Waktu

Rabu, 05 Maret 2014

Waktu, begitu cepatnya kau berlalu. Tanpa kusadari, hari telah siang Tanpa kusadari pula, hari telah petang Lalu apa yang telah aku lakukan hari ini. Rutinitas seperti kemari atau sesuatu yang baru?

Waktu, begitu cepatnya kau berlalu Tanpa kusadari, hari telah berganti minggu Tanpa kusadari minggu telah berganti bulan Tanpa kusadari pula, bulan telah berganti tahun Dan kini tahun telah menjadi sewindu

Ya, Allah kenapa aku yang baru kemarin masih anak anak, kini sudah punya anak? Ya Allah rasanya baru kemarin saya masih muda belia, namun kini telah beranjak tua Sunguh benar firmanMu, Demi waktu, semua orang akan merugi Ya sungguh semua orang akan merugi Kecuali bagi mereka yang beriman kepada Mu, Beriman kepada surga dan nerakaMu Ya sungguh semua orang akan merugi Kecuai bagi orang yang senantiasa berbuat kebaikan bagi dirinya Keluarganya maupun masyarakatnya. Ya sungguh semua orang akan merugi Kecuali bagi mereka yang mau memberi nasihat kebaikan bagi dirinya Keluarganya maupun masyarakatnya dengan penuh kesabaran.

Waktu begitu cepatnya kau berlalu Begitulah engkau diciptakan Tuhanmu Engkau dipakai, Tuhan untuk menguji hambaNya. Sejauh mana kepatuhan hamba kepada Tuhannya Sepintar apa hamba dalam mengelola waktunya Dan sejeli apa hambanya memperhatikan perjalanan detik demi detiknya

Waktu kau merupakan saksi bisu Dari perjalanan seorang manusia Mungkin kau akan tertawa atau menahan napas kepiluan Mungkin engkau akan berkata”sungguh bodoh dan dungunya manusia ini ” Ketika melihat manusia menyianyiakan waktunya Sehingga mereka tercampakkan sebagai orang hina Tertekan, dan menderita dalam hidupnya Berjalan menunduk dengan penuh ketakutan

Mungkin engkau akan takjub penuh kebanggaan Mungkin engkau akan berkata “ sungguh cerdik dan mulianya manusia ini” Ketika menyaksikan manusia sangat perhatian akan waktunya Sehingga mereka bersemangat dalam bekerja Sangat peduli pada lingkungannya Melangkah penuh semangat, meski tantangan terus menghadangnya

Ya Allah berilah aku kesadaran akan waktu. Karna waktu, sejatinya adalah hidupku Waktu adalah hembusan napasku

Ya Allah disisa waktu ini Ijinkan aku untuk mengisinya dengan baik Ijinkan aku untuk menambal kelalaianku dimasa lalu Berikan aku kekuatan, Berikan aku kesadaran Dan berikan aku kemampuan Agar aku bisa menjadi manusia yang penuh dengan keridloanMu

Semoga bermanfaat
see you at the top

Baca selengkapnya......

Sudahkah anda memilih cara yang tepat?

Jumat, 28 Februari 2014

Suatu ketika saya bertemu dengan salah satu customer saya. Setelah berbicara beberapa hal tentang pekerjaan, lalu customer meminta waktu saya untuk berbicara mengenai bisnis. “ Pak, kenapa ya bisnis saya seakan berada ditempat saja?”, Tanya customer. “memangnya bisnis bapak apa?” saya balik bertanya. “Laundry, pak” “Maaf, impian bapak apa?” “ saya ingin naik haji di usia 35 tahun.” “sekarang usia anda berapa?” “32 tahun” “wow tinggal tiga tahun lagi dong. Jika anda menggunakan regular niat haji di usia 35 th tidak akan kesampaian, karena jika daftar sekarang anda baru bisa berangkat 4 atau bahkan 7 tahun lagi”.

“ ya, saya harus menggunakan haji plus, dan biayanya minimal 130 juta, karena mau bersama istri” “ pak, anggaplah cita-cita bapak ini, sebagai suatu tujuan, dimana bapak harus kesana, apapun yang terjadi. Agar lebih mudah memahami kita umpamakan cita-cita bapak itu sebagai tempat bepergian, umpamanya Surabaya. Tentu ada banyak cara untuk sampai dikota Surabaya. Kita bisa naik pesawat terbang, naik kereta api, naik bus atau numpang truck barang. Kitapun bisa ke Surabaya dengan naik motor, naik sepeda atau bahkan jalan kaki. Semua cara ada resiko dan harga yang harus dibayar. Naik pesawat memang akan lebih cepat sampai, namun anda harus mempunyai dana yang cukup untuk membayar tiket pesawat. Naik sepeda atau jalan kaki, memang berbiaya rendah, namun saya tidak tahu apakah anda akan sampai Surabaya atau tidak. Kalau toh sampai barangkali waktu anda telah habis dan pengorbanan yang anda lakukan amat sangat berat”

“ lalu apa yang harus saya lakukan, agar cita-cita saya dapat tercapai?.” “Disinilah perlunya berpikir kedepan dan matang ketika memilih suatu bisnis. Kita jangan hanya berpikir apa yang bisa dilakukan dan bermodal kecil saja. namun yang lebih penting dapatkah usaha ini digunakan sebagai kendaraan untuk menggapai cita-cita?. Jika dapat berapa lama waktu yang dibutuhkan dan pengorbanan apa yang mesti dilakukan?. Apakah bisnis laundry anda dapat mengantarkan anda pergi haji plus dengan waktu 3 tahun lagi?” “kira-kira apa yang bisa saya lakukan?”. “mungkin anda harus segera membangun laundry anda agar omzetnya besar. Anda dapat melkukan dua hal, membesarkan yang tempat yang telah ada atau membuat cabang baru.” Ketika sedang asyik-asyiknya berdiskusi, ada beberpa teman customer dan yang saya kenal datang untuk nimbrung. Akhirnya pembicaraan tidak focus lagi.

Pembaca, menurut hemat saya, disinilah kebanyakn masalah para pengusaha pemula sulit untuk berkembang. Bahkan untuk bertahan hidup. Terkadang mereka berpikir sangat simple, buat usaha kecil-kecilan tanpa berpikir seberapa besar nanti dikemudian hari atau apakah usaha ini dapat mengantarkan menggapai cita-citanya atau tidak. Mereka bermimpi dengan cara itu mereka sudah menjadi pengusaha dan berlagak sebagai seorang owner perusahaan atau investor. Namun setelah beberapa bulan apa yang terjadi, usahanya tidak jalan dan akhirnya tutup.

Memulai dari kecil dan apa adanya memang tidak salah. Yang salah adalah ketika ketidak jelasan anda mau kemana. Yang salah adalah ketika anda menuju pada sesuatu yang kecil. Karena target yang kecil itu tidak menantang. Target yang kecil itu tidak akan mempu memaksa diri anda mengeluarkan kemapuan anda yang besar.

Dan yang lebih mengherankan lagi, ada sebagian teman dari kita yang sudah bertahun-tahun tetap menjadi ampibi. Ketika ditanya, kapan focus menjadi pengusaha, jawabnya tidak tahu. Mungkin mereka berpikir, menjadi ampibi adalah cara cerdas, karena resiko akan dapat diminimalisir. Namun mereka tidak sadar bahwa ampibi ini menjanjikan rasa aman yang pada gilirannya membuat pertumbuhan, baik karier maupun usaha menjadi berhenti. Maka saran saya, jangan lama-lama anda menjadi ampibi, jika anda berniat menjadi pengusaha sukses, sgera perbesar usaha anda dan jika penghasilannya sudah menyamai gaji anda, segera keluar dari pekerjaan anda kemudian focus mengembangkan usaha anda menjadi perusahaan yang besar dan kuat.

Namun jika anda mencintai pekerjaan anda dan perusahaan tempat anda berkerja. Lupakan itu tentang wirausaha, berfokuslah menjadi karyawan yang baik dan cemerlang. Gapailah karier kerja anda setinnggi jabatan yang ada ditempat anda bekerja tersebut. Cara ini akan lebih baik dari pada anda menjadi amphibi yang tidak jelas kemana anda akan memilih. Karena fokus itu akan jauh lebih baih hasilnya jika dibandingkan dengan kerja setengah setengah.
Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

3 pilar kesuksesan

Kamis, 27 Februari 2014

Sebuah bangunan akan kokoh dan tahan terhadap berbagai goncangan, terpaan angin, atau gempa yang dahsyat jika memiliki tiang atau pilar-pilar yang kokoh dan banyak. semakin bayak pilar akan semakin baik. Namun jika kita ingin membangunnya tanpa banyak pilar kita meski membangun pilar yang sedikit tesebut dengan kokoh. jika tidak maka akan mudah robohlah bangunan tersebut.


Kesuksesan dapat diibaratkan sebagai sebuah banguan. Seseorang yang ingin membangun kesuksesan yang kokoh yang tidak mudah runtuh, maka kesuksesan tersebut harus dibangun diatas pilar-pilar yang kokoh. Paling tidak ada 3 pilar yang kokoh yang dapat digunakan untuk membangun kesuksesan yang besar dan kuat.

1. Syukur, akan melahirkan kebahagiaan, yang pada gilirannya akan melahirkan energi yang dahsyat, dan hidup selalu bergaerah. Jika anda tidak bersyukur pada keadaan yang melingkupi kehidupan anda. maka hidup penuh dengan kekecewaan, kesedihan dan frustasi. sehingga anda merasa menanggung beban yg amat berat. anda akan letih sebelum bekerja. anda akan malas sebelum bertindak.
Syukur akan melahirkan kebahagian. Sedangkan kebahagian akan melahirkan kesuksesan. Namun kebanyakan orang memahaminya secara terbalik. Mereka ingin sukses karena mereka ingin bahagia. padahal yang benar adalah karena bahagialah anda akan menjadi sukses. Ketika anda bahagia maka anda mampu bekerja penuh dengan semangat. Halangan yang mengahadang akan anda pandang sebagai tantangan. kesulitan yang membelit, menjadi permainan yang sangat menarik. Kenapa? karna anda bahagia. kenapa? karna anda mensyukuri setiap apa yang anda temui.

2.Sabar, akan melahirkan kekuatan, keteguhan, keuletan dan jiwa pantang menyerah. Kesemua sikap ini sangat diperlukan ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. sehingga anda mempunyai kekuatan untuk bangkit ketika anda jatuh. Anda akan bertahan ketika menghadapi kesulitan ditengan jalan. Anda memiliki pendirian untuk tetap menapaki jalan meski jalan itu nampak berduri.

3.Kesederhaan, akan melahirkan efektifitas hidup. Jika pola sikap anda sederhana, maka anda tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Tidak ada rotan akarpun jadi. pola pikir sederhana menekankan pada tindakan. sedangkan tindakan pasti akan menuai hasil besar atau kecil. kalaupun toh tidak ada hasilnya atau bahkan merugi, anda akan cepat lebih tahu bahwa cara yang anda lakukan salah sehingga anda dapat segera mencari cara lain yang lebih baik.

Baca selengkapnya......

3 Sumber energi yang Dahsyat

Rabu, 25 Desember 2013

Pernahkah anda bertanya kenapa orang sukses seakan memiliki energi tanpa ada habisnya, memiliki fisik yang kuat seakan tiada merasa capek? Pernahkan anda bertanya kenapa orang sukses tahan terhadap lingkungan yang menekan , mau memikul beban yang berat bahkan mengancam kehidupannya, meski mereka tidak mendapatkan imbalan materi dari apa yang mereka tanggung?. Pernahkan anda bertanya kenapa orang sukses mau mencurahkan segenap harta, tenaga,pikiran dan waktunya demi sesuatu yang bukan untuk kepentingan diri dan keluarganya?
Anda ingat kenapa pendiri Negara ini, mau bersusah payah, mencurahkan segenap usaha dan tenaganya? Apakah mereka ingin menjadi pejabat atau Presiden? Apakah mereka berpikir ingin menjadi pahlawan? Oh tidak. Jika mereka menginginkan itu mungkin akan lebih aman jika mereka menjadi anteknya Belanda. Mereka tidak perlu masuk bui. Mereka tidak perlu bergerilya dihutan belantara meninggalkan kenikmatan dunia, dan mengorbankan nyawa.

Saya memiliki seorang mentor, mereka memiliki beberapa perusahaan, menjadi trainer terkenal, menulis lebih dari 3 buku yang best seller , memiliki keluarga yang sukses dan harmonis. Mereka juga masih sempat menulis di facebook dan twiter hampir setiap hari. Apakah mereka memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari?
Ternyata ada 3 rahasia besar yang dimiliki orang sukses, yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Sehingga mereka nampak memiliki energi tiada habisnya.
Pertama adalah, mereka menyadari akan makna kehidupan. Mereka menyadari bahwa hidup ini adalah sesuatu yang harus diisi. Karena itu mereka akan mengisinya dengan sesuatu yang baik. Mereka berharap kehidupannya bermanfaat bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya saja tetapi bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Kesedaran ini akan memberikan daya untuk terus berkarya, bertindak dan berjuang. Dia tidak memperdulikan imbalan apa yang mereka dapat. Mereka hanya berpikir apa yang dapat saya lakukan dan berikan kepada sebanyak banyaknya orang. Kebahagiaan mereka bukan pada menerima tetapi pada memberi.
Pertanyaanya selanjutnya barangkali, kenapa mereka memiliki kesadaran tentang kehidupan ini yang sedimikian tinggi? Apakah ini memang sudah takdir mereka atau ini bisa dikembangkan? Saya yakin sebenarnya setiap manusia memeliki potensi tentang kesadaran tentang hidup ini. Namun karena manusia juga dibekali oleh hawanafsu, yang menghambat tumbuhnya atau berkembangnya sikap ini, maka kebanyakan dari kita potensi “ kesadaran tentang hidup” ditutupi oleh hawanafsunya. Sehingga yang muncul adalah sikap egoisme. Sikap egoisme merupakan induk dari kemalasan. Sedangkan kemalasan merupakan “rem” atau penghambat dalam kehidupan. Sehingga orang yang malas dia tidak memiliki energi yang cukup bahkan hanya untuk sekedar menggerakkan badannya bagun dari tempat duduknya. Jika sudah duduk malas berdiri.
Sumber energi yang kedua adalah, mereka berpendapat apapun yang dilakukan akan kembali pada diri pelakunya. Dunia ini adalah cermin. Dunia akan memantulkan apa yang ada dihadapannya. Para orang sukses memiliki keyakinan demikian. Sehingga mereka tidak pernah berpikir apa yang akan saya dapat jika melakukan ini dan itu. Mereka tidak pernah merisaukan hasil. Mereka hanya bertindak, bertindak dan bertindak. Tidak perduli apakah orang lain mengapresiasinya atau bahkan menngejeknya. Mereka tidak terpengaruh oleh sikap orang lain terhadapnya. Karena mereka yakin perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan cepat atau lambat. Jika sekarang balasannya tidak baik, mereka berpendapat itu bukan pantulan dari cermin dunia. Ini adalah tantangan atau debu yang mengotori cermin dunia tersebut. Mereka dengan setia tanpa prasangka dan mengenal lelah membersihkan debu yang menutupi cermin. Sehingga cepat atau lambat cermin dunia akan memantulkan yang sebenarnya.
Atau mereka berpikir mengikuti hukum kekekalan energi. Energi yang keluar (Ek) akan sama dengan energi yang masuk (Em). Energi yang masuk besarnya akan sama dengan energi yang keluar. Jika energi yang masuk besarnya tidak sama dengan energi yang keluar maka akan ada energi yang tersimpan dalam bentuk energi potensial (Ep). Ek = Em.Sedangkan Em= Ed+Ep. Energi potensial akan dapat cair atau dicairkan nanti ketika dibutuhkan.
Karena itulah kenapa ada istilah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ketika bersakit sakit, mereka mengumpulkan energi potensial sebanyak-banyaknya. Meski mereka hanya mendapatkan sangat sedikit dari apa yang seharusnya diterima namun mereka tetap saja bertindak dan bertindak, karena dia percaya sedang mengumpulkan energi potensial. Dimana pada saatnya nanti mereka akan mendapatkan semua apa yang telah dilakukannya.
Sedang sumber energi yang ketiga adalah Ikhlas. Ikhlas adalah melakukan sesuatu tanpa pamrih. Keihklasan ini sandarannya pada agama. Mereka yang memiliki keikhlasan akan bertindak karena Allah. Mereka tidak berharap balasan kecuali dari Allah. Dan mereka percaya bahwa Allah adalah sebaik baik pemberi balasan Dia tidak pernah ingkar janji. Karena itu mereka yang mempunyai keikhlasan yang baik, tidak pernah berpikir, reaksi yang diberikan orang lain dari tindakannya. Karena itu mereka berani tidak populer, berani menanggung derita, bahkan berani mengorbankan nyawanya.
Dengan energi seperti inilah mereka para orang sukses sanggup melakukan apa yang tidak mau atau bisa dilakukan orang kebanyakan. Dari sumber energi seperti inilah para orang sukses memiliki daya tahan yang tinggi dan berani all out dalam melakukan sesuatu, siap menderita, siap berkorban jiwa dan raga.
Inilah sumber energi yang dimiliki oleh orang sukses. Jika anda ingin sukses maka anda mesti memiliki sumber energi semacam ini. Jika anda memiliki sumber energi semacam ini maka, anda sudah memiliki kekuatan untuk menggapai kesuksesan anda. Jika kekuatan ini aanda gunakan untuk meraih kesuksesan anda, maka saya yakin kesuksesan anda akan dapat segera anda raih.
Apakah anda ingin memiliki energi seperti ini? Anda sudah tahu caranya untuk memilikinya? Ya, sebenarnya sangat mudah. Anda hanya diminta mengubah orientasi hidup anda. Singkkirkan egoisme anda. Tanamkan dalam diri anda, bahwa anda lahir kedunia ini bukan hanya untuk diri dan keluarga anda. Keberadaan anda di dunia ini adalah sebagai wakil Allah untuk memakmurkan, memanfaatkan dan mengelola dunia ini untuk menjadikan kehidupan ini lebih baik bagi semua orang.
Jika orientasi hidup anda sudah seperti diatas, maka lambat laun energi anda akan meningkat. Semakin tinggi pemahaman anda tentang kehidupan, semakin tinggi kesadaran anda tentang kehidupan maka semakin besar pula sumber energi yang anda miliki. Sehingga jika sumber energi ini semakin kuat maka tidak ada yang bisa menahan luapan energi yang anda miliki kecuali kematian.
Semoga Bermanfaat
See at the top

Baca selengkapnya......