Kita dapat memberi hanya sebatas yang kita punya Ya kita hanya bisa memberi uang jika kita punya uang. Jumlah uang yang kita berikan dibatasi oleh jumlah uang yang kita miliki Begitu pula kita hanya bisa memberi ilmu dan keterampilan sebatas yang kita miliki. Jika ilmu kita cekak tentu kita hanya dapat memberi ilmu yang sedikit pula. Lalu mungkinkah dwngan ilmu dan keterampilan yang serba sedikit inienghasilkan siswa siswi yang berkualitas ? Ya tentu bisa kalau yang kita berikan pada siswa adalah ilmu untuk mencari ilmu. Bagaimana cara belajar Dan kenapa kita harus belajar.
Learn how to learn
Posted by Unknown at 10.45 4 comments
Belajar dari Teko.
Ya, tempat minum yang isi akan dituang ke beberapa gelas.
Coba perhatikan teko.
1. Apa yang dikeluarkan teko tergantung pada apa yang dimasukkan kedalamnya. Jika yamg dimasukkan madu akan keluar madu. Jika yang dimasukan susu akan keluar susu. Jika dimasuklan air pitih akan keluar air putih. Jika yang dimasukkan air cberan alan keluar air comberan. Jika yang dimasukkan racun akan keluar racun.
Sebaliknya jika teko jarang diisi maka dia akan sering mengecewakan banyak orang. Ada orang haus ketika menuang ternyata gak ada isinya.
3. Teko ketika diisi terus menerus maka dia akan mengeluarkan isi otomatis tanpa kita menuangnya. Kenapa karena luber.
4. Teko yang kecil akan sedikit isinya. Sedikit diisi sudah penuh. Teko yang besar akan banyak isinya. Tidak mudah penuh.
5. Teko yang tertutup tidak bisa diisi. Teko yang terbuka terus akan merusak isi yang ada didalamnya. Pengendalian tutup teko sangat penting terhadap isi dam kualitas isi teko.
Lalu pelajaran apa yang bisa diambil dari teko ini?
Otak manusia bisa diibaratkan seperti teko.
1.Apa yang keluar dari seseorang tergantung pada apa yang masuk. Jadi jika ada anak yang bicara kotor dan berperilaku tidak baik. Itu berarti lingkungan anak tersebut tidak baik. Lingkungan itu bisa berarti rumah, teman pergaulan dan lain lain . Maka jika ingin memperbaiki anak atau memperbaiki diri, perbaikilah lingkungannya. Apa yang didengar, apa yang dilihat dan apa yang dirasa anak atau anda akan menentukan bagaimana anak atau anda. berperilaku. Kebanyakan orang adalah bentukan lingkungannya. Kecuali orang yang memiliki visi pribadi , dia akan menjadi pengendali bagi dirinya.
2. Otak yang setiap saat diisi dengan ilmu, tentu akan banyak memberi kebaikan bagi pemiliknya dan orang disekitarnya. Dia akan bisa banyak membantu dan bahkan akan membantu meski tanpa harus diminta. Karena dia sudah merasa berkelimpahan.
3. Otak itu sebenarnya sangat fleksible seperti karet. Jika tidak ada isinya otak akan mengecil. Namun jika otak diisi terus dan terus, awalnya mamang tidak nyaman. Itu pertanda otak sedang melakukan peregangan. Maka pada saat itu jangan berhenti mengisi. Jika anda berhenti mengisi maka otak akan tetap kecil. Maka besarkanlah kapaaitas otak anda dengan terus dan terus belajar. Ya menjadi pribadi belajar. Maka kapasitas otak akan meningkat. Sehingga akan menjadi teko yang besar yang mampu memberi banyak minum orang lain dan terpuaskan semuanya.
4. Tutup otak anda pengendalinya anda sendiri. Otak yang tertutup akan sulit meneeima ide atau ilmu baru. Otak yang yerbika bebas akan memasukkan semua informasi yang diterima sehingga akan mengacaukan isi yang ada didalamnya. Tutup otak yang dikendalikan dengan baik akan membuat kualitas otak menjasi baik. Disinilah letak pentingnya peran kita dalam mengendalikan kehidupan kita.
Jadi jika ingin memgubah kehidupan kita , hal pertama yang silakukan adalah dengan mengendalikan tutup otak kita. Yaitu menyeleksi apa yang masuk dalam otak dengan baik dan hati hati.
Posted by Unknown at 07.38 5 comments
Ingin sukses, sukseskan lain.
Membaca judul diatas, nampaknya aneh ya. Wong ingin sukses kok mensukseskan orang lain. Mestinya kan kita berusaha untuk menyukseskan diri sendiri. Lagian bagaimana kita bisa sukses dengan menyukseskan orang lain. Nyatanya bapak ibu guru SD kita, masih seperti itu saja. Padahal ada yang anak didiknya menjadi Bupati maupun Gubernur.
Namun coba perhatikan dan pikirkan baik baik. Kenapa seorang suami atau ayah mau bekerja keras membanting tulang, memeras keringat dan otaknya? Tentunya jawabnya ingin memberikan yang terbaik buat keluarganya, istri dan anaknya. Dia ingin menyukseskan istri dan anaknya. Ketika dia sudah merasa cukup telah memberi yang terbaik( menurut pandangan dia sendiri), maka dia mulai berhenti atau mengurangi usahanya, sehingga pertumbuhan kesuksesannya mulai menurun. Dan akhirnya dia berada pada zona nyaman.
Sang suami atau ayah tersebut, tidak berhenti disini. Dia melihat masyarakat disekitarnya masih tertinggal, anak mudanya seakan tidak memiliki semangat hidup, tudak memiliki harapan dan masa depan yang cerah. Maka disela sela kesibukannya sebagai Presiden Direktur, dia membina anak muda dilingkungannya, menyemangati mereka dan memberdayakannya.
Perjalanan sang suami atau ayah tersebut tidak cukup disitu. Dia akhirnya mendirikan sekolah unggulan yang terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah. Dia berpikir, tidak ada anak yang bodoh. Yang ada adalah yang tidak tahu kenapa mereka sekolah. Yang ada adalah anak yang tidak memiliki harapan dan cita cita yang tinggi. Yang ada adalah anak yang tidak tahu bagaimana caranya belajar dengan baik, sehingga mampu memaksimalkan otak yang dimiliki. Yang ada adalah anak yang didik oleh guru yang salah, yang tidak layak menjadi guru. Yang ada adalah anak yag berada dilingkungan yag salah.
Untuk mewujudkan keinginannya tersebut dia membaca berbagai macam buku yang berkaitan dengan minatnya. Dia mengikuti banyak seminar tentang pendidikan. Dia mengungjungi berbagai sekolah unggulan yang ada. Akhirnya dia mampu mewujudkan sekolah yang diharapkannya. Pada akhirnya kesuksesan dia bertambah dan terus bertambah.
Sehingga disaat menyendiri dia merenung, dia berpikir. Kenapa saya berada disini? Kenapa saya kini menjadi seorang guru yang menginspirasi. Kenapa saya menjadi guru yang menyemangati guru lain?. Kenapa kesuksesan itu datang mengejar saya. Padahal sepertinya saya tidak berjuang untuk mendapatkannya? Kenapa kehidupan ini begitu berlimpah kepada saya. Kenapa kata orang saya bekerja keras, tidak memperhitungkan waktu, tetapi saya kok tidak merasakan saya kerja keras. Tetapi justru saya merasa kerja saya terlalu santai , dan banyak hal yang belum saya lakukan?
Akhirnya dia tahu jawabannya. Ya itu semua karena dia berusaha mensuksekan orang lain. Itu semua karena dia berusaha memuliakan orang lain. Sehingga Tuhannya memuliakan dan mensuksekan dia.
Tidak percaya dan masih bingung dengan logikanya? Bukankah anda tidak mungkin memberi uang pada orang lain jika anda tidak memiliki uang? Bukankah anda tidak mungkin memberi ilmu aatau keterampilan kepada orang lain jika anda tidak mempunyai ilmu atau keterampilan tersebut? Bukankah anda tidak mungkin membangkitkan semangat pada orang lain jika semangat dalam diri anda tidak bangkit? Jadi jika anda ingin memberi uang, ilmu, keterampilan, semangat, kesuksesan maka anda harus memiliki semua itu sebelumnya. Dan untuk memacu diri anda agar mau memiliki, uang, ilmu, keterampilan, semangat dan kesuksesan, tidak ada cara lain kecuali anda memiliki keinginan yang kuat untuk memberi pada orang lain. Untuk mensukseskan orang lain.
Jadi ingin sukses, sukseskan orang lain. Ingin masuk surga masuk surgakan orang lain.
Semoga bermanfaat.
See you at the top
Posted by Unknown at 10.46 14 comments
Ciptakan Urgensi
Kenalkah anda dengan Irene handoko, Felix Y Siauw dan Syafii Antonio?
Kenapa mereka ini yg keislamannya baru beberapa tahun namun sudah memiliki posisi yg strategis dalam dakwah Islam?
Kenapa kita yg sudah sejak dari lahir ber Islam, namun posisi kita tidak lebih baik dari mereka. Bahkan bisa dibilang tidak ada apa apanya.
Lalu kenapa mereka bisa demikian? Nampaknya yg menjadi penyebab terbesarnya adalah kurangnya kita dalam memiliki rasa " urgensi", rasa kegentingan atau rasa darurat.
Akankah nasib kita akan seperti katak yang mati direbus karena dia tidak menyadari kenaikan suhu yang pelan pelan?. Apalagi dengan digunakannya media, yang merupakan sumber informasi bagi orang orang pinter dan mereka yg sok pinter. Mereka akan makin merasa semuanya tidak ada masalah dan berjalan baik baik. Mereka hanya berpikir jangka pendek dan berdasarkan keumuman. Artinya kalau masyarakat banyak, kalau orang orang pinter mereferensikan maka itulah yang benar. Mereka tidak mau mendengarkan orang yg diluar keumuman.
Lalu kenapa Irene Handoko, Felix Y Siauw dan Safii Antonio meninggalkan kita jauh menuju kedepan? Jawabnya karna mereka memiliki rasa urgensi. Mereka pendatang baru yang berada dilingkungan TPA.Hidung dan tubuh mereka masih peka dan normal. sehingga bau sampah terasa menyengat dan membuat sakit kepala. Karena merasa terganggu dengan bau sampah mereka berteriak, mereka bekerja siang malam untuk memikirkan atau menyingkirkan sampah tersebut.
Sementara kita yg sudah lama tinggal disitu, merasa tidak ada yang aneh. Mereka diam seribu bahasa. Malah kadang kita bikin komentar yang aneh aneh yang isinya menyepelekan usaha mereka dan bahkan ada yg menghalanginya. Namun diucapkan dan dibungkus dengan bahasa yg lebih alim dan nasionalis. sehingga kita nampak lebih baik.
Apakah jaman ini sudah jaman edan kalau tidak ikut edan tidak kebagian? Ingatlah seenak enaknya orang edan masih enak orang yg eling. Orang yg sadar tentang kehidupan ini. Sebaik dan seindah apapun ucapan kita masih lebih baik dibanding dengan tindakan.
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang tidak hanya pandai ngomong, komentar namun tidak berbuat apa apa. Karena orang seperti ini biasanya penonton. Dan penonton selalu membayar dan menanggung resiko. Sementara orang yg ditonton akan mendapat bayaran dan kebahagiaan.
So jika hidup anda ingin lebih bermanfaat, berdayaguna dan lebih sukses, ciptakan rasa urgensi atau darurat dalam hidup anda. Jika hidup dalam kondisi darurat berarti anda akan hati hati dalam bertindak dan menjalani hidup ini. Anda akan mengarahkan setiap potensi untuk mencapai apa yang anda tuju. Sehingga pencapaian anda akan jauh lebih maksimal
Semoga bermanfaat
see you at the top
Posted by Unknown at 21.33 6 comments
Kepedulian : pondasi dari kesuksesan
Ketika saya berkesempatan mengajar di SMPIT Alfawwaz. Saya bertanya pada anak anak. “ Siapa yang ingin sukses?” mereka menjawab serempak “Saya” sambil mengacungkan tangannya tinggi tinggi. “ Siapa yang ingin kaya?” Sekali lagi mereka menjawab dengan serempak, sambil berteriak” Saya”. “ Mudah mudahan anda semua menjadi orang sukses dan kaya. Sehingga anda semua menjadi orang yang berguna bagi agama , nusa dan bangsa” doaku kemudian, yang diaminkan oleh anak anak.
“ Anak anaku, jika pertanyaan tadi, ditanyakan kepada setiap orang, bahkan orang yang tinggal dikolong jembatan sekalipun, mereka akan menjawab hal yang sama. Semuanya ingin sukses. Semuanya ingin kaya. Keinginan memang tidak ada yang melarang. Semua orang boleh ingin apa saja. Namun ketahuilah bahwa yang berhak mendapatkan keinginannya adalah orang yang pantas menerimanya. Ya yang berhak tercapai keinginannya adalah orang yang berhak dan pantas menerimanya. Tahukah kalian? Siapa orang yang berhak mencapai keinginannya?”
Banyak jawaban yang dilontarkan, anak anak calon orang sukses ini. Ada yang menjawab, mereka yang rajin. Mereka yang ulet, mereka yang disiplin. Ya ya ya, benar sekali. Namun tahukah kalian kenapa orang menjadi rajin, ulet dan disiplin? Anak anak diam seribu bahasa. Suasana menjadi sunyi. Maukah Mr. Kasih tahu ? “ Mauuuuuu?” “Kenapa orang menjadi, rajin, ulet dan disiplin, jawabnya adalaaa............h? Kepedulian. Apa? ” “Kepedulian” jawab anak anak dengan serempak. Ya kepedulianlah yang membuat orang rajin bekerja, ulet dan disiplin.”
Karena kepedulian terhadap keluarganya, seorang ayah mau bekerja memeras keringat, membanting tulang. Meski sang ayah yg bekerja, namun karena peduli pada anak anaknya, dia masih mau mengalah. Karena kepedulian agar masyarakat atau keluarga dapat berhubungan, Bill Gate, menciptakan atau membangun Microsoft. Karena ingin membantu para ibu membersihkan pekarangan akhirnya diciptakan, sapu, tong sampah dan lain lain sebagainya.
Sungguh awalnya mereka tidak berpikiran ingin mendapatkan banyak uang. Jika uang yang mereka cari, mereka pastinya akan melakukan yang pasti pasti saja. Yang sudah teruji menghasilkan uang. Namun, karena kepedulian yang mereka miliki, ingin memudahkan masyarakat, ingin membuat manusia hidup nyaman, mereka mau bersusah payah menciptakan sesuatu yang baru, yang menghabiskan banyak dana, waktu dan tenaga. Saya teringat akan kisah Henry Ford yang menciptakan mobil murah. Meski para Insiyurnya sudah menyerah karena sudah begitu banyak dana, waktu dan tenaga terbuang dengan “percuma” dan hasil sama sekali tidak nampak, namun Henry Ford, tetap kekeh untuk terus melanjutkan project itu. Dan akhirnya Henry Ford berhasil.
Lalu bagaimana memunculkan kepedulian dalam diri kita ? Sebenarnya mudah menyemai benih kepedulian dalam diri kita. Anda dapat memulainya dengan memikirkan tentang diri sendiri. Jika anda sebagai anak, coba pikirkan betapa besar pengorbanan yang telah diberikan orang tua kepada anda. Lalu ingat ingat apa yang telah dilakukan untuk membalas budi orang tua. Banyak mana kerepotan yang anda sampaikan atau balasan kebaikan yang anda persembahkan.
Jika anda seorang bapak, atau ibu, sudahkah anda memberikan yang terbaik untuk anak anak anda, atau hanya sekedarnya. Jika anda seorang suami atau istri, apakah anda sebagai beban dari pasangan anda atau anda sebagai tempat perlindungan pasangan anda. Sudahkah anda memberikan yang terbaik kepada pasangan anda? Jika anda sebagai pekerja atau anggota masyarakat, apa yang sudah anda sumbangkan untuk mereka?
Lalu lakukan secara sadar hal hal kecil yang tidak perlu biaya, tenaga maupun pikiran, yang bisa anda lakukan untuk membantu dan membahagiakan mereka. Anda bisa tersenyum, setiap ketemu orang lain. Kenapa tersenyum? Karna senyuman itu membuat orang lain bahagia. Jadi anda secara sadar tersenyum kepada orang lain agar hidup mereka bahagia. Kenapa hal ini mesti dilakukan degan kesadaran? Agar hati dan pikiran anda ikut terlibat sehingga akan memberi kesadaran kepada seluruh anggota badan anda.
Kemudian lakukan dengan cara yang sama ketika anda melihat sampah lalu memgungutnya, menyingkirkan batu atau duri ditengah jalan. Kembangkan rasa kepedulian anda ke masalah yang lebih besar. Misalnya ingin memberikan yang terbaik (diluar kemampuan?)kepada keluarga dan orang tua anda. Ini bertujuan untuk memaksa diri anda untuk berjarya lebih baik. Atau ingin memnatu menyelasaikan permasalahan di masyarakat dll.
Lalu kembangkan dan kembangkan terus, sehingga tanpa kau sadari anda memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi. Seiring bertambah besar rasa kepedulian anda, akan terangkat pula kesuksesan anda.
Jika anda orang yang memiliki keimanan yang baik, tetntu anda memiliki kesadaran yang tinggi. Anda akan memahami dengan baik makna kehidupan ini. Karna muara dari keimanan adalah kemanfaatan bagi banyak orang. Dan tentunya kemanfaatan ini merupakan buah dari kepedulian dan kepedulian sumbernya adalah keimanan
See you at the top
Posted by Unknown at 10.08 4 comments
Waktu
Waktu, begitu cepatnya kau berlalu.
Tanpa kusadari, hari telah siang
Tanpa kusadari pula, hari telah petang
Lalu apa yang telah aku lakukan hari ini.
Rutinitas seperti kemari atau sesuatu yang baru?
Waktu, begitu cepatnya kau berlalu
Tanpa kusadari, hari telah berganti minggu
Tanpa kusadari minggu telah berganti bulan
Tanpa kusadari pula, bulan telah berganti tahun
Dan kini tahun telah menjadi sewindu
Waktu begitu cepatnya kau berlalu Begitulah engkau diciptakan Tuhanmu Engkau dipakai, Tuhan untuk menguji hambaNya. Sejauh mana kepatuhan hamba kepada Tuhannya Sepintar apa hamba dalam mengelola waktunya Dan sejeli apa hambanya memperhatikan perjalanan detik demi detiknya
Waktu kau merupakan saksi bisu Dari perjalanan seorang manusia Mungkin kau akan tertawa atau menahan napas kepiluan Mungkin engkau akan berkata”sungguh bodoh dan dungunya manusia ini ” Ketika melihat manusia menyianyiakan waktunya Sehingga mereka tercampakkan sebagai orang hina Tertekan, dan menderita dalam hidupnya Berjalan menunduk dengan penuh ketakutan
Mungkin engkau akan takjub penuh kebanggaan Mungkin engkau akan berkata “ sungguh cerdik dan mulianya manusia ini” Ketika menyaksikan manusia sangat perhatian akan waktunya Sehingga mereka bersemangat dalam bekerja Sangat peduli pada lingkungannya Melangkah penuh semangat, meski tantangan terus menghadangnya
Ya Allah berilah aku kesadaran akan waktu. Karna waktu, sejatinya adalah hidupku Waktu adalah hembusan napasku
Ya Allah disisa waktu ini Ijinkan aku untuk mengisinya dengan baik Ijinkan aku untuk menambal kelalaianku dimasa lalu Berikan aku kekuatan, Berikan aku kesadaran Dan berikan aku kemampuan Agar aku bisa menjadi manusia yang penuh dengan keridloanMu
Semoga bermanfaat
see you at the top
Posted by Unknown at 07.02 4 comments
Sudahkah anda memilih cara yang tepat?
Suatu ketika saya bertemu dengan salah satu customer saya. Setelah berbicara beberapa hal tentang pekerjaan, lalu customer meminta waktu saya untuk berbicara mengenai bisnis.
“ Pak, kenapa ya bisnis saya seakan berada ditempat saja?”, Tanya customer.
“memangnya bisnis bapak apa?” saya balik bertanya.
“Laundry, pak”
“Maaf, impian bapak apa?”
“ saya ingin naik haji di usia 35 tahun.”
“sekarang usia anda berapa?”
“32 tahun”
“wow tinggal tiga tahun lagi dong. Jika anda menggunakan regular niat haji di usia 35 th tidak akan kesampaian, karena jika daftar sekarang anda baru bisa berangkat 4 atau bahkan 7 tahun lagi”.
“ lalu apa yang harus saya lakukan, agar cita-cita saya dapat tercapai?.” “Disinilah perlunya berpikir kedepan dan matang ketika memilih suatu bisnis. Kita jangan hanya berpikir apa yang bisa dilakukan dan bermodal kecil saja. namun yang lebih penting dapatkah usaha ini digunakan sebagai kendaraan untuk menggapai cita-cita?. Jika dapat berapa lama waktu yang dibutuhkan dan pengorbanan apa yang mesti dilakukan?. Apakah bisnis laundry anda dapat mengantarkan anda pergi haji plus dengan waktu 3 tahun lagi?” “kira-kira apa yang bisa saya lakukan?”. “mungkin anda harus segera membangun laundry anda agar omzetnya besar. Anda dapat melkukan dua hal, membesarkan yang tempat yang telah ada atau membuat cabang baru.” Ketika sedang asyik-asyiknya berdiskusi, ada beberpa teman customer dan yang saya kenal datang untuk nimbrung. Akhirnya pembicaraan tidak focus lagi.
Pembaca, menurut hemat saya, disinilah kebanyakn masalah para pengusaha pemula sulit untuk berkembang. Bahkan untuk bertahan hidup. Terkadang mereka berpikir sangat simple, buat usaha kecil-kecilan tanpa berpikir seberapa besar nanti dikemudian hari atau apakah usaha ini dapat mengantarkan menggapai cita-citanya atau tidak. Mereka bermimpi dengan cara itu mereka sudah menjadi pengusaha dan berlagak sebagai seorang owner perusahaan atau investor. Namun setelah beberapa bulan apa yang terjadi, usahanya tidak jalan dan akhirnya tutup.
Memulai dari kecil dan apa adanya memang tidak salah. Yang salah adalah ketika ketidak jelasan anda mau kemana. Yang salah adalah ketika anda menuju pada sesuatu yang kecil. Karena target yang kecil itu tidak menantang. Target yang kecil itu tidak akan mempu memaksa diri anda mengeluarkan kemapuan anda yang besar.
Dan yang lebih mengherankan lagi, ada sebagian teman dari kita yang sudah bertahun-tahun tetap menjadi ampibi. Ketika ditanya, kapan focus menjadi pengusaha, jawabnya tidak tahu. Mungkin mereka berpikir, menjadi ampibi adalah cara cerdas, karena resiko akan dapat diminimalisir. Namun mereka tidak sadar bahwa ampibi ini menjanjikan rasa aman yang pada gilirannya membuat pertumbuhan, baik karier maupun usaha menjadi berhenti. Maka saran saya, jangan lama-lama anda menjadi ampibi, jika anda berniat menjadi pengusaha sukses, sgera perbesar usaha anda dan jika penghasilannya sudah menyamai gaji anda, segera keluar dari pekerjaan anda kemudian focus mengembangkan usaha anda menjadi perusahaan yang besar dan kuat.
Namun jika anda mencintai pekerjaan anda dan perusahaan tempat anda berkerja. Lupakan itu tentang wirausaha, berfokuslah menjadi karyawan yang baik dan cemerlang. Gapailah karier kerja anda setinnggi jabatan yang ada ditempat anda bekerja tersebut. Cara ini akan lebih baik dari pada anda menjadi amphibi yang tidak jelas kemana anda akan memilih. Karena fokus itu akan jauh lebih baih hasilnya jika dibandingkan dengan kerja setengah setengah.
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 08.16 3 comments
3 pilar kesuksesan
Sebuah bangunan akan kokoh dan tahan terhadap berbagai goncangan, terpaan angin, atau gempa yang dahsyat jika memiliki tiang atau pilar-pilar yang kokoh dan banyak. semakin bayak pilar akan semakin baik. Namun jika kita ingin membangunnya tanpa banyak pilar kita meski membangun pilar yang sedikit tesebut dengan kokoh. jika tidak maka akan mudah robohlah bangunan tersebut.
Kesuksesan dapat diibaratkan sebagai sebuah banguan. Seseorang yang ingin membangun kesuksesan yang kokoh yang tidak mudah runtuh, maka kesuksesan tersebut harus dibangun diatas pilar-pilar yang kokoh. Paling tidak ada 3 pilar yang kokoh yang dapat digunakan untuk membangun kesuksesan yang besar dan kuat.
1. Syukur, akan melahirkan kebahagiaan, yang pada gilirannya akan melahirkan energi yang dahsyat, dan hidup selalu bergaerah. Jika anda tidak bersyukur pada keadaan yang melingkupi kehidupan anda. maka hidup penuh dengan kekecewaan, kesedihan dan frustasi. sehingga anda merasa menanggung beban yg amat berat. anda akan letih sebelum bekerja. anda akan malas sebelum bertindak.
Syukur akan melahirkan kebahagian. Sedangkan kebahagian akan melahirkan kesuksesan. Namun kebanyakan orang memahaminya secara terbalik. Mereka ingin sukses karena mereka ingin bahagia. padahal yang benar adalah karena bahagialah anda akan menjadi sukses. Ketika anda bahagia maka anda mampu bekerja penuh dengan semangat. Halangan yang mengahadang akan anda pandang sebagai tantangan. kesulitan yang membelit, menjadi permainan yang sangat menarik. Kenapa? karna anda bahagia. kenapa? karna anda mensyukuri setiap apa yang anda temui.
2.Sabar, akan melahirkan kekuatan, keteguhan, keuletan dan jiwa pantang menyerah. Kesemua sikap ini sangat diperlukan ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. sehingga anda mempunyai kekuatan untuk bangkit ketika anda jatuh. Anda akan bertahan ketika menghadapi kesulitan ditengan jalan. Anda memiliki pendirian untuk tetap menapaki jalan meski jalan itu nampak berduri.
3.Kesederhaan, akan melahirkan efektifitas hidup. Jika pola sikap anda sederhana, maka anda tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Tidak ada rotan akarpun jadi. pola pikir sederhana menekankan pada tindakan. sedangkan tindakan pasti akan menuai hasil besar atau kecil. kalaupun toh tidak ada hasilnya atau bahkan merugi, anda akan cepat lebih tahu bahwa cara yang anda lakukan salah sehingga anda dapat segera mencari cara lain yang lebih baik.
Posted by Unknown at 09.13 1 comments
3 Sumber energi yang Dahsyat
Pernahkah anda bertanya kenapa orang sukses seakan memiliki energi tanpa ada habisnya, memiliki fisik yang kuat seakan tiada merasa capek? Pernahkan anda bertanya kenapa orang sukses tahan terhadap lingkungan yang menekan , mau memikul beban yang berat bahkan mengancam kehidupannya, meski mereka tidak mendapatkan imbalan materi dari apa yang mereka tanggung?. Pernahkan anda bertanya kenapa orang sukses mau mencurahkan segenap harta, tenaga,pikiran dan waktunya demi sesuatu yang bukan untuk kepentingan diri dan keluarganya?
Anda ingat kenapa pendiri Negara ini, mau bersusah payah, mencurahkan segenap usaha dan tenaganya? Apakah mereka ingin menjadi pejabat atau Presiden? Apakah mereka berpikir ingin menjadi pahlawan? Oh tidak. Jika mereka menginginkan itu mungkin akan lebih aman jika mereka menjadi anteknya Belanda. Mereka tidak perlu masuk bui. Mereka tidak perlu bergerilya dihutan belantara meninggalkan kenikmatan dunia, dan mengorbankan nyawa.
Ternyata ada 3 rahasia besar yang dimiliki orang sukses, yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Sehingga mereka nampak memiliki energi tiada habisnya.
Pertama adalah, mereka menyadari akan makna kehidupan. Mereka menyadari bahwa hidup ini adalah sesuatu yang harus diisi. Karena itu mereka akan mengisinya dengan sesuatu yang baik. Mereka berharap kehidupannya bermanfaat bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya saja tetapi bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Kesedaran ini akan memberikan daya untuk terus berkarya, bertindak dan berjuang. Dia tidak memperdulikan imbalan apa yang mereka dapat. Mereka hanya berpikir apa yang dapat saya lakukan dan berikan kepada sebanyak banyaknya orang. Kebahagiaan mereka bukan pada menerima tetapi pada memberi.
Pertanyaanya selanjutnya barangkali, kenapa mereka memiliki kesadaran tentang kehidupan ini yang sedimikian tinggi? Apakah ini memang sudah takdir mereka atau ini bisa dikembangkan? Saya yakin sebenarnya setiap manusia memeliki potensi tentang kesadaran tentang hidup ini. Namun karena manusia juga dibekali oleh hawanafsu, yang menghambat tumbuhnya atau berkembangnya sikap ini, maka kebanyakan dari kita potensi “ kesadaran tentang hidup” ditutupi oleh hawanafsunya. Sehingga yang muncul adalah sikap egoisme. Sikap egoisme merupakan induk dari kemalasan. Sedangkan kemalasan merupakan “rem” atau penghambat dalam kehidupan. Sehingga orang yang malas dia tidak memiliki energi yang cukup bahkan hanya untuk sekedar menggerakkan badannya bagun dari tempat duduknya. Jika sudah duduk malas berdiri.
Sumber energi yang kedua adalah, mereka berpendapat apapun yang dilakukan akan kembali pada diri pelakunya. Dunia ini adalah cermin. Dunia akan memantulkan apa yang ada dihadapannya. Para orang sukses memiliki keyakinan demikian. Sehingga mereka tidak pernah berpikir apa yang akan saya dapat jika melakukan ini dan itu. Mereka tidak pernah merisaukan hasil. Mereka hanya bertindak, bertindak dan bertindak. Tidak perduli apakah orang lain mengapresiasinya atau bahkan menngejeknya. Mereka tidak terpengaruh oleh sikap orang lain terhadapnya. Karena mereka yakin perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan cepat atau lambat. Jika sekarang balasannya tidak baik, mereka berpendapat itu bukan pantulan dari cermin dunia. Ini adalah tantangan atau debu yang mengotori cermin dunia tersebut. Mereka dengan setia tanpa prasangka dan mengenal lelah membersihkan debu yang menutupi cermin. Sehingga cepat atau lambat cermin dunia akan memantulkan yang sebenarnya.
Atau mereka berpikir mengikuti hukum kekekalan energi. Energi yang keluar (Ek) akan sama dengan energi yang masuk (Em). Energi yang masuk besarnya akan sama dengan energi yang keluar. Jika energi yang masuk besarnya tidak sama dengan energi yang keluar maka akan ada energi yang tersimpan dalam bentuk energi potensial (Ep). Ek = Em.Sedangkan Em= Ed+Ep. Energi potensial akan dapat cair atau dicairkan nanti ketika dibutuhkan.
Karena itulah kenapa ada istilah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ketika bersakit sakit, mereka mengumpulkan energi potensial sebanyak-banyaknya. Meski mereka hanya mendapatkan sangat sedikit dari apa yang seharusnya diterima namun mereka tetap saja bertindak dan bertindak, karena dia percaya sedang mengumpulkan energi potensial. Dimana pada saatnya nanti mereka akan mendapatkan semua apa yang telah dilakukannya.
Sedang sumber energi yang ketiga adalah Ikhlas. Ikhlas adalah melakukan sesuatu tanpa pamrih. Keihklasan ini sandarannya pada agama. Mereka yang memiliki keikhlasan akan bertindak karena Allah. Mereka tidak berharap balasan kecuali dari Allah. Dan mereka percaya bahwa Allah adalah sebaik baik pemberi balasan Dia tidak pernah ingkar janji. Karena itu mereka yang mempunyai keikhlasan yang baik, tidak pernah berpikir, reaksi yang diberikan orang lain dari tindakannya. Karena itu mereka berani tidak populer, berani menanggung derita, bahkan berani mengorbankan nyawanya.
Dengan energi seperti inilah mereka para orang sukses sanggup melakukan apa yang tidak mau atau bisa dilakukan orang kebanyakan. Dari sumber energi seperti inilah para orang sukses memiliki daya tahan yang tinggi dan berani all out dalam melakukan sesuatu, siap menderita, siap berkorban jiwa dan raga.
Inilah sumber energi yang dimiliki oleh orang sukses. Jika anda ingin sukses maka anda mesti memiliki sumber energi semacam ini. Jika anda memiliki sumber energi semacam ini maka, anda sudah memiliki kekuatan untuk menggapai kesuksesan anda. Jika kekuatan ini aanda gunakan untuk meraih kesuksesan anda, maka saya yakin kesuksesan anda akan dapat segera anda raih.
Apakah anda ingin memiliki energi seperti ini? Anda sudah tahu caranya untuk memilikinya? Ya, sebenarnya sangat mudah. Anda hanya diminta mengubah orientasi hidup anda. Singkkirkan egoisme anda. Tanamkan dalam diri anda, bahwa anda lahir kedunia ini bukan hanya untuk diri dan keluarga anda. Keberadaan anda di dunia ini adalah sebagai wakil Allah untuk memakmurkan, memanfaatkan dan mengelola dunia ini untuk menjadikan kehidupan ini lebih baik bagi semua orang.
Jika orientasi hidup anda sudah seperti diatas, maka lambat laun energi anda akan meningkat. Semakin tinggi pemahaman anda tentang kehidupan, semakin tinggi kesadaran anda tentang kehidupan maka semakin besar pula sumber energi yang anda miliki. Sehingga jika sumber energi ini semakin kuat maka tidak ada yang bisa menahan luapan energi yang anda miliki kecuali kematian.
Semoga Bermanfaat
See at the top
Posted by Unknown at 07.10 1 comments
What is your Mission
Dalam pertemuan kewirausahaan maupun bertemu dengan mereka yang baru memulai usaha, saya sering dianggap sebagai orang yang mematahkan semangat teman-teman pengusaha pemula . Hal ini karena saya sering melontarkan kritikan tentang, usaha yang mereka lakukan. Kritikan tersebut sebenarnya keluar dari rasa keprihatian yang mendalam, dimana saya sangat ingin mereka berhasil dalam usaha yang dirintisnya. Disamping itu saya juga kepengen usaha, teman-teman ini mempunyai visi dan misi yang jelas meskipun dimulai dari bawah.
Kritikan ini hadir juga disebabkan , kenyataan yang terjadi dilapangan betapa banyak pengusaha pemula yang gulung tikar. Menurut saya kegagalan tersebut disebabkan oleh cara berpikir yang pragmatis, memulai dari yang sederhana, mudah dan murah. Cara berpikir seperti ini jika dilakukan oleh mereka yang berpendidikan setingkat SMA, tidak masalah. Namun jika cara berpikir ini juga digunakan oleh mereka yang lulusan sarjana, insiyur, saya menjadi sangat prihatin.
Keprihatian saya ini paling tidak dikarena oleh 3 hal, pertama adalah rasa sayang terhadap ilmu yang telah mereka pelajari ketika kuliah. Masak seorang sarjana tehnik informatika mau usaha jualan mie ayam. Meskipun ada kemungkinan mereka berhasil, saya yakin kemungkinan besar mereka akan gagal. Karena apa? Karena mereka tidak akan total mengurusi usaha mie ayamnya.
Keprihatinan kedua adalah, kasihan mereka yang tidak sekolah atau yang sekolahnya rendahan harus bersaing dengan mereka yang sarjana. Dan keprihatinan yang ketiga adalah, lalu siapa yang akan menggarap lapangan usaha, dibidang Permesinan, IT dan bidang bidang usaha yang menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang tinggi? Padahal jenis usaha inilah yang sekarang ini masih kosong dan jarang pesaingnya. Jenis lapangan usaha inilah kedepan yang mampu membuat bangsa kita, negara kita sebagai negara yang kuat. Karena apa? Karena rakyatnya mau berpikir besar, dan melakukan hal-hal sulit.
Jika diperhatikan motivasi seseorang untuk memulai usaha, digerakkan oleh dua hal. Pertama adalah harta. Mereka berusaha karena mencari harta atau uang. Mereka yang berusaha dengan motif uang ini, akan berpikir usaha apa saja yang penting menghasilkan. Sehingga mereka terkadang kurang menghiraukan aturan agama. Mereka berusaha apa saja meskipun tidak sesuai dengan passion dan keterampilannya. Mereka yang berusaha dengan motip uang biasanya usahanya tidak konsisten, mereka mudah pindah-pindah bidang usaha dan selalu mengikuti trend. Temannya sukses dibidang A, maka mereka akan beralih dibidang A. ketika diperjalanan usahanya tidak menghasilkan sesuai yang diharapkan, bukan mencari penyebab kenapa ini terjadi, tetapi dia tengok kekiri dan kekanan mencari peluang-peluang baru. Mereka yang berusaha dengan motip uang tidak memiliki semanagt yang besar, meraka akan mudah puas dan cepat putus asa. Mereka tidak mampu menjadi perusahaan besar.
Penggerak motivasi berusaha yang kedua adalah berkontribusi atau spiritual. Mereka yang berusaha dengan motip kontribusi atau spiritual memiliki visi dan misi yang jelas. Mereka berusaha disesuaikan dengan passion dan skill mereka. Mereka tidak mudah digoyahkan oleh warna hijau rumput tetangga. Mereka akan tetap konsisten meniti jalan usaha yang dituju. Meskipun usahanya tertataih tatih mereka tidak peduli. Meskipun usahanya tidak menghasilkan mereka tidak peduli. Karena mereka berusaha untuk berkontribusi, bukan sekedar mencari uang. Mereka sudah merasa cukup mendapatkan kepuasan membantu, mempermudah orang lain. Mereka perpendapat mereka bekerja bukan untuk mengejar uang namun mereka ingin dikejar uang.
Jika anda perhatikan perusahaan yang digerakkan oleh semangat kontribusilah yang akan mampu menjadi perusahaan besar dan mendunia. Anda tahu semangat apa yang ada dalam perusahaan Ford, Microsoft, Honda dan lain sebagainya. Ya mereka digerakan oleh semangat kontribusi. Mereka ingin membantu masyarakat mendapatkan produk yang murah sehingga semua masyarakat dapat menikmatinya.
Bagaimana? Anda masih mau berpikir pragmatis dalam berusaha dan masih mau mngejar mengejar-ngejar uang terus? Anda akan capek. Sungguh akan capek.
Bukankah lebih enak jika anda dikejar oleh uang. Anda duduk-duduk uang datang sendiri. Anda berlari, uang mengejar anda. Anda tidur uang berduyun-duyun datang memenuhi rumah anda. Jika ini yang anda inginkan, hanya satu jalannya. Awali niat usaha anda dengan niat kontribusi. Anda ingin memudahkan orang. Anda ingin membantu orang. Anda ingin menyediakan sesuatu yang sangat diinginkan oleh orang lain. Memang awalnya sulit tapi endingnya anda akan mandi uang. Mau?
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 13.46 8 comments
Sabar dalam Menggapai Mimpi
Apakah saat ini anda sedang mengalami keraguan dalam menggapai impian anda, antara dilanjutkan atau diabaikan?. Karena anda telah merasa berjuang dan berkorban terlalu banyak. Karena anda telah merasa menginvestasikan waktu, tenaga, harta dan pemikiran terlalu besar namun hasilnya belum nampak sama sekali?
Bersabarlah. Sebenarnya mewujudnya impian anda dalam kenyataan hanya menunggu waktu saja. Jika impian anda saat ini belum terwujud itu bukan berarti anda tidak layak mendapatkanya. Itu boleh jadi belum waktunya anda mendapatkannya. Itu boleh jadi cara yang anda gunakan belum mengarah ke pencapaian impian yang anda inginkan. Atau itu boleh jadi apa yang anda korbankan atau nilai tukar yang anda berikan belum sebanding dengan impian yang anda inginkan. Jika anda mengimpikan BMW baru sementara anda baru punya uang Rp.200 jt, dan anda mengingin pembelian cash, maka anda harus sabar menunggu hingga memeliki uang senilai BMW tersebut.
Percayalah, bahwa apapun impian anda selama itu masih masuk dalam batas dapat diterima akal, akan dapat terwujud. Saya pernah mengalami sendiri. Bukankah dalam kenyakinan kita, bahwa umur, jodoh dan rizki itu sudah digariskan oleh yang Kuasa? Jika memperhatikan ini, seakan kita tidak bisa memilih dalam soal jodoh. Semua sudah diatur, kita tinggal pasrah saja.
Tetapi soal jodoh ini, ketika masih kuliah saya mengajukan 4 syarat, yaitu, pertama, umur lebih muda 4 tahun, pertimbangannya adalah katanya wanita lebih cepat tua dibandingkan laki-laki. Nanti kalau saya mau lari istri gak bisa diajak lari repotkan? Hehe he.Syarat kedua adalah, berjilbab. Ini sebagai tanda calon istri yang solihah, yang paham agama dan rajin mengaji. Syarat ketiga adalah, pegawai negri. Kenapa? Karena saya ingin menjadi seorang wiraswasta, saya ingin dapur keluarga kami nanti tetap ngebul bagaimanapun keadaan saya. Disamping supaya istri memiliki banyak waktu dirumah. Dan Syarat keempat, mau memliki anak empat. Alhamdulillah semua impian atau syarat itu terpenuhi oleh istriku, bahkan kami mendapatkan bonus satu anak, menjadi 5. Dan jika yang keguguran dihitung menjadi 6. Jadi meskipun jodoh sudah ditentukan oleh yang kuasa namun kita masih bisa memilihnya, mengajukan syarat-syaratnya yang sesuai dengan impian kita.
Untuk mendapatkan istri yang sesuai dengan impian kita tentunya tidak mudah dan diperlukan kesabaran. Bagaimana tidak, dalam perjalanan mencapai impian itu saya dipertemukan dengan wanita-wanita yang menarik hati.
Ketika kuliah, saya dipertemukan dengan seorang wanita yang menarik hati saya. Bahkan wanita ini boleh dikata cinta pertama saya. Ketika masih dalam suasana pertemanan, saya menyarankannya untuk memakai jilbab namun rupanya dia keberatan, dengan alasan belum siap. So meskipun hati saya sangat terpaut dengannya, namun dalam pikiran sadar saya selalu mengatakan, “Dia tidak masuk dalam impianmu meskipun sangat menarik hatimu “. Berat memang berjuang untuk menghapusnya dalam kenangan, tetapi itulah resiko yang harus aku alami untuk menggapai atau mewujudkan impian.
Kemudian ketika bekerja saya dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik, kuning langsat, tinggi semampai dan orangnya sangat perhatian. Namun 3 syarat pertama tidak terpenuhi. Karena umurnya sama dengan saya, tidak berjilbab dan tidak pegawai negri. Banyak orang yang menyayangkan saya tidak kawin dengan dia. Apalagi belakangan pakaiannya yang dulunya suka pakai rok setinggi lutut kini sudah menutupi mata kaki dan memaki baju lengan panjang. Namun dia belum sampai mengenakan jilbab.
Lalu suatu saat bertemu dengan seorang gadis yang berjilbab dan umur beda 3 tahun. Namun dia bukan pegawai negeri. Ya Tuhan, akhirnya gagal juga. Sementara usiaku kian lama kian bertambah. Dan saat itu sudah berumur 28 tahun. Lalu sampai kapan aku akan mengejar impian itu?
Rintihan dan doa aku panjatkan setiap hari. Oh ternyata calon istri saya memang sedang dipersiapkan. Dia baru mau lulus kuliah dan dia baru mau menjadi calon PNS sebagai Dosen. Dan dia baru kurang lebih setahun memaki jilbab dan tepat seperti impian saya umurnya beda empat tahun. Subhanallah
Tahukah pembaca keyakinan apa yang menguatkan saya bahwa dia calon yang tepat buat saya meskipun awalnya tidak seberapa mencintai dia. Saya bermimpi dalam suasana yang gelap, ada suara yang lantang mengatakan “ JIka kamu mengawini dia, maka umurmu akan panjang, anakmu akan banyak dan rizkimu akan berlimpah” itu kata kata yang aku ingat. Mudah-mudahan masih ada tambahannya, “hidupmu akan berkah” amin ya robbal alamin
Semoga bermanfaat.
See you at the top
Posted by Unknown at 09.51 9 comments
Tampilkan, peran terbaikmu
Disela-sela seminar “ innovation for competitiveness” yang diselenggarakan Jababeka Innovation Center, saya bertemu dengan teman lama. Setelah perbincangan cukup lama, sang teman bertanya” Sampean mengembangakan usaha Properti pakai modal sendiri atau bank?”
“Pakai modal sendiri” jawab saya singkat.
“lo, bukannya kita lebih baik menggunakan modal dari bank, sehingga kita bisa menggunakan modal sendiri untuk hal-hal yang lebih tidak bisa dibiayai oleh bank.”
“ Saya mengiginkan keberkahan dan ketenangan”.
“ Bicara soal keberkahan, bagaimana pendapat sampean, tentang ; kita sudah berusaha yang terbaik, tidak mau menyakiti orang, tidak pernah ngemplang utang, terus kenapa kita disakiti dan dikemplang orang lain ya? Kita sudah berusaha baik dengan karyawan, mendidiknya, memberi fasilitas yang cukup kenapa, mereka tetap saja keluar bahkan menjadi pesaing kita ya?”
“Jika kita memahami tentang kehidupan , sebenarnya kehidupan ini semuanya adalah ujian. Apa yang terjadi pada diri kita baik itu berupa kebaikan atau keburukan semuanya adalah ujian. Namun kebanyakan kita memahami ujian itu hanya sesuatu yang membuat kita sedih, susah, celaka, dan kecewa saja. pokoknya sesuatu yang tidak mengenakkan bagi kita. Sementara jika kita mendapatkan kemudahan, keberlimpahan, kesehatan dan semua yang membahagiakan kita menyangka bukan ujian tetapi karunia dan kasih sayang Allah. Padahal ini semua juga ujian, bagaiman kita bersikap dalam menerima karunia itu. Padahal jika Allah sayang pada hambanya, jika Allah ingin mengangkat kedudukan hambanya, jika si hamba tidak mampu mulia dari amal yang dilakukannya, maka Allah akan memberinya ujian ujian kesusahan, kekecewaan dan kesedihan. Allah akan mengangkat derajatnya lewat kesabaran si hamba. Allah akan membersihkan dosa si hamba dengan malapetaka dan kesusahan hidupnya. ”
“Jadi, bagaimana seharusnya kita bersikap?”
“Jika kita ingin hidup bahagia, aman, tentram, damai dan sejahtera, anggaplah hidup ini sebagai panggung sandiwara. Perankan dengan baik bahkan yang terbaik peran yang akan kita ambil. Kemudian apapun yang terjadi pada diri kita baik yang berasal dari kondisi lingkungan maupun orang-orang yang ada disekitar kita, anggaplah itu memang sessuatu yang mesti ada, sebagai penegasan peran yang kita ambil. Jika kita memiliki pandangan demikian maka tidak akan pernah membeci orang yang berperan sebagai orang judes kepada anda. Kita tidak akan marah terhadap orang yang tidak membayar hutangnya pada kita. Kenapa? Karena orang itu memang disuruh oleh sang sutradara untuk berperan pengemplang uang kita. Kenapa kita marah kepadanya. Kalau toh kita mau marah mestinya marahnya pada sang sutradara. Jika kita tidak terima dengan perlakuan peran si pengemplang uang kita, berarti kita bukan seorang pemain yang baik. Sebagai resikonya kita digolongkan sebagai pemain yang tidak baik. Tidak kompeten dan kita akan mengalami kekecewaan dan penderitaan karena sikap si pengemplang. Jika kita kemudian jatuh tersungkur karena sikap si pengemplang jangan salahkan mereka. Itu salah kita sendiri, karena kita salah mengambil sikap”
“ oh lantas, jika di dholimi orang lain kita, pasrah, diam saja dan bersyabar?”
“ Ya, tidak begitu. Kita tetap berusaha agar uang kita kembali, dengan cara yang baik dan hati yang dingin tentunya. Karena bukankah kita ingin mencari ketenteraman dan kebahagiaan hidup? Jika kita mengembangkan sikap amarah, belum tentu uang kita akan kembali namun yang pasti hati kita akan hancur, badan lemas dan pikiran buntu. Kita akan mengidap tekanan darah tinggi dan stroke.Kemalangan yang benar benar membuat diri kita malang. Namun jika kita bersikap dengan hati yang dingin, meskipun uang kita tidak kembali, kita masih bahagia, kita masih mempunyai semangat hidup dan pikiran yang jernih. Dan kita masih punya kesempatan untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dari yang hilang”
“ Sampean sudah bisa seperti itu?”
“ Belum, kita memang masih terus belajar, memerankan yang terbaik peran yang kita ambil. Permasalahan hidup akan terus kita hadapi selama kita masih hidup. Kita terkadang kalah dan salah bersikap dalam suatu momen. Itu hal yang wajar. Namun yang perlu kita usahakan adalah bagaimana kita bisa lebih banyak berperan yang benar dan terbaik. Karena tidak ada manusia yang tidak pernah salah.”
“ udah ya, yuk kita makan?!”
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 08.31 2 comments
Titik Balik
Pada perjalan hidup seseorang kadang diliputi suatu peristiwa sedih yang sangat membekas dalam hidupnya. Bagi sebagian orang ternyata peristiwa sedih, kecewa, dan duka ini mampu dijadikan sebagai langkah awal atau titik balik untuk merubah arah kehidupannya. Sehingga peristiwa sedih itu tidak berujung pada duka yang berkepanjangan. Namun berubah menjadi nikmat. Ya tepatnya sengsara membawa nikmat.
Saya memiliki seorang teman yang hanya lulusan SMP namun, cukup sukses dalam hidupnya. Karena penasaran terhadap pencapaian yang dia lakukan maka saya mencoba mengetahui latar belakangnya. Ternyata dia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini dikarenakan rasa marahnya terhadap bibinya.
Ketika merenungi hidup saya ternyata, disepanjang perjalanan, saya sering menggunakan kekecewaan dan kesedihan sebagai titik balik. Saya menjadikan peristiwa-peristiwa sedih yang menimpa pada diri saya sebagai pembangkit energy sehingga seakan saya tidak kekurangan energy tidak kekurangan semangat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.
Ketika mendapati saya dilahirkan dari keluarga miskin, saya terpacu untuk keluar dari belenggu kemiskinan. Energy yang muncul dari semangat ini memunculkan ide untuk menjadi seorang sarjana. Untuk menggapai keinginan tersebut muncullah tekad yang luar biasa yang mampu menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Saya tidak peduli berapa lama dan berapa sering saya harus belajar. Saya bawa buku kemana mana. Sambil mengembala kambing, mencari kayu bakar, menyangkul di sawah buku selalu menyertai saya. Sehingga sampai-sampai saya dijuluki sebagai professor. Julukan Professor itu bukannya menyurutkan saya untuk belajar, namun justru mendorong saya terus giat belajar. Julukan professor itu mendorong saya mengerik rambut di dahi saya. Sehingga nampak lebih lebar bak Professor beneran.
Ketika, saya duduk di kelas satu semester satu Madrasah Aliyah ( setingkat SMA ), saya mendapatkan masalah. Nilai olah raga di rapor hanya 5. Ketika saya konfirmasi ke guru olah raga, katanya karena saya tidak ikut ujian olahraga. Padahal saya merasa ikut ujian olah raga.Namun diakhir pertemuan sang guru mengingatkan ke saya, jika nilai olah ragaku nanti di semester 2 dapat 5 lagi maka saya tidak akan naik kelas.
Saya mengartikan peringatan ini sebagai ancaman. Saya mengartikan guru ini dendam kepada saya, terhadap kejadian salah nilai ketika di Madrasah Tsanawiyah ( setingkat SMP). Karena tidak nyaman dengan ancaman itu akhirnya saya pindah ke sekolahan lain. Ternyata disekolah baru ini saya mendapatkan nikmat. Saya langsung menjadi rangking satu dari kelas satu sampai kelas 3. Saya menjadi rangking satu itu bukan karena saya pintar tetapi karena teman-teman yang dibawah setandar. He he he.. Namun kepuasan mendapat rangking 1 itu tidak menyurutkan saya untuk terus dan terus belajar, karena target saya bukan disini. Target saya adalah perguruan tinggi negeri.
Kejadian lain adalah ketika saya mendapatkan rasa malu yang luar biasa. Bagaimana gak malu saya tidak bisa ngomng apa-apa ketika disuruh maju kedepan sewaktu latihan pidato. Ya Allah, ngomong didepan teman sendiri saja tidak bisa keluar. Dada bergemuruh seakan mau meledak. Kejadian ini membuat semangat saya bangkit. “Lip, katanya kamu ingin jadi sarjana. Lalu sarjana macam apa jika kamu tidak bisa bicara didepan umum. Bagaimana kamu bisa menjadi pemimpin, jika tidak bisa bicara didepan umum?” kata-kata itu terus mengiang-ngiang dalam hatiku, sehingga mampu mendorongku untuk terus dan terus latihan pidato. Sebagai endingnya saya dipilih membawakan sambutan sebagai wakil kelas 3 ketika pelepasan murid kelas 3, dihadapan rastusan orang. Padahal banyak teman-temanku yang ahli dalam berpidato.Dan yang lebih menyenangkan, ketika turun dari podium ada kata-kata yang menyejukkan dari seorang ibu dari adik kelas yang dulu sempat saya taksir. “ Nak, Pidatomu bagus”
Kejadian berikutnya adalah komentar yang jelek dari teman saya sewaktu di Madrasah aliyah. “ Lip, kamu memang pintar, tapi kamu angkuh dan sombong.”. Komentar ini laksana petir ditelinga saya. “angkuh dan sombong” benarkah saya demikian? Jika saya angkuh dan sombong apa modal saya? Saya anaknya orang gak punya apa yang saya sombongkan? Apa itu mungkin karena sipat pndiam saya, sehingga saya tidak mau bergaul akrab dengan teman-teman. Apa itu karena saya tidak mau diajak mbolos sekolah? Atau itu karena saya tidak mau dicontekin? Namun dalam hatiku sebenarnya aku juga ingin mempunyai teman, pergi bersama-sama, bercanda-canda layaknya anak muda lainnya. Namun saya tidak mau mengorbankan masa depanku dan cita-citaku. Bagiku satu-satunya cara agar aku bisa kuliah adalah masuk diperguruan tinggi negri lalu mendapat biasiswa.
Namun, kata-kata itu mampu membuat diriku berubah dari pendiam menjadi ceria, bersahabat dengan teman-teman, setelah saya menemukan jawabannya dari sebuah buku “bahasa perasaan”. Saya teringat dalam buku tersirat kalimat”Janganlah kamu mengatakan seseorang itu sombong atau angkuh sebelum kamu menyapanya. Jika setelah kamu menyapanya tapi dia tidak membalas sapaan kamu, baru kamu bisa mengatakan dia itu sombong dan angkuh”. Ahai, saya menemukan jawabanya. Ternyata selama ini saya pendiam dan salah dalam mengamalkan sebuah Hadist yang berbunyi. “jika kamu tidak bisa berkata baik lebih baik diam” Sejak itu saya mulai menyapa orang lain. Dan sebagai endingnya, ada kata kata yang menyejukkan dari seorang adik kelas setelah setengah tahun tidak bertemu” Lip, makan apa aja selama ini. Sungguh kamu telah berubah banyak.”
Kejadian ke lima, ketika saya bekerja. Diawal-awal saya bekerja, tempat kerja saya bagaikan neraka saja layaknya. Saya bekerja disebuah perusahaan kecil, dimana, pemiliknya suami, istri dan orang tuanya bekerja disana. Namun si istri mempunyai temperamen tinggi. Orangnya gugupan, mudah marah dan kiler. Banyak orang yang tidak bisa bekerja sama dengan dia, termasuk saya. Hampir setiap malam saya mimpi buruk, sampai sampai kakak saya menyarankan untuk pindah kerja saja.
Namun kejadian ini saya menantang saya. “Saya harus bisa menaklukkan dia.” Tekad saya dalam hati. Lalu saya bekerja sebaik mungkin. Saya mengerjakan apa saja. saya berusaha dengan keras bagaimana agar perusahaan ini bisa berkembang dan maju. Akhirnya sang suami suka dengan kerja saya. Pada saat itulah sang istri tidak bisa berbuat semena-mena dengan saya, sehingga saya minta pada sang suami agar sang istri kerja dirumah saja. sejak saat itu perusahaan terasa adem ayem penuh dengan kedamaian.
Itulah beberapa kisah sedih, yang jika kita menyikapinya dengan cara yang baik, bukan menjadikan kesedihan yang berkepanjangan. Namun justru mampu menjadi titik balik dalam hidup untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Jadi jika anda mengalami kepahitan, dan kegetiran hidup, jangan bersedih. Jadikan apa yang anda alami itu sebagai penyemangat hidup. Jadikan semua itu sebagai energy yang tiada habisnya untuk menggapi kehidupan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 08.59 0 comments
4 Pelajaran Kesuksesan Dibalik Perintah Sholat (part 2#)
Pada postingan “ 4 pelajaran kesuksesan dari perintah sholat” yang lalu,kita telah sampai pada poin kedua. Pada postingan kali ini kita akan membahas poin ke 3 dan ke 4.
3. Ada hadist Nabi yang menyatakan kurang lebih, barang siapa sholat ‘Isa berjamaah di Masjid, maka baginya pahala seakan akan sholat separo malam suntuk. Dan Barang siapa sholat ‘Isa’ dan shubuh berjamaah di masjid, maka baginya seakan akan sholat semalam suntuk.
Dalam hadist lain dinyatakan bahwa, barang siapa sholat subuh berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk di Masjid hingga matahari terbit kemudian sholat 2 rokaat, maka baginya mendapatkan pahala umrah.
Apalagi diwaktu shubuh, kebanyakan manusia lebih cenderung bermalasan-malasan untuk bangun kita dirangsang dengan pahala yang cukup menggiurkan untuk bangun dan melakukan sholat. Kondisi ini tentu sangat berat bagi mereka yang kurang peduli terhadap masa depan (baca Akhirat). Padahal waktu shubuh itu waktu yang sangat baik bagi kesehatan otak dan tubuh kita.
Hadist tersebut seakan menyatakan jika anda ingin sukses mendapat imbalan yang jauh lebih besar dari orang lain, maka mulailah lebih awal dan selesailah lebih akhir. Ketika orang lain masih tidur anda sudah bangun ketika orang lain bangun anda sudah berjalan atau bahkan anda sudah lari. Ketika orang lain sudah istirahat anda masih kerja, ketika orang lain sudah tidur anda masih juga bekerja.
Lewat hadist ini Rasul juga ingin memberitahu bahwa, pada diri kita ada waktu waktu produktip, maka bekerjalah pada waktu-waktu itu, maka hasilnya akan berbeda dengan waktu yang lainnya.
4. Ada hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, sholat di Masjidku pahalanya 1000 kali, dan sholat di Masjidil haram pahalanya 100 000 kali, dibanding sholat di masjid masjid lain.
Arti tersirat dari hadist tersebut adalah, jika anda ingin sukses mendapat imbalan yang lebih banyak, ada tempat tempat tertentu yang memberikan imbalan yang jauh lebih besar dar pada tempat yang selama ini kita tempati. Jika anda anda sekarang menjadi seorang staff anda akan mendapatkan gaji yang berlipat jika anda seorang manager atau President Direktur. Jika anda sekarang seorang karyawan yang hebat dan berprestasi anda akan mendapatkan penghasilan yang berlipat jika menjadi seorang pengusaha yang hebat.
Jika anda sekarang menempati tempat usaha yang biasa-biasa saja tanpa pertumbuhan yang berarti percayalah akan ada tempat yang cocok dengan usaha anda, sehingga usaha anda akan berkembang dengan pesat. Jika system usaha anda tidak bisa membuat pertumbuhan usaha anda berkembang dengan baik, percayalah akan ada cara atau system yang dapat melejitkan usaha anda dalam waktu yang lebih singkat.
Tentunya jika anda ingin pahala sholat 100. 000 kali anda mesti sholat di Masjidil Haram, anda mesti memiliki bekal utamanya kesehatan, waktu dan biaya. Begitu pula ketika anda ingin berpindah tempat untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar, dari staff ke Direktur Utama, dari Pekerja ke Pengusaha, dari pengusaha kacangan menjadi pengusaha besar, anda mesti meluangkan waktu, biaya dan tenaga untuk mencapai tempat tersebut.
Namun kebanyakan dari kita kurang memperhatikan dalam masalah ini. Mereka katanya ingin perubahan hidup, perubahan karier, perubahan penghasilan, namun mereka tidak mau pindah dari tempat yang sekarang. Bukankah seorang tukang sapu jalan, tidak mungkin mendapatkan gaji 10 juta meskipun dia sudah bekerja puluhan tahun?
Bahkan ada yang merasa, sudah berbuat banyak, menjadi karyawan baik, berbuat sebaik mungkin dalam bekerja, lalu mereka heran kenapa kariernya tidak kunjung naik. Kenapa gajinya tidak kunjung berubah. Perlu anda sadari baik saja tidak cukup, tetapi anda mesti jauuuh lebih baik dari orang-orang disekitar anda. Itu baru harga minimal yang harus anda bayar, jika anda ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari sekarang.
Semoga bermanfaat
Seeyou at the top
Posted by Unknown at 07.12 0 comments
Bahagianya Menitikkan Airmata
Kapan anda terakhir menangis ? menangis! Ah cengeng. Begitulah kebanyakan pendapat banyak orang. Apalagi bagi seorang laki-laki. Anda teringat kata-kata ibu? “ anak laki-laki kok nangis, cengenng!’ begitu kira-kira kata ibu ketika mendapati anak laki-lakinya jatuh lalu menangis.
Saya termasuk orang yang susah menangis. Bahkan ketika ikut pelatihan kemudian di sesi terakhirnya ada muhasabah, para peserta yang lain kebanyakan menengis sesenggukan, mata saya tetap mengering. Sehingga saya jadi heran dengan diri saya sendiri, kenapa saya susah menangis. Sudah membatukah hati saya?
Akhirnya, tangis itu tertumpah juga, ketika saya berdoa dihadapan Ka’bah. Ya Allah ternyata menangis itu indah dan bahagia sekali. Saya menangis sepuasnya, tidak kuhiraukan didekatku ada istriku dan banyak orang lain. Rasanya aku hanya asyik dengan diriku sendiri. Ya indah, benar benar indah sekali.
Kini hatiku, gersang lagi. Kini hatiku keras lagi. Mungkin penyebabnya adalah banyaknya pekerjaan dan tekanan yang datang sehingga tiada waktu untuk menangis. Ketika badan sangat letih sehabis bekerja, masalah banyak yang datang, hati mulai bertanya; apa sebenarnya yang engkau cari? Itupun tidak mampu menitikkan air mata.
Mahalkah air mata itu? Ingin rasanya aku membelinya. Karena ternyata dibalik air mata itu ada kedamaian ,kebahagiaan dan keindahan. Ya aku sangat merindukan berlinangnya airnata itu. Aku ingin seperti para sholeh yang selalu mengucurkan airmatanya setiap malam dihadapan Raja alam ini. Sering juga aku mencoba cara ini namun gagal.
Dibalik kurinduanku menetesnya airmata, terdengar pertanyaan dalam hati, apakah air mata yang tercurah dari mereka yang papa juga seindah dan sebahagia tetesan airmata yang kurasakan. Jika benar alangkah indahnya hidup mereka. Namun jika tidak, ingin rasanya aku ulurkan sapu tangan untuk mengusap airmatanya.
Suatu pagi, airmata ini mengucur deras ketika saya membaca tulisan yang berjudul” tidak ada yang salah dengan sedekah” tulisan tersebut, mengisahkan seseorang yang sangat ingin bersedekah, lalu dia menyisihkan sebagian dari hasil usahanya, setelah satu tahun berjalan dan uang yang terkumpul sudah sangat banyak, didalam hari yang buta dia bawa uang tersebut dan ingin disedekahkan. Dalam perjalanan remang-remang ada seorang wanita dipinggir jalan.” Mungkin wanita ini yang sangat membutuhkan uang sedekah saya” pikirnya dalam hati. Lalu tanpa pikir panjang dia lemparkan bungkusan uang tersebut kemudaian dia lari. Karena tidak ingin identitasnya diketahui.
Esok paginya, terjadi kegemparan. Seorang pelacur, mendapat lemparan uang puluhan juta rupiah. “Ya, Allah, alangkah malang nasib ini, mau berusaha sedekah dengan ikhlas saja ternyata salah alamat” batinnya dalam hati. Namun orang tersebut tidak putus asa, dia mulai menabung lagi untuk melakukan sedekah kembali. Setelah uang terkumpul cukup banyak, ditengah malam yang gelap, dibawalah uang tersebut untuk disedekahkan. Dalam perjalan dia melihat sosok orang tua yang membawa tongkat. “ kali ini saya tidak akan salah lagi, inilah orang yang benar-benar membutuhkan sedekah saya” pikirnya dalam hati. Akhirnya tanpa pikir panjang dilemparlah bungkusan uang tertsebut, sambil lari dan berteriak.”terimalah ini sedekah saya”.
Esok paginya terjadi kegemparan, ada orang tua yang kaya namun pelit mendapat sedekah. “ Ya Allah, ternyata aku masih salah lagi?” kata seorang yang ahli sedekah ini. Dalam hati dia berniat, akan kucoba sekali lagilah. Kalau nanti salah lagi ya sudah. Dia mulai mengumpulkan uang lagi. Dan setelah terkumpil cukup banyak, sebagaimana yang dilakukan ditahun sebelumnya, dia membawa uang tersebut ditengah malam yang gelap. Dalam perjalanan dia menemukan seseorang yang sedang duduk dipinggir jalan.” Ya saya tidak akan salah lagi, orang inilah yang sangat membutuhkan bantuan saya. Jika tidak kenapa dimalam yang gelap hanya sendirian?” pikirnya dalam hati. Lalu dilemparkanlah uang tersebut sambil lari dan berkata, “terimalah sedekah saya”. Esok paginya, terjadilah kegemparan, seorang yang biasanya mencuri mendapat uang sedekah puluhan juta rupiah. “ ya Allah, rahasia apa dibalik semua ini. Untuk bersedekah saja ternyata sulit” gumam ahli sedekah ini.
Dua puluh tahun kemudian ahli sedekah ini mendatangi pengajian dari seorang ustad muda yang sangat terkenal. Sang ustad bercerita bagaimana tentang perjalanan hidupnya. Ternya dia adalah anak dari seorang pelacur yang mendapatkan sedekah dimalam hari itu. Setelah dia mendapatkan sedekah tersebut sang pelacur bertaubat dan dengan uang sedekah yang puluhan juta tersebut digunakan untuk membesarkan dan menyekolahkan anaknya sehingga menjadi ustad yang luar biasa ini.
Tidak berapa lama kemudian ahli sedekah ini juga mendapat kabar, ternyata orang tua yang kaya dan pelit tersebut sudah meninggal dan sebelum meninggal dia menyedekahkan hampir semua kekayaannya karena merasa malu, menerima sedekah diwaktu malam hari itu.
Kemudian maling yang dulu mendapatkah sedekah tersebut, akhirnya menjadi wali yang sangat terkenal, karena ketika malam itu dia sebenarnya sedang merencanakan pekerjaannya. Namun hatinya bimbang dan berjanji dalam hati akan bertaubat jika malam ini mendapatkan uang banyak. setelah mendapatkan uang sedekah dadakan ini sang maling akhirnya benar-benar bertaubat dan menjadi wali yang terkenal.
Allahu akbar. Tahukan sobat ketika saya menceritakan kisah ini mata saya memerah menitikkan air mata. Tahukan sobat ketika cerita ini saya sampaikan dihadapan para karyawan saya, air mata ini mengalir dan lama saya berhenti tidak bisa meneruskan kata kata saya.
Air mata itu benar-benar indah dan membahagiakan. hati tersa lembut dan melegakan. Lalu apa yang anda rasakan?
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 10.14 2 comments
4 Pelajaran Kesuksesan Dibalik Perintah Sholat (part 1#)
Dalam Islam sholat merupakan ibadah yang utama. Bahkan dinyatakan oleh Nabi, sholat diibaratkan sebagai tiang agama. Maka barang siapa yang mendirikan sholat dengan baik, dianggap mendirikan agama. Dan barang siapa yang meninggalkan sholat, berarti merobohkan agama dalam dirinya.
Dalam hadist yang lain dinyatakan bahwa, amalan yang pertama dihisab atau dinilai adalah sholat. Maka barang siapa mendirikan sholat dengan baik dan sempurna, maka dianggap baik pula amal-amal yang lainnya. Dan barang siapa kedapatan sholatnya tidak baik dan tidak sempurna, maka kemungkinan besar tidak baik pula amal-amalnya yang lain. Oleh karena itu jika ada yang melakukan sholat namun maksiat jalan terus, korupsi, pergaulan bebas, berakhlak yang tidak baik, maka perlu diragukan kualitas sholatnya.
Allah dan Rosulnya sangat menekankan perintah sholat ini, sehingga kita tidak dibolehkan meninggalkannya dalam kondisi apapun? Jika kita tidak bisa malakukan sholat dalam keadaan berdiri, dibolehkan duduk, jika tidak bisa duduk, maka dibolehkan berbaring. Jika tidak bisa dengan gerakan dapat dilakukan dengan isyarat. Jika terpaksa tidak bisa dengan isyarat dapat dilakukan dengan hati. Sampai akhirnya jika tidak bisa dilakukan dengan cara apapun maka wajib orang lain mensholatkan lalu dikubur.
Disisi lain jika tidak bisa dilakukan pada waktunya kita bisa melalukannya diwaktu lain dengan syarat dan ketentuan berlaku. Jadi intinya kita tidak bisa memberikan alasan dengan dalih apapun, untuk tidak melakukan sholat.
Lalu pertanyaannya adalah, kenapa Allah dan Rosulnya sangat menekankan tentang sholat ini. Apakah jika banyak orang yang tidak sholat berarti keAgungan dan keMuliaan Allah berkurang, karena i banyak manusia yang tidak patuh pada perintahNya?
Tidak. Sama sekali keAgungan Allah tidak akan berkurang sediktpun meskipun, seluruh manusia sejak jaman Nabi Adam sampai manusia terkahir ingkar terhadap perintah Allah. Lalu kenapa ?
Ternyata Allah ingin memberikan pembelajaran dan pelatihan kesuksesan bagi umat Islam. Menurut saya setidaknya ada 4 pelajaran Kesuksesan yang dapat diambil dari perintah sholat ini:
1. Jika Anda ingin sukses tidak boleh excuse atau alasan dalam kondisi apapun. Anda tidak boleh meninggalkan atau tidak mau mengerjakan dengan alasan kurangnya sarana prasarana. Anda tidak boleh beralasan tidak mempunyai modal untuk tidak melakukan usaha. Anda tida bisa mengatakan manajemen yang curang ketika karier anda tidak naik-naik. Anda tidak bisa beralasan kekurangan modal, ketika usaha anda tidak maju-maju.
Bahkan anda tidak boleh untuk tidak melakukan sesuatu meskipun anda terhalang untuk melakukan seseuatu pada waktunya. Anda harus menggantinya dilain waktu dan tidak boleh mengurangi atau meninggalkan pekerjaan lain karena alasan waktunya dipakai untuk mengganti pekerjaan anda yang tertunda. Sungguh ini merupakan disiplin yang amat sangat ketat. Jika ummat Islam mampu mengambil semangat ini, sungguh umat Islam benar-benar akan menjadi umat yang terbaik yang pernah hidup dimuka bumi ini.
2. Ketika cara anda melakukan sholat berbeda, pahalanyapun jauh berbeda. Anda melakukan solat sendiri, anda hanya dapat satu pahala. Anda melakukan dengan berjamaah, meskipun hanya dengan dua orang pahalanya berlipat 27 kali. Allah melalui perintah sholat berjamaah ini ingin menujukkan pada umat Islam, bahwa cara itu sangat penting untuk menggapai sesuatu. Kanapa ada orang yang gajinya 1 juta perbulan sementara yang lain mampu bergaji 1 milyar per bulan? Kenapa ada pengusaha yang hanya mempunyai profit 10 juta per bulan, sementara yang lain bisa memilki profit 50 milyar per bulan? Kenapa ada guru yang berpenghasilan 1-2 juta perbulan, sementara ada guru lain yang berpenghasilan puluhan juta perbulan? Sungguh ini hanya berbeda dalam cara melakukanya saja.
Kebanyakan orang, untuk menambah penghasilan banyak yang melakukannya dengan cara menambah jam kerja alias nglembur. Untuk menambah penghasilan, seorang guru mengajar dibanyak tempat, mengajar privat dan lain sebagainya. Cara ini sama saja dengan, untuk mendapatkan pahala 27 x anda melakukan sholat 27 kali. Jika anda melakukan sholat dhuhur 4 rokaat, lalu untuk mendapatkan pahala 27 x anda melakukan sholat dhuhur 27 x. uh berapa banyak waktu yang anda perlukan? Berapa banyak tenaga yang anda butuhkan?. Anda akan gempor, he he he.
Lalu bagaimana caranya? Bagi seorang pekerja, anda bisa melakukannya dengan mempersiapkan, membekali dan memantaskan diri, menanggung tanggung jawab yang lebih berat dan besar. Jika manajemen di perusahaan tempat anda bekerja tidak memungkinkan untuk meniti karier (menurut pandangan anda) jangan kawatir, intan yang berkilau akan selalu menarik bagi orang lain. Dan banyak orang yang menginginkan intan tersebut, apa lagi harganya lebih rendah dari harga pasar.
Bagi seorang guru, untuk menambah penghasilan mestinya tidak dengan mengajar dibanyak tempat atau anda menekuni profesi lain, tetapi jadilah seorang guru yang hebat, guru yang cemerlang dalam suatu bidang. Sekali lagi intan yang cemerlang akan menarik banyak orang. Anda akan dibayar mahal. Anda akan diminta membuat buku, anda akan diminta untuk memberikan seminar, dan pelatihan. Anda akan diminta untuk menjadi konsultan atau mentor. Anda akan tetap menjadi seorang guru yang mulia, membentuk peradapan bangsa, membangun genersi yang mulia, namun penghasilan anda jauh dan jauh dari guru yang biasa-biasa saja. Karena terbatasnya tempat, maka hikmah k 3 dan 4 akan dimuat pada edisi berikutnya
Semoga bermanfaat.
See you at the top
Posted by Unknown at 07.59 4 comments
Sebarapa Berat Beban Yang Anda tanggung
Suatu ketika saya berkunjung ke customer. Saya dapati dia sedang istirahat tiduran santai diatas sebuah bangku kayu yang cukup panjang. “ Gimana kabarnya mas, lagi santai ya?” kataku membuka percakapan setelah dia bangun dari tidurnya. Orang yang saya tanya diam saja, sambil membenahi baju dan rambutnya.
Kami berdua akhirnya ngobrol panjang lebar. Maklum kami memang sudah lama tidak ketemu setelah perusahaan saya, diblack list karena dianggap barangnya kurang bagus. Padahal barang itu rusak karena pada saat libur lebaran tidak dilakukan perawatan dengan baik. Masalah ini diblow up besar-besaran oleh salah satu karyawan perusahaan tersebut, yang mengharapkan komisi, dan kami tidak memberikannya. Karena perusahaan, PT Alfa Fikrindo Utama, kami berkomitmen untuk tidak memberikan komisi dalam bentuk apapun kepada customer.
Dalam percakapan tersebut saya menggali, kenapa nampaknya teman saya tersebut, tidak kunjung naik kariernya. Padahal dia seorang sarjana dan bekerja ditempat itu sudah puluhan tahun.
“Ah ngapain pak jadi manajer, gajinya tidak terpaut banyak. Tetapi pekerjaannya luar biasa banyak. Waktu kerja jadi tidak terbatas. Sering dimarah-marahin. Enakan begini santai.” Jawabnya ketika saya tanya tentang kariernya.
Akhir-akhir ini saya mendengar, dia telah dipromosikan menjadi manajer namun beberapa bulan kemudian diturunkan kembali karena rupanya dia tidak sanggup menanggung beban dan tugas sebagai seorang manajer.
Sahabatku, bagaimana anda memandang cerita diatas? Ya, inilah kehidupan, sebagaimana layaknya di sekolahan. Ketika anda mampu menerima pelajaran dan kemudian dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan guru, maka anda layak naik kelas. Ketika anda memang pantas naik kelas, maka anda akan bisa bertahan atau berprestasi di kelas yang lebih tinggi tersebut.Namun jika ada anak yang tidak mampu mencerna pelajaran dan mengerjakan soal-soal, kemudian si guru merasa kasihan dengan anak tersebut dan menaikkannya. Kemungkinan besar yang terjadi adalah anak tersebut tambah stress dan terpaksa guru menurunkan lagi kelasnya.
Dari cerita diatas dapat diambil pelajaran, ternyata kesuksesan itu berbanding lurus dengan kesanggupan beban yang dipikul. Makin besar beban yang mampu dipikul makin besar pula tingkat kesuksesan yang dapat diraih. Dengan kata lain, jika anda hanya mampu menyelesaikan permasalah Desa, maka anda hanya pantas sebagai kepala desa. Jangan bermimipi jadi camat apalagi jadi Bupati. Jika anda hanya mampu menanggung beban tugas Bupati, jangan bermimpi jadi Gubernur atau Presiden.
Lalu bagaimana agar kita mampu terus berkembang dan menanggung beban makin besar dan luas?. Otot dan otak kita telah memberi pelajaran. Otot yang kuat atau otak yang cerdas adalah otot atau otak yang selalu dilatih. Dimulai dari beban atau persoalan yang ringan terus berkembang menjandi beban dan permasalahan yang berat. Dimulai dari beban atau permasalah yang sempit menuju permasalahan yang luas dan komplek
Ketika karier anda masih staf, bayangkan apa yang akan anda lakukan ketika anda menduduki jabatan Manajer. Mulailah berpikir dan belajar bagaimana mengurus bawahan, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh seorang manajer. Jadilah sebagai manajer informal.
Kerjakan pekerjaan meskipun itu bukan bagian anda. Bantulah teman anda yang mengalami kesulitan baik pribadi maupun dalam pekerjaan meskipun mereka bukan sebagian dengan anda. Jika anda tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu teman tersebut, belajarlah atau tanyakan pada teman anda yang lain yang mengethaui permasalahannya.
Lo, kenapa kita mesti capek-capek begini? Anda melakukan semua ini adalah dalam rangka latihan dan mempersiapkan diri anda untuk menanggung beban dan permasalahan yang lebih berat lagi. Jika tugas anda sekarang ini hanya mengangkat beban 10 kg, tetapi tubuh anda sudah terlatih mengangkat beban 25 kg, bukannya anda tidak akan keberatan dan kesusahan jika anda dinaikkan pangkat dan diminta menanggung beban 25 kg?
Bersiap diri seblum tugas datang. Memantaskan diri sebelum tugas yang diharapkan datang. Bukankah itu kehidupan yang menyenangkan, tanpa beban dan kepayayaan. Karena keadaan dan kekuatan anda selalu diatas beban yang anda tanggung
Semoga bermanfaat. See you at the top
Posted by Unknown at 07.38 1 comments
Beranikah anda berkata: Maaf sudah adzan!
Sahabutku, beranikah anda berkata “ Maaf sudah azan saya tinggal dulu ke Masjid ya, atau anda ingin ukut?” ketika anda menerima tamu bisnis atau ketika banyak pembeli mengerumuni anda?
Ah, barangkali anda akan berkata sok alim. Bukankah sholat waktunya panjang. Bukankah Allah Maha Tahu dan Maha Pengampun? Sehingga Allah akan memaklumi anda sholat terlambat, karena menerima tamu. Bukankah Islam mengajarkan kita untuk memuliakan tamu?
Dulu, ketika saya bekerja, pernah menerima tamu non muslim yang akan memberikan order puluhan juta, ketika akan sholat jum’at. ketika itu perasaanku jadi gak karuan, antara pergi ke Masjid untuk sholat jum’at atau menerima tamu. Akhirnya saya memilih meninggalkan sholat jum’at, dengan dalih “saya ada tamu, sebagai orang Islam saya harus memuliakan tamu. Disamping itu bisa diganti dengan solat dluhur” Sementara disisi hati yang lain, sayang jika order ini sampai gagal. Kebayang dalam pikiran, mendapatkan komisi yang cukup besar.
Namun apa yang terjadi sahabatku ?. memang benar saya mendapatkan order itu, namun kami tidak dapat memakan sepersenpun komisi dari hasil penjualan itu. Barangnya banyak masalah sehingga perusahaan rugi,karena itu tidak mau member komisi ke saya.
Peristiwa ini sangat terbayang jelas. Saya tidak ingin peristiwa ini terulang kembali. Ya memang benar Allah Maha tahu dan Maha Pengampun, namun itu tidak berarti kita bisa dengan seenaknya mengabaikan panggilannya. Kita ini siapa dan sadarkah anda, siapakah yang sebenarnya yang memanggil anda untuk menunaikan sholat ketika azan? Apakah sang Muazin? Ya pada kenyataannya benar. Sang Muazinlah yang memanggil anda, namun pada hakikatnya yang memanggil anda adalah Allah penguasa seluruh alam. Yang member anda rizki, yang memompa darah di tubuh anda sehingga tetap bisa mengalir. Yang menggerakkan paru-paru anda sehingga leluasa bernapas. Akankah kita mengabaikan panggilan ini, demi sesuatu yang lebih kecil, yang tidak bisa memberi manfaat dan mudlorot atas seijinya? Andai anda seorang bos disebuah perusahaan, ketika anda memanggil dijawab” maaf ya bos, nanti di dulu ya. Saya masih ada urusan dengan office boy”. Bagaimana perasaan anda?
Beranikah anda berkata”maaf, di perusahaan kami, tidak mengijinkan pemberian tip atau komisi kepada customer”, ketika anda menerima telepon customer yang akan memberikan order jutaan rupiah?
Hari gini, berbisnis tanpa memberi komisi (suap ), mana mungkin? Ya nampaknya memang demikian. Jamannya memang sudah edan, jika gak ikut edan tidak kebagian. Namun sahabatku, se untung-untungnya orang edan masih untung orang yang waras yang eling.
Harta yang banyak dan berlimpah memang menyilaukan mata dan menggetarkan hati. Namun apakah artinya harta banyak tanpa keberkahan. Mereka yang memilki banyak harta, tanpa keberkahan bisa diibaratkan meminum air laut. Banyak air laut yang telah diminum namun, tidak pernah menghilangkan rasa dahaga. Orang luar memandang hartanya berlimpah namun siempunya merasa tidak memiliki apa-apa. Justru pengeluarannya terasa terus dan terus membesar, sehingga hidup terasa sempit. Masalah datang silih berganti. Anak kena narkoba, istri selingkuh, pacar gelap mengancam ingin membuka aib dimuka umum. Kehidupan semacam inikah yang diharapkan. Maukah anda hidup bergelimang harta menurut pandangan orang lain, namun anda sendiri merasakan hidup yang sempit dan menyesakkan.
Sahabatku, jika bisa kita memang memilih harta yang berlimpah dan berkah. Namun jika tidak bisa, dengan harta yang berkah cukuplah. Karena harta berkah, nampak oleh orang lain sedikit namun bagi empunya nampak berlimpah. Harta berkah akan membawa ketenangan dan kebahagiaan hidup. Anak-anak anda akan tumbuh menjadi anak menyenangkan dipandang mata. Istri anda akan menyejukkan dan membahagian jika dipandang. Keceriaan yang tulus kegembiraan yang meneduhkan akan terukir ke segenap penghuni rumah. Rumah merupakan tempat peristirahatan yang menyenangkan. Anda mau memiliki kehidupan yang demikian?
Sungguh, petingkan panggilan Tuhanmu. Datangilah rumah-rumah Tuhanmu. Bawalah pulang harta dan makanan yang jelas kehalalanya. Jangan terpedaya oleh banyaknya, tetapi pikirkanlah akan keberkahannya. Insya Allah surga dunia akan engkau raih. Dan siapa yang telah merasakan indahnya surga dunia, kelak mereka akan berhak menempati surga yang sebenarnya.
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 07.16 2 comments
Jangan bersedih: Disaat pintu didepan anda tertutup, ada pintu lain yang terbuka
Di awal awal saya memulai usaha, paling tidak ada dua orang sangat berjasa membantu saya menjalankan usaha ini. Sehingga saya merasa tidak sedikitpun mengalami kesulitan dalam mamulai usaha. Anugerah yang luar biasa besar ini tentu saja tidak diberikan secara cuma-cuma, kami telah membayar dimuka dengan menjaga hubungan yang baik dengan mereka.
Yang pertama adalah seorang vice presiden dari perusahaan spare part automotive. Beliau telah mempercayai saya untuk mensuplay element pemanas, sensor temperature dan oven atau furnace ke perusahaannya. Namun setelah usaha saya berjalan selama 2 tahun badai sunami datang. Ada salah seorang diperusahaan tersebut yang tidak suka dengan saya. Hal ini terbukti ketika ada tender yang melibatkan orang tersebut saya selalu kalah. Dan puncaknya ketika ada masalah dengan barang kami, yang sebenarnya itu kesalahan dalam penanganan dilapangan, kesalahan tersebut dituduhkan kepada kami dengan menganggap barang kami jelek. Masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar, namun di blowup besar-besaran sehingga perusahaan kami masuk dalam daftar hitam. Putus hubungan.
Anda tahu kondisi saya saat itu? Ya sedih, sedih sekali. Bagaimana tidak sedih. Perusahaan tersebut menyumbang omset lebih dari 60 %. Untung saya tidak jatuh dalam kesedihan yang berkelanjutan. Saya bergerak cepat untuk mencari customer-customer baru. Alhamdulillah, pintu pintu rezki ditempat lain masih banyak yang terbuka lebar. Kami akhirnya dalam waktu singkat kurang dari 3 bulan, omzet kami melebihi dari omzet sebelum badai sunami datang. Hingga sampai sekarang, Alhamdulillah dari tahun ke tahun omzet kami terus beranjak naik.
Yang kedua adalah seorang supplier. Beliaulah yang berani memberi hutang yang cukup besar hingga Rp. 60 juta, disaat kami baru memulai usaha. Sementara ada seorang teman, yang pada saat sebelum kami membangun usaha sendiri, saya berharap dia bermurah hati mau memberikan kredit barang, karena dia selalu menyarankan agar saya segera keluar kerja. Namun ternyata ketika kami mulai membangun usaha sendiri, boro-boro memberi kredit tetapi justru dia memusuhi saya. Saya tidak tahu alasan yang pasti kenapa dia mebenci saya, padahal dia ini teman dan senior saya.
Pada saat teman sendiri yang diharapkan bantuannya, justru memusuhi, Alhamdulillah saya dipertemukan supplier dari Amerika. Sungguh kekuatan Allah sangat berperan dalam hal ini. Bagaimana tidak. Supplier tersebut belum pernah ada hubungan sama sekali dengan saya. Namun mereka mau memberi kredit hingga 2 bulan kepada saya, sejak pembelian pertama. Padahal saat itu Indonesia dikenal oleh dunia luar dalam kondisi krisis. Supplier asing kebanyakan tidak mau member kredit. Tetapi mengapa mereka mau?
Itulah beberapa hal yang kami alami, yang initinya ketika pintu didepan anda tertutup, bukan berarti dunia telah kiamat. Percayalah masih banyak pintu-pintu lain yang lebih bagus terbuka lebar yang mempersilahkan anda masuk. Jika anda selalu optimis dan meminta bantuan dari yang Maha Kuasa, Tangan Allah akan membimbing langkah anda.
Apapun yang terjadi pada diri anda, adalah sudah kehendak Allah. Dan anda tahu bahwa, tiada Allah bermaksud jelek atau jahat, meskipun menetapkan sesuatu pada diri anda yang nampaknya menyusahkan dan menyedihkan anda. Percayalah itu semua adalah ibarat ujian bagi anak sekolah. Anda diberi masalah, sejatinya anda ingin dinaikkan derajatnya. Karena itu anda jangan lari. Anda jangan mengeluh. Hadapi semuanya ini seraya minta kekuatan kepada Allah. “ya Allah, kami tahu, Engkau memberi masalah ini untuk meningkatkan derajat kami. Kami tahu Engkau member musibah ini agar diri kami ini kuat. Karena itu kuatkanlah diri kami. Kuatkanlah iman kami. Dan angkatlah derajat kami. Amiin”
Anda masih ragu, kalau banyak pintu – pintu lain terbuka lebar untuk anda? Coba anda ingat-ingat kesulitan-kesulitan yang menimpa anda dimasa lampau. Adakah anda dibukakan pintu lain atau menerima imbalan, ketika anda mampu menghadapi atau menyelesaikan kesulitan tersebut.
Bagi anda yang saat ini sedang mengalami kesulitan, coba tanyakan pada diri anda : • Bagaimana hal ini bisa menjadi berkat tersembunyi bagi terbukanya pintu-pintu yang lain? • Kesempatan baru apa yang dibawa dari kejadian ini? • Bagaimana kesulitan ini justru menyemangati saya atau membuat diri saya lebih kuat?
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 08.10 0 comments
Design Ulang Hidup anda
Sudahkah anda merasa puas dengan keadaan anda saat ini? Sudahkah impian anda tercapai? Sudahkah hidup anda bahagia seperti yang anda inginkan? jika sudah bersyukurlah, agar keadaan yang membahagiakan ini akan tetap anda miliki.
Namun jika anda belum merasa puas dengan kehidupan anda saat ini. Jika impian anda nampak bagaikan jauh panggang dari api. Jika anda ingin hidup anda berubah lebih baik, tidak monoton atau berjalan ditempat. Maka sebaiknya anda mendesign ulang hidup anda.
Kenapa? Ya, bukankah dalam hidup ini berlaku hukum sebab akibat. Jika anda melakukan A, anda akan mendapatkan A’. Jika anda melakukan B, anda akan mendapatkan B’. apa yang anda dapatkan saat ini, merupakan akibat dari apa yang anda lakukan dimasa lampau. Dengan demikian jika tidak ada perubahan yang anda lakukan kehidupan masa depan anda dapat anda ramalkan.
Nah jika anda tahu benar, jika anda tidak mengubah hidup anda tidak bisa mengubah masa depan anda. Lalu kenapa anda tetap ngotot melakukan cara yang sama, bersikap yang sama dan berpikir dengan cara yang sama?
Kenapa anda takut berubah?. Bukankah tanpa anda sadari fisik anda telah berubah menjadi lebih tua?. Bukankah tanpa anda maui sekitar anda semuanya telah berubah. Jika kemarin anda belum kawin sekarang sekarang anda sudah menikah. Jika kemarin belum punya anak sekarang sudah punya anak. Jika kemarin anakny baru satu sekarang sudah dua atau bahkan tiga dan empat. Jika kemarin anak anak masih kecil kecil kini telah tumbuh makin besar yang memerlukan biaya makin banyak.
Kenapa anda takut berubah? Apakah itu sesuatu yang menyakitkan dan menyusahkan? Tetapi bukankah anda sudah sering mengalami perubahan. Ketika anda masih balita, anda memasuki sekolah taman kanak-kanak, kemudian anda memsuki SD, SMP, SMA, Kuliah, kerja dan menikah. Bukankah itu semua merupakan perubahan. Apakah itu semua menyakitkan? Ya awalnya barangkali begitu namun setelahnya apa yang anda peroleh? Bukankah kesenagan dan kebahagiaan?.
Kenapa anda tidak mau berubah? Apakah anda tidak tahu caranya? Jika demikian saya akan membagi pengalaman saya kepada anda siapa tahu ada manfaatnya.
Mendesign ulang hidup, dapat berlangsung sangat lambat tetapi juga dapat berlangsung sangat cepat. Mereka yang lambat dalam mendesign ulang hidupnya biasanya dikarenakan mereka tidak sadar akan makna kehidupan. Sehingga hidup ini berjalan bagaikan air yang mengalir. Sipat air selalu mengalir ketempat yang lebih rendah. Air akan naik jika terpaksa tidak ada jalan lain. Begitu pula mereka yang hidupnya mengalir, maka mereka akan berubah jika lingkungannya memaksanya berubah. Oleh karena itu jika mereka hidup ditempat yang tidak menuntut, mereka akan terus berada dibawah atau tidak berubah.
Sedangkan mereka yang mampu melakukan perubahan yang cepat dan besar adalah mereka yang menyadari makna kehidupan, mempunyai impian yang basar dan memiliki jiwa pejuang. Mereka memiliki sikap rendah hati, mau mengakui kesuksesan orang lain dan kemudian belajar darinya. Mereka selalu mencari dan mencari cara tercepat untuk menggapai impiannya. Mereka mau mengubah pandangannya, tindakannya dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga apa yang didapatnya jauh lebih besar dari sebelumnya. Karena mereka berusaha untuk menjadi pribadi yang efisien.
Design ulanglah diri anda dengan penuh kesadaran. Hidup hanya sekali,jangan mau hidup yang biasa-biasa saja. Bertindaklah jangan suka berpangku tangan. Anda pikir dengan berpangku tangan, anda menghemat energy dan memberikan kebaikan bagi tubuh anda. Tidak. Justru tubuh maupun otak yang jarang digunakan akan menjadi lemah dan loyo. Berkaryalah meskipun itu kecil nilainya disaat ini. Karena selalu saja perjalanan jauh terdiri dari langkah per langkah
Design ulanglah diri anda meskipun hanya melakukan perubahan kecil. Jika anda perhatikan perubahan sudut hanya satu derajat saja jika ditarik garis panjang kedepan akan memliki perbedaaj yang sangat besar.
Anda bisa memulainya dengan mengubah teman akrab anda. Anda bisa memulainya dengan mengurahi jumlah waktu anda menonton tv, bangkruk dengan teman yang kurang produktip. Anda bisa memulainya dengan meluangkan waktu untuk memeluk anak atau istri anda, yang selama ini jarang anda peluk. Atau anda bisa memulainya apa saja yang penting meneju pada perubahan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat. See you at the top
Posted by Unknown at 11.04 0 comments
