Semakin banyak bertemu dengan orang sukses, semakin mantap keyakinan saya, bahwa tiada kesuksesan tanpa kerja keras. Jika ada peribahasa mengatakan “hemat pangkal kaya”, maka dapat dikatakan pula “kerja kersa pangkal Sukses”. Dibidang apapun kesuksesan butuh kerja keras. Saya pernah membaca biografinya orang-orang soleh yang sukses, merekapun juga bekerja keras. bahkan Nabi sendiripun juga pekerja keras
Mungkin ada orang sukses yang menyangkal terhadap kebenaran pepatah “ kerja keras pangkal kesuksesan”, seperti yang sering dilakukan oleh Om Bob, namun setelah diselidiki ternyata mereka itu, juga bekerja keras. Mereka hanya ingin menghibur anda. Mereka juga bekerja keras. Namun karena mereka menikmati kerja kerasnya, pengorbanan waktu, tenagan dan pikirannya tidak dirasakan sebagai kerja keras. “ Siapa bilang saya kerja keras, saya hanya main-mian saja” begitulah kira-kira kata Om Bob.
Namun setiap kali saya bertemu dengan orang yang lebih sukses dari saya, apalagi mereka itu jauh lebih muda usianya atau lebih rendah pendidikannya. Perasaan saya menjadi panas dingin. “ Lif, ternyata keberhasilanmu belum ada apa-apanya. Kemana saja selama ini Lif”. Timbulnya sikap demikian bukan karena saya kurang bersyukur terhadap apa yang saya capai selama ini. Atau saya iri dengan kesuksesan mereka. Tidak, sama sekali tidak. Tetapi saya merasakan dan menyadari ternyata ada cara lain untuk lebih cepat sukses. Atau ternyata kerja keras yang selama ini saya lakukan belum maksimal. Apalagi ketika ketemu Mr Kun, yang masih muda sudah mampu menulis buku. Batin saya terasa tercabik-cabik. Ternyata waktu saya tidak terlalu produktip.
Ketika mengikuti pelatihan UTHB , saya merasa terinspirasi sekali dengan mendapatkan rumus sukses
Have = Be x Do
Rumus yang sangat sederhana namun cukup mewakili untuk mengantarkan anda menjadi sukses.
Rumus tersebut diawalai dengan Have, yang menggambarkan kesuksesan apa yang ingin anda raih, baik itu kekayaan, karier maupun jabatan. Jika anda ingin sukses maka tentukan, Have yang anda inginkan.. Setelah anda menentukan have, barulah anda menyiapkan Be dan melakukan Do.
Be meliputi keterampilan dan pengetahuan yang anda miliki. Sedangkan Do berhubungan kerja keras anda. Jadi umpamnya anda menginginkan Have anda bernilai 4, maka anda bisa melakukan dengan 3 cara.
Have = Be x Do
4 = 1 x 4
4 = 2 x 2
4 = 4 x 1
Cara pertama agar anda memiliki kesuksesan dengan grade 4, anda mempunyai be 1, artinya pendidikan, pengetahuan dan keterampilan atau skill anda rendah. Kemudian anda melakukan kerja keras 4 x lipat dari biasanya, maka anda bisa mendapatkan kesuksesan dengan grade 4.
Cara lain mendapatkan kesuksesan grade 4, anda bisa melakukan cara kedua dan ketika, yaitu dengan menambah pendidikan, pengetahuan, wawasan dan keterampilan (skill) anda, meskipun hanya bekerja biasa-biasa saja, anda dengan mudah dapat meraih kesusesan dengan grade 4.
Apa jadinya jika anda terus menambah pendidikan, pengetahuan, wawasan, perbaikan sikap, keterampilan dan melakukan kerja 3 atau 4 x lebih keras dari orang lain, tentu anda akan mendapatkan kesuksesan yang luar biasa.Jika Be anda 30 dan melakukan kerja keras 3, anda akan mempunyai Have, 90.
Sungguh sederhana bukan, untuk menjadi sukses itu?
Dari rumus diatas cara terbaik untuk menjadi sukses adalah dengan meningkatkan nilai Be anda. Kabar baiknya anda dapat meningkatkan nilai Be anda setinggi apapun. Sebaliknya anda tidak bisa meningkatkan Do anda terlalu banyak. Do anda sanngat terbatas. Waktu anda tenaga anda sangat terbatas. Karena itu jika anda ingin sukses dengan mudah lakukan dengan cara yang cerdas, dengan meningkatkan nilai Be anda.
Bergaullah dengan orang sukses, dengarkan mereka meskipun mereka mungkin sedikit membual atau berbohong. Karena yang penting bukan siapa yang berkata, tetapi apa yang dikatakan. Jika itu suatu kebenaran, walaupun itu datangnya dari anak kecil atau penjahat sekalipun, ambillah. Kebenaran kata-kata akan sama manfaatnya, baik itu dikatakan oleh orang baik atau jahat, tua atau muda. Ikuti seminar dan pelatihan. Baca buku-buku yang berkaitan dengan bidang yang anda geluti. Terus kembangkan sikap positip dan besarkan mimpi anda. Dan jangan lupa kerja keras, agar hasilnya berlipat.
Semoga kita selalu diberkati dan dijaga Allah, kita tetap diberi semangat untuk mengisi kehdupan ini dengan berkerja yang lebih produktip, sehingga kita dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang banyak manfaat bagi orang lain.
Semoga bermanfaat.
See you in the top
Tiada Kesuksesan Tanpa Kerja Keras
Posted by Unknown at 07.29 2 comments
Prasangka.
Dalam Islam prasangka dibagi menjadi 2 prasangka baik dan prasangka buruk. Islam menganjurkan prasangka baik dan melarang prasangka buruk. Kenapa? Prasangka baik akan mendatangkan kemaslahatan atau kebaikan bagi kedua belah pihak, baik kepada pemrasangka maupun orang yang diprasankai. Prangka baik baik pelaku prasangka akan mendatangkan kedamaian hati, menikmati keindahan hidup,menambah ilmu dan menjalin persahabatan yang baik. Sementara bagi obyek pemrasangka, akan mendapatkan ketenagan jiwa. Jadi kebaiakan banyak diperoleh oleh pelaku prasangka baik.
Sementara prasangka buruk akan mendatangkan ketidak tenangan jiwa, kegilsah, kawatir, hidup dihantui ketakutan, ilmu tidak bertambah dan persahabatan menjadi retak. Orang yang berprasangka buruk akan menderita penyakit SMS, Senang Melihat orang Sedih dan Sedih Melihat orang Senang. Orang yang mengidap penyakit SMS ini sukanya mencela dan mencari kesalahan orang lain. Seakan dirinyalah yang paling suci tidak pernah bersalah.
Orang yang mengedapankan prasangka buruk, tidak akan bisa maju dan sukses. Kenapa? Karena waktu dan pikirannya disibukkan untuk mencari kejelekan orang lain dan lingkungannya. Jika penyakit prasangka buruk sudah akut, maka akan timbul rasa iri dan dengki. Pikirannya hanya digunakan untuk memikirkan bagaimana caranya agar kenikmatan tetangga dan temannya hancur atau berpindah kepadanya. Mereka tidak menggunakan pikiran dan waktunya untuk kemajuan dirinya,tetapi untuk menghacurkan teman dan tetangganya.
Coba praktekkan, berprasangkalah yang baik kepada istri anda, maka walupun istri anda melakukan kesalahan, anda masih bisa menerimanya dan hidup bahagia bersamanya. Tetapi jika prasangka buruk yang anda kedepankan, keluarga anda bagai neraka. Meskipun istri telah berbuat baik, anda tetap tidak senang. Apalagi jika istri anda benar-benar berbuat salah, tentu anda akan amat sangat kecewa.
Didalam bermasyarakat dan bisnis, prasangka buruk juga sangat merugikan pelaku prasangka. Ketika mereka kalah dalam tender umpamanya, pelaku prasangka buruk, tidak akan bisa menerima kekalahan itu sebagai pelajaran, yang berguna untuk meningkatkan kenerja dari perusahaannya. Tetapi justru memupuk rasa dendam dan kebencian. Mereka merasa dicurangi. Karena itu curang harus dibalas dengan curang. Ketika anak buahnya sedikit melakukan kesalahan saja, mereka tidak bisa menerima, sehingga kekawatiran terus menghauntui dirinya. Perkara kecil dibesar-besarkan. Maka bagaimana jika mendapat masalah besar? Tentu anda bisa memprediksi bagaimana nasib bisnis orang yang mengedepankan prasangka buruk.
Anda bisa membayangkan apa jadinya jika, suatu masyarakat banyak yang terjankit prasangka buruk, rasa saling curiga dan membeci akan tumbuh semarak. Kebaikan dicurigai, apalagi kesalahan tentu sudah cukup menjadi alasan untuk berbuat yang tidak baik. Anda telah menyaksikan sendiri, hanya karena dia melihat foto rumah yang saya tampilkan tahun 2006, sementara saya katakan saya pindah dari rumah itu tahun 2003, saya dikatakan berbohong. Kebohongan saya dimana mas?. Apa salahnya saya mengambil foto rumah itu setelah saya pindah dari tempat itu? Apa dikira saya tidak pernah tinggal dirumah itu, atau saya dikira belum pindah dari rumah itu? Lalu, ketika dijawab, yang intinya saya menceritakan semua ini bermaksud untuk berbagi semangat dan motivasi eee malah dituduh saya menghalalkan kebohongan?
Tidak ada kebaikan sedikitpun yang dapat diambil dari memelihara prasangka buruk. Karena itu Islam melarang sikap ini.
Sikap ini mudah menjangkiti seseorang termasuk saya. Kadang orang yang menderita penyakit ini tidak menyadari bahwa mereka terjankit penyakit ini. Karena penyakit ini ada yang samar-samar, kurang dirasakan efeknya bagi orang lain, karena mereka tidak menampakkannya. Tetpai bagi pelaku, akan tetap mendapatkan efek buruknya. Karena itu kita mesti mohon bantuan kepada Allah SWT, mudah-mudahan kita bisa dihindarkan dari penyakit ini.
Mohon maaf jika ada yang salah,
Semoga bermanfaat.
See you at the top
Posted by Unknown at 07.40 1 comments
Apa yang anda tahu penentu nasibmu
Sering saya bertanya dalam diri sendiri, “ Kenapa ada orang yang menjadi tukang Ojek, Pemulung, Guru, Anggota Dewan, Menteri bahkan Presiden?” Lalu saya bertanya pada diri sendiri, “ Kenapa kamu menjadi pengusaha,. Kenapa kamu bersusah payah mau menulis, padahal kamu bukan seorang penulis dan tidak mempunyai banyak waktu senggang?”
“Saya mau menjadi pengusaha karena saya ingin kaya. Saya tahu seorang pengusaha itu dibukakan banyak pintu rezeki. Karena itu jika saya menjadi pengusaha kemungkinan saya menjadi kaya raya akan mudah tercapai. Dan apabila saya sudah mempunyai banyak uang , saya akan mendirikan pesantren yang bisa saya jadikan amal jariah.”
“Saya mau bersusah payah menulis, karena saya ingin menularkan ke banyak orang ilmu yang telah saya miliki selama ini. Dan muaranya juga amal jariah. Karena hidupku pendek, sementara aku ingin masuk surga selama-lamnya, tentu bekal yang dibutuhkan untuk membayar semua itu juga besar. Karena itu saya harus kerja keras dan cerdas, sehingga nilai waktu saya berlipat. Walau saya sudah meninggal kebaikan dan pahala masih tetap didapat”
Bukankah menjadi seorang pengusaha itu resikonya tinggi? Kenapa kamu mau melakukannya juga? Bahkan istrimu sendiri pernah mengungkapkan nada keberatan, “ Katanya menjadi pengusaha biar banyak waktu luang, tapi mana?. Dulu ketika masih bekerja di tempat orang, berangkat pukul 7.00 dan pulang pukul 17.30 . Tetapi kini setelah menjadi pengusaha, malah sering pulang malam.”
Lalu hati saya kembali bertanya, “ Kenapa orang mau menjadi pengemis dan pemulung?” “Mungkin yang mereka tahu dan yang bisa mereka lakukan didalam mencari nafkah itu, ya menjadi pengemis atau pemulung. Contohnya kamu sendiri kenapa kamu tidak mau menjadi anggota dewan saja. Bukankah itu jabatan yang keren, dihormati orang dan juga sebagai tempat yang basah ?”
Lantas kenapa orang mau menjadi tukang ojek atau pemulung. “ yaitu tadi yang mereka tahu dan mau untuk mencari rizki itu, ya menjadi tukang ojek atau pemulung. Mereka tahu ada cara lain dalam mendapatkan rezki, tetapi mereka tidak mau melakukannya atau tepatnya tidak kuasa melakukannya.. Karena mereka tidak tahu caranya. Saya jadi teringat tentang kegagalan saya jadi tukang ojek.”
Ooooo jadi begitu ya. Apa yang kita lakukan adalah apa yang kita tahu. Makanya saya dulu pingin jualan mie ayam dan bakso, karena kenalan saya jualan mie ayam dan bakso. Dan kini setelah aku tahu cara menjual dan membuat heater, aku jadi jualan heater. Mungkin jika aku tahu cara membuat dan jualan semen, wah saya bisa mempunyai pabrik semen dong?”
Luar biasa, memang tepat sekali Allah meneurunkan wahyu pertamanya, dengan menyuruh kita membaca dan NabiNya menyuruh kita bersilaturahmu. Dua aktivitas itu adalah sumber ilmu dan akan memudahkan rizki, jika kita menyadarinya. Lo kok pakai istilah menyadari segala. Memangnya ketika membaca dan bersilaturahmi ada yang tidak menyadarinya?
Oh banyak.
Coba bayangkan dan pikirkan apa yang diperoleh oleh orang yang belajar tetapi tidak diterapkannya. Apa yang diperoleh ketika waktunya dihabiskan untuk nonton TV. Apa yang diperoleh ketika dia bersilaturahmu, namun tidak berusaha mengambil manfaat dan ilmu dari orang yang ditemuai tadi. Bukankah acara reuni teman sekelas, atau keluarga hanya dihabiskan untuk mengobrol sesuatu yang tidak bermanfaat?
Ooooh ya benar juga ya. So jika ingin hidup kita berubah, ekonomi dan karier kita meningkat. Kita mesti terus belajar, menembah ilmu dan wawasan, lewat membaca buku, majalah, Koran dan berkunjung ke teman atau orang-orang sukses untuk diambil pelajaran lalu dipraktekkan.
Semoga bermanfaat.
See in the top
Posted by Unknown at 06.25 0 comments
Perusahaan tidak menjamin kenaikan karier anda
Pada sebauh pertemuan MMC1, ada salah satu anggota pernah mengatakan, bahwa dia pernah bertanya kepada atasannya, “Bagaimana karier saya kedepan pak?”. Sang atasan dari level manager sampai Direkur tidak bisa menjawabnya.
Ya memang demikianlah keadaannya. Perusahaan tidak menjamin kenaikan karier karyawannya. Perusahaan hanya berusaha memastikan bahwa mereka dapat menggaji karyawannya tepat waktu . Jika ingin karier naik, si karyawan senderilah yang berkewajiban menaikkan kariernya sendiri.
Namun anehnya, banyak para karyawan tidak menyadari akan hal ini. Mereka yang penting bekerja dan melakukan tugas dengan baik. Mereka beranggapan dengan menjadi karyawan yang rajin dan menjalankan tugas seperti yang diharapkan itu sudah cukup. Tetapi benarkan demikian?. Tidak. Kenaikan karier perlu diusahakan. Anda tidak otomatis naik jabatan dengan berlalunya waktu. Bahkan yang menyadari ,menginginkan dan telah mempersiapkan diri saja belum tentu kariernya bisa naik. Kenapa ? Anda dapat naik pangkat jika anda menyiapkan diri dengan baik dan ada tempat untuk naik pangkat. Namun jika tidak ada tempat karena atasan anda tidak ada yang naik pangkat, pindah kerja atau meninggal, anda tidak akan naik pangkat. Kecuali jika anda pindah ke perusahaan lain.
Saya menyadari kondisi ini sejak dari awal memilih pekerjaan. Ketika kejenuhan menunggu panggilan dari sekian banyak surat lamaran yang kami sebarkan, saya mendapat dua tawaran pekerjaan sekaligus. Pertama datang dari sebuah perusahaan elektronik yang cukup besar. Saya mendapatkan tawaran gaji sesuai gaji lulusan sarjana saat itu. Kedua datang dari perusahaan kecil dengan hanya 20 karyawan. Saya hanya mendapatkan tawaran gaji 1/3 dari gaji lulusan karyawan. Namun saya memilih yang terakhir karena pempinan perusahaan itu mengatakan , saya akan dijadikan manager produksi dengan gaji 5-7 kali lipat dari gaji lulusan sarjana.
Alhamdulillah dalam kurun waktu 2 tahun saya sudah menjadi Manager Produksi di Perusahaan itu. Seandainya saya dulu memilih perusahaan elektronik yang besar, saya tidak tahu apakah bisa menjadi manager atau tidak. Karena perusahaan besar tentu sudah mempunyai aturan yang baku.
Jadi pastikan karier anda terus naik. Jangan mau anda tertahan dalam suatu tempat cukup lama, walaupun anda telah memiliki gaji tinggi. Hidup harus tumbuh dan berkembang. Hari ini mesti lebih baik dari hari kemarin. Dan hari esok mesti lebih baik daripada hari ini. Anda akan bisa memprediksi hari esok lebih baik dari pada hari ini jika anda terus menerus berupaya lebih baik dan lebih cerdas dengan menambah ilmu dan tekad untuk maju.
Semoga bermanfaat,
See you at the top
Posted by Unknown at 17.31 0 comments