Mimpiku Jadi Kenyataan

Dulu ketika aku masih remaja, pernah bermimpi atau tepatnya bercita-cita. Nanti ketika aku berkeluarga ada empat hal yang aku harapkan :

1. Istriku harus berjilbab, karena saya berpikir jika ingin membangun rumahtangga yang sakinah harus dimulai dari tempat menebar benih yang baik. Berjilbab merupakan langkah awal untuk menjadi istri yang solihah.
2. Beda umur empat tahun, karena saya pikir wanita lebih cepat tua dan monoupose.Selain itu Jika istriku jauh lebih muda dariku maka akan lebih hormat kepadaku.
3. Istriku harus pegawai negeri. Karena saya ingin berwiraswasta. Saya pikir jika usahaku bangkrut masih ada sumber lain. selain itu pegawai negeri apalagi guru atau dosen tidak menyita waktu yang banyak. Sehingga masih banyak waktu untuk anak dan suami.
4. Anakku berjumlah empat.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, semua yang saya impikan tersebut tercapai. Istriku berjilbab, beda empat tahun, pegawai negeri dan aku berwiraswasta dan anakku semuanya 5 keguguran satu jadi tinggal 4,dua pasang laki dan perempuan.

Barangkali ada satu yang agak mengganjal, istriku kini keluar dari pegawai negeri, karena beliau mengajar di Univeritas Negri Malang sedang aku di Jakarta. Waktu 8 tahun telah memisahkan kami, dan kini kami tidak mau berpisah lagi. Maka salah satu cara yang kami anggap baik adalah keluar dari pegawai negeri.

Kini kami sedang membangun mimpi lagi bersama keluarga:

1. Menjadi penulis buku. Karena kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
2. memiliki bisnis dengang omzet 100 Milyar
3. Menjadi inspirator bisnis muslim.
4. mendirikan pesantren atau sekolah yang akan menjadi amal Jariah kami sekeluarga.

Semoga Allah mendengar dan mengabulkan impian kami ini, dan bisa terwujud sebelum kami dipanggilNya.Amin

Dari pengalaman ini, barangkali dapat diambil hikmahnya, agar hidup lebih berarti dan berdayaguna maka impikan dan rencanakan, hidup anda, istri anda, anak anda, keuangan anda, dan sumber penghasilan anda.

Segala sesuatu yang ada di dunia ini melewati dua kali penciptaan. Pertama penciptaan di alam pikiran kita dan yang kedua di alam nyata.Kita ingin membangun rumah tentu paling tidak kita sudah mempunyai gambaran rumah seperti apa yang akan kita bangun.

0 comments:

Posting Komentar