Sulit berubah, berpindahlah

Selasa, 30 November 2010

Ketika saya memutuskan pindah dari Grogol Jakarta Barat ke Cikarang Bekasi, ada sesuatu yang hendak saya raih. Selain saya akan menjadi pengusaha saya harus menjadi orang yang baru. Saya akan menjadi suami baru dari istri saya. Saya akan menjadi Ayah yang baru bagi anak-anak saya Saya akan menjadi orang yang baru dalam lingkungan saya. Baru dalam arti berubah menjadi yang lebih baik. Oleh sebab itu sejak jauh-jauh hari sudah saya pikirkan target apa yang hendak saya capai ditempat baru tersebut.

Kenapa saya menjadikan momen perpindahan tempat tinggal ini sebagai momen perubahan diri secara total? Saya beranggapan, tempat tinggal baru berarti lingkungan baru, rumah baru, suasana baru, tetangga baru, teman-teman baru dan lain sebagainya. Mereka tidak mengenal saya sebelumnya, mereka belum mengenal karakter dan sipat saya. Mereka belum mengenal kebiasaan dan kelemahn saya. Kondisi ini akan jauh lebih mudah memperkenalkan saya sebagai pribadi yang saya impikan.


Ternyata cara merubah sikap dan kebiasaan ditempat baru akan jauh lebih mudah daripada kita merubahnya ditempat dimana selama ini kita tinggal. Apalagi tempat dimana kita dari kecil dibesarkan. Sebagai contoh umpamanya jika saya yang biasanya malas ke Masjid, lalu tiba-tiba ingin rajin ke masjid tentu, perasaan saya akan mengatakan, jangan lakukan itu nanti dikatakan sok alim, atau kesambet dari mana kok tiba-tiba berubah. Namun jika perubahan itu dilakukan ditempat baru, perasaan atau komentar semacam itu tidak akan terjadi. Karena mereka tidak tahu apakah kita sebelumnya rajin ke Masjid atau tidak. Mereka hanya tahu bahwa orang baru itu rajin ke Masjid.

Saya jadi teringat komentar adik kelas saya dua orang gadis yang cantik-cantik ketika berkunjung ke rumah sewaktu saya awal-awal masuk kuliah. “ Lo mas, kamu di Unair diapain saja kok perubahannya seperti bumi dan langit’” kata mereka heran melihat perubahan yang terjadi pada diri saya.

Ya, sewaktu sekolah di Madrasyah Aliyah, dulu saya terkenal sebagai anak yang pendiam selain terkenal anak yang cerdas he he he ….La mana mungkin cewek-cewek yang cantik apalagi adik kelas kenal dengan saya jika saya bukan orang yang pintar. Mana mungkin orang pendiam dikenal orang jika tidak mempunyai kelebihan? .

Namun setelah saya kuliah di Unair selama 6 bulan, saya dianggap mengalami perubahan yang sangat besar. Lalu apa yang saya lakukan? Ya, karena saya ingin terlahir sebagai manusia baru. Bukan Muallif yang pendiam, yang terlalu serius pada studi. Tapi saya ingin menjadi Muallif yang ceria, enak diajak ngobrol. Mempunyai banyak teman dan tentunya menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

Karena itu saya memulai menyapa orang dulu, tidak menunggu orang lain menyapa saya. Saya memulai melakukan belajar kelompok. Saya paksakan diri mengikuti lomba dan lain sebagainya.

Oleh karena itu jika anda ingin merubah kebiasaan atau perilaku, carilah kelompok baru, tempat kerja baru atau tempat tinggal baru. Kemudian berusahalah untuk tampil menjadi orang baru yang anda inginkan. Saya yaqin anda akan takjub melihat diri anda. Karena anda telah melakukan perubahan yang mendasar dalam diri anda. Jika anda berubah menuju yang lebih baik. Masa depan anda otomatis akan berubah menjadi yang lebih baik. Karena hari esok ditentukan oleh apa yang anda lakukan hari ini. Jika anda berubah maka nasib andapun akan berubah.
Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Omzet, Omzet dan Omzet

Senin, 29 November 2010

Setiap kali saya berkesempatan bertemu dengan teman yang mempunyai usaha, pertanyaan yang jarang saya lupakan adalah mengenai omzet. Karena menurut saya omzet adalah indicator besar kecilnya usaha seseorang. Oleh karena itu saya menjadi heran apabila ada yang menjawab tidak tahu atau omzet baru diketahui jika sudah berjalan satu tahun.

Lo kok, memnag sebegitu sulitkan untuk mengetahui omzet penjualan. Kenapa mesti menunggu satu tahun?. Apakah tidak dapat dihitung setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan?. Mereka sering menjawab, “usaha kami berbeda, usaha kami mempunyai siklus penjualan” Walaupun demikian bukankah anda tetap bisa menghitung omset kapanpun waktunya. Anda bisa mengatakan atau menulis omzet hari ini Nol. Omzet minggu ini Nol. Apabila tidak terjadi penjualan


Apakah anda malu mengatakan jika omzet anda Nol? Kenapa anda mesti malu?. Sebenarnya jika anda melakukan pencatatan omzet tiap hari akan mempunyai dampak yang bagus bagi kinerja anda. Apalagi jika nilai omzet anda itu ditulis besar-besar, ditempat yang mudah dilihat setiap saat. Kondisi inisecara tidak sadar akan mempengaruhi alam bawah sadar anda untuk bertindak mencari solusi bagaimana agar omset terus bertambah besar. Karena sebagaimana saya katakana diatas, bahwa omzet merupakan indicator maju mundurnya suatu usaha. Dengan demikian kesadaran akan pertumbuh omzet harus terus dikembangkan.

Diperusahaan saya, ada papan tulis yang cukup besar, yang berisi informasi tentang nilai omzet masing-masing salesmen, diikuti dengan prosentse dari target dan jumlah transaksi. Papan tulis tersebut diletakkan ditempat yang strategis, dimana setiap saat para salesmen dengan mudah melihat perkembengan penjualannya dari hari ke hari. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, nilai omzet ditulis dengan nilai tidak sebenranya. Misalnya 230 juta hanya ditulis 230 saja.Kemudian diakhir bulan dipilih salesmen yang mempunyai prosentase tertinggi untuk mendapatkan hadiah uang.

Kami menentukan pemenang berdasarkan prosentasi tertinggi dikarenakan, kemampuan dan masa kerja salesmen berbeda beda. Sehingga siapapun akan dapat menjadi pemenangnya meskipun salesmen baru. Kemudian jika salesmen yang sama memenangkan hadiah 3x berturut- turut, maka target salesmen tersebut ditingkatkan 20% dari omset semula.

Dengan cara demikian cukup membantu memacu para salesmen menunjukkan kinerja yang terbaik yang dapat dilakukan.

Anda punya pengalaman lain yang lebih menarik?
Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Kenapa Mesti Jemput Bola

Minggu, 28 November 2010

Saya perhatikan banyak teman-teman TDA yang memulai usaha kecil-kecilan akhirnya pada gulung tikar. Mereka yang jual Mie ayam pada akhirnya berhenti mereka jualan makanan akhirnya tutup. Mereka yang membuka gerai computer tidak usahanya tidak beranjak maju.Setelah saya cermati ternyata ada kesalahan dalam cara pemasaran yang mereka lakukan. Mereka hanya melakukan jaga gawang, menunggu customer datang. Memang mereka telah melakukan promosi atas usahanya. Namun akhirnya meraka hanya jaga gawang.

Cara pemasaran memang dapat dikelompokkan menjadi 2 cara. Pertama cara pemasaran jaga gawang. Cara pemesaran ini terkesan pasrah dan passive. Walaupun mereka melakukan promosi namun pada akhirnya mereka tetap pasip menunggu pembeli datang. System ini jika dilakukan oleh orang baru mulai usaha tentu kurang tepat. Ya jika pembelinya itu terus berdatangan. Tetapi jika tidak tentu akan membosankan dan akhirnya gulung tikar. Apalagi usaha kecil dan dilakukan hanya secara sampingan. Mereka akan berpikir gak berhasil tidak apa-apa. Toh saya masih ada sumber dana lain yang jauh lebih besar.. Kita berusaha bukan hanya untuk mencari kesibukan. Kita berusaha untuk mendapatkan profit, Uang.


Adapun cara pemasaran yang kedua adalah cara jemput bola. Dengan cara ini para pengusaha memasarkan produknya dengan mendatangi customer. Cara ini menurut saya paling efektip untuk memulai usaha. Karena dengan cara ini kita akan menawarkan atau mengenalkan produk langsung berhadapan dengan customer. Dari tatap muka ini anda akan mengetahui respon dari customer terhadap produk anda. Jika respon yang diterima kurang memuaskan, anda dapat melakukan upaya untuk menyakinkan meraka. Dari pembicaraan tersebut bisa jadi anda akan mendapatkan barang yang dibutuhkan customer yang dapat anda pasok.

Cara jemput bola ini dapat dilakukan pada hampir semua produk. Sebagai contoh bidang kuliner. Jika anda menjual bakso umpamanya anda dapat menawarkannya dari rumah kerumah, di perusahaan , ibu-ibu arisan , catering, cantin dan lain sebagainya. Saya mempunyai sepupu yang bergerak dibidang kue basah. Mereka memasarkannya ke Sekolahan, Universitas, Rumah Sakit dan Cantin-cantin. Bisnis computer umpamanya, anda bisa menawarkan ke sekolahan aatau industri. Jika mereka tidak membutuhkan computer paling tidak anda bisa menawarkan yang lainnya, seperti part-part yang berhubungan dengan Computer.Jika anda jualan baju, sepatu atau sandal anda dapat mendatangi sekolahan, ibu-ibu arisan atau industri.

Saya kira apapun yang anda jual dapat dipasarkan dengan cara jemput bola. Cara ini akan jauh lebih efektip dibandingkan anda hanya jaga gawang. Karena seakan-akan cara jemput bola ini memaksa customer untuk membeli. Jadi kemungkinan besar mereka akan membali.
Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

Pelatihan UMKM Gratis!!!

Sabtu, 27 November 2010

Pada Jum’at yang lalu tepatnya tgl. 19 November 2010, saya menghadiri undangan sarasehan UMKM yang diselenggarakan oleh ITB bekerjasama dengan Deperindag Propinsi Jawa Barat dan BLK Kabupaten Bekasi di Resto Kartini Cikarang.

Pertemuan tersebut intinya Pemerintah ingin mengadakan pelatihan keterampilan tehnik dan manajemen untuk UMKM. Adapun pelatihan keterampilan yang akan diadakan antara lain ( masih dalam tahap penggodogan) mengelas, bubut dan menggambar tehnik.
Sedangkan untuk manajeman akan ada pelatihan keuangan dan kepemimpinan.


Pelatihan mengelas dan bubut rencananya akan diadakan, pada bulan Maret dan April tahun 2011 ,selama 40 hari. Waktu selama itu peserta diwajibkan menginap di asrama. Hanya hari minggu saja diperkenankan pulang ke rumah.Karena pelatihan akan dilakukan secara intensive, siang ataupun malam.

Disamping mendapatkan keterampilan mengelas atau membubut peserta akan dididik kedisiplinan dan kerja kelompok. Pelatihan akan dilaksanakan dengan sistem semi militer.

Peserta pelatihan adalah karyawan UMKM atau pemiliknya sendiri. Umur tidak dibatasi yang penting minimal lulusan SLTA dan sederajat.

Adapaun untuk pelatihan keuangan dan manajemen jadwal pelatihannya menyusul.

Peserta tidak ditarik biaya, karena dana pelatihan diambil dari angganran daerah. Seluruh biaya makan 3 x sehari dan penginapan di asrama ditanggung.

Namun yang perlu diperhatikan adalah, tidak boleh berhenti ditengah jalan. peserta harus komitmen untuk mengikuti pelatihan sampai selesai.

Mungkin diantara para pembaca ada yang tertarik untuk mengirimkan karyawannya mendapatkan pelatihan. Silahkan bergabung , anda dapat menghubungi saya untuk pendaftarannya. Buruan karena peserta hanya 20 orang untuk masing-masing bidang studi.

Semoga bermanfaat,
See you in the top

Baca selengkapnya......