Tampilkan postingan dengan label milis tda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label milis tda. Tampilkan semua postingan

Mastermind

Jumat, 11 Juni 2010

Tahukan anda tentang Mastermid. Oh ya bagi teman-teman TDA sudah tidak asing lagi dengan kata “ Mastermind” ini. Namun apakah semua teman TDA merepukan peserta Mastermind? Belum tentu juga. Karena untuk menjadi mastermaind membutuhkan kesadaran yang tinggi terhadap kemajuan masa depan. Bagi mereka yang kurang memiliki “kesadaran” akan menganggap pertemuan mastermind adalah sesuatu yang membosankan dan tidak ada artinya. Mereka akan lebih suka bengong dirumah, nonton TV, jalan-jalan atau aktivitas yang lain, yang sebenarnya jika ditakar dengan “kesadaran” terhadap masa depan jauh lebih bermanfaat bermastermind dari pada kegiatan-kegiatan tersebut.


Saya mengenal kata Mastermind pertama kali ketika membaca bukunya Napolion Hill “ Think and Grow Rich”. Menurut Hill, mastermind dapat didefinisikan sebagai” koordinasi antara pengetahuan dan upaya, dalam semangat keserasian, antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang pasti”.

Namun sayang saat itu saya hanya sebatas mengenal kata itu. Waktu itu mungkin 15 th yang lalu, saya belum paham benar terhadap kata itu. Yang saya pahami adalah” Jika anda ingin sukses anda harus mempunyai panutan,”. Namun waktu itu saya sering melakukan mastermind imajiner. Yaitu membuat kelompok diskusi dengan diri sendiri. Ketika sedang duduk sendirian saya sering bertanya pada diri sendiri” Lif, sebenranya apa yang kau cari di Dunia ini. Lif ketika kamu nanti meninggal apa yang dikatakan orang lain tentang kamu”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian saya jawab sendiri. Kemudian terjadilah pertempuran seru dalam pikiran saya. Namun karena hanya pertemuan imejiner sendiri, otomatis hasil pemikiran yang diperoleh hanya sebatas pada pengetahuan dan kemampuan sendiri.

Setelah saya bergabung dengan TDA, saya baru bisa mempraktekkan mastermind tersebut dengan teman-teman. Kami mempunyai kelompok namanya MMC1. Alhamdulillah kelompok MMC1 termasuk kelompok yang rutin melakukan pertemuan. Paling tidak setiap 2 minggu sekali kami mengadakan pertemuan.

Selain bergabung dengan MMC1, saya membentuk kelompok sendiri dengan anggota hanya 2 atau 3 orang saja dimana pesertanya selevel dengan usaha saya atau jauh lebih besar dari usaha saya. Tujuan saya melakukan ini adalah untuk menjaga konsistensi agar saya tetap bergaerah dan terus maju. Tidak mudah merasa puas. Selain itu saya akan mendapatkan saran dan bimbingan dari mereka. Ibarat saya tingkat SD sementara teman mastermaind saya adalah tikat SMA atau Sarjana. Tentu saya akan mendapatkan banyak masukan, dorongan semangat dan pujian atau penghargaan yang tulus.

Otak manusia satu dengan yang lain sangat berbeda. Hal ini disebabkan selain kemampuan otak itu sendiri juga disebabkan oleh hal-hal (pengetahuan, pengalaman dll) yang masuk kedalam otak dan respon yang diambil oleh si empunya otak. Otak manusia dapat dibandingkan dengan baterei. Jika beberapa baterei dihubungkan dengan keserasian, maka akan menimbulkan kekuatan sejumlah baterai yang ada. Sebaliknya jika beberapa baterei disusun dengan ketidak seraian, maka baterei-baterai tersebut akan saling melemahkan.

Otak berfungsi dengan cara yang sama. Jika sekelompok orang berkumpul dengan semangat keseraian maka akan menimbulkan kekuatan yang luar biasa. Apalagi jika sekelompok orang tersebut mempunyai kapasitas otak yang besar, maka kekuatan yang dihasilkan juga akan jauh lebih besar. Sebaliknya jika sekelompok orang tersebut tidak dalam semangat keserasian, maka yang terjadi adalah saling menjatuhkan dan melemahkan. Sehingga yang dihasilkan adalah kehancuran bukan kekuatan.

Oleh karena itu, ketika bermastermaind diharapkan tumbuh semangat keserasian. Sehingga terjadi saling mendukung dan memberi saran. Dengan demikian anda dapat melipatgandakan kemampuan otak anda dengan mudah.

Ketika anda mengungkapkan mimpi-mimpi atau keberhasilan-keberhasilan anda, anda tidak dianggap sebagai omong besar atau pembual. Tetapi yang didapatkan adalah dukungan, saran, penghargaan, rasa salut dan doa. Bukankan lingkungan seperti ini yang sebenarnya kita inginkan?

Saya merasakan begitu besar manfaat mastermind bagi kemajuan pribadi maupun usaha saya. Saya menyadari walaupun saya sudah tua, tetap mebutuhkan dorongan, nasehat, dan teguran jika melakukan kesalahan. Di mastermind inilah saya mendapatkan semua itu.

Anda tertarik. Anda belum pernah mengikuti mastermind? Anda memerlukan panduannya? Baca disini. Buatlah kelompok mastermind ditempat anda dengan teman dekat anda. Isilah pertemuan mastermaind dengan menyampaikan impian masa depan anda masing-masing. Utarakan kendala dan kemajuannya. Lalu berilah kesempatan teman anda untuk memberi saran atau gagasan untuk menyelesaikan kendala yang anda hadapi. Saya yakin pertemuan semacam ini akan membuat anda terus bergaerah untuk tetap maju. Karena anda memiliki teman yang selalu mendukung dan berharap anda akan mencapai apa yang anda cita-citakan.

Selamat bermastermind, semoga kebersamaan dan kesuksesan selalu menyertai hari-hari kita
Semoga bermanfaat
See you at the top


Baca selengkapnya......

Siapkah bisnis anda ditiru orang?

Rabu, 11 November 2009

Barangkali anda sering mendengar keluhan dari teman anda yang usahanya ditiru orang lain. Bahkan kita pernah mendengar keluhan dari seorang anggota milis TDA, yang menceritakan temannya, yang berbisnis fotokopi ditendang dari ruko yang dikontraknya. Kemudian si pemilik ruko tersebut usaha dibidang yang sama.

Teman saya juga mengalami hal serupa. Dia mengontrak ruko untuk usaha Bakso. Teman saya tersebut nampaknya mujur, usaha Bakso yang dirintisnya berhasil dan sangat ramai. Namun apa dikata, ruko yang dikontraknya tidak boleh diperpanjang. Kemudian selang beberapa minggu kemudian, ruko terisi dengan aktivitas menjual bakso juga. Namun rupanya bakso yang dia jual kurang diminati oleh pelanggang. Setelah 3-4 bulan berikutnya usaha bakso tersebut gulung tikar.

Sedangkan teman saya membuka usahanya kembali dengan mengontrak ruko lain dengan jarak 500 meter dari ruko semula. Walaupun usahanya berjalan namun tidak serame ditempat pertama.

Teman saya yang lain juga merintis usaha fotokopi. Sudah lebih dari satu tahun dia usaha sendirian di tempat itu. Kalau toh ada jaraknya agak jauh sekitar 500 m. Awalnya usahanya sepi. Namun kini mulai rame dari satu mesin fotokopi kini ada 4 mesin fotokopi.

Kemarin saya melihat, selang 2 ruko dari tempatnya usaha telah dibuka toko fotokopi, yang lebih besar dan mesinnya lebih baru. Tidak tanggung-tanggung mesin fotokopinya langsung 3 unit.

Wah ngeri ya.Jika itu anda siapkan anda menghadapi tantangan yang demikian?.
Lalu pertanyaannya kenapa orang suka meniru bisnis orang lain? Atau kenapa bisnis mudah ditiru?
Paling tidak ada 3 jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas ;

Pertama, orang mempunyai kecenderungan menghindari resiko dan sesuatu yang sulit. Karena itu suatu bisnis yang sudah terbukti berhasil dan mudah menjalankannya, akan banyak orang tertarik untuk menjalankan atau meniru bisnis tersebut. Contohnya, bisnis ikan Louhan, Jankrik, wartel, warnet, minimarket, bakso, mie ayam, fotokopi,dan lain sebagainya. Bisnis semacam ini akan mudah ditiru orang. Asal mempunyai modal, mereka bisa menjalankannya.

Kedua, aktifitasnya terlihat dari luar. Jika ada rumah makan yang ramai, berarti bsinis kuliner di tempat itu menjanjikan. Keramaian bisnis tersebut mudah dilihat dari luar, sehingga mengundang orang untuk mengikuti jejaknya. Jika aktivitasnya tidak terlihat, maka sulit orang untuk menirunya. Seperti bisnis supplier be to be yang sekarang saya jalankan. Orang luar sulit untuk mengetahui keramaian bisnis saya. Disamping itu orang juga akan kesulitan meniru karena, ilmu yang dibutuhkanya cukup rumit, dan butuh pengalaman yang banyak.

Ketiga, Modal kecil dan tidak membutuhkan banyak pengalaman. Usaha seperti ini akan diincar oleh banyak peminat. Oleh karena itu anda mesti hati-hati jika ingin menjalankan bisnis semacam ini.

Lalu bagaimana jika bisnis anda tidak ingin ditiru orang lain?. Tentunya anda harus mencari bisnis yang membutuhkan skil dang pengetahuan yang sulit dipelajari. Ini tugasnya para sarjana, sehingga mereka mampu menggunakan ilmu dan otaknya untuk menjalankan usahanya.

Barangkali ada yang adem ayem menyikapi masalah ini dengan beranggapan, makin banyak pengusaha yang kumpul disuatu tempat, akan menjadi pusat perbelanjaan. Kita kasih contoh misalnya, di glodok, atau di food court. Ya jika tempat itu dan bisnis yang dijalankan bisa mengundang orang datang, mungkin tidak masalah. Tetapi jika hanya mengandalkan orang sekitar saja, tentu akan menjadi masalah. sebagai contoh umpamanya, dengan semakin menjamurnya alfamaret dan indomaret di suatu daerah, saya yakin tentu akan mengurangi omzet dari toko yang telah ada lebih dulu. Apalagi jika di satu ruas jalan yang tidak panjang ada 3 orang yang jualan bakso, tentu akan jadi masalah, utamanya bagi mereka yang kurang modal dan baksonya biasa-biasa saja.
Ini sebenarnya yang saya maksud, jika kita seumpama yang bermodal cukup berpendidikan cukup lalu, membuka warung Bakso, di sekitar warung bakso yang dikelola dan dimiliki oleh seorang lulusan SD dan bermodal cekak, gimana kira-kira perasaan kita?

Semoga bermanfaat.
See you in the top.

Baca selengkapnya......