Tampilkan postingan dengan label usaha sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha sapi. Tampilkan semua postingan

Sang Rektor si Penggembala Sapi

Kamis, 29 Oktober 2009

Saya sangat kagum dengan teman saya yang satu ini. Namanya Zainul Arifin. Beliau teman kuliah saya di FMIPA Unair. Ada satu hal yang saya ingat, ketika masih kuliah bersamanya, yaitu lomba mencari pacar. Karena saya dan dia termasuk orang yang tidak mau berpacaran. Alasannya bukan karena takut mengganggu belajar, tetapi takut menganggu anggaran belanja. Karena kami berdua sama-sama berasal dari keluarga miskin. Akhirnya lomba tersebut saya yang memenangkannya.

Lebaran kemarin saya menyempatkan berkunjung ke rumah beliau. Wah ternyata luar biasa. Ada perbedaan yang begitu menyolok. Dulu ketika masih kuliah beliau ini terlihat kurang serius sekolah, prestasi pas-pasan. Namun kini tanpa diduga beliau sudah bergelar Doktor dan menjadi Rektor dari sebuah perguruan tinggi di Jombang, yang beliau dirikan bersama teman-teman.
Bukan itu saja, ternyata diam-diam beliau juga berwirausaha penggemukan sapi dan menanam pohon sengon.

Sebagai orang yang tertarik mempelajari kesuksesan seseorang dan gemar mencari peluang, ternyata bisnis penggemukan sapi cukup menguntungkan. Beliau menawari saya untuk ikut bisnis bersamanya.

Dari hitung-hitungan diperoleh keuntungan bersih 4% per bulan dari modal yang ditanam. Untuk memiliki seekor sapi perlu modal kira-kira Rp. 10.000.000,- karena sapi yang digemukkan bervarietas unggul.

Keuntungan bisa diperoleh tiap 3 bulan sekali per ekor sapi. Dengan demikian jika kita mempunyai 3 ekor sapi tiap bulan bisa mengambil keuntungan kurang lebih Rp. 1.200.000,- tanpa kita bekerja sama sekali. Berarti lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan bunga bank yang hanya 6 % pertahun.

Semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......

Kisah Toko Grosir dengan modal awal hanya Rp. 500.000,-

Senin, 26 Oktober 2009

Beberapa minggu yang lalu saya silaturahmi ke rumah teman menunauikan ibadah haji. Wah ternyata ada perubahan yang sangat signifikan pada usaha yang selama ini beliau jalankan.

Haji Hambali, begitulah nama beliau orangnya pendiam, namun dari pendiamnya tersebut ternyata menyimpan potensi wirausaha yang luar biasa. Bagaimana tidak hanya dalam kurun waktu 5 tahun usaha toko grosir, yang dijalankan dari modal hanya Rp. 500.000,- itu kini asetnya sudah lebih dari Rp 350 juta. Ditambah lagi beliau dan istri sudah menunaikan haji.

Diawal perjalanan usaha beliau sempat terhenti, karena usaha beliau menawarkan barang ke toko kelontong disekitar rumahnya gagal. Dalam kondisi semangat sedang menurun Allah mengirimkan pertolongan, ada salah satu tetangganya berniat kolakan ketempat beliau. Karena modal yang cekak tersebut maka, agar dapat bersaing dengan toko grosir yang ada dipasar yang tidak jauh dari rumahnya, belaau berani tidak mengambil untung. Jadi praktis kerja bakti.

Transaksi pertama tersebut cukup memberi semangat dan inspirasi., Akhirnya berkat keuletan dan keramahan beliau dalam menawarkan dagangannya dan melayani pelanggan, satu persatu pelanggan mulai didapatkan. Beliau membawa dan menawarkan dagangannya menggunakan motor. Cara ini untuk mensiasati agar pelanggan tidak tahu bahwa beliau hanya bermodal cekak.

Kemudian dengan konsep, hidup sederhana dan menahan segala keinginan, keuntungan yang diperoleh digunakan untuk menambah modal. Maka tidak heran dalam waktu relative singkat , 5 tahun modal yang hanya Rp. 500.000,- bisa menjadi Rp. 350 juta lebih.

Kesederhanaan beliau tercermin dari ketika beliau naik haji, saya perhatikan beliau tidak membeli barang yang mahal-mahal. Bahkan saya sering memergoki belaui dan istri cukup makan mie instant saja yang dibawah dari tanah air.

Yang lebih menarik lagi. Walau kini beliau terbilang sudah cukup sukses namun beliau belum mau menikmati hasilnya untuk membeli mobil, yang sudah menjadi” ikon” agar terlihat kaya.

Ya saya yakin, tanpa disadari beliau telah menerapkan prinsip “ingin menjadi kaya bukan kelihatan kaya”.

Dari kisah singkat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ;

1. Untuk berbisnis tidak mesti memerlukan modal besar, walaupun nampaknya usaha tersebut diharuskan memerlukan modal besar asal anda mau dan tahu caranya.
2. Agar bisnis cepat berkembang anda harus berani hidup sederhana dan menunda menikmati hasil usaha anda.
3. Kemauan mengalahkan segalanya baik itu kemampuan maupun pengetahuan. Betapa banyak orang yang mampu dan mengetahui cara melakukannya namun mereka tidak mau bertindak
Demikian, semoga bermanfaat.
See you in the top

Baca selengkapnya......