Kepedulian : pondasi dari kesuksesan

Minggu, 09 Maret 2014

Ketika saya berkesempatan mengajar di SMPIT Alfawwaz. Saya bertanya pada anak anak. “ Siapa yang ingin sukses?” mereka menjawab serempak “Saya” sambil mengacungkan tangannya tinggi tinggi. “ Siapa yang ingin kaya?” Sekali lagi mereka menjawab dengan serempak, sambil berteriak” Saya”. “ Mudah mudahan anda semua menjadi orang sukses dan kaya. Sehingga anda semua menjadi orang yang berguna bagi agama , nusa dan bangsa” doaku kemudian, yang diaminkan oleh anak anak. “ Anak anaku, jika pertanyaan tadi, ditanyakan kepada setiap orang, bahkan orang yang tinggal dikolong jembatan sekalipun, mereka akan menjawab hal yang sama. Semuanya ingin sukses. Semuanya ingin kaya. Keinginan memang tidak ada yang melarang. Semua orang boleh ingin apa saja. Namun ketahuilah bahwa yang berhak mendapatkan keinginannya adalah orang yang pantas menerimanya. Ya yang berhak tercapai keinginannya adalah orang yang berhak dan pantas menerimanya. Tahukah kalian? Siapa orang yang berhak mencapai keinginannya?”


Banyak jawaban yang dilontarkan, anak anak calon orang sukses ini. Ada yang menjawab, mereka yang rajin. Mereka yang ulet, mereka yang disiplin. Ya ya ya, benar sekali. Namun tahukah kalian kenapa orang menjadi rajin, ulet dan disiplin? Anak anak diam seribu bahasa. Suasana menjadi sunyi. Maukah Mr. Kasih tahu ? “ Mauuuuuu?” “Kenapa orang menjadi, rajin, ulet dan disiplin, jawabnya adalaaa............h? Kepedulian. Apa? ” “Kepedulian” jawab anak anak dengan serempak. Ya kepedulianlah yang membuat orang rajin bekerja, ulet dan disiplin.”

Karena kepedulian terhadap keluarganya, seorang ayah mau bekerja memeras keringat, membanting tulang. Meski sang ayah yg bekerja, namun karena peduli pada anak anaknya, dia masih mau mengalah. Karena kepedulian agar masyarakat atau keluarga dapat berhubungan, Bill Gate, menciptakan atau membangun Microsoft. Karena ingin membantu para ibu membersihkan pekarangan akhirnya diciptakan, sapu, tong sampah dan lain lain sebagainya.

Sungguh awalnya mereka tidak berpikiran ingin mendapatkan banyak uang. Jika uang yang mereka cari, mereka pastinya akan melakukan yang pasti pasti saja. Yang sudah teruji menghasilkan uang. Namun, karena kepedulian yang mereka miliki, ingin memudahkan masyarakat, ingin membuat manusia hidup nyaman, mereka mau bersusah payah menciptakan sesuatu yang baru, yang menghabiskan banyak dana, waktu dan tenaga. Saya teringat akan kisah Henry Ford yang menciptakan mobil murah. Meski para Insiyurnya sudah menyerah karena sudah begitu banyak dana, waktu dan tenaga terbuang dengan “percuma” dan hasil sama sekali tidak nampak, namun Henry Ford, tetap kekeh untuk terus melanjutkan project itu. Dan akhirnya Henry Ford berhasil.

Lalu bagaimana memunculkan kepedulian dalam diri kita ? Sebenarnya mudah menyemai benih kepedulian dalam diri kita. Anda dapat memulainya dengan memikirkan tentang diri sendiri. Jika anda sebagai anak, coba pikirkan betapa besar pengorbanan yang telah diberikan orang tua kepada anda. Lalu ingat ingat apa yang telah dilakukan untuk membalas budi orang tua. Banyak mana kerepotan yang anda sampaikan atau balasan kebaikan yang anda persembahkan.

Jika anda seorang bapak, atau ibu, sudahkah anda memberikan yang terbaik untuk anak anak anda, atau hanya sekedarnya. Jika anda seorang suami atau istri, apakah anda sebagai beban dari pasangan anda atau anda sebagai tempat perlindungan pasangan anda. Sudahkah anda memberikan yang terbaik kepada pasangan anda? Jika anda sebagai pekerja atau anggota masyarakat, apa yang sudah anda sumbangkan untuk mereka?

Lalu lakukan secara sadar hal hal kecil yang tidak perlu biaya, tenaga maupun pikiran, yang bisa anda lakukan untuk membantu dan membahagiakan mereka. Anda bisa tersenyum, setiap ketemu orang lain. Kenapa tersenyum? Karna senyuman itu membuat orang lain bahagia. Jadi anda secara sadar tersenyum kepada orang lain agar hidup mereka bahagia. Kenapa hal ini mesti dilakukan degan kesadaran? Agar hati dan pikiran anda ikut terlibat sehingga akan memberi kesadaran kepada seluruh anggota badan anda.

Kemudian lakukan dengan cara yang sama ketika anda melihat sampah lalu memgungutnya, menyingkirkan batu atau duri ditengah jalan. Kembangkan rasa kepedulian anda ke masalah yang lebih besar. Misalnya ingin memberikan yang terbaik (diluar kemampuan?)kepada keluarga dan orang tua anda. Ini bertujuan untuk memaksa diri anda untuk berjarya lebih baik. Atau ingin memnatu menyelasaikan permasalahan di masyarakat dll.

Lalu kembangkan dan kembangkan terus, sehingga tanpa kau sadari anda memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi. Seiring bertambah besar rasa kepedulian anda, akan terangkat pula kesuksesan anda.

Jika anda orang yang memiliki keimanan yang baik, tetntu anda memiliki kesadaran yang tinggi. Anda akan memahami dengan baik makna kehidupan ini. Karna muara dari keimanan adalah kemanfaatan bagi banyak orang. Dan tentunya kemanfaatan ini merupakan buah dari kepedulian dan kepedulian sumbernya adalah keimanan

See you at the top

Baca selengkapnya......

Waktu

Selasa, 04 Maret 2014

Waktu, begitu cepatnya kau berlalu. Tanpa kusadari, hari telah siang Tanpa kusadari pula, hari telah petang Lalu apa yang telah aku lakukan hari ini. Rutinitas seperti kemari atau sesuatu yang baru?

Waktu, begitu cepatnya kau berlalu Tanpa kusadari, hari telah berganti minggu Tanpa kusadari minggu telah berganti bulan Tanpa kusadari pula, bulan telah berganti tahun Dan kini tahun telah menjadi sewindu

Ya, Allah kenapa aku yang baru kemarin masih anak anak, kini sudah punya anak? Ya Allah rasanya baru kemarin saya masih muda belia, namun kini telah beranjak tua Sunguh benar firmanMu, Demi waktu, semua orang akan merugi Ya sungguh semua orang akan merugi Kecuali bagi mereka yang beriman kepada Mu, Beriman kepada surga dan nerakaMu Ya sungguh semua orang akan merugi Kecuai bagi orang yang senantiasa berbuat kebaikan bagi dirinya Keluarganya maupun masyarakatnya. Ya sungguh semua orang akan merugi Kecuali bagi mereka yang mau memberi nasihat kebaikan bagi dirinya Keluarganya maupun masyarakatnya dengan penuh kesabaran.

Waktu begitu cepatnya kau berlalu Begitulah engkau diciptakan Tuhanmu Engkau dipakai, Tuhan untuk menguji hambaNya. Sejauh mana kepatuhan hamba kepada Tuhannya Sepintar apa hamba dalam mengelola waktunya Dan sejeli apa hambanya memperhatikan perjalanan detik demi detiknya

Waktu kau merupakan saksi bisu Dari perjalanan seorang manusia Mungkin kau akan tertawa atau menahan napas kepiluan Mungkin engkau akan berkata”sungguh bodoh dan dungunya manusia ini ” Ketika melihat manusia menyianyiakan waktunya Sehingga mereka tercampakkan sebagai orang hina Tertekan, dan menderita dalam hidupnya Berjalan menunduk dengan penuh ketakutan

Mungkin engkau akan takjub penuh kebanggaan Mungkin engkau akan berkata “ sungguh cerdik dan mulianya manusia ini” Ketika menyaksikan manusia sangat perhatian akan waktunya Sehingga mereka bersemangat dalam bekerja Sangat peduli pada lingkungannya Melangkah penuh semangat, meski tantangan terus menghadangnya

Ya Allah berilah aku kesadaran akan waktu. Karna waktu, sejatinya adalah hidupku Waktu adalah hembusan napasku

Ya Allah disisa waktu ini Ijinkan aku untuk mengisinya dengan baik Ijinkan aku untuk menambal kelalaianku dimasa lalu Berikan aku kekuatan, Berikan aku kesadaran Dan berikan aku kemampuan Agar aku bisa menjadi manusia yang penuh dengan keridloanMu

Semoga bermanfaat
see you at the top

Baca selengkapnya......

Sudahkah anda memilih cara yang tepat?

Kamis, 27 Februari 2014

Suatu ketika saya bertemu dengan salah satu customer saya. Setelah berbicara beberapa hal tentang pekerjaan, lalu customer meminta waktu saya untuk berbicara mengenai bisnis. “ Pak, kenapa ya bisnis saya seakan berada ditempat saja?”, Tanya customer. “memangnya bisnis bapak apa?” saya balik bertanya. “Laundry, pak” “Maaf, impian bapak apa?” “ saya ingin naik haji di usia 35 tahun.” “sekarang usia anda berapa?” “32 tahun” “wow tinggal tiga tahun lagi dong. Jika anda menggunakan regular niat haji di usia 35 th tidak akan kesampaian, karena jika daftar sekarang anda baru bisa berangkat 4 atau bahkan 7 tahun lagi”.

“ ya, saya harus menggunakan haji plus, dan biayanya minimal 130 juta, karena mau bersama istri” “ pak, anggaplah cita-cita bapak ini, sebagai suatu tujuan, dimana bapak harus kesana, apapun yang terjadi. Agar lebih mudah memahami kita umpamakan cita-cita bapak itu sebagai tempat bepergian, umpamanya Surabaya. Tentu ada banyak cara untuk sampai dikota Surabaya. Kita bisa naik pesawat terbang, naik kereta api, naik bus atau numpang truck barang. Kitapun bisa ke Surabaya dengan naik motor, naik sepeda atau bahkan jalan kaki. Semua cara ada resiko dan harga yang harus dibayar. Naik pesawat memang akan lebih cepat sampai, namun anda harus mempunyai dana yang cukup untuk membayar tiket pesawat. Naik sepeda atau jalan kaki, memang berbiaya rendah, namun saya tidak tahu apakah anda akan sampai Surabaya atau tidak. Kalau toh sampai barangkali waktu anda telah habis dan pengorbanan yang anda lakukan amat sangat berat”

“ lalu apa yang harus saya lakukan, agar cita-cita saya dapat tercapai?.” “Disinilah perlunya berpikir kedepan dan matang ketika memilih suatu bisnis. Kita jangan hanya berpikir apa yang bisa dilakukan dan bermodal kecil saja. namun yang lebih penting dapatkah usaha ini digunakan sebagai kendaraan untuk menggapai cita-cita?. Jika dapat berapa lama waktu yang dibutuhkan dan pengorbanan apa yang mesti dilakukan?. Apakah bisnis laundry anda dapat mengantarkan anda pergi haji plus dengan waktu 3 tahun lagi?” “kira-kira apa yang bisa saya lakukan?”. “mungkin anda harus segera membangun laundry anda agar omzetnya besar. Anda dapat melkukan dua hal, membesarkan yang tempat yang telah ada atau membuat cabang baru.” Ketika sedang asyik-asyiknya berdiskusi, ada beberpa teman customer dan yang saya kenal datang untuk nimbrung. Akhirnya pembicaraan tidak focus lagi.

Pembaca, menurut hemat saya, disinilah kebanyakn masalah para pengusaha pemula sulit untuk berkembang. Bahkan untuk bertahan hidup. Terkadang mereka berpikir sangat simple, buat usaha kecil-kecilan tanpa berpikir seberapa besar nanti dikemudian hari atau apakah usaha ini dapat mengantarkan menggapai cita-citanya atau tidak. Mereka bermimpi dengan cara itu mereka sudah menjadi pengusaha dan berlagak sebagai seorang owner perusahaan atau investor. Namun setelah beberapa bulan apa yang terjadi, usahanya tidak jalan dan akhirnya tutup.

Memulai dari kecil dan apa adanya memang tidak salah. Yang salah adalah ketika ketidak jelasan anda mau kemana. Yang salah adalah ketika anda menuju pada sesuatu yang kecil. Karena target yang kecil itu tidak menantang. Target yang kecil itu tidak akan mempu memaksa diri anda mengeluarkan kemapuan anda yang besar.

Dan yang lebih mengherankan lagi, ada sebagian teman dari kita yang sudah bertahun-tahun tetap menjadi ampibi. Ketika ditanya, kapan focus menjadi pengusaha, jawabnya tidak tahu. Mungkin mereka berpikir, menjadi ampibi adalah cara cerdas, karena resiko akan dapat diminimalisir. Namun mereka tidak sadar bahwa ampibi ini menjanjikan rasa aman yang pada gilirannya membuat pertumbuhan, baik karier maupun usaha menjadi berhenti. Maka saran saya, jangan lama-lama anda menjadi ampibi, jika anda berniat menjadi pengusaha sukses, sgera perbesar usaha anda dan jika penghasilannya sudah menyamai gaji anda, segera keluar dari pekerjaan anda kemudian focus mengembangkan usaha anda menjadi perusahaan yang besar dan kuat.

Namun jika anda mencintai pekerjaan anda dan perusahaan tempat anda berkerja. Lupakan itu tentang wirausaha, berfokuslah menjadi karyawan yang baik dan cemerlang. Gapailah karier kerja anda setinnggi jabatan yang ada ditempat anda bekerja tersebut. Cara ini akan lebih baik dari pada anda menjadi amphibi yang tidak jelas kemana anda akan memilih. Karena fokus itu akan jauh lebih baih hasilnya jika dibandingkan dengan kerja setengah setengah.
Semoga bermanfaat
See you at the top

Baca selengkapnya......

3 pilar kesuksesan

Rabu, 26 Februari 2014

Sebuah bangunan akan kokoh dan tahan terhadap berbagai goncangan, terpaan angin, atau gempa yang dahsyat jika memiliki tiang atau pilar-pilar yang kokoh dan banyak. semakin bayak pilar akan semakin baik. Namun jika kita ingin membangunnya tanpa banyak pilar kita meski membangun pilar yang sedikit tesebut dengan kokoh. jika tidak maka akan mudah robohlah bangunan tersebut.


Kesuksesan dapat diibaratkan sebagai sebuah banguan. Seseorang yang ingin membangun kesuksesan yang kokoh yang tidak mudah runtuh, maka kesuksesan tersebut harus dibangun diatas pilar-pilar yang kokoh. Paling tidak ada 3 pilar yang kokoh yang dapat digunakan untuk membangun kesuksesan yang besar dan kuat.

1. Syukur, akan melahirkan kebahagiaan, yang pada gilirannya akan melahirkan energi yang dahsyat, dan hidup selalu bergaerah. Jika anda tidak bersyukur pada keadaan yang melingkupi kehidupan anda. maka hidup penuh dengan kekecewaan, kesedihan dan frustasi. sehingga anda merasa menanggung beban yg amat berat. anda akan letih sebelum bekerja. anda akan malas sebelum bertindak.
Syukur akan melahirkan kebahagian. Sedangkan kebahagian akan melahirkan kesuksesan. Namun kebanyakan orang memahaminya secara terbalik. Mereka ingin sukses karena mereka ingin bahagia. padahal yang benar adalah karena bahagialah anda akan menjadi sukses. Ketika anda bahagia maka anda mampu bekerja penuh dengan semangat. Halangan yang mengahadang akan anda pandang sebagai tantangan. kesulitan yang membelit, menjadi permainan yang sangat menarik. Kenapa? karna anda bahagia. kenapa? karna anda mensyukuri setiap apa yang anda temui.

2.Sabar, akan melahirkan kekuatan, keteguhan, keuletan dan jiwa pantang menyerah. Kesemua sikap ini sangat diperlukan ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. sehingga anda mempunyai kekuatan untuk bangkit ketika anda jatuh. Anda akan bertahan ketika menghadapi kesulitan ditengan jalan. Anda memiliki pendirian untuk tetap menapaki jalan meski jalan itu nampak berduri.

3.Kesederhaan, akan melahirkan efektifitas hidup. Jika pola sikap anda sederhana, maka anda tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Tidak ada rotan akarpun jadi. pola pikir sederhana menekankan pada tindakan. sedangkan tindakan pasti akan menuai hasil besar atau kecil. kalaupun toh tidak ada hasilnya atau bahkan merugi, anda akan cepat lebih tahu bahwa cara yang anda lakukan salah sehingga anda dapat segera mencari cara lain yang lebih baik.

Baca selengkapnya......