Tampilkan postingan dengan label PT Alfa Fikrindo Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT Alfa Fikrindo Utama. Tampilkan semua postingan

Hati-hati terhadap pertumbuhan Bisnis yang Cepat

Rabu, 20 Januari 2010

Minggu kemarin tepatnya tgl. 17 Januari 2010 merupakan pertemuaan pertama dari MMC1di, Cikarang di tahun 2010. Walaupun tidak dihadiri oleh seluruh anggota acaranya pun cukup menarik dan lebih mendalam. Karena masing-masing orang mempunyai jatah waktu yang lebih panjang untuk dapat syaring.

Ada satu hal yang menarik dalam pertemuan tersebut, yaitu semangat ingin maju yang ditunjukkan oleh pak Ruwi, si empunya JM Musik. Lalu beliau mengungkapkan agenda yang akan dilakukan di tahun 2010. agenda tersebut antara lain : mengikuti pameran waralaba mewakili TDA Bekasi, membuat web dengan dana yang cukup lumayan dan mau pindah tempat dari tempat yang semula ke tempat yang lebih strategis.
Semua rencana tersebut merupakan saran dari teman-teman TDA bekasi. Lalu dengan tanpa "piker panjang"( menurut hemat saya), pak Ruwi langsung menyetujuinya(menggunakan prinsip, oke dulu baru dipikir kemudian).

Sebagai orang yang menganut prinsip pengetatat pengeluar selama masih bisa diganti dengan kerja keras, saya menjadi kawatir, apa yang akan terjadi dimasa mendatang, jika pak Ruwi benar-benar melakukan apa yang menjadi saran teman-teman TDA. Akhirnya jadilah saya orang yang banyak berkomentar negatip terhadap rencana tersebut. Sebenarnya saya tidak enak untuk mengutarakannya. Namun saya pikir, apa yang saya sarankan toh bisa dijadikan “cara lain” agar usaha pak Ruwi maju, namun tidak menimbulkan masalah keuangan dikemudian hari.

Perlu diketahui, usaha pak Ruwi adalah sekolah musik, didukung dengan jualan dan rental alat musik. Agar usaha bisa berkembang dengan baik dan cepat, memang perlu diwaralabakan. Namun mewaralaba usaha itu tidak gampang jika ingin waralaba kita berumur panjang. System yang ada harus telah teruji bekerja dengan baik dan mesti ada sesuatu yang “unik dan rahasia”. Tanpa 2 hal tersebut usaha tidak bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Suatu waralaba yang tidak mempunyai keunikan dan rahasia, akan mudah diputuskan oleh mitra usaha. Mereka berpikir” untuk apa membayar fee jika ternyata waralaba tersebut tidak membantu pertumbuhan usaha dan tidak memiliki nilai tambah?” Selain keunikan dan rahasia ada nilai tambah yang tidak kalah pentingnya yaitu nama yang popular atau diketahui masyarakat luas. Misalnya sekolah musik Yamaha atau Purwacaraka. Mendengar kata Yamaha dan Purwacaraka asumsi masyarakat terbayang pada musik yang berkualitas.

Saya teringat seorang teman yang mempunyai usaha toko mainan. Karena beliau seorang mentor dari sebuah pelatihan wirausaha, beliau mempunyai kesempatan mempromosikan usahanya ke peserta pelatihan. Ibarat mancing dikolam yang ikannya kelaparan, maka usaha toko teman tersebut berkembang menjadi 30 toko dalam kurun kurang dari 2 tahun. Sungguh luar biasa. Namun apa yang terjadi menginjak tahun ke 3 usahanya rontok, semua patner memisahkan diri. Kenapa bisa demikian? Karena system manajemennya tidak dipersiapkan dengan baik.

Dengan denikian, sebelum suatu usaha diwaralabakan perlu diadakan persiapan yang matang. Pertama yang perlu dipersiapkan adalah membuat system manajemen. System yang dibuat ini harus teruji dan terbukti berjalan dengan baik. Agar bukti lebih meyakinkan perlu membuat minmal satu cabang dan pengelolaanya diserahkan orang lain. Kenapa demikian, karena kita ingin tahu apakah usaha itu bisa berjalan tanpa kita terlibat didalamnya. Kenapa demikian? Jangan-jangan usaha kita berjalan karena usaha keras kita, bukan karena system yang baik.

Langkah selanjutnya adalah menemukan keunikan dari usaha yang akan diwaralabakan. Waralaba yang ada mesti mempunyai keunikan dibandingkan pesaing. Pertanyaan yang mesti dijawab adalah “Kenapa saya mesti mengambil waralaba anda?. Kenapa saya mesti sekolah musik ditempat anda?”

Langkah yang terakhir adalah mempromosikan agar usaha dan keunikan yang dimiliki dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga masyarakat kenal dengan baik tentang waralaba kita. Kemudian mereka akan merasa rugi, dan bodoh apabila tidak memilih sekolah musik kita.

Ketiga langkah diatas semuanya memerlukan biaya yang tidak banyak. Namun tidak mustahil kita dapat melakukan ketiga langkah diatas dengan biaya yang rendah diikuti dengan usaha yang keras. Hampir semua perusahaan yang berhasil awalnya didirikan dengan sedikit modal ditambah kerja keras dan semangat terus belajar. Kenapa demikian? Karena tenaga dan waktu yang kita miliki tidak perlu beli. Sementara jika kita menggunakan uang untuk kemajuan usaha, kita mesti memiliki uang yang cukup. Dan yang lebih menarik lagi kita mempunyai sikap berhemat dan bekerja keras. Suatu sikap yang mesti dimiliki semua orang yang ingin sukses dalam bidang apapun.

Biasanya yang banyak menyerap biaya adalah pada langkah membuat system dan promosi. Tetapi dalam era sekarang ini, rasanya akan lebih mudah menekan biaya 2 hal tersebut diatas. Sebagai contoh, saya tidak pernah beriklan lewat buku kuning atau yang lain. Saya juga membuat sendiri web PT Alfa Fikrindo Utama. Memang cukup sederhana, namun sudah menghasilkan milyaran rupiah. Sebenarnya saya tidak paham terhadap computer, tetapi karena memiliki semangat belajar dan kerja keras web bisa saya buat dalam kurun waktu kurang dari satu bulan disela-sela kesibukan saya. Dengan biaya tidak lebih dari Rp.500.000,- termasuk beli nama Domain dan bayar sewanya. Sebenranya saya sanggup dan mampu membayar orang tetapi saya tidak mau melakukannya karena saya ingin bisa. Jika suatu saat ada perubahan atau membuat web untuk keperluan lain saya bisa melakukannya sendiri. Ketika membuat system diperusahaanpun saya lebih suka membuat dan belajar sendiri. Saya yang tahu masalahnya, mungkin saya orang yang tepat untuk membuatnya. Tentu saya tidak melupakan untuk konsultasi dengan pengusaha lain atau para ahli.

Ketika perusahaan anda sudan berjalan dan tumbuh, bukan berarti akan selamanya demikian. suatu saat akan pasang dan surut. disamping itu ketika perusahaan dalam keadaan sehat, banyak pemilik perusahaan kadang terlena menjadi boros didalam menggunakan uangnya. Mungkin mereka mengeluarkan uang demi kemajuan perusahaan tetapi, jika tidak hati-hati bisa saja anda terjebak dalam sikap konsumtip. Ini yang bahaya, dan kenapa banyak perusahaan gulung tikar sikap ini sebagai penyebabnya.

Semoga bermanfaat.
See you in the top.

Baca selengkapnya......

Faktor Keberuntungan

Senin, 14 Desember 2009

Hari minggu kemarin adalah hari yang cukup menyenangkan sekaligus melelahkan bagiku. Bagaimana tidak sejak pukul 7.30 pagi saya sudah mulai menyiapkan menyambut kedatangan para teman-teman MMC1. Karena pertemuan kali ini diadakan di kantorku PT Alfa fikrindo Utama, yang mempunyai produk Habaist.

Adapun acara MMC1 sendiri baru dimulai pada pukul 9. Cukup terlambat memang. Karena seharusnya dimulai pada pukul 8 pagi. Maklum orang sibuk semua . he he he. Atau barangkali kita mesti belajar menghargai dan menepati waktu.

Walaupun peserta yang hadir hanya 5 orang, namun rekan-rekan yang hadir tetap bersemangat, karena mereka menyadari ini untuk kepentingan mereka sendiri. Pertemuan ini bukan hanya sekedar kumpul-kumpul, temu kangen dan bicara ngalor ngidul. Tetapi sebagai tempat untuk berbagi, mencari solusi dan wawasan dalam berbisnis.

Namun ketika acara sudah mau selesai, saya kedatangan tamu mas Kanam Mukhlison dan mas Sunaryo. Mas Kanam adalah adik kelas saya dan Mas Sunaryo adalah kakak kelas saya sewaktu kuliah di Jurusan Fisika FMIPA Unair, Surabaya. Mas Kanam disamping bekerja di Gramedia Group, beliau juga sebagai konsultan waralaba BenWareg, bersama-sama Mas BJ. Wijananto. Sedangkan Mas Sunaryo bekerja di Pabrik kertas. Selain itu beliau juga mempunyai usaha sebagai pengimpor sampah kertas. Karena itu keduanya langsung saya todong untuk menceritakan usahanya ke forum MMC1, siapa tahu ada manfaatnya bagi teman-teman MMC1.

Pertemuan berakhir pada pukul 12.40. tidak seperti biasanya yang berakhir ketika azan dhuhur. Berkumandang. Setelah sholat dhuhur berjamaah dan makan siang, saya bersama mas Kanam dan Mas Sunaryo melanjutkan kunjungan ke Toko grosirnya Pak H. Hambali dan ke rumah Mas Syaiful Wasman.

Ketika di kediaman mas Syaiful Wasman, pertemuan berlangsung sangat menyenangkan. Maklum ternyata mas Naryo dan mas Syaiful ternyata baru ketemu sejak mereka lulus. Jadi sudah hampir 20 tahun. Dalam perbincanngan yang santai namun bermakna tersebut mas Mas Syaiful berkata “ Dulu ketika saya masih di Jakarta, sudah memulai buka usaha namun gagal. Rupanya factor keberuntungan belum berpihak padaku. Mungkin itulah hikmahnya Tuhan membuat manusia dengan berbagai macam peran.” . “ Ya memang benar mas. Ada orang miskin, menengah dan kaya. Ada pekerja berlevel operator, supervisor, manager dan Direktu. Ada pekeja dan pengusuha. Namun saya mempunyai hak pilih dan saya memilih menjadi pengusaha yang kaya raya” kataku sambil bercanda.

Lagi pula, sebenarnya tidak ada yang kebetulan dan keberuntungan didunia ini. Karena semuanya sudah tertulis disisi Allah. Jadi semuanya sudah menjadi sekenario Allah. Namun sebagai manusia kita tidak tahuakan menjadi apa kita nanti. Karena itu kita hanya bisa memilih lalu berusaha mewujudkannya dengan sekuat tenaga, mengerahkan segenap sumber daya yang ada baik itu tenaga, pikiran bahkan doa, diikuti dengan ketekunan yang tinggi. Jika kita sudah melakukan semacam itu belum berhasil itulah takdir kita. Jadi kita tidak bisa mendahului takdir dengan mudah putus asa.

Jika kita menilik bahasa inggris dari keberuntungan itu adalah “LUCK” , ternyata kata itu adalah sebuah akronim. L merupakan kepanjangan dari Location. Orang yang beruntung adalah orang berada pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Sedangkan U berarti Understand. Orang beruntung karena mereka mempunyai pengetahuan yang tepat. Sedangkan C adalah Connection, atau Hubungan. Hubungan atau koneksi sangat diperlukan dalam bidang apapun. Namun kebanyakan orang males menjalin hubungan. bahkan berhubungan dengan tetangganyapun males. Padahal tetangga itu sangat berarti. kita tidak bisa hidup sendiri.Jika terjadi apa-apa dirumah kita tentu tetangga dekatlah yang akan lebih cepat membantu.


Orang yang berada pada tempat dan waktu yang tepat, mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan lalu mempunyai koneksi, tidak cukup membuatnya beruntung jika mereka tidak mempunyai keterampilan yang mencukupi. Untuk menggambarkan hal ini akan lebih dipahami jika anda membayangkannya seperti orang bermain sepakbola. Ketika bola di daerah lawan, Dedy berada tepat di depan gawang, Dedy tahu jika mendapat operan bola, akan ditendang ke gawang lawan. Namun Dedy tidak mendapat operan bola karena Dedy kurang diperhitungkan atau hubungan Dedy dengan pemain yang lain kurang bagus. Atau Dedy mendapatkan operan bola dan menendangnya ternyata bukannya bola mengarah kegawang tetapi melenceng jauh dari gawang. kenapa demikian karena Dedy kurang terampil.


Sebenarnya kesempatan datang setiap hari, namun karena kita tidak berada pada tempat dan waktu yang tepat kita tidak bisa melihat kesempatan yang datang. Atau kita tidak tahu bahwa didepan anda ada kesempatan yang mengundang keberuntungan anda. Karena tidak mengerti atau tidak mempunyai skill yang dibutuhkan.


Demikian Semoga bermanfaat.

See in the top

Baca selengkapnya......