Sering saya sampaikan, dalam pertemuan-pertemuan, setiap orang jika ditanya “ Apakah anda ingin kaya, Apakah anda ingin sukses?”. Kebanyakan orang tidak percaya terhadap pertanyaan ini. Seakan-akan mereka berkata” Ini pertanyaan bodoh. Jelas dong semua orang ingin kaya dan sukses. Hanya orang gila saja baranglaki yang tidak ingin kaya dan sukses dalam hidupnya.”
Tetapi coba sekali lagi ucapkan pertanyaan itu kepada diri anda sendiri” Apakah saya ingin kaya dan sukses. Ya benarkah saya ingin kaya dan sukses?” ulangi pertanyaan-pertanyyan tadi sampai muncul jawaban yang sebenarnya atau muncul pertanyaan lain.
Jika anda benar-benar ingin kaya dan sukses, sudahkah anda berada dijalan yang menuju ke tempat yang anda inginkan, yaitu kekayaan dan kesuksesan? Jika anda sudah berada dijalan yang benar, anda tinggal menunggu waktu. Artinya kekayaan dan kesuksesan yang anda inginkan tinggal menunggu waktu saja kedatangannya.Ibarat anda dari Jakarta akan pergi ke Cikampek, anda sudah berada di jalan tol Jakarta - Cikampek Anda bisa memprediksinya kapan akan sampai ke Cikampek. Tetapi jika anda tidak berada dijalan yang benar, anda akan mengalami kesulitan untuk memprediksi waktu yang anda butuhkan untuk menjadi kaya dan sukses.
Jika anda tidak berada di jalan yang tepat, namun anda tidak tahu apakah berada dijalan yang tepat atau tidak, atau jika seandainya anda tahu tidak berada dijalan yang tepat tetapi anda tidak mau beranjak mencari jalan yang tepat, bagaimana mungkin anda dapat dikatakan sebagai orang yang ingin kaya dan sukses. Bagaimana mungkin anda dikatakan akan pergi ke Cikampek, jika anda sedang asik main bola?
Keinginan anda itu hanya ilusi, hanya sekedar angan-angan atau mimpi disiang hari. Keinginan ini tidak akan membawa apa-apa. Keinginan ini tidak akan sanggup mengantarkan anda mencapai kekayaan dan kesuksesan yang anda inginkan. Keinginan semacam inilah yang kebanyakan dimiliki orang. Namun sayangnya mereka tidak menyadari, jika memiliki keinginan yang demikian tidak akan bisa mengubah nasib mereka. Sehingga mereka pasrah menerima nasibnya.
Lalu bagaimana dengan keinginan kaya dan sukses yang anda miliki?. Apakah anda termasuk kelompok diatas atau kelompok yang lain, dimana keinginan bukan sekedar keinginan. Tetapi keinginan yang mampu mengahdirkan semangat, mau menerima penderitaan, mau mengorbankan apa yang dimiliki, baik harta, waktu, tenaga maupun kesenangan yang biasa nikmati.
Jika anda ingin tahu berada dikelompok yang mana. Coba ingat-ingat, seberapa besar kesengsaraan, kepedihan yang mampu anda tanggung? Seberapa besar pengorbanan yang mampu anda keluarkan sebagai ganti dari kekayaan dan kesuksesan yang anda inginkan. Semakin besar pembayaran yang anda lakukan akan semakin besar pula kekayaan dan kesuksesan yang akan anda peroleh.
Namun anda juga mesti ingat, diperlukan kecerdasan didalam membayar kekayaan dan kesuksesan. Jika anda hanya membayarnya dengan kekuatan fisik, hanya sedikit kekayaan dan kesuksesan yang dapat anda raih. Karena waktu dan tenaga anda terbatas. Namun jika anda menggunakan kekuatan akal dan ilmu anda dapat melipat gandakan kekuatan tenaga dan waktu anda. Kuncinya ada pada apa yang anda ketahui dan lakukan.
Saya dapat menjadi seperti sekarang ini, bukan suatu kebetulan atau keberuntungan semata. Tetapi saya telah membayarnya dengan belajar tanpa henti, sekolah dengan jalan kaki padahal jauhnya 6 Km lebih, kuliah dengan tidur di Mushola, makan 1 - 2 kali sehari, rasa malu, pedih dan perih. Namun alhamdulillah, semuanya tidak saya rasakan sebagai penderitaan. Sehingga pengorbanan apapun yang saya lakukan selama ini tidak ada apa-apanya. semuanya biasa-biasa saja. Tetapi yang terpancar dan terekam hanya kemudahan demi kemudahan. keajaiban demi keajaiban. Keberuntungan demi keberuntungan. Memang Allah Maha Kasih dan Pemberi. Bahkan seakan saya tidak melakukan apa-apa. Hanya karunia Allah lah saya bisa seperti ini.
Anda ingin seperti ini? bertindak, berkorban dan berdoalah. Insya Allah Keajaiban akan menghampiri anda.
Semoga bermanfaat
See you at the top
Seberapa kuat keinginan anda untuk kaya dan sukses?.
Posted by Unknown at 18.26 0 comments
Labels: kaya, kekayaan, kesuksesan, pengusaha sukses
Cara saya mengumpulkan modal usaha
Tidak bisa dipungkiri, salah satu kendala yang membuat orang kesulitan memulai usaha adalah modal usaha. Yah memang banyak orang yang bilang, anda bisa memakai modal orang lain. Ada sebagian lagi yang menyarankan, mulailah dari modal seadanya. Namun masih banyak juga orang yang ragu untuk menjalankannya. Atau tidak tahu, caranya bagaimana?
Mungkin anda sering, mendengarkan orang yang bercerita tentang memulai usaha, namun anda mengalami kesulitan untuk menerapkannya. Karena itu kita disarankan untuk mengikuti secara detail, step by step. Boleh jadi resepnya sama tapi hasilnya jauh berbeda, jika cara menjalankannya dan urutan langkah perlangkahnya berbeda. Sebagai contoh, anda diberi resep membuat nasi goreng dari juru masak yang terkenal. Namun jika anda tidak mengindahkan tahapannya, maka nasi goreng kita akan gosong. Kenapa? Karena kita memasukkan kecapnya diawal proses. Karena itu biasanya orang yang sukses itu adalah seorang murid yang baik dan menghormati gurunya.
Alhamdulillah, selama usaha lebih dari 6 tahun saya tidak mengalami kesulitan dalam permodalan. Pertama membuka usaha mungkin, modal awal saya mungin berupa uang cash sebesar, 50-75 juta dan sebuah ruko yang baru akad kerdit. Ketika itu saya belum mempunyai mobil. Karena ketika bekerja di tempat orang saya mendapat fasilitas mobil kantor. Sehingga ketika berhenti mobil ditarik dan praktis tidak mempunyai mobil. Dari kebiasaan kemana-mana menggunakan mobil sendiri, setelah tidak mempunyai mobil, rasanya tidak enak, maka setelah usaha berjalan 4 bulan saya beranikan diri kredit mobil.
Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saya bisa mengumpulkan modal sejumlah 75 juta dan 65 juta sebagai uang muka ruko? Ketika masih bekerja di tempat orang saya benar-benar melekukan pengetatan ikat pinggang. Bahkan, cara saya melakukan pengetatan ikat pinggang sangat ekstrim. Bagaimana tidak, gaji manager tetapi hidup dengan standard office boy?
Sebagai buktinyan anda dapat melihat rumah yang saya tinggali ketika masih di Jakarta, bekerja ditempat orang. Saya keluar dari rumah itu pada tahun 2003 dengan uang sewa Rp. 1,75 juta. Anda tentu bisa membayangkan rumah macam apa dengan uang sewa demikian. Saya tinggal dirumah ini lebih dari 8 tahun. Karena saya berasal dari keluarga miskin hidup demikian tidak masalah, yang menjadi masalah adalah istri saya. Pernah suatu hari istri ingin membeli lemari es namun saya tidak setuju, karena pikir saya buat apa lemari es, wong tidak suka minum air dingin dan jika belanja, maupun memasak hanya cukup satu hari.
Dihari yang lain, istri pernah bertanya tentang berapa gaji saya, dan sebagai istri mesti layak mengetahui dan mengatur keuangan rumah tangga. Namun ketika itu saya katakan, “tidak perlu tahu untuk saat ini. dan biarlah saya yang mengaturnya. Nanti pada saatnya saya tidak mau mengatur keuangan ini, semuanya akan saya serahkan kepadamu. Bukan aku tidak percaya, tetapi hormatilah prinsipku ini dan bersabarlah untuk sementara waktu”. Saya benar-benar ingin menunda menikmati apa yang saya miliki. Saya ingin menjadi kaya bukan kelihatan kaya.
Pada kurun waktu itu, sebelum melakukan bisnis sendiri, uang hasil pengetatan ikat pinggang saya gunakan untuk investasi, namun sayang 3 rumah dengan type 21/118, type 36/108 . type 45/90 dan 3 petak tanah, tidak memberikan hasil yang berarti. Bahkan ada yang merugi.
Pada tahun 2003 saya pindah dari rumah kontrakan tersebut ke rumah milik sendiri type 52/ 267M2 dengan pembayaran tunai. Lalu pada tahun 2004 awal saya keluar dari tempat kerja dan memulai usaha sendiri. Dengan modal tersebut diatas.
Begitulah cara saya mengumpulkan modal usaha dan menjalani kehidupan kami, selama ini. Agar bisa melakukan hal demikian memang harus, memegang teguh terhadap prinsip, mengorbankan sedikit gensi dan rasa malu dan berani sedikit keras terhadap pada keinginan dari, maupun anak dan istri. Menunda menikmati apa yang kita miliki, hidup jauh berada dibawah kemampuan dan menjaga gengsi merupakan masalah yang sulit dilakukan. Apalagi dimasa yang sekarang ini, keinginan untuk tampil wah, merupakan hal yang sering kita temukan disekitar kita. Mungkin anda tahan, tetapi anda bisa jadi tidak mampu menahan keinginan anak dan istri anda berlaku demikian. Namun dengan keinginan anda yang kuat, dan memberi pengertian pada anak dan istri, saya yakin semuanya itu bisa diatasi. Yang penting anda yang memulai dahulu melakukan pengetatan ikat pinggang.
Kemudian ketika usaha sudah bisa berjalanpun anda mesti terus melakukan ikat pinggang baru setelah anda rasa cashflow anda lancar, uang tunai anda banyak, anda boleh sedikt memanjakan diri dan keluarga untuk menikmati hasil jerih payah anda. Namun ingat lakukan semuanya itu menggunakan uang tunai. Untuk hidup konsumtip gunakan uang tunai.
Cara mendapatkan modal usaha seperti yang saya lakukan ini adalah hanya salah satu cara. Ada beberapa cara lain diluar sana. Seperti melakukan system konsinyasi atau dengan menjualkan produk orang lain yang dapat diperoleh dengan modal kecil. Atau menggunakan uang bank? Namun cara yang saya lakukan ini menurut hemat saya ada mempunyai nilai lebih, yaitu kita akan mempunyai kebiasaan menunda menikmati apa yang kita miliki, dan tidak konsumtip. Bukankah hemat pangkal kaya?
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 07.57 4 comments
Labels: modal usaha
Merawat Konsistensi (2)
Merawat konsistensi,(2)
Alhamdulillah, akhirnya pertemuan MMC1 tetap dapat diselenggarakan, walaupun banyak halangan atau rintangan yang mesti dihadapi. Halangan maupun rintangan terebut sebenarnya sangat berkaitan dengan sikap konsisten yang dimiliki oleh para anggota. Sikap inilah sebenarnya yang menjadi banyak penyebab terjadinya kegagalan. Diawalnya terlihat yoko yo o, istilah jawanya. Namun selang beberapa hari atau beberapa bulan saja, sudah berguguran bagai daun dimusim kering. Loyo lagi.
Inilah cara Allah atau hukum alam menyeleksi kehidupan yang ada dibumi ini. siapa yang kuat dialah yang bertahan. Siapa yang ulet, konsisten, tahan banting dan tangguh dialah yang akan bertahan.
Pada pertemuan MMC1, tgl. 2 April tersebut, kami dikejutkan oleh seorang teman MMC1 yang sudah full TDA, namun berencana akan kembali menjadi TDB. Rencana ini tentu mengagetkan, teman-teman yang lain. What happen with my friend?
Menjadi seorang wirausaha atau bisnismen memang tidak gampang. Jika gampang mungkin, semua orang akan berpindah ke quadran ini Jika gampang, tentu tidak akan memberikan imbalan yang berlipat. Sebagaimana sabda nabi, dalam perdagangan terdapat 9 pintu rizki, sedangkan sebagai karyawan hanya memiliki 1 pintu rizki. Karena imbalannya besar dan berlipat maka rintangannya juga berat, hanya orang tertentu sajalah yang sanggup menjalaninya.
Seperti halnya sholat subuh di Masjid, hanya orang tertentu dan konsisten saja yang sanggup menjalankan sholat subuh di Masjid. Mungkin ketika mereka tidur lebih awal, badan sehat dan tidak capek bisa sholat di Masjid. Namun bagaimana jika mereka dalam kondisi capek, lelah, dan baru pergi tidur pada jam 1 malam. Tentu ini memerlukan perjuangan yang keras. Dan hanya orang yang kuat niatnya dan konsisten sajalah yang sanggup menjalankannya. Orang yang tidak konsisten, akan memberi pemaaf kepada dirinya’ Ya, gak apa-apalah, kan saya capek, pergi tidur sudah malam. Dan Allah kan Maha tahu dan Maha pengampun. Kan dalam agama ada ruksoh. Kan dalam agama melarang memaksakan diri?”. Banyak alasan yang diungkapkannya, bak seorang ustad. Namun masalahnya bukan kebenaran alasan anda ungkapkan. Masalahnya adalah sekali anda mentoleransi melakukan pelanggaran, menerima alasan-alasan, akan terjadi peristiwa atau pelanggaran yang berulang. Makin lama daya tahan anda untuk melawan sikap tidak konsisten akan melonggar atau berkurang.
Cara saya menjaga konsistensi dalam sholat berjamaah adalah menghukum diri sendiri dengan mengeluarkan uang Rp. 100.000, jika tidak sholat berjamaah tanpa udzur syar’i, dan Rp. 200.0000,- jika meninggalkan sholat subuh berjamaah di Masjid.
Seperti yang telah saya sampaikan dipostingan sebelumnya, bahwa untuk menjaga konsitensi, diperlukan niat yang kuat dan ilmu tentang apa yang sedang kita usahakan. Jika anda berniat berwirausaha atau berbisnis, maka anda harus mempunyai niat yang kuat untuk berbisnis. Agar memiliki niat yang kuat anda harus selalu memperbarui niat dengan mengungkapan alasan-alasan kenapa anda memilih berwirausaha. Selalu cari dan temukan alasan-alasan yang masuk akal, kuat dan tidak terbantahkan. Jika anda berwirauaha ingin menjadi orang kaya, untuk apa kekayaan yang akan anda miliki? Temukan dan gali terus, alasan sampai keakar-akarnya, sehingga anda benar-benar menemukan alasan yang mampu mengatakan “ tidak ada jalan lain kecuali berwirausaha.”
Jika anda menemukan masalah ketika memulai berwirausaha, itu merupakan hal yang wajar dan memang seharusnya. Karena keberadaan masalah sebenarnya merupakan cara Allah mengangkat derajat kita. Tidak ada orang yang naik kelas tanpa melalui ujian. Karena itu belajarlah, berpikir dan bekerjalah yang keras untuk menjemput masalah-masalah. Karena masalah-masalah itu mesti kita hadapi jika anda ingin tetap tumbuh dan berkembang. Dan masalah yang bagi orang lain sulit, bagi anda tidak karena anda sudah mempelajari dan memperiapkan diri terhadap masalah tersebut.
Saya teringat akan kata-kata Mario Teguh” Jika saya dilahirkan kembali apa yang anda lakukan?” “ Saya akan segera melakukan banyak kesalahan dan menghadapi masalah. sehingga saya akan menjadi Mario Teguh yang berumur 35 th tetapi mempunyai keadaan Mario Teguh yang berumur 50 th. sekarang ini. Saya bisa menjadi seperti sekarang ini karena melakukan kesalahan ketika menghadapi masalah. Dan jika saya semakin cepat melakukan kesalahan saya kana semakin cepat sampai.
Untuk memperteguh jiwa anda ketika menghadapi masalah, bacalah kisah-kisah orang sukses. Anda jangan tertarik terhadap apa yang dia peroleh tetapi tertariklah terhadap apa yang mereka korbankan. Kisah jujungan nabi Muhammad patut untuk anda pelajari. Kisah sang proklamator pantas untuk anda baca. Sukarno mendapatkan gelar sang proklamator bukan dengan cara gratis. Taruhanya hukuman bung. Apa yang anda taruhkan, berani mengencangkan ikat pinggang berani berbisah dengan keluarga berbulan-bulan, berani belajar dan bekerja keras. Berani menjual gengsi atau berani hidup jauh dibawah kemampuan ( anda mempunyai penghasilan 10 juta tapi anda berani hidup hanya dengan 2 juta, sedangkan yang 8 juta anda tabung untuk impian anda menjadi pengusaha sukses)? Atau ah itu cara gila saya gak mau itu. Itu pilihan anda. Tapi anda harus ingat tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan dan pengorbanan
Semoga bermanfaat
See you at the top
Posted by Unknown at 07.39 3 comments
Labels: bisnismen, konsistensi, Mario teguh, wirausaha
Give and Take
Suatu ketika saat dalam perjalanan pulang dari menjeguk anak saya di Pesantren Darul Alqolam, Gitung Jayanti Balaraja Tangerang, perjalanan di tol Tangerang -Jakarta, macet. Setelah beberapa saat menikmati kemacetan, saya melihat pedagang asongan.
“ Mas, mas, kok macet kenapa?” tanyaku kepada pedagang asong yang berada tidak jauh dari mobilku. Nampak wajah pedagang asong awalnya ceria. Namun setelah mendapati saya hanya bertanya, raut mukanya berubah. Sambil ngeloyor dia menjawab” ada kecelakaan”. Seakan dia beranggapan baginya yang penting adalah jualan dan menghasilkan uang.
Sebagai seorang praktisi bisnis, saya jadi terheran-heran melihat tingkah pedagang asong tersebut. Dia nampaknya tidak menghayati falsafah Give and Take. Tetapi mungkin dia hanya menghayati falsafah Take and Give saja, yang memang banyak kita dengar di masyarakat kita.
Seandainya dia menghayati falsafah Give and Take, mungkin saya yang semula tidak tertarik membeli sesuatu menjadi tertarik membeli karena persahabatanya didalam menjawab pertanyaan dengan penuh perhatiaan . Seandainya dia menjawabnya penuh dengan perhatian, mungkin saya akan tertarik untuk membeli apa yang dia dagangkan
Peristiwa pedagang asongan tersebut, merepukah fenomena yang nampaknya menggejala dimasa sekarang ini. Orang sekarang, lebih cenderung ingin mendapatkan hasil dengan segara. Mereka tidak mau menanam. Kalau toh harus menanam, mereka ingin yang nampak jelas ada hasilnya. Jika tidak ada hasil, untuk apa dilakukan, hanya buang waktu dan energi saja. Lebih baik diam, tidak capek dan kehilangan tenaga? Benarkah demikan?
Berbuat atau diam, semuanya memerlukan waktu. Dan waktu inilah sebenarnya yang sangat penting dibandingkan rasa capek dan kehilangan tenaga. Rasa capek jika anda istirahat akan hilang. Tenaga yang hilang jika anda makan atau minum akan pulih kembali. Tetapi waktu anda yang hilang tidak bisa dikembalikan lagi, walaupun anda membayarnya dengan harga 1 detik 1 milyar.
Tetapi jika anda berbuat sesuatu yang baik, anda telah menanam sesuatu yang baik. Dan itu pasti, anda akan memetiknya cepat atau lambat. Sebab itu jangan abaikan sesuatu walaupun itu hal remeh sekalipun.
Jika anda berbuat sesuatu jangan pikirkan apa untungnya bagi anda. Lepaskanlah niat bahwa saya berbuat kebaikan kepada semua orang dan tanpa mengharapkan apapun dari orang tersebut, biarlah Allah yang akan membalasnya. Percayalah kedepan kehidupan anda akan dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang diluar perkiraan anda. Anda akan merasakan keberuntungan akan mendatangi anda.
Gunakan prinsip Give and Take untuk membuat hidup anda penuh keberuntungan. Dan yang perlu diingat untuk melakukan Give tidak mesti berupa materi. Namun senyuman yang manis, jabat tangan yang bersahabat, kata-kata yang membangkitkan semangat dan gairah hidup, perhatian, pujian dan penghormatan, ini semua adalah hal-hal baik yang tidak memerlukan material dan usaha yang besar. Namun efeknya sungguh luar biasa untuk menjadikan hidup anda bersimbah keberuntungan. Tidak percaya? Buktikan.
Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat.
See in the top
Posted by Unknown at 23.03 0 comments