Sebarapa Berat Beban Yang Anda tanggung

Suatu ketika saya berkunjung ke customer. Saya dapati dia sedang istirahat tiduran santai diatas sebuah bangku kayu yang cukup panjang. “ Gimana kabarnya mas, lagi santai ya?” kataku membuka percakapan setelah dia bangun dari tidurnya. Orang yang saya tanya diam saja, sambil membenahi baju dan rambutnya.

Kami berdua akhirnya ngobrol panjang lebar. Maklum kami memang sudah lama tidak ketemu setelah perusahaan saya, diblack list karena dianggap barangnya kurang bagus. Padahal barang itu rusak karena pada saat libur lebaran tidak dilakukan perawatan dengan baik. Masalah ini diblow up besar-besaran oleh salah satu karyawan perusahaan tersebut, yang mengharapkan komisi, dan kami tidak memberikannya. Karena perusahaan, PT Alfa Fikrindo Utama, kami berkomitmen untuk tidak memberikan komisi dalam bentuk apapun kepada customer.


Dalam percakapan tersebut saya menggali, kenapa nampaknya teman saya tersebut, tidak kunjung naik kariernya. Padahal dia seorang sarjana dan bekerja ditempat itu sudah puluhan tahun.

“Ah ngapain pak jadi manajer, gajinya tidak terpaut banyak. Tetapi pekerjaannya luar biasa banyak. Waktu kerja jadi tidak terbatas. Sering dimarah-marahin. Enakan begini santai.” Jawabnya ketika saya tanya tentang kariernya.

Akhir-akhir ini saya mendengar, dia telah dipromosikan menjadi manajer namun beberapa bulan kemudian diturunkan kembali karena rupanya dia tidak sanggup menanggung beban dan tugas sebagai seorang manajer.

Sahabatku, bagaimana anda memandang cerita diatas? Ya, inilah kehidupan, sebagaimana layaknya di sekolahan. Ketika anda mampu menerima pelajaran dan kemudian dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan guru, maka anda layak naik kelas. Ketika anda memang pantas naik kelas, maka anda akan bisa bertahan atau berprestasi di kelas yang lebih tinggi tersebut.Namun jika ada anak yang tidak mampu mencerna pelajaran dan mengerjakan soal-soal, kemudian si guru merasa kasihan dengan anak tersebut dan menaikkannya. Kemungkinan besar yang terjadi adalah anak tersebut tambah stress dan terpaksa guru menurunkan lagi kelasnya.

Dari cerita diatas dapat diambil pelajaran, ternyata kesuksesan itu berbanding lurus dengan kesanggupan beban yang dipikul. Makin besar beban yang mampu dipikul makin besar pula tingkat kesuksesan yang dapat diraih. Dengan kata lain, jika anda hanya mampu menyelesaikan permasalah Desa, maka anda hanya pantas sebagai kepala desa. Jangan bermimipi jadi camat apalagi jadi Bupati. Jika anda hanya mampu menanggung beban tugas Bupati, jangan bermimpi jadi Gubernur atau Presiden.

Lalu bagaimana agar kita mampu terus berkembang dan menanggung beban makin besar dan luas?. Otot dan otak kita telah memberi pelajaran. Otot yang kuat atau otak yang cerdas adalah otot atau otak yang selalu dilatih. Dimulai dari beban atau persoalan yang ringan terus berkembang menjandi beban dan permasalahan yang berat. Dimulai dari beban atau permasalah yang sempit menuju permasalahan yang luas dan komplek

Ketika karier anda masih staf, bayangkan apa yang akan anda lakukan ketika anda menduduki jabatan Manajer. Mulailah berpikir dan belajar bagaimana mengurus bawahan, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh seorang manajer. Jadilah sebagai manajer informal.

Kerjakan pekerjaan meskipun itu bukan bagian anda. Bantulah teman anda yang mengalami kesulitan baik pribadi maupun dalam pekerjaan meskipun mereka bukan sebagian dengan anda. Jika anda tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu teman tersebut, belajarlah atau tanyakan pada teman anda yang lain yang mengethaui permasalahannya.

Lo, kenapa kita mesti capek-capek begini? Anda melakukan semua ini adalah dalam rangka latihan dan mempersiapkan diri anda untuk menanggung beban dan permasalahan yang lebih berat lagi. Jika tugas anda sekarang ini hanya mengangkat beban 10 kg, tetapi tubuh anda sudah terlatih mengangkat beban 25 kg, bukannya anda tidak akan keberatan dan kesusahan jika anda dinaikkan pangkat dan diminta menanggung beban 25 kg?

Bersiap diri seblum tugas datang. Memantaskan diri sebelum tugas yang diharapkan datang. Bukankah itu kehidupan yang menyenangkan, tanpa beban dan kepayayaan. Karena keadaan dan kekuatan anda selalu diatas beban yang anda tanggung
Semoga bermanfaat. See you at the top

1 comments:

Nurman Bahri mengatakan...

betull betul betul..., betul sekali tulisan bapak :)

Posting Komentar