Jika kita perhatikan disekitar kita banyak tumbuh usaha kuliner. Dari yang bersekali kaki lima sampai ke yang bertarap restoran. Dari teman Master Mind TDA Cikarang saja, dimana saya sebagai ketuanya ada 3 orang yang berbisnis kuliner.
Jika anda pergi ke kawasan kota Jabebeka, akan terlihat jelas pertumbuhan usaha kuliner ini . Dulu pada tahun 2004 ketika saya masuk di daerah ini, mencari makanan sangat susah, apalagi jika mau pilih-pilih, bisa jadi gak jadi makan. Namun sekarang, luar biasa, mau makan apa saja ada. Mau yang duduk di kursi atau yang lesehan. Mau yang pakai piring atau beralaskan daun pisang. Mau dikebun atau dipinggiran sawah. Pokoknya lengkap.
Namun dari sekian banyak yang tumbuh hanya sedikit yang bertahan. Pernah suatu ketika dibuka restoran “ Bandar Bakso”, dengan menempati areal dua ruko di Komplek Pertokoan Roksi, tetapi hanya dalam hitungan bulan sudah tutup. Ada juga rumah makan padang yang namanya sudah cukup familier di telinga kita, juga tutup. Kemudian tempat tersebut diganti dengan rumah makan Haji Slamet dari Solo yang menjual menu bebek.
Industri kuliner memang sangat menarik, dan anggapan para pebisnis pasti akan laku karena berkaitan dengan masalah perut. Disamping itu usaha kuliner bisa dikatakan tidak memerlukan banyak modal.
Oleh karena itu pantas banyak peminatnya dari yang bermodal tipis maupun tebal. Dari yang lulusan SD sampai lulusan sarjana. Karena usaha ini praktis tidak memerlukan banyak pengetahuan. Kalaupun toh diperlukan namun mudah dipelajari. Teman saya yang jualan bakso keliling, ketika ditanya waktu yang diperlukan untuk mempelajari membuat bakso, katanya cukup satu minggu.
Melihat kenyataan diatas kadang saya berpikir, jika para sarjana ikut-ikutan usaha kuliner yang tidak membutuhkan ilmu dan keterampilan yang banyak. Serta cukup dengan modal kecil, sepertinya anda telah mengambil peluang usaha para lulusan SMA kebawah dan pengusaha kaki lima. Karena itu ketika teman saya seoang manager perusahaan ingin membuka usaha bakso keliling saya protes. “Tegakah engkau mengambil lahan orang yang minim modal dan pengetahuan. Kenapa engkau tidak menggunakan ilmu dan pengalamanmu untuk berusaha yang lebih menggunakan daya kreasi, ilmu dan modal sedikit besar?”
Ya, para pencari peluang usaha ,para sarjana, dan para insinyur mari kita mengisi lahan usaha lain yang belum banyak tersentuh, dan belum banyak ditangani. Saya yakin masih banyak peluang usaha yang tersedia.
Semoga Bermanfaat.
See you in the top.
Tampilkan postingan dengan label supplier. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label supplier. Tampilkan semua postingan
Rame-rame bisnis kuliner.
Kamis, 05 November 2009
Posted by Unknown at 15.35 6 comments
Labels: bakso, bisnis kuliner, cikarang baru, jababeka, kuliner, supplier, tda cikarang
Langganan:
Postingan (Atom)