebih besar. Dan jangaan lupa hidup mereka sangat tertekan dan tidak bahagia. Karena mereka terjebak pada permaianan semu. Kaya yang semu.

Sedangkan mereka yang hanya meliki asset 2 milyar namun tanpa memiliki hutang sama sekali, hidup mereka akan jauh lebih bahagia dan damai. Bukankah keadaan yang seperti ini yang sebenarnya kita cari?

Begitulah, jadi sebenarnya untuk menjadi kaya itu tidak sulit. Anda dapat melewati jalur cepat menjadi kaya dengan cara berhemat dalam penghidupan dan sederhana dalam perbelanjaan. Jika anda mampu mengatur pengeluaran anda jauh lebih kecil dari penghasilan anda, sehingga anda mampu menabung dan berinvestasi sehingga anda bisa hidup dari hasil investasi anda, maka anda sudah berhak menyatakan diri anda adalah orang kaya. Meskipun anda masih tinggal di rumah type 21 dan hanya memiliki sepedah ontel sekalipun.

Mungkin anda masih dianggap orang lain sebagai orang miskin yang perlu dikasihani. Tetapi apa pedulinya pendapat orang lain. Biarlah mereka tertipu dengan pendapatnya sendiri. Tetapi yang penting anda adalah orang kaya menurut versi anda. Hidup anda belimpah. Hidup anda damai. Karena anda tidak mempunyai ketertarikan untuk membeli sesuatu yang diluar kemampuan anda. Anda tidak perlu motor atau mobil. Anda tidak perlu rumah yang lebih luas atau TV yang lebih lebar. Anda tidak perlu handphone yang lebih canggih. Karena hati anda telah dihijab oleh Allah untuk memandang kehidupan ini sebagai sesuatu yang remeh. Anda tidak terpengaruh oleh pendapat orang lain.

Anda adalah orang kaya yang sebenarnya. Karena anda tidak memiliki sipat serakah. Anda terhindar dari sipat minta-minta.

Benarkan sebenarnya menjadi kaya itu mudah, semudah membalikkan telapak tangan jika anda mau. Dengan cara hidup hemat dan sederhana , menghilangkan angan-angan yang meresahkan dan percaya bahwa hidup hemat dan sederhana sebenarnya membahagiakan dan mulia. Berusaha memperbesar pemasukan untuk meningkatan taraf hidup adalah sesuatu yang penting. Namun mengelola uang keluar adalah jauh lebih penting. Karena seberapapun besarnya uang yang masuk, jika pengeluarannya tidak dikendalikan dengan baik hidup anda akan tetap miskin meskipun anda tinggal dirumah megah dan mengendarai mobil mewah.

Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......