Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan

Kehidupan yang besar selalu dimulai dari impian yang besar

Kamis, 31 Desember 2009

“ Saya juga ingin kaya dan sukses. Tetapi bagaimana caranya. Saya ini ibarat orang yang berada dilumpur hidup. Saya ingin keluar tapi tidak tahu harus bagaimana. Bergerak ee malah tenggelam” begitu kira-kira jawaban orang ketika ditanya kenapa kok kelihatannya karier dan pendapatan diam ditempat,

Saya jadi teringat ketika pertama kali ke Jakarta setelah lulus kuliah. Puluhan surat lamaran telah disebar namun sudah 3 bulan lewat belum ada juga surat panggilan yang datang. Ada juga panggilan tes namun tidak lulus. Selama 3 bulan itu saya numpang ditempat kakak saya. Ya walaupun saudara namun perasaanku tidak enak. Bagaimana tidak, seorang sarjana namun kebutuhan sehari-harinya disubsidi oleh kakak yang hanya lulus SMA. Rasanya malu sekali. Tetapi bagaimana? Saya harus bagaimana? Bukankah saya tidak tinggal diam. Begitulah kira-kira, hati ini ingin segera terlepas dari ketergantungan dan beban orang lain. Tetapi tidak tahu harus berbuat apa. Satu-satunya yang saya tahu adalah melamar pekerjaan dan menunggu jawaban. Hanya itu. Lumpur hidup telah mengurungku.

Tetapi makin lama perasaan saya tidak kuat menahan rasa malu dalam hati. Akhirnya ketika motor kakak ada dirumah, saya membawanya keluar.”Saya akan jadi tukang ojek. Yah kerjaan apapaun tidak masalah”. Kakatu dalam hati. Tidak berapa lama mangkal ada seseorang datang. “ Ojek dik. Tolong antarin keluar ya” kata laki-laki setengah baya itu. “Baik pak” kataku agak gugup, maklum baru kali ini saya menjadi tukang ojek.

Namun apa yang terjadi kawan, ketika penumpang sudah naik tetapi motor tidak bisa jalan. Sudah saya coba menarik gas sekencang-kencangnya namun motor tetap saja diam ditempat. “ Maaf pak, coba turun dulu” kataku agak gugup. Penumpang turun, lalu motor saya jalankan. Motor bisa berjalan dengan lancar. “Silahkan pak” kakatu kemudian. Namun ketika penumpang naik lagi, motor tidak mau jalan lagi. “ya Allah kenapa jadi begini. Mau keluar dari ketergantungan orang lain saja sulitnya bukan main.” Kakatku dalam hati. “ Maaf pak, kelihatannya motornya tidak mau diajak cari duit. Silahkan cari yang lain saja” Kataku sambil menunduk malu, lalu pulang dengan tangan hampa. ( eh mungkin itu malaikat kali ya, yang tidak menghendaki saya jadi tukang ojek. Apa jadinya jika waktu itu saya berhasil jadi tukang ojek. karena setelah kejadian itu saya mendapat pekerjaan dan mengantarkan saya seperti sekarang ini)

Ya, begitulah kawan. Sulitnya keluar dari jeratan masalah. Saat itu hanya itu yang aku tahu. Melamar pekerjaan dan menjadi tukang ojek. Namun dua-duanya gagal. Saat itu saya tidak mengenal dan tidak terpikir cara lain kecuali itu. Dagang?. Belum terlintas sama sekali. Tetapi kalau toh terlintas mau jualan apa? Tetapi apa saya sanggup menahan rasa malu? waktu itu mindset yang ada hanya cari kerja, karena belum punya modal. Padahal ketika masih kuliah sudah berkeinginan usaha. Dan pernah dimarahin seseorang ketika mau usaha tetapi tidak jadi karena alasan tidak punya modal.

Sampai sekarangpun saya masih merasakan seperti berada dilumpur hidup. Saya ingin lebih sukses dan lebih kaya lagi. Tetapi mau bergerak rasanya sulit. Banyak cara yang telah saya lakukan untuk keluar dari Lumpur hidup itu, mulai dari banyak membaca buku, mengikuti seminar, bergabung dengan master mind, tetapi rasanya langkahku belum optimal. Rasanya jalanku masih lambat sementara perjalanku menuju impianku masih jauh terbentang.


Sanggupkah aku sampai di terminal impianku, mempunyai perusahaan dengan asset dan omzet lebit dari 100 milyar, mempunyai pondok pesantren, menjadi inspirator bisnis muslim dan menulis buku best seller.

Saya merasa bersyukur kesadaran diri untuk terus maju, tidak mengenal lelah dan pantang menyerah, masih terus bergemuruh didadaku. Mungkin semuanya perlu proses dan waktu. Yah yang penting saya masih menggegam impianku dengan erat. Saya masih bersemangat untuk meraihnya. Tidak peduli rintangan yang akan saya temui. Tidak peduli lumpur hidup baru akan mengurungku. Aku harus tetap mengejar impianku.


Semoga semuanya bisa terwujud sebelum kematian datang. “Ya Allah, bukannya aku tidak mensyukuri nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan kepadaku. Jika semua ini hanya untuk saya, itu semua sudah lebih dari cukup ya Allah. Tetapi saya ingin hidup bukan hanya untuk saya dan keluarga saya. Saya ingin menjadi orang bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia. Saya ingin memenuhi panggilan RosulMu. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.. Kami berharap Engkau mengabulkannya. Engkau masukkan kami kedalam golongannya orang-orang mulia disisiMu.”

Baca selengkapnya......

Berani Bermimpi dan Berpikir besar

Senin, 30 November 2009

Walaupun yang hadir hanya 4 orang, saya, Pak Eko eshape, pak Ruwi dan Pak Budi ternyata pertemuan MMC1 tetap berjalan dengan semarak, bahkan menurut saya menjadi lebih terkesan.Acara dibuka memang agak sedikit terlambat, namun setelah acara master mind di buka oleh tuan rumah yang si empunya Jaguar Musik, ternyata acara berjalan dengan serius dan hikmat.

Keseriusan suasana dimulai ketika pak Eko Eshape, menceritakan tentang mimpinya menulis buku yang sudah kesampaian. Kemudian Beliau merasa bingung mau mimpi apalagi ya? Ternyata kebingungan pak Eko, juga dirasakan teman-teman yang lain. Iya-ya mau mimpi apa ya?

Saya kira, kebingungan ini sebagai sesuatu yang wajar. Karena kebanyakan orang tidak mempunyai mimpi dalam hidupnya. Kenapa demikan?. Ada sebagian orang tidak mempunyai mimpi karena takut mimpinya tidak kesampaian sehingga membuatnya kecewa. Sedangkan sebagian yang lain tidak menyadari kenapa mesti bermimpi dan apa pentingnya mimpi dalam kehidupannya.

Pembaca , hidup manusia adalah suatu perjalanan yang bukan tanpa maksud. Manusia berbeda dengan hewan atau makhluk Allah yang lain. Karena manusia diperlengkapi dengan akal fikiran, yang dimaksudkan sebagai alat untuk menggapai keridhoanNya. Allah menciptakan manusia seakan-akan seperti sebuah “permainan”. Siapa yang mau menurut perintahNya dan meninggalkan laranganNya, mereka akan mendapatkan keridhoanNya dan sebaliknya siapa yang menentangnya akan mendapat kemurkaanNya. Jadi perjalannya hidup manusia itu endingnya adalah untuk menggapai keridhoaan Allah semata, Bukan ketenaran, kekayaan yang berlimpah atau kekuasaan.

Karena hidup adalah suatu perjalanan, maka bagi mereka yang menyadari akan tujuan hidupnya, mereka akan lebih cepat sampai dibandingkan orang yang tidak mengetahui atau menyadari tentang tujuan hidupnya. Kenapa demikan?. Karena tujuan hidup yang mereka miliki akan menuntunya untuk menggunakan tenaga, waktu dan pikirannya secara efektip dan efisien demi tercapainya tujuannya. Sedangkan orang yang tidak tahu atau lupa akan tujuan hidupnya, mereka akan mudah tertipu dan terlena sehingga tujuan hidup yang sebenarnya tidak mereka dapatkan. Dengan demikian tujuan hidup mutlak dimiliki.

Didalam menempuh perjalanan hidup ini, dapat kita bagi menjadi 3 kelompok manusia.
Pertama , kelompok manusia yang tidak mempunyai tujuan atau mimpi dalam hidupnya. Kedua, kelompok manusia yang mempunyai mimpi rendah atau kecil. Dan yang ketiga adalah, kelompok manusia yang mempunyai mimpi besar.

Untuk memudahkan pemahaman dari kelompok kedua dan ketiga di atas perhatikan ilustrasi berikut. Misalkan Ali dan Fikri ingin bepergian dengan jalan kaki. Jauh dekatnya jarak yang mereka tempuh menggambarkan besar kecilnya mimpi atau tujuan yang mereka miliki. Mimpi Ali adalah mau berjalan kaki dari Jakarta ke Cikampek. Sedangkan mimpi Fikri adalah ingin jalan kaki dari Jakarta ke Surabaya.

Karena tujuan Ali hanya sampai Cikampek, maka ketika Ali telah sampai di Cikampek, dia akan menghabiskan waktunya disana sampai dia menemukan tujuan atau mimpi baru. Ketika dia menemukan mimpi baru, misalnya ke Cirebon, dia baru meneruskan perjalanan. Hal yang sama dia lakukan sesampainya di Cirebon. Dia terlena di Cirebon atau menentukan mimpi baru dan berusaha menggapainya kembali.

Sementara itu, ketika Fikri sudah sampai di Cikampek, mungkin dia akan beristirahat sebentar kemudian sesegera mungkin dia akan melanjutkan perjalannya ke Cirebon. Karena dia sadar perjalannya yang akan dilaluinya masih jauh. Begitu pula ketika dia sampai di Cirebon. Dia akan segera melanjutkan pejalanan ke Tegal dan seterusnya sehingga sampai di Surabaya
.
Dari ilustrasi perjalanan Ali dan Fikri tersebut dapat disimpulkan bahwa Fikri yang mempunyai tujuan besar tidak mudah terlena dan tergoda ketika impian-impian kecilnya telah tercapai.
Ini berarti mimpi besar membantu anda untuk menggunakan waktu, tenaga, harta dan pikiran dengan efektip dan efisien.

Didalam menggapai keridhoaan Allah SWT, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Namun secara garis besarnya ada 2 syarat yang harus dipenuhi. Pertama, adalah beriman kepadanNya. Karena iman adalah sarat diterimanya amal. Dan yang kedua adalah beramal sholeh atau bermanfaat bagi banyak orang.

Barangkali anda bingung dengan cara apa anda menggapai keridhoaan Allah, cukuplah anda bertanya dalam diri sendiri,” Ketika anda meninggalkan dunia ini, anda ingin dikenang sebagai apa?” Ketika anda meninggal mereka merasa kehilangan atau sebaliknya malah bersyukur?. Berapa lama keluarga, tetangga, teman dan masyarakat dapat mengenang anda?.

Jika anda ingin dikenang masyarakat sebagai orang yang baik dan tertulis dengan tinta emas dalam sejarah, maka anda harus memulainya dengan bermimpi dan berpikir besar. Karena harga sesuatu itu berdasarkan qualitasnya. Rumah yang kecil dan jelek berharga murah. Sedangkan rumah yang besar dan mewah berharga mahal.

Jangan takut bermimpi besar. Apalagi takut bermimpi karena takut tidak tercapai. Anda tidak berani bermimpi punya mobil Jaguar takut kecewa, lalu anda jalani hidup ini dengan menaiki motor. Tetapi jika seandainya anda bermimpi mengendarai Jaguar dan kemudian hanya mendapatkan Kijang, bukankan itu sudah lebih baik dari pada motor?

Selamat bermimpi. Temukan mimpi besar anda.
See you in the top.

Baca selengkapnya......