Tampilkan postingan dengan label mmc1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mmc1. Tampilkan semua postingan

Mastermind

Jumat, 11 Juni 2010

Tahukan anda tentang Mastermid. Oh ya bagi teman-teman TDA sudah tidak asing lagi dengan kata “ Mastermind” ini. Namun apakah semua teman TDA merepukan peserta Mastermind? Belum tentu juga. Karena untuk menjadi mastermaind membutuhkan kesadaran yang tinggi terhadap kemajuan masa depan. Bagi mereka yang kurang memiliki “kesadaran” akan menganggap pertemuan mastermind adalah sesuatu yang membosankan dan tidak ada artinya. Mereka akan lebih suka bengong dirumah, nonton TV, jalan-jalan atau aktivitas yang lain, yang sebenarnya jika ditakar dengan “kesadaran” terhadap masa depan jauh lebih bermanfaat bermastermind dari pada kegiatan-kegiatan tersebut.


Saya mengenal kata Mastermind pertama kali ketika membaca bukunya Napolion Hill “ Think and Grow Rich”. Menurut Hill, mastermind dapat didefinisikan sebagai” koordinasi antara pengetahuan dan upaya, dalam semangat keserasian, antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang pasti”.

Namun sayang saat itu saya hanya sebatas mengenal kata itu. Waktu itu mungkin 15 th yang lalu, saya belum paham benar terhadap kata itu. Yang saya pahami adalah” Jika anda ingin sukses anda harus mempunyai panutan,”. Namun waktu itu saya sering melakukan mastermind imajiner. Yaitu membuat kelompok diskusi dengan diri sendiri. Ketika sedang duduk sendirian saya sering bertanya pada diri sendiri” Lif, sebenranya apa yang kau cari di Dunia ini. Lif ketika kamu nanti meninggal apa yang dikatakan orang lain tentang kamu”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian saya jawab sendiri. Kemudian terjadilah pertempuran seru dalam pikiran saya. Namun karena hanya pertemuan imejiner sendiri, otomatis hasil pemikiran yang diperoleh hanya sebatas pada pengetahuan dan kemampuan sendiri.

Setelah saya bergabung dengan TDA, saya baru bisa mempraktekkan mastermind tersebut dengan teman-teman. Kami mempunyai kelompok namanya MMC1. Alhamdulillah kelompok MMC1 termasuk kelompok yang rutin melakukan pertemuan. Paling tidak setiap 2 minggu sekali kami mengadakan pertemuan.

Selain bergabung dengan MMC1, saya membentuk kelompok sendiri dengan anggota hanya 2 atau 3 orang saja dimana pesertanya selevel dengan usaha saya atau jauh lebih besar dari usaha saya. Tujuan saya melakukan ini adalah untuk menjaga konsistensi agar saya tetap bergaerah dan terus maju. Tidak mudah merasa puas. Selain itu saya akan mendapatkan saran dan bimbingan dari mereka. Ibarat saya tingkat SD sementara teman mastermaind saya adalah tikat SMA atau Sarjana. Tentu saya akan mendapatkan banyak masukan, dorongan semangat dan pujian atau penghargaan yang tulus.

Otak manusia satu dengan yang lain sangat berbeda. Hal ini disebabkan selain kemampuan otak itu sendiri juga disebabkan oleh hal-hal (pengetahuan, pengalaman dll) yang masuk kedalam otak dan respon yang diambil oleh si empunya otak. Otak manusia dapat dibandingkan dengan baterei. Jika beberapa baterei dihubungkan dengan keserasian, maka akan menimbulkan kekuatan sejumlah baterai yang ada. Sebaliknya jika beberapa baterei disusun dengan ketidak seraian, maka baterei-baterai tersebut akan saling melemahkan.

Otak berfungsi dengan cara yang sama. Jika sekelompok orang berkumpul dengan semangat keseraian maka akan menimbulkan kekuatan yang luar biasa. Apalagi jika sekelompok orang tersebut mempunyai kapasitas otak yang besar, maka kekuatan yang dihasilkan juga akan jauh lebih besar. Sebaliknya jika sekelompok orang tersebut tidak dalam semangat keserasian, maka yang terjadi adalah saling menjatuhkan dan melemahkan. Sehingga yang dihasilkan adalah kehancuran bukan kekuatan.

Oleh karena itu, ketika bermastermaind diharapkan tumbuh semangat keserasian. Sehingga terjadi saling mendukung dan memberi saran. Dengan demikian anda dapat melipatgandakan kemampuan otak anda dengan mudah.

Ketika anda mengungkapkan mimpi-mimpi atau keberhasilan-keberhasilan anda, anda tidak dianggap sebagai omong besar atau pembual. Tetapi yang didapatkan adalah dukungan, saran, penghargaan, rasa salut dan doa. Bukankan lingkungan seperti ini yang sebenarnya kita inginkan?

Saya merasakan begitu besar manfaat mastermind bagi kemajuan pribadi maupun usaha saya. Saya menyadari walaupun saya sudah tua, tetap mebutuhkan dorongan, nasehat, dan teguran jika melakukan kesalahan. Di mastermind inilah saya mendapatkan semua itu.

Anda tertarik. Anda belum pernah mengikuti mastermind? Anda memerlukan panduannya? Baca disini. Buatlah kelompok mastermind ditempat anda dengan teman dekat anda. Isilah pertemuan mastermaind dengan menyampaikan impian masa depan anda masing-masing. Utarakan kendala dan kemajuannya. Lalu berilah kesempatan teman anda untuk memberi saran atau gagasan untuk menyelesaikan kendala yang anda hadapi. Saya yakin pertemuan semacam ini akan membuat anda terus bergaerah untuk tetap maju. Karena anda memiliki teman yang selalu mendukung dan berharap anda akan mencapai apa yang anda cita-citakan.

Selamat bermastermind, semoga kebersamaan dan kesuksesan selalu menyertai hari-hari kita
Semoga bermanfaat
See you at the top


Baca selengkapnya......

Hati-hati terhadap pertumbuhan Bisnis yang Cepat

Rabu, 20 Januari 2010

Minggu kemarin tepatnya tgl. 17 Januari 2010 merupakan pertemuaan pertama dari MMC1di, Cikarang di tahun 2010. Walaupun tidak dihadiri oleh seluruh anggota acaranya pun cukup menarik dan lebih mendalam. Karena masing-masing orang mempunyai jatah waktu yang lebih panjang untuk dapat syaring.

Ada satu hal yang menarik dalam pertemuan tersebut, yaitu semangat ingin maju yang ditunjukkan oleh pak Ruwi, si empunya JM Musik. Lalu beliau mengungkapkan agenda yang akan dilakukan di tahun 2010. agenda tersebut antara lain : mengikuti pameran waralaba mewakili TDA Bekasi, membuat web dengan dana yang cukup lumayan dan mau pindah tempat dari tempat yang semula ke tempat yang lebih strategis.
Semua rencana tersebut merupakan saran dari teman-teman TDA bekasi. Lalu dengan tanpa "piker panjang"( menurut hemat saya), pak Ruwi langsung menyetujuinya(menggunakan prinsip, oke dulu baru dipikir kemudian).

Sebagai orang yang menganut prinsip pengetatat pengeluar selama masih bisa diganti dengan kerja keras, saya menjadi kawatir, apa yang akan terjadi dimasa mendatang, jika pak Ruwi benar-benar melakukan apa yang menjadi saran teman-teman TDA. Akhirnya jadilah saya orang yang banyak berkomentar negatip terhadap rencana tersebut. Sebenarnya saya tidak enak untuk mengutarakannya. Namun saya pikir, apa yang saya sarankan toh bisa dijadikan “cara lain” agar usaha pak Ruwi maju, namun tidak menimbulkan masalah keuangan dikemudian hari.

Perlu diketahui, usaha pak Ruwi adalah sekolah musik, didukung dengan jualan dan rental alat musik. Agar usaha bisa berkembang dengan baik dan cepat, memang perlu diwaralabakan. Namun mewaralaba usaha itu tidak gampang jika ingin waralaba kita berumur panjang. System yang ada harus telah teruji bekerja dengan baik dan mesti ada sesuatu yang “unik dan rahasia”. Tanpa 2 hal tersebut usaha tidak bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Suatu waralaba yang tidak mempunyai keunikan dan rahasia, akan mudah diputuskan oleh mitra usaha. Mereka berpikir” untuk apa membayar fee jika ternyata waralaba tersebut tidak membantu pertumbuhan usaha dan tidak memiliki nilai tambah?” Selain keunikan dan rahasia ada nilai tambah yang tidak kalah pentingnya yaitu nama yang popular atau diketahui masyarakat luas. Misalnya sekolah musik Yamaha atau Purwacaraka. Mendengar kata Yamaha dan Purwacaraka asumsi masyarakat terbayang pada musik yang berkualitas.

Saya teringat seorang teman yang mempunyai usaha toko mainan. Karena beliau seorang mentor dari sebuah pelatihan wirausaha, beliau mempunyai kesempatan mempromosikan usahanya ke peserta pelatihan. Ibarat mancing dikolam yang ikannya kelaparan, maka usaha toko teman tersebut berkembang menjadi 30 toko dalam kurun kurang dari 2 tahun. Sungguh luar biasa. Namun apa yang terjadi menginjak tahun ke 3 usahanya rontok, semua patner memisahkan diri. Kenapa bisa demikian? Karena system manajemennya tidak dipersiapkan dengan baik.

Dengan denikian, sebelum suatu usaha diwaralabakan perlu diadakan persiapan yang matang. Pertama yang perlu dipersiapkan adalah membuat system manajemen. System yang dibuat ini harus teruji dan terbukti berjalan dengan baik. Agar bukti lebih meyakinkan perlu membuat minmal satu cabang dan pengelolaanya diserahkan orang lain. Kenapa demikian, karena kita ingin tahu apakah usaha itu bisa berjalan tanpa kita terlibat didalamnya. Kenapa demikian? Jangan-jangan usaha kita berjalan karena usaha keras kita, bukan karena system yang baik.

Langkah selanjutnya adalah menemukan keunikan dari usaha yang akan diwaralabakan. Waralaba yang ada mesti mempunyai keunikan dibandingkan pesaing. Pertanyaan yang mesti dijawab adalah “Kenapa saya mesti mengambil waralaba anda?. Kenapa saya mesti sekolah musik ditempat anda?”

Langkah yang terakhir adalah mempromosikan agar usaha dan keunikan yang dimiliki dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga masyarakat kenal dengan baik tentang waralaba kita. Kemudian mereka akan merasa rugi, dan bodoh apabila tidak memilih sekolah musik kita.

Ketiga langkah diatas semuanya memerlukan biaya yang tidak banyak. Namun tidak mustahil kita dapat melakukan ketiga langkah diatas dengan biaya yang rendah diikuti dengan usaha yang keras. Hampir semua perusahaan yang berhasil awalnya didirikan dengan sedikit modal ditambah kerja keras dan semangat terus belajar. Kenapa demikian? Karena tenaga dan waktu yang kita miliki tidak perlu beli. Sementara jika kita menggunakan uang untuk kemajuan usaha, kita mesti memiliki uang yang cukup. Dan yang lebih menarik lagi kita mempunyai sikap berhemat dan bekerja keras. Suatu sikap yang mesti dimiliki semua orang yang ingin sukses dalam bidang apapun.

Biasanya yang banyak menyerap biaya adalah pada langkah membuat system dan promosi. Tetapi dalam era sekarang ini, rasanya akan lebih mudah menekan biaya 2 hal tersebut diatas. Sebagai contoh, saya tidak pernah beriklan lewat buku kuning atau yang lain. Saya juga membuat sendiri web PT Alfa Fikrindo Utama. Memang cukup sederhana, namun sudah menghasilkan milyaran rupiah. Sebenarnya saya tidak paham terhadap computer, tetapi karena memiliki semangat belajar dan kerja keras web bisa saya buat dalam kurun waktu kurang dari satu bulan disela-sela kesibukan saya. Dengan biaya tidak lebih dari Rp.500.000,- termasuk beli nama Domain dan bayar sewanya. Sebenranya saya sanggup dan mampu membayar orang tetapi saya tidak mau melakukannya karena saya ingin bisa. Jika suatu saat ada perubahan atau membuat web untuk keperluan lain saya bisa melakukannya sendiri. Ketika membuat system diperusahaanpun saya lebih suka membuat dan belajar sendiri. Saya yang tahu masalahnya, mungkin saya orang yang tepat untuk membuatnya. Tentu saya tidak melupakan untuk konsultasi dengan pengusaha lain atau para ahli.

Ketika perusahaan anda sudan berjalan dan tumbuh, bukan berarti akan selamanya demikian. suatu saat akan pasang dan surut. disamping itu ketika perusahaan dalam keadaan sehat, banyak pemilik perusahaan kadang terlena menjadi boros didalam menggunakan uangnya. Mungkin mereka mengeluarkan uang demi kemajuan perusahaan tetapi, jika tidak hati-hati bisa saja anda terjebak dalam sikap konsumtip. Ini yang bahaya, dan kenapa banyak perusahaan gulung tikar sikap ini sebagai penyebabnya.

Semoga bermanfaat.
See you in the top.

Baca selengkapnya......

Faktor Keberuntungan

Senin, 14 Desember 2009

Hari minggu kemarin adalah hari yang cukup menyenangkan sekaligus melelahkan bagiku. Bagaimana tidak sejak pukul 7.30 pagi saya sudah mulai menyiapkan menyambut kedatangan para teman-teman MMC1. Karena pertemuan kali ini diadakan di kantorku PT Alfa fikrindo Utama, yang mempunyai produk Habaist.

Adapun acara MMC1 sendiri baru dimulai pada pukul 9. Cukup terlambat memang. Karena seharusnya dimulai pada pukul 8 pagi. Maklum orang sibuk semua . he he he. Atau barangkali kita mesti belajar menghargai dan menepati waktu.

Walaupun peserta yang hadir hanya 5 orang, namun rekan-rekan yang hadir tetap bersemangat, karena mereka menyadari ini untuk kepentingan mereka sendiri. Pertemuan ini bukan hanya sekedar kumpul-kumpul, temu kangen dan bicara ngalor ngidul. Tetapi sebagai tempat untuk berbagi, mencari solusi dan wawasan dalam berbisnis.

Namun ketika acara sudah mau selesai, saya kedatangan tamu mas Kanam Mukhlison dan mas Sunaryo. Mas Kanam adalah adik kelas saya dan Mas Sunaryo adalah kakak kelas saya sewaktu kuliah di Jurusan Fisika FMIPA Unair, Surabaya. Mas Kanam disamping bekerja di Gramedia Group, beliau juga sebagai konsultan waralaba BenWareg, bersama-sama Mas BJ. Wijananto. Sedangkan Mas Sunaryo bekerja di Pabrik kertas. Selain itu beliau juga mempunyai usaha sebagai pengimpor sampah kertas. Karena itu keduanya langsung saya todong untuk menceritakan usahanya ke forum MMC1, siapa tahu ada manfaatnya bagi teman-teman MMC1.

Pertemuan berakhir pada pukul 12.40. tidak seperti biasanya yang berakhir ketika azan dhuhur. Berkumandang. Setelah sholat dhuhur berjamaah dan makan siang, saya bersama mas Kanam dan Mas Sunaryo melanjutkan kunjungan ke Toko grosirnya Pak H. Hambali dan ke rumah Mas Syaiful Wasman.

Ketika di kediaman mas Syaiful Wasman, pertemuan berlangsung sangat menyenangkan. Maklum ternyata mas Naryo dan mas Syaiful ternyata baru ketemu sejak mereka lulus. Jadi sudah hampir 20 tahun. Dalam perbincanngan yang santai namun bermakna tersebut mas Mas Syaiful berkata “ Dulu ketika saya masih di Jakarta, sudah memulai buka usaha namun gagal. Rupanya factor keberuntungan belum berpihak padaku. Mungkin itulah hikmahnya Tuhan membuat manusia dengan berbagai macam peran.” . “ Ya memang benar mas. Ada orang miskin, menengah dan kaya. Ada pekerja berlevel operator, supervisor, manager dan Direktu. Ada pekeja dan pengusuha. Namun saya mempunyai hak pilih dan saya memilih menjadi pengusaha yang kaya raya” kataku sambil bercanda.

Lagi pula, sebenarnya tidak ada yang kebetulan dan keberuntungan didunia ini. Karena semuanya sudah tertulis disisi Allah. Jadi semuanya sudah menjadi sekenario Allah. Namun sebagai manusia kita tidak tahuakan menjadi apa kita nanti. Karena itu kita hanya bisa memilih lalu berusaha mewujudkannya dengan sekuat tenaga, mengerahkan segenap sumber daya yang ada baik itu tenaga, pikiran bahkan doa, diikuti dengan ketekunan yang tinggi. Jika kita sudah melakukan semacam itu belum berhasil itulah takdir kita. Jadi kita tidak bisa mendahului takdir dengan mudah putus asa.

Jika kita menilik bahasa inggris dari keberuntungan itu adalah “LUCK” , ternyata kata itu adalah sebuah akronim. L merupakan kepanjangan dari Location. Orang yang beruntung adalah orang berada pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Sedangkan U berarti Understand. Orang beruntung karena mereka mempunyai pengetahuan yang tepat. Sedangkan C adalah Connection, atau Hubungan. Hubungan atau koneksi sangat diperlukan dalam bidang apapun. Namun kebanyakan orang males menjalin hubungan. bahkan berhubungan dengan tetangganyapun males. Padahal tetangga itu sangat berarti. kita tidak bisa hidup sendiri.Jika terjadi apa-apa dirumah kita tentu tetangga dekatlah yang akan lebih cepat membantu.


Orang yang berada pada tempat dan waktu yang tepat, mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan lalu mempunyai koneksi, tidak cukup membuatnya beruntung jika mereka tidak mempunyai keterampilan yang mencukupi. Untuk menggambarkan hal ini akan lebih dipahami jika anda membayangkannya seperti orang bermain sepakbola. Ketika bola di daerah lawan, Dedy berada tepat di depan gawang, Dedy tahu jika mendapat operan bola, akan ditendang ke gawang lawan. Namun Dedy tidak mendapat operan bola karena Dedy kurang diperhitungkan atau hubungan Dedy dengan pemain yang lain kurang bagus. Atau Dedy mendapatkan operan bola dan menendangnya ternyata bukannya bola mengarah kegawang tetapi melenceng jauh dari gawang. kenapa demikian karena Dedy kurang terampil.


Sebenarnya kesempatan datang setiap hari, namun karena kita tidak berada pada tempat dan waktu yang tepat kita tidak bisa melihat kesempatan yang datang. Atau kita tidak tahu bahwa didepan anda ada kesempatan yang mengundang keberuntungan anda. Karena tidak mengerti atau tidak mempunyai skill yang dibutuhkan.


Demikian Semoga bermanfaat.

See in the top

Baca selengkapnya......

Berani Bermimpi dan Berpikir besar

Senin, 30 November 2009

Walaupun yang hadir hanya 4 orang, saya, Pak Eko eshape, pak Ruwi dan Pak Budi ternyata pertemuan MMC1 tetap berjalan dengan semarak, bahkan menurut saya menjadi lebih terkesan.Acara dibuka memang agak sedikit terlambat, namun setelah acara master mind di buka oleh tuan rumah yang si empunya Jaguar Musik, ternyata acara berjalan dengan serius dan hikmat.

Keseriusan suasana dimulai ketika pak Eko Eshape, menceritakan tentang mimpinya menulis buku yang sudah kesampaian. Kemudian Beliau merasa bingung mau mimpi apalagi ya? Ternyata kebingungan pak Eko, juga dirasakan teman-teman yang lain. Iya-ya mau mimpi apa ya?

Saya kira, kebingungan ini sebagai sesuatu yang wajar. Karena kebanyakan orang tidak mempunyai mimpi dalam hidupnya. Kenapa demikan?. Ada sebagian orang tidak mempunyai mimpi karena takut mimpinya tidak kesampaian sehingga membuatnya kecewa. Sedangkan sebagian yang lain tidak menyadari kenapa mesti bermimpi dan apa pentingnya mimpi dalam kehidupannya.

Pembaca , hidup manusia adalah suatu perjalanan yang bukan tanpa maksud. Manusia berbeda dengan hewan atau makhluk Allah yang lain. Karena manusia diperlengkapi dengan akal fikiran, yang dimaksudkan sebagai alat untuk menggapai keridhoanNya. Allah menciptakan manusia seakan-akan seperti sebuah “permainan”. Siapa yang mau menurut perintahNya dan meninggalkan laranganNya, mereka akan mendapatkan keridhoanNya dan sebaliknya siapa yang menentangnya akan mendapat kemurkaanNya. Jadi perjalannya hidup manusia itu endingnya adalah untuk menggapai keridhoaan Allah semata, Bukan ketenaran, kekayaan yang berlimpah atau kekuasaan.

Karena hidup adalah suatu perjalanan, maka bagi mereka yang menyadari akan tujuan hidupnya, mereka akan lebih cepat sampai dibandingkan orang yang tidak mengetahui atau menyadari tentang tujuan hidupnya. Kenapa demikan?. Karena tujuan hidup yang mereka miliki akan menuntunya untuk menggunakan tenaga, waktu dan pikirannya secara efektip dan efisien demi tercapainya tujuannya. Sedangkan orang yang tidak tahu atau lupa akan tujuan hidupnya, mereka akan mudah tertipu dan terlena sehingga tujuan hidup yang sebenarnya tidak mereka dapatkan. Dengan demikian tujuan hidup mutlak dimiliki.

Didalam menempuh perjalanan hidup ini, dapat kita bagi menjadi 3 kelompok manusia.
Pertama , kelompok manusia yang tidak mempunyai tujuan atau mimpi dalam hidupnya. Kedua, kelompok manusia yang mempunyai mimpi rendah atau kecil. Dan yang ketiga adalah, kelompok manusia yang mempunyai mimpi besar.

Untuk memudahkan pemahaman dari kelompok kedua dan ketiga di atas perhatikan ilustrasi berikut. Misalkan Ali dan Fikri ingin bepergian dengan jalan kaki. Jauh dekatnya jarak yang mereka tempuh menggambarkan besar kecilnya mimpi atau tujuan yang mereka miliki. Mimpi Ali adalah mau berjalan kaki dari Jakarta ke Cikampek. Sedangkan mimpi Fikri adalah ingin jalan kaki dari Jakarta ke Surabaya.

Karena tujuan Ali hanya sampai Cikampek, maka ketika Ali telah sampai di Cikampek, dia akan menghabiskan waktunya disana sampai dia menemukan tujuan atau mimpi baru. Ketika dia menemukan mimpi baru, misalnya ke Cirebon, dia baru meneruskan perjalanan. Hal yang sama dia lakukan sesampainya di Cirebon. Dia terlena di Cirebon atau menentukan mimpi baru dan berusaha menggapainya kembali.

Sementara itu, ketika Fikri sudah sampai di Cikampek, mungkin dia akan beristirahat sebentar kemudian sesegera mungkin dia akan melanjutkan perjalannya ke Cirebon. Karena dia sadar perjalannya yang akan dilaluinya masih jauh. Begitu pula ketika dia sampai di Cirebon. Dia akan segera melanjutkan pejalanan ke Tegal dan seterusnya sehingga sampai di Surabaya
.
Dari ilustrasi perjalanan Ali dan Fikri tersebut dapat disimpulkan bahwa Fikri yang mempunyai tujuan besar tidak mudah terlena dan tergoda ketika impian-impian kecilnya telah tercapai.
Ini berarti mimpi besar membantu anda untuk menggunakan waktu, tenaga, harta dan pikiran dengan efektip dan efisien.

Didalam menggapai keridhoaan Allah SWT, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Namun secara garis besarnya ada 2 syarat yang harus dipenuhi. Pertama, adalah beriman kepadanNya. Karena iman adalah sarat diterimanya amal. Dan yang kedua adalah beramal sholeh atau bermanfaat bagi banyak orang.

Barangkali anda bingung dengan cara apa anda menggapai keridhoaan Allah, cukuplah anda bertanya dalam diri sendiri,” Ketika anda meninggalkan dunia ini, anda ingin dikenang sebagai apa?” Ketika anda meninggal mereka merasa kehilangan atau sebaliknya malah bersyukur?. Berapa lama keluarga, tetangga, teman dan masyarakat dapat mengenang anda?.

Jika anda ingin dikenang masyarakat sebagai orang yang baik dan tertulis dengan tinta emas dalam sejarah, maka anda harus memulainya dengan bermimpi dan berpikir besar. Karena harga sesuatu itu berdasarkan qualitasnya. Rumah yang kecil dan jelek berharga murah. Sedangkan rumah yang besar dan mewah berharga mahal.

Jangan takut bermimpi besar. Apalagi takut bermimpi karena takut tidak tercapai. Anda tidak berani bermimpi punya mobil Jaguar takut kecewa, lalu anda jalani hidup ini dengan menaiki motor. Tetapi jika seandainya anda bermimpi mengendarai Jaguar dan kemudian hanya mendapatkan Kijang, bukankan itu sudah lebih baik dari pada motor?

Selamat bermimpi. Temukan mimpi besar anda.
See you in the top.

Baca selengkapnya......