Intinya pada Kerja Keras dan Cerdas

Rabu, 09 Januari 2013

Suatu ketika saya didatangi oleh saudara dekat. Setelah berbincang cukup lama, akhirnya saya mengerti bahwa kedatangannya seakan mengadukan tentang nasibnya yang tak pernah beranjak menjadi lebih baik. Sudah lebih dari 10 tahun, hidupnya terasa monoton tidak ada perbaikan dalam hal ekonomi. Kemudian saya bertanya, apa yang ingin dilakukan? “ saya sebenarnya ingin usaha, tapi usaha apa ya. Lagian modalpun tidak ada!?” jawabnya singkat. “kenapa peternakan lele nya tidak dikembangkan saja. focus disana?” tanyaku kemudian.”modalnya tidak ada” “ lo, sampean kan sudah beternak lele cukup lama mestinya ada tabungan dong untuk mengembangkan usaha?’. “nabung apaan. Untuk makan saja habis”. “ lalu apa yang sampean lakukan disela sela ternak lele?’. Saya bertanya demikian, karena saya tahu mestinya berternak lele tidak banyak menyita waktu. Sehingga waktu yang ada dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Namun Dia diam tidak menjawab.

Kegundahan seperti diatas sering dialami oleh banyak orang, termasuk juga saya. Kegundahan tersebut seakan mengisyaratlkan bertapa lemah dan tidak berdayanya kita. Kita ingin maju, kita ingin sukses, kita ingin kaya, tetapi caranya bagaimana? Apa yang harus saya lakukan? Kondisi semacam ini seakan kita terjebak dalam lumpur hidup. Kita ingin berdiri tapi terasa tidak mampu. Saya teringat suatu peristiwa dalam hidup saya. Setelah lulus kuliah saya merantau mencari kerja ke Jakarta. Banyak sudah surat lamaran saya kirimkan ke berbagai insatansi, namun sudah dua bulan menunggu belum juga ada panggilan. Dalam penantian yang tidak tahu kapan berakhirnya ini, hati saya diliputi oleh rasa gelisah dan malu. Ya, bagaimana tidak malu. Saya seorang mahasiswa daru universitas ternama, namun mencari kerja begitu sulit dan kini sudah 2 bulan harus menumpang tidur dan makan dari saudara yang hanya lulusan SMA. Rasa malu iti makin lama makin memuncak, namun tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ya Tuhan, andai saja saya ini, tidak tinggal dengan saudara, saya mau kerja apa saja yang penting halal dan bisa untuk mencukupi kebutuhan makan saya. Kerja kasarpun saya mau. Tetapi karena tinggal bersama saudara, saya malu jika bekerja kasar. Masak sarjana dari Universitas terkenal kerja kasar?. Itulah saya, sudah miskin ternyata gengsinya besar. Tetapi rupanya rasa malu, hidup menjadi parasit bagi orang lain ini lebih besar dari segalanya. Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk jadi tukang ojek. Ya, ketika motor kakaku dirumah aku diam-diam meminjamnya untuk mengojek. Tetapi apa yang terjadi ternyata, menjadi tukang ojekpun saya gagal. Karena setelah mendapatkan penumpang, dan mau berjalan motor tidak bisa jalan. Ketika penumpang saya suruh turun, motor bisa jalan nomal. Namun ketika penumpang saya suruh naik, motor tidak bisa jalan. Padahal sudah saya gas kencang sekali. Ya Tuhan, bagaimana hambamu ini. Ingin mencoba tidak merepotkan orang, ingin berusaha keluar jadi parasit saja, saya tidak bisa?! Alhamdulillah selang beberapa hari kemudian saya mendapatkan panggilan dan bisa bekerja. Mungkin Allah tidak mengijinkan saya jadi tukang ojek. Mungkin yang naik ojek itu malaikat. He he he. Jika anda mengalami keadaan demikian, merasa buntu, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak tahu harus memulai darimana. Saran saya adalah lakukan saja apa yang dapat anda lakukan. Ya , anda tidak usah repot repot mencari dan mencari apa yang harus anda lakukan. Sehingga anda hanya diam seribu basa. Tetapi lakukan saja dengan sungguh sungguh apa yang terlintas dibenak anda yang dapat anda lakukan. Kemudian fokuskan dan bekerjalah dengan keras untuk melakukan apa yang anda lakukan tersebut. Kemudian cari cara bagaimana semuanya bisa ditingkatkan. Maka nanti ditengah perjalanan anda akan dibukakan pintu-pintu yang dapat mengantarkan anda ke gerbang kesuksesan yang anda impikan. Jika anda membaca perjalanan, hidup orang sukses, mereka semua berawal dari ini. Meraka awalnya juga tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun ketika mereka mengerjakan sesuatu mereka akan mengerjakannya dengan baik, sungguh-sunguh dan tuntas. Mereka akan mengerahkan segenap potensi yang dimilki. Mereka tidak mau melakukannya dengan setengah-setengah. Mereka sangat peduli dengan kualitas. Mereka ingin berbuat sesempurna mungkin. Tidak peduli harus berkorban lebih banyak, meskipun yang diperolehnya sedikit. Mereka akan selalu siap bekerja keras. Namun mereka terus berusaha untuk mencari dan mencari cara terbaik agar waktunya lebih produktip. Kemudian seandainya mereka sudah berhasil dan berkelimpahan mereka akan tetap bekerja keras. karena filosofi mereka tentang kehidupan bukan hasil yang diinginkan, namun karya apa yang dapat mereka persembahkan. Sementara itu jika anda mengamati orang yang gagal atau yang biasa-biasa saja. Mereka juga bekerja keras namun tidak cerdas. Orientasi mereka hanya pada hasil. Ketika mereka bekerja tidak mendapatkan hasil mereka akan berhenti. Dan seandainya sudah berhasil meraka juga akan berhenti. Karena sudah merasa puas terhadap apa yang diperoleh. Mereka tidak peduli terhadap masa depan. Karena itu mereka tidak pernah mempersiapkannya. Masa depan urusan nanti. Mereka ingin menikmati hidup sekarang. Mereka katanya tidak ingin kerja keras. Namun nyatanta kehidupan yang keras padanya. Sehingga kebanyakan dari mereka hidupnya diliputi oleh kekecewaan dan keluh kesah. Namun bagi orang sukses, hasil itu nomer dua. Hasil berupa kekayaan atau keberlimpahan itu hanya efek samping saja, yang pasti mereka akan memeperolehnya cepat atau lambat. Bagi mereka yang penting dan utama adalah bekerja dan berkarya sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat See you at the top

Baca selengkapnya......

Strategi "Sukses" apa yang anda pakai?

Jumat, 04 Januari 2013

Pernahkah anda berpikir, kenapa ada sebagian orang nampaknya begitu mudah mencari uang, sementara yang lain sangat sulit? Pernahkan anda bertanya kenapa sebagian orang begitu ringannya menjalani kehidupan ini sementara yang lain nampak sulit dan berat? Lalu apa yang membedakannya dua orang tersebut? jawabnya sebenarnya sangat sederhana dan cukup hanya dengan satu kata saja. Namun kebanyakan orang tidak berpikir kearah itu. Jawabnya adalah terletak pada strategi yang dia pakai. Ya, perbedaanya hanya terletak pada cara yang dipakai.

Saya mengambil kesimpulan demikian setelah mempelajari tentang dahysatnya kekuatan otak manusia. Konon katanya, orang sepandai Enstain, hanya menggunakan 5 % dari kekuatan otak yang dia miliki. Sementara orang biasa-biasa saja hanya menggunakan kekuatan otaknya kurang dari 1 %. Dari kenyataan ini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya setiap manusia mempunyai potensi yang besar untuk bisa menjadi sukses dan kaya. Namun karena strategi yang dipakai untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki kurang tepat maka, hasil yang diperoleh sangat sedikit. Hal ini dapat kita ibaratkan pada penggunaan ponsel anda. Sebenarnya anda mempunyai ponsel canggih yang memiliki banyak fitur yang dapat digunakan untuk membuat pekerjaan anda lebih mudah dan cepat. Namun karena anda tidak mengetahui potensi yang dimiliki ponsel anda, anda hanya menggunakan pada hal-hal yang sederhana saja, seperti menelpon, sms, memfoto dan sebagai calculator saja. kejadian seperti ini pernah saya alami sendiri. Ternyata ponsel yang saya miliki dapat saya pakai untuk membuat penawaran, mencatat, mengirim dan menerima email dan menulis. Ini baru saya ketahui baru-baru ini saja. kenapa saya berlaku demikian? Karena saya tidak peduli dengan apa yang saya miliki. Dan saya hanya tahu ponsel itu dipakai hanya untuk sms,telepon dan memfoto saja. Kesalahan seperti ini sering kita lakukan. Dan sebagai penyebabnya kebanyakan karena ketidak-tahuan kita dan rendahnya rasa ingin tahu yang kita miliki. Kebanyakan kita cukup merasa puas dengan informasi seadanya. Seperti kejadian yang menimpa saya dengan ponsel yang saya miliki. Saya baru “ngeh” ketika dibaritahu teman dan sedikit buka-buka ponsel ketika waktu senggang. Namun ketika berkaitan dengan strategi meraih suatu kesuksesan, masalahnya tidak sesimpel seperti kejadian diatas. Karena ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita miliki. Keyakinan ini ditimbulkan oleh informasi yang masuk selama hidup kita. Terkadang keyakinan ini tanpa kita sadara membelenggu kita, sehingga membuat kesuksesan sulit untuk diraih. Lalu pertanyaannya adalah apakah startegi sukses yang anda pakai sudah benar dan kecepatannya sudah sesuai dengan yang anda harapkan? Jika jawabnya “ya”, berarti strategi sukses yang anda lakukan sudah tepat. Namun jika jawabnya “belum”, sebaiknya anda segera mencari tahu strategi sukses yang cocok dengan anda. Jika strategi anda sudah benar, dan sesuai dengan yang anda harapkan, tidak inginkah anda mencari strategi baru yang lebih membuat laju kesuksesan anda semakin kencang? Jika jawabnya “ya”, segeralah mencari strategi baru yang akan membuat anda dapat melaju dengan kencang. Ibaratnya jika saat ini anda mengendarai kendaraan dengan 1000 CC, bagaimana jika anda ganti mobil dengan 2500 CC, bukankah lebih kencang dan nyaman? Dengan sedikit menginjak pedal gas mobil, akan melesat dengan ringannya. Lalu bagaimana cara mencari startegi yang lebih baik dan lebih cepat? Bercerminlah pada orang lain, yang lebih cepat pencapaiannya dibandingkan anda. Bercermin ini tujuannya untuk melihat diri kita secara keseluruan luar dan dalam, lalu dibandingkan dengan model yang anda inginkan. Perhatikan apa yang kurang dalam diri anda lalu perbaiki dan sesuaikan dengan model anda. Selanjutnya adalah carilah seorang mentor atau pelatih yang akan menuntun dan mengingatkan anda ketika anda melakukan kesalahan atau bermalas-malasan. Mentor atau pelatih ini sebenarnya sangat penting untuk kesuksesan kita, namun kebanyakan orang melupakan hal ini. Padahal anda tahu, seorang Muhammad Ali, petinju terhebat sepanjang sejarah masih memerlukan pelatih. Lalu siapa mentor atau pelatih anda? Sebaiknya adalah orang yang anda kagumi kesuksesannya, yang dapat anda jangkau kedekatannya dan yang peduli terhadap kesuksesan anda. Mentor atau pelatih anda bisa saja orang beneran sehingga anda bisa mendapatkan jawaban ketika ada masalah atau ada dipersimpangan jalan, namun mentor anda bisa juga berupa buku yang bagus, yang mampu menjawab permasalah yang anda hadapi, yang mampu menyemangati ketika anda terpuruk. Yang mampu menunjukkan jalan ketika anda dipersimpangan jalan. Akhirnya mari kita sama-sama perbaiki startegi sukses kita. Kita cari startegi yang sudah terbukti kemapuhannya dan kecepatannya. Kenapa kita lakukan ini ? karena hidup ini adalah perlombaan. Perlombaan menjadi orang terbaik. Kita memang tidak perlu risau jika dikalahlah oleh orang lain, namun kita mesti menang dengan diri kita sendiri. Bukankah hari ini mesti harus lebih baik dari hari kemarin? Semoga bermanfaat See you in the top

Baca selengkapnya......

Amalan Hati Orang Kaya

Selasa, 18 Desember 2012


Pernahkah anda bertanya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh seseorang sehingga mengantarkan mereka menjadi orang kaya atau sukses?. Apakah anda membayangkan mereka melakukan sesuatu yang besar, yang hebat, dimana anda tidak bisa melakukannya. Apakah anda mengira, orang  kaya dan sukses itu sudah merupakan takdir mereka. Sehingga anda mengatakan mereka orang yang beruntung, mereka  orang-orang yang terpilih. Kenapa anda berpendapat demikian? Apakah karena anda melihat  mereka tidak bekerja sekeras anda bekerja? Apakah karena mereka  sebenarnya tidak secerdas anda?  Apa  karena mereka tidak sepeduli anda?
Ada sebuah cerita, suatu  ketika Nabi sedang duduk-duduk bersama sahabat. “ sebentar lagi akan datang calon penduduk Syurga” Nabi berkata memecah kesunyian. Lalu tidak lama berselang datang  orang yang biasa-biasa saja. Pada kesempatan yang lain, ketika  Nabi sedang duduk-duduk di Masjid berkata” Sebentar lagi akan datang calon penduduk surga”. Tidak lama kemudian datanglah orang yang sama  seperti kejadian sebelumnya.

Ada  seorang sahabat yang  penasaran dengan pernyataan Nabi tersebut.  “Apa yang istimewa dengan orang ini, sehingga Nabi menyatakan sebagai penduduk Syurga. Padahal orang ini dikenal tidak sesoleh dibandingkan dengan sahabat lain” gumamnya dalam hati. Karena rasa ingin tahu yang tinggi, maka sahabat tersebut berkunjung kerumah orang yang dikabarkan Nabi sebagai penduduk Syurga. “ Maaf bolehkah aku menginap dirumahmu barang semalam atau dua malam karena sekarang saya ada masalah dengan orang tuaku” kata sahabat tersebut setelah dipersilahkan masuk. “ Silahkan saja?”  jawab calon penghuni Syurga. Ketika malam tiba, sahabat tersebut tidak tidak, dia mengamati apa yang dilakukan tuan rumah ketika malam hari. Ternyata dia tidak melakukan apa-apa. Apa yang dia lakukan hal-hal yang biasa-biasa saja.
Karena apa yang diinginkan sahabat yang menginap tersebut belum tercapai, maka dia memutuskan untuk menginap semalam lagi. Pada malam keduapun dia tidak melihat tuan rumah melakukan amalan-amalan yang istimewa. Akhirnya pagi harinya sahabat tersebut memutuskan untuk bertanya langsung ke tuan rumah. “ Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, anda telah menjamu saya dengan baik. Kedua maafkan saya, saya telah berbohong kepada anda. Sebenarnya saya tidak ada masalah dengan orang tua saya.  Saya melakukan ini karena tidak menemukan alasan lain, bagaimana caranya agar saya dapat menginap dirumah anda. Adapun yang membuat saya ingin menginap dirumah anda adalah rasa ingin tahu saya, mengenai amalan amalan apa yang anda lakukan sehingga Nabi mengatakan anda adalah calon penghuni Syurga. Namun setelah dua malam menginap dirumah anda ternya saya tidak menemukan amalan-amalan istimewa yang anda lakukan. Bolehkah saya tahu, sejatinya anda melakukan apa sehingga anda dikabarkan sebagai calon penghuni Syurga?.
“Seperti yang anda lihat, saya tidak melakukan apa-apa”. Jawab tuan rumah. “Baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan anda menerima saya. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai anda.” Kata sahabat sambil melangkah keluar.
“ eh tunggu sebentar, mungkin barangkali ini. Setiap menjelang tidur saya memohon kepada Allah untuk membersihkan hati saya. Lalu saya memaafkan setiap orang yang telah menyakiti saya diwaktu siang hari.” Kata tuan rumah setelah mengingat ingat amalan apa yang dia lakukan.
Dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk menjadi orang sukses kita tidak perlu melakukan hal-hal yang besar atau istimewa. Anda cukup melakukan hal-hal yang sederhana seperti yang dilakukan oleh orang biasa-biasa saja. Namun anda lakukan dengan cara yang berbeda. Cerita diatas menunjukkan betapa pentingnya amalan hati untuk mempermudah kesuksesan. Amalan hati seperti, Jujur, tanggungjawab, semangat,peduli, melihat kata bukan hanya sekedar yang tersurat, berpikir positip, pemaaf pada diri sendiri maupun orang lain merupakan hal yang terkadang sulit terlihat dari luar. Sehingga ketika kita menemukan orang biasa-biasa saja, tidak bekerja keras dan tidak memiliki ilmu yang banyak, kita mengatakannya sebagai orang yang beruntung.
Padahal dengan bersikap demikian, kita tidak bisa mengambil pelajaran. Karena jika kita sudah mengatakan “keberuntungan” itu sudah hak Tuhan, gak bisa dinalar. Namun jika kita percaya pasti ada sebab dibalik kesuksesan yang diterima seseorang maka kita bisa mengambil pelajar.
Cerita diatas juga membuktikan bahwa meskipun anda melakukan jurus ATM ( Amati, Tiru dan Modifikasi) jika anda tidak meniru amalan hati yang dilakukan, hasil yang anda peroleh akan jauh berbeda.
Karena itu ketika, anda belajar kesuksesan pada orang yang sudah sukses, pelajarilah sampai kedalam hatinya, pandangan-pandangannya dan, sikapnya. Kemudian tata ulang amalan hati anda, maka anda akan merasakan betapa mudah sebenarnya menjadi orang sukses dan kaya itu.
Semoga Bermanfaat
See at The top

Baca selengkapnya......

Ternyata Anda Tidak Benar Benar Ingin Kaya

Rabu, 12 Desember 2012


Suatu hari saya memanggil karyawan saya yang masih keponakan . Dia memiliki kebiasaan merokok.  Sedangkan di Perusahaan kami, diharapkan karyawan tidak merokok. Saya sudah berusaha menasehatinya dengan berbagai macam  cara. Namun masih belum berhasil.
Kebetulan keponakan saya tersebut baru saja menikah. Dan tentunya dia ingin segera memiliki rumah. Lalu saya tawarkan kepada dia bantuan sebesar Rp. 15 juta untuk membeli   rumah dan umroh gratis, tetapi dengan syarat  berhenti merokok. Bantuan akan cair jika sudah berhenti merokok minimal selama satu tahun. Ternyata dia diam saja. Tidak ada terlihat  expresi senang dan bahagia di wajahnya  mendapat  tawaran tersebut. Ya dengan hanya berkorban berhenti merekok saja, nampaknya dia enggan padahal mendapatkan biaya umroh gratis dan dana tunai 15 juta.
Padahal jika dia ditanya, apakah dia ingin sukses? Apakah dia ingin kaya? Tentu dia menjawab ingin, meskipun terdengar kurang semangat dan tampak diraut wajahnya kurang percaya diri.
Lalu bagaimana dengan anda, apakah anda benar-benar ingin kaya dan sukses? Ahh bohong.  Anda  ingin sukses dan kaya karena anda ditanya demikian, lalu anda menjawab, ya, agar tidak dikatakan orang  aneh.  Sementara kata kata kaya dan sukses , merupakan kata-kata asing yang jarang anda dengar apalagi anda ucapkan. Coba berapa kali anda mengucapkan kata-kata itu dalam sehari, dalam seminggu, dalam sebulan, dalam setahun atau seumur hidup anda..
Kenapa saya bertanya demikian,  karena kata kata anda merupakan ekspresi dari pikiran dan hati anda. Jika anda sering mengatakannya berarti, hati dan pikiran anda  sangat ingin sukses dan kaya  terwujud dalam kehidupan anda.  Namun jika kata sukses dan kaya jarang sekali keluar dari bibir anda berarti anda telah  berbohong. Jika anda membohongi diri saya tidak masalah. Namun jika anda membohongi diri sendiri sungguh kasihan. Diri sendiripun masih anda bohongi.
 Jika anda benar-benar ingin sukses , coba apa yang berani anda pertaruhkan? Dengan cara apa anda berani membayar kesuksesan dan kekayaan yang anda inginkan?  Atau alat tukar apa yang berani anda berikan untuk membayar kesuksesan dan kekayaan yang anda inginkan.

Jika anda berani menukar kebiasaan anda nonton tv, cangkruk dengan teman teman yang tidak produktip dengan belajar dan bergabung dengan teman-teman yang inspiratip.  Jika anda berani menghentikan kebiasaan merokok, memperhatikan pengeluaran anda sekecil apapun yang tidak bermanfaat   lalu ditabung. Jika anda berani menukar kebiasaan setelah sholat  langsung pergi dengan duduk sejenak memohon ampun atas dosa yang anda lakukan selama ini kemudian diikuti dengan rintihan doa. Jika anda  berani menukar kemalasan anda bekerja dengan semangat kerja yang lebih tinggi bahwa kerja itu bukan hanya sekedar mencari uang tetapi mencari ilmu dan keterampilan. Jika anda berani menukar keraguan anda  dengan keyakinan bahwa anda layak dan pantas untuk kaya dan sukses. Jika anda berani menukar langkah anda yang lambat menjadi  cekatan dan lari. Jika anda berani menukar kebiasaan anda  tidak peduli terhadap lingkungan dan menjadi peduli dan ringan tangan. Jika anda berani menukar kekecewaan ketika gagal dengan semangat pembelajar. Saya baru percaya jika  anda memang benar benar ingin sukses.
Aduuuuh banyaknya? Ya itu belum seberapa, sebenarnya masih banyak lagi. Besarnya kesuksesan yang anda raih tergantung  seberapa banyak dan dengan apa anda berani  membayarnya. Ibarat anda membeli mobil, jika anda  hanya memiliki uang Rp. 20 Juta, anda hanya mendapatkan mobil bulukan. Jika anda berani membayar Rp. 200 juta  anda dapat mobil sekelas Terios.   
Namun jangan kawatir. Anda tidak akan kesusahan atau kesulitan melakukan pembayarannya jika anda sudah mulai melakukan dua atau tiga pembayaran saja. Anda akan merasakan  melakukan pembayaran yang lain  akan jauh lebih mudah. Seperti yang saya rasakan sekarang ini. Saya tidak merasakan berat melakukan sesuatu untuk menggapai kesuksesan yang ingin saya raih.  Saya tidak merasa  tersiksa ketika  belajar berlama lama, saya tidak merasa berat dengan kerja sampai malam hari. Semuanya saya rasakan indah dan menyenangkan. Kenapa demikian? karena irama tubuh saya sudah mengikuti kebiasaan saya.

So, stop sampai disini.  Berhentilah membohongi diri sendiri. Jika anda ingin  benar benar ingin sukses. Buktikan keinginanan anda.  Sesulit dan seberat apapun lakukan pembayarannya. Agar jika ada orang yang tidak percaya dengan anda mereka akan kecelek. Bahwa anda adalah orang yang jujur dan bertanggungjawab. Bahwa  anda adalah orang yang pantas mendapatkan kesuksesan.Agar orang-orang yang dekat dengan anda( Bapak, Ibu, Istri, anak anak dan saudara) bangga dengan anda. Bahagia dengan kehadiran anda di Dunia ini.
Semoga bermanfaat
See You at The top



Baca selengkapnya......