Beranikah anda, menolak permintaan komisi dari pelanggan?

Jumat, 29 Januari 2010

Selasa yang lalu saya ada pertemuan dengan customer baru, dikawasan Jl. Sudirman Jakarta. Customer tersebut mengenal perusahaan saya lewat website. Sebenarnya saya bisa menutup penjualan ke customer baru tersebut lewat telepon saja. Namun karena ada sesuatu yang kurang jelas, dan customer tidak bisa menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan saya, terpaksa saya berkunjung ke tempat customer tersebut.

Setelah bertemu, beliau mengajak ke tempat meeting yang tertutup. Padahal di dekat resepsionis ada tempat yang sangat layak dipakai tempat pertemuan. Dalam perjalanan menuju ruang meeting, saya sempat berpikir, wah mau diajak kemana nih. Jangan-jangan nanti ada sesuatu yang penting, dimana orang lain tidak boleh tahu.

Setelah saya dipersilahkan duduk, lalu kami membicarakan masalah order yang akan dipesan. Setelah masalah pekerjaan selesai, lalu saya bertanya tentang, persusahaannya, karier dan familinya. Di sela-sela pembicaraan tersebut saya selipkan, tetang merk Habaist yang kami miliki. Habaist itu adalah kepanjangan dari Halal, baik dan istiqomah. Jadi perusahaan kami berusaha agar order yang diperoleh dilakukan dengan cara yang baik dan halal. Maksud saya mengatakan ini adalah, agar dia tidak meminta uang komisi. Karena saya melihat ada indikasi kearah sana.


Kemudian saya jelaskan pula, kenapa kami mengutamakan kehalalan. Uang yang diperoleh dengan cara yang halal, akan menjadi berkah, yang artinya berdayaguna tinggi. Jadi uang atau harta yang berkah itu, walaupun sedikit namun kelihatan banyak. Sedangkan harta yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, walaupun fisiknya banyak namun nampak sedikit.

Sebagai orang yang beriman tentu kita percaya, bahwa jiwa dan hati kita berada dalam genggaman Allah SWT. Orang yang mendapatkan hartanya dengan cara yang halal, maka Allah akan menuntun orang tersebut menuju kedamaian ( surga ). Sehingga orang tersebut ditutup segala keinginannya. Gaji 2 juta perbulan, terasa banyak. Bahkan masih bisa menabung 500.000,- perbulan. Bagaimana ini bisa terjadi? Anak dan istrinya tidak neko-neko. Mereka dibelikan baju di kaki lima saja senangnya bukan main. Makan pakai sayur kangkung dan ikan asin saja rasanya nikmat sekali. Rumah tipe 21 yang ditempatinya tersa luas. Ketika naik Motor butut yang dimilikinya, seakan naik mobil mewah saja. Ketika anaknya sakit, cukup dengan obat umum atau obat puskesmas saja sudah sembuh. Hatinya penuh dengan rasa sukur, yang disebabkan oleh tertutupnya keinginan hidup yang konsumtip dan ingin di wahkan (nampak kaya) orang.

Namun apa yang terjadi dengan penghasilan 20 juta perbulan, tetapi diperoleh dengan cara yang tidak halal. Harta yang haram akan menunutun pemiliknya suasana hati yang panas (neraka). Karena itu suasana hati dan keluarganya panas. Ditambah lagi Allah membuka keinginan anak dan istrinya. Ketika makan selalu ingin yang mahal. Ketika membeli pakaian mereka selalu mencari yang bermerk. Rumah yang ditinggali terasa selalu kurang besar. Mobil yang dimiliki terasa kurang nyaman sehingga perlu diganti. Ketika anaknya sakit panas saja, hatinya sudah panik dan berobat di rumah sakit yang bertaraf internasional, karena malu dengan tetangga jika dirumah sakit biasa, apalagi puskesmas. Sehinnga penghasilan 20 juta perbulan, tidak ada nilainya apa-apa. Karena kebutuhannya 40 juta. Sehingga hidupnya gersang dan tidak bahagia.

Seorang ayah jika ditanya untuk apa mereka kerja keras membanting tulang dan bahkan tidak menghiraukan norma agama? Tentu mereka menjawab untuk kebahagiaan istri dan anaknya. Benarkah itu semua dilakukan demi istri dan anak-anaknya? Atau bukanya hanya untuk kesombongan diri saja?. Tidak sadarkah mereka bahwa memberi harta haram itu sama dengan memberi bara api kepada keluarganya? Barangkali mereka menyangka, istri dan anaknya akan merasa senang dan bangga ketika suatu saat mereka meninggal.

Tetapi ternyata prasangka mereka salah. Nanti didepan pengadilan yang Maha adil, mereka akan dituntut oleh istri dan anak-anaknya. Karena telah memberi harta yang tidak halal, sehingga anak dan istrinya masuk ke neraka. Suami atau bapak seperti ini tentu akan menyesal sekali, ternyata jerih payah yang telah dilakukan sehingga sampai berani melanggar norma, ternyata berbuah makian dan tuntutan dari istri dan anak-anaknya sendiri.

Namun ternyata apa yang saya sampaikan itu tidak dicermati. Sehingga dia tetap mengatakan, seperti apa yang saya duga sebelumnya, meminta komisi.
” Sebenarnya kami sudah mempunyai langganan, tetapi saya berharap harga bapak bisa lebih murah dari langganan kami. Dan nanti selisihnya untuk saya”.
“ Pak saya minta maaf, seperti apa yang tadi saya katakan bahwa perusahaan kami tidak mengijinkan salesnya memberi komisi kepada customer” jawabku dengan pelan-pelan supaya tidak menyinggung perasaanya.
“Tetapi apa yang salah dengan apa yang saya lakukan”
“ Seakan-akan apa yang bapak lakukan ini tidak salah. Tetapi bukankah bapak sebagai purchasing bertugas mencari barang dengan kualitas terbaik dan harga yang termurah?. Jika anda pemilik perusahaan ini apakah anda bisa menerima perbuatan purchasing yang demikian?’.
“Jika bapak ingin kaya, saya sarankan,cobalah untuk berwira usaha. Bukankah Nabi kita mengatakan” seorang pedagang mempunyai 9 dari sepuluh pintu rizki yang ada. Sedang seorang karyawan hanya mempunyai 1 pintu rizki saja. Saya telah membuktikannya sendiri pak, penghasilan kerja selama 13 tahun, jika dikumpulkan hasilnya sudah tertutup dengan usaha selama 3 tahun saja.”

Lama sekali kami berbicang-bincang. Saya sangat bersyukur beliau tidak tersinggung dengan ucapan saya. Sayapun tidak merasa takut dan khawatir jika nanti tidak jadi turun order, karena kami tidak memberi komisi.

Sudah lebih 2 hari order belum turun, namun Allah sudah memberikan ganti dengan order lain 2,5 kali lebih besar. Saya percaya yang memberi order adalah Allah, bukan customer. Maka semuanya kita serahkan kepadaNya. Kenapa bersedih hati, atau takut berbuat untuk kebenaran.

Ya Allah, tuntun dan bimbinglah kami menuju jalanmu, hingga sampai aku menghadapMu.

Semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......

Sukses menjual : dengan metode bertanya

Rabu, 27 Januari 2010

Profesi sales merupakan profesi yang sangat menyenangkan dan menjanjikan. Karena diprofesi ini penghasilan dikaitkan dengan hasil. Sehingga walaupun hanya lulusan SMP atau SMA, dapat memiliki penghasilan tinnggi melebihi gaji seorang Manager bahkan seorang Direktor. Selain itu profesi ini banyak menghadirkan variasi baik suka atau duka, sehingga hidup tidak monoton dan membosankan.

Sungguh profesi sales ini sangat luar bisa. Ada banyak manfaat yang diperoleh darinya. Penghsilan yang tidak terbatas, kehidupan yang dinamis, silaturahmi, ilmu dan keterampilan yang sangat mendukung kemajuan karier, wawasan dan kesempatan mengamati dan bertemu dengan orang yang gagal dan sukses dan dakwah. Anda dapat berbagi ilmu, berbagi semangat dan berbagi impian yang akan dapat memberi inspirasi kepada customer anda

Ketika seorang sales mendapatkan penjualan, mereka merasakan kebahagiaan layaknya seorang pemenang dalam sebuah pertandingan. Sebaliknya jika mereka kalah, mereka akan menangis, merasakan sedih dan kecewa. Suatu dinamika hidup yang menyenangkan dan menggairahkan. Namun jika anda cerdik ketika menghadapi kekalahan, kekecewaan yang timbul tidak berkepanjangan. Bahkan kekecewaan dapat diubah sebagai tantangan.

Suatu kali saya pernah menghadapi customer yang sangat tertutup. Beliau tidak mau memberi kesempatan kepada saya untuk bisa menjadi suppliernya. Bahkan suatu ketika beliau pernah mengatakan “ Jika supplier yang lama belum tutup perusahaan tidak ada kebijakan untuk mengganti dengan supplier baru”. Saya sempat sedih dan kecewa mendengar ucapannya itu. Saya berpikir, kenapa beliau sampai mengatakan demikian? Apakah itu karena beliau tidak berkenan kepada saya atau memang kebijakan perusahaanya demikian.

Namun karena perusahaan tersebut merupakan ladang emas , maka saya tidak putus harapan dan bertekat” Saya mesti mendapatkan Customer ini. Apapun yang terjadi dan berapapun waktu yang diperlukan saya mesti tetap merebut customer ini”. Alhamdulillah setelah beberapa bulan kemudian saya dapat mendapatkan transaksi dari perusahaan tersebut. Dan sampai sekarang perusahaan tersebut masih menjadi customer setia kami.

Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan customer tersebut? Apakah saya menjanjikan komisi lebih besar? Tidak. Saya tidak mau menggunakan teknik itu. Karena itu dilarang agama dan perusahaan kami bertekad untuk tidak menggunakan cara-cara tidak baik untuk mendapatkan order.

Teknik yang dipakai untuk mendapatkan customer ini adalah tehnik yang selama ini biasa kami terapkan, yaitu bertanya. Kami selalu bertanya kepada diri sendiri, “ Kenapa mereka mesti membeli kepada saya?”. Jawaban umum adalah seperti , harga murah, kualitas produk, pengiriman yang cepat dan lain sebagainya. Tetapi saya jawaban yang berbeda, “karena mereka menyukai saya”. Rasa suka menjadi pendorong terbesar kenapa orang mau membeli kepada seseorang.

Lantas bagaimana caranya agar disukai pembeli? Pada kesempatan yang lalu telah dibahas masalah mengutamakan kepentingan orang lain. Orang suka diperhatikan dan dihargai. Saya menggunakan “teknik bertanya” untuk membuat customer merasa dihargai. Apabila bertemu dengan para manager, atau pemilik perusahaan, saya menyatakan bahwa karier atau usaha yang telah dilakukan adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Lalu saya menanyakan "bagaimana mereka bisa mencapai kedudukannya saat ini". Biasanya mereka akan menceritakannya dengan semangat. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ternyata dirasakan sebagai suatu pujian atas keberhasilan mereka. Dengan demikian mereka merasa nyaman dan senang atas kedatangan saya. Sehingga mereka menyukai saya.(Enakkan dapat resep sukses dan dapat order.)

Namun ketika bertemu dengan customer setingkat supervisor, saya memberikan semangat dengan cerita-cerita yang dapat menggugah jiwa. Karyawan selevel supervisor ke bawah, banyak yang kecewa, suka mengeluh dan tidak bersemangat. Saya sering menekankan kepada mereka akan pentingnya kerja keras dan memandang pekerjaan sebagai suatu ibadah. Selain itu saya jelaskan kepada mereka bahwa, tidak ada gunanya anda mengeluh terhadap suasana kerja yang tidak nyaman atau gaji yang kecil. Karena jika anda mengeluh berarti hidup anda tidak nyaman, sehingga anda tidak bisa bekerja dan belajar dengan optimal. Siapa sebenarnya yang rugi ? Tentu anda sendiri. Suasana kerja tidak nyaman dan gaji yang kecil, tidak bisa berakhir dengan sikap mengeluh. Sikap ini justru, menambah beban semakin berat.

Coba anda pikirkan, jika anda bekerja tanpa perasaan mengeluh walau gaji anda kecil, maka anda akan bekerja dan belajar dengan semangat. Hidup anda akan bahagia. Anda akan dinilai sebagai orang yang mempunyai kepribadian baik. Anda akan mendapatkan ilmu dan keterampilan yang jauh lebih banyak dibandingkan teman anda yang mengeluh. Dan jika nanti dipromosikan siapa kira-kira yang akan dipromosikan? Jika seandainya anda tidak dipromosikan, anda masih mempunyai keuntungan ganda, anda mendapat ilmu dan keterampilan. Saya yakin pasti akan bermanfaat dikemudian hari.

Agar bisa memberi semangat, anda harus bersemangat terlebih dahulu. Karena itu walaupun tidak mendapatkan order, tetaplah bersemangat, kemenangan, kekayaan pasti akan lebih suka dan mengejar orang yang bersemangat. Tularkan semangat kepada customer anda, melalui ucapan, dan gerak-gerik anda

Semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......

Cash flow is the King

Selasa, 26 Januari 2010

Dua minggu lalu tepat pada tanggal 9 da 10 Januari 2010, saya mengikuti seminar “ Financial Literacy” di Semarang yang difasilitatori oleh Bp. Heppy Trenggono, owner dari PT Balimuda. Dari seminar tersebut ada beberapa hal yang dapat kami tangkap diantaranya adalah cash flow adalah Raja. Cash flow adalah segalanya bagi keberlangsungan dan kemajuan usaha. Omset dan profit sebesar apapun tanpa adanya cash flow yang baik, perusahaan akan menghadapi banyak masalah. Ibarat tubuh cash flow adalah aliran darah jika darah berhenti mengalir dibagian tubuh tertentu, akan menimbulkan kerusakan jaringan. Apalagi jika penyumbatan terjadi di otak, maka akan menimbulkan kematian.

Suatu perusahaan yang tidak profit, tetapi mempunyai cash flow lancar, akan jauh lebih bertahan dari pada, perusahaan yang dalam hitungan diatas kertas profit tetapi cash flownya tersendat. Ada sebuah perusahaan dari group Astra, dalam laporan tahunannya selama 10 tahun, selalu dalam keadaan merugi, namun perusahaan tersebut asetnya bertambah sangat fantastik. Ketika berdiri modal yang disetor hanya 7 milyar, tetapi 10 tahun kemudian assetnya menjadi 100 milyar. Padahal perusahaan tersebut, selalu merugi dan tidak ada penambahan modal sedikitpun. Bagaimana ini bisa terjadi?. Mereka mempunyai cash flow sangat lancar. Dan mereka mempunyai pemasok yang dapat memberikan hutang dengan tempo yang cukup lama. Dengan demikian mereka dapat menggunakan uang pemasok untuk mengembangkan bisnisnya.

Permasalahan berikutnya adalah, bagaimana caranya agar cash flow perusahaan anda lancar? Tentunya yang perlu diperhatikan pertama sekali adalah jenis usaha. Ada beberapa jenis usaha yang system pembayarannya cash, seperti rumah makan atau restoran. Coba bayangkan, rumah makan dengan omset 2 juta perhari umpamanya, modalnya paling hanya 1 juta. Jika rumah makan tersebut buka setiap hari maka, dalam satu bulan omsetnya menjadi 60 juta. Berapa modal yang diperlukan? Hanya satu juta. Modal 1 juta berputar sangat kencangnya sehingga mampu menghasilkan transaksi 60 juta perbulan.

Coba bandingkan dengan perusahaan yang mempunyai profit dan omset perbulannya sama tetapi masa pembayarannya 1 bulan. Modal yang dibutuhkan untuk mendapatkan omset 60 juta perbulan adalah minimal 30 juta. Jika modal sebesar 30 juta tersebut, di investasikan ke usaha rumah makan seperti diatas, maka omset perbulannya akan diperoleh 1,8 milyar perbulan. Anda bisa menghitung sendiri berapa keuntungannya.

Cara lain agar usaha anda mempunyai cash flow lancar adalah, anda harus berani memilih transaksi dengan pembayaran tunai. Harga sedikit lebih miring, atau profit sedikit lebih rendah, tetapi anda mendapatkan pembayaran tunai. Langkah ini memerlukan keberanian dan ketegasan anda. Jangan mudah kompromi walaupun kepada pelanggan sekalipun. Katakan kepada mereka, “ Anda memang membayar tunai, namun anda dapat menghemat uang anda”. Saya mempunyai pemasok yang mengharuskan pembayaran selalu tunai. Saya sudah berusaha untuk meminta pembayaran tempo. Namun mereka tetap tidak bergeming. Namun oleh karena harga mereka cukup miring dibandingkan yang lain, maka saya tetap mengambil barang dari mereka. Adalagi pemasok saya yang menerapkan pembayaran di muka. Oleh karena harga dan kualitas barangnya sangat bersaing, maka kami dengan terpaksa membeli kepadanya.

Straregi ini memang memerlukan keseriusan dan keberanian anda. Anda tidak kawatir dan takut customer anda lari. Karena anda yakin harga dan kualitas produk anda tidak ada yang mampu menyainginya. Jika perusahaan anda tidak memiliki produk yang demikian, tentu anda akan mengalami kesulitan penjualan jika menerapkan strategi ini.

Cash flow yang lancar akan menjadikan perusahaan anda sangat liquid. Ini artinya anda akan mempunyai banyak uang tunai yang dapat anda gunakan untuk mengembangkan usaha anda menjadi lebih besar.

Apalagi jika anda mampu bernegosiasi dengan pemasok untuk memberikan masa pembayaran yang cukup panjang, maka uang tunai anda akan melimpah.

Namun akan menjadi masalah, atau menjadi tidak berarti jika uang tunai yang anda miliki tidak digunakan dengan baik demi perkembangan dan kemajuan perusahaan anda. Atau justru akan menjadi malapetaka, jika anda mennggunakan uang tunai yang ada untuk hal-hal yang konsumtip. Bijaksanalah saat anda menggunakan uang perusahaan anda. Tahanlah sementara segala keinginan yang bermuara pada pengeluaran uang. Pikirkanlah dengan seksama ketika anda akan mengeluarkan uang. Ketika anda telah memutuskan, bahwa uang memang perlu dikeluarkan, tundalah sementara dan lakukan apa yang akan anda rencanakan tanpa mengeluarkan uang. Tindakan ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan uang anda. Dengan demikian perusahaan anda tidak akan kekurangan modal dan mampu berkembang dengan pesat.

Cobalah saya telah membuktikannya sendiri. Usaha saya tidak menggunakan uang bank kecuali ketika saat pembelian tempat usaha kami yang pertama kali. Banyak tawaran dari bank-baank pemerintah maupun swata nasional, tetapi kami tolak.Bahkan kini kami berencana untuk melunasi hutang property tersebut. Sehingga benar-benar usaha kami menggunakan uang sendiri. Kami bisa berkembang seperti ini karena kami menerapkan dua strategi diatas, mengutamakan cashflow dan menggunakan uang dengan cermat.
Semoga bermanfaat.
See you and the top

Baca selengkapnya......

Memutus Urat Malu

Senin, 25 Januari 2010

Diantara penyebab kurangnya minat menjadi seorang wirausaha, selain ketiadaan mimpi adalalah rasa malu. Malu berjualan dan takut ditolak. Saya teringat ketika pertama kali menjadi sales buku belajar bahasa Inggris. Karena sudah bosan menganggur, dan lamaran pekerjaan yang tersebar tidak kunjung ada tanggapan, maka saya memutuskan untuk bekerja apapun. Namun yang menjadi kendala adalah rasa malu yang tertanam kuat dalam hati saya.

Saya tidak tahu kenapa memiliki rasa malu yuang demikian besar, padahal saya berasal dari keluarga miskin. Mungkin penyebabnya, justru karena dari keluarga miskin maka, rasa malu dan gengsinya tinggi. Kenapa? Karena kemiskinan yang saya alami tidak ingin diketahui orang lain. Saya ingin orang melihat saya sebagai orang biasa, bukan orang yang serba kekurangan. Orang miskin kok sombong?

Ternyata sikap malu dan gengsi ini, banyak menjangkiti orang miskin, atau bermental miskin. Maka tidak mustahil sifat konsumtif kebanyakan dimiliki oleh orang miskin dan bermental miskin. Ketika membeli sesuatu mereka tidak mempedulikan, segi manfaat dan kebutuhan. Tetapi mereka mengutamakan pemenuhan gengsi. Maka terciptalah kata “biar tekor asal kesohor”.

Akhirnya dengan terpaksa saya menerima pekerjaan yang paling tidak saya sukai, yaitu menjadi sales. Saya meresa saat itu, pekerjaan sales adalah pekerjaan yang rendah dan memalukan. Namun setelah mendapatkan training sebagai seorang sales, pikiran saya agak terbuka. Sales ternyata pekerjaan yang menjanjikan. Karena gaji berbanding dengan usaha yang dilakukan. Saya bisa mendapatkan gaji sebesar yang saya inginkan. Suasana training sungguh benar-benar membuat angan-anagn saya melambung. Rasanya tidak sabaran lagi untuk segera terjun, untuk menjual.

Namun ketika waktu turun kelapangan telah tiba, rasanya kaki ini, beratnya menjadi sekian ton. Rencana kunjungan yang telah tersusun dengan rapi, tidak satupun yang dapat diselesaikan. Semuanya kandas ketika akan memasuki pekarangan rumah prospek. Kejadian ini hapir berlangsung 2 minggu. Padahal ketika malam harinya sudah disiapkan apa yang akan dilakukan di pagi harinya. Selain itu, semangat untuk berjualan tumbuh kembali. Tetapi kenapa selalu kandas dilapangan?

Hingga suatu hari, ketika akan mengetuk pinttu pagar prospek, ada suara “silahkan masuk nak, pintu pagar tidak terkuncing” kata seorang laki-laki tua yang sedang menyirami bunga dihalaman. Saat itu ketika saya akan mengetuk pintu pagar, tidak melihat kalau ada orang dihalaman rumah. Ketika memsuki halaman rumah prospek, dadaku bergemuruh seakan mau meledak. Tanpa terasa saya menegluarkan keringat dingin. “tahan-tahan. Kamu harus bisa mengusai keadaan. Kamu sarjana. Kamu sering bicara didepan umum. Kenapa kamu takut ketemu orang?. Bahkan kamu pernah ketemu pak Camat dan memaksa dia untuk memberi piala bergilir” Suasan hati saya tidak karuan. Ya kenapa saya jadi paranoid seperti ini. Padahal ketika mahasiswa saya sering, ketemu orang yang tidak dikenal, pernah berceramah dihadapan lebih 500 orang. Tetapi kenapa kini menghadap satu orang saja, rasanya seperti ini? Perasaan malu menjadi seorang sales dan takut ditolak ternyata menghasilkan suatu perilaku yang tidak noprmal dan tidak mengenakkan.

“Silahkan duduk dik”, suara tuan rumah yang sedikit agak mengurangi gejolak yang ada dihati saya. “ ada apa dik. Ada yang bisa saya bantu?”. Tanya tuan rumah, setelah melihat saya duduk. Sikap tuan rumah yang akrab, sebenarnya sangat membantu meredakan gejolak dihati saya. Namun semua itu belum bisa menjadikan saya bisa mengucapkan kata-kata dengan baik dan lancar.

Walaupun, pertemuan tersebut sangat menyiksa hati dan tidak terjadi penjualan, ternyata mampu memberikan dorongan untuk pertemuan-pertemuan yang lain. Sejak saat itu rasa malu dan takut ditolak sedikit demi sedikit mulai sirna. Saya mulai menikmati disetiap pertemuan penjualan walaupun tidak menghasilkan penjualan.

Setelah 2 bulan berlalu tidak menghsilkan penjualan sama sekali, akhirnya saya mendapatkan penjualan. Rasanya ketika itu saya mendapatkan kemenganan yang luarbiasa. Sungguh suatu kesenangan dan kebahagiaan yang tidak dapat terlukiskan dengan kata-kata, ketika seoarng sales dengan masa pergulatan lebih 2 bulan akhirnya mendapatkan penjualan. Rasa malu, gemuruh yang menyesakkan jiwa, seakan tidak pernah terjadi. Yang ada kini hanyalah kesengan dan kebahagian dan kata” ternyata saya bisa menjual dan karier sales adalah membahagiakan dan membanggakan”

Setelah mengalami sendiri, ternyata benar apa kata orang, untuk menghilangkah rasa takut dan malu, satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah dengan cara melekaukan apa yang ditakutkan. Anda tidak bisa menghilangkan rasa malu dan takut dengan cara menunda melakukan apa yang ditakutkan. Justru semakin ditunda rasa malu dan takut akan semakin besar.

Jika anda masih juga tidak mau bertindak, perbesarlah harapan dan impian anda. Atau jika memungkinkan buatlah seakan-akan menjadi satu keadaan kepepet. Tidak ada cara lain selain ini. Kenapa saya tetap bertahan mau melakukan profesi sebagai seorang sales?.Karena saya merasa profesi ini menjanjikan dan tidak ada pilihan lain. Daripada malu numpang makan terus-menerus lebih baik bekerja dan berjuang walaupun dengan hati yang tersiksa oleh rasa malu dan takut.

Semoga bermanfaat
See you in the top

Baca selengkapnya......