Sukses Karier dan kaya Melalui Silaturrahmi.

Pada tulisan terdahulu, saya telah membahas tentang pentingnya peranan teman dalam kesuksesan hidup . Bahkan ada tema yang bersipat profokatip “ anda tidak akan lebih kaya dari teman anda” Dari pembahasan tersebut anda dapat mengetahui betapa besar pengaruh teman dalam kesuksesan anda.

Perteman yang baik dapat kita jalin melalui silaturahmi atau hubungan yang terus berkesinambungan. Pertemanan yang semacam inilah yang akan dapat mempengaruhi masa depan anda. Karena itu jika anda salah memilih teman maka masa depan anda akan menjadi pertaruhan.

Orang merokok karena pengaruh teman. Orang kena narkoba juga karena pertemenan.Sebaliknya orang bisa mempunyai kerier dan usaha yang sukses juga disebabkan oleh pertemanan. Karena itu berhati-hatilah dalam menentukan teman anda utamanya teman karib.

Namun teman yang jarang kita temui juga sangat berpengaruh pada kehidupan kita, jika kita mau mengambil manfaat dari sebuah pertemuan. Misalnya anda bertemu dengan teman lama yang sudah 10 tahun tidak pernah bertemu. Pertemuan ini jika anda dapat mengambil manfaatnya akan berdampak sangat besar. Misalnya teman kuliah anda 10 tahun lalu ternyata sekarang menjadi Bupati. Padahal sang teman ketika kuliah prestasinya biasa saja . Lalu timbul pertanyaan dalam hati anda, dan menanyakan pada sang teman bagaimana ceritanya bisa menjadi Bupati. Jawaban dari sang teman menjadi inspirasi untuk mengubah kehidupan anda. Anda mungkin tidak menjadi Bupati seperti teman anda namun kesuksesan anda meningkat pesan setelah pertemuan.

Maka benarlah akan perkataan nabi Muhammad “ Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah jalin silaturrahmi.’
Kata silaturahmi disini bukan mengakrab- akrabkan teman karib, namun menjalin hubungan atau pertemanan yang telah putus atau menjalin teman baru, agar lebih akrab.

Selain manfaat tersebut diatas, silaturahmi juga akan membuat hidup lebih mudah dan indah. Misalnya jika anda tinggal di Jakarta namun karena sesuatu hal anda harus pergi ke Surabaya, semetara uang tidak punya sama sekali. Karena anda banyak teman, mungkin anda bisa pinjam uang kepada mereka, atau anda punya teman sopir truk sehingga anda bisa numpang dengan gratis. Kemudian sesampainya di Surabaya anda bisa numpang tidur dan makan di rumah teman anda yang disana. Wah enakkan?

Namun sayang kebanyakan orang salah menyikapinya, ketika ketemu teman yang lebih sukses bukan mengambil pelajaran baik, tetapi sebaliknya menjadi iri atau tidak berkesan sama sekali. Biasa saja seperti tidak pernah ketemu. Atau mengatakan “Itu sudah menjadi takdir dia dan takdir saya hanya seperti ini.” Sikap seperti ini akan mengahalangi mereka mengambil manfaat dari silaturahmi yang terjadi. Sehingga silaturahmi yang dijalin tidak membawa manfaat baginya.

Bahkan yang sering terjadi jika seseorang datang ke rumah temannya yang sukses ada dua hal yang mereka lakukan, mencari pinjaman atau mencari pekerjaan. Jarang sekali mereka menanyakan, bagaimana anda bisa seperti ini?.

Untuk lebih mempertegas pengaruh silaturahmi pada kesuksesan karier dan kekayaan, saya ingin berbagi pengalaman. Dulu ketika saya bekerja, saya menikmati betul pekerjaan saya. Saya juga merasakan gaji saya lebih dari cukup dan tidak kalah dengan yang lain. Itu menurut anggapan saya.

Suatu ketika saya mendapat alamat kakak kelas kuliah saya, lalu saya mengunjungi rumah beliau. Oh ternyata beliau lebih sukses dari saya. Beliau sudah menjadi manager. Sepulang dari rumah teman tersebut perasaan saya menjadi gelisah. “ Beliau sudah menjadi manajer dan saya belum. Saya tidak boleh kalah. Saya harus jadi manager.” Kata saya dalam hati. Sejak itu saya berusaha menambah pengetahuan managerial dan mengerjakan apa saja yang dapat dan boleh saya lakukan walaupun itu bukan wewenang saya. Alhamdulillah dalam kurun kurang dari 1,5 tahun dari pertemuan dengan teman tersebut saya menyusul menjadi manager.

Setelah menjadi manager produksi selama dua tahun, saya mulai memikirkan karier saya selanjutnya. Saya bekerja diperusahaan kecil, diatas jabatan manager langsung direktur dan sekaligus merangkap sebagai pemilik. Jika saya bertahan di manager produksi maka karier dan pendapatan saya akan mentok. Kalau toh betambah paling-paling hanya pertambahan yang disebabkan masa kerja. Saya tidak mau hanya mendapatkan pertambahan gaji berdasarkan masa kerja. Kemudian saya melirik ada lahan lain yang bisa mendapatkan penghasilan besar, yaitu menjadi sales. Karena di bagian sales pendapatan ditentukan oleh komisi. Jika berhasil menjual banyak maka penghasilannya besar. Namun sebaliknya jika penjualannya rendah maka pendapatannyapun juga kecil.

Akhirnya kesempatan ini saya ambil walaupun gaji yang diberikan kecil dan harus menanggalkan jabatan manager produksi. Alhamdulillah, saya dapat menjadi sales yang berhasil dan mempunyai penghasilan 2 sampai 3 kali penghasilan ketika menjadi manager produksi. Keberhasilan ini memerlukan waktu 3 tahun. Setelah 4 tahun jadi sales, saya dipromosikan menjadi sales manager.

Jabatan sales manager menina bubukkan saya, karena selain penghasilan besar, saya mempunyai waktu luang yang banyak. Hingga akhirnya saya bertemu dengan kakak kelas teman kuliah yang lain yang telah menjadi direktur. “Wih. Direktur . Keren. Aku juga harus menjadi direktur. Malu rasanya jika kalah dengan beliau itu.” Tekadku dalam hati.

Namun bagaimana bisa jadi direktur sementara atasan saya langsung direktur dan sekaligus pemilik perusahaan. “ Satu-satu cara agar jadi direktur adalah mendirikan perusahaan sendiri atau pindah ke perusahaan lain. Namun cara yang terkhir rasanya sulit.” Kataku suatu ketika. Lantas bagaimana caranya mendirikan perusahaan sendiri. Jika bangkrut gimana? Saya sudah berkeluarga, punya anak dan istri. Sementara pengasilan saya sudah lebih dari cukup. Kenapa neko-neko? Apalah artinya jabatan direktur dibandingkan keamanan dan keselamatan keluarga? Pikiran –pikiran semacam ini menakut-nakti saya.

Namun keinginan untuk menjadi direktur terus mengiang-ngiang. Akhirnya saya ikut pelatihan wirausaha yang dimiliki oleh pak Purdi Chandra pemilik Primagama. Tetapi pelatihan itu belum bisa melenyapkan keraguan atas keberhasilan jika mendirikan usaha sendiri dan rasa sungkan untuk pamitan ke Bos saya. Karena kami sudah sebegitu akrabnya.

Untuk menembah keyakinan dan niat berwirausaha, saya membeli rumah yang jauh dari tempat kerja( memakan waktu 3 – 4 jam perjalanan pergi dan pulang kerja) dan meminta dukungan kepada teman dan customer bahwa saya akan mendirikan usaha sendiri. Hingga suatu ketika Bos saya bertanya kepada saya tentang kebenaran isu saya mau keluar. La untung akhirnya saya membenarkan isu tersebut dan mengajukan pengunduran diri sekaligus.

Kini sudah 5 tahun saya berwira usaha. Alhamdulillah, usaha kami berkembang dengan baik dan sudah menghasilkan cukup besar. Penghasilan 5 tahun usaha sendiri ternyata lebih besar hasilnya dibandingkan bekerja ditempat orang lain selama14 tahun. Dan yang lebih menyenagkan lagi jabatan direktur saya dapat saya wariskan kepada anak saya. Sementara jika jabatan direktur dari karier kerja setelah pensiun akan hilang dan tidak bisa diwariskan.
Demikian semoga bermanfaat.
See you in the top

2 comments:

Martha mengatakan...

Dan yang lebih menyenagkan lagi jabatan direktur saya dapat saya wariskan kepada anak saya. Sementara jika jabatan direktur dari karier kerja setelah pensiun akan hilang dan tidak bisa diwariskan.
bener bgts gan

APIN SAROJI mengatakan...

salam kenal dari www.wirausahakayaonline.blogspot.com

Posting Komentar