Saya tidak akan ........... sebelum ........



Anda pernah mendengar kalimat yang saya jadikan judul diatas ? Yaaaa yyyaa. Tentu anda ingat itu adalah pelajaran sejarah tingkat SD. Kalimat itu dikenal dengan sumpah Gajah Mada. Seorang patih dari kerajaan Majapahit.

Namun sayang sumpah itu tinggal sumpah, dan tidak bermakna sama sekali bagi sang murid, termasuk aku. Kita memang hanya disuruh guru untuk menghafal kalimat itu bukan untuk diresapi dan diambil pelajaran. Bahkan sang gurupun tidak sanggup mengambil pelajaran dari Sumpah yang sangat terkenal itu.

Baru setelah aku membaca kisah sukses seoarang salesmen mobil yang tercatat dalam guinness book record baru aku tersadar. Bukankah ini seperti sumpahnya Patih Gajah Mada?
Dialah orangnya si super star salesmen mobil, Joe Girard. Awalnya Joe adalah orang biasa bahkan bisa dikatakan seorang pecundang. Karena disamping dia seorang pengangguran jua seorang pemabuk. Suatu malam di musim salju, istri Joe berkata” Mas, esok kita sudah tidak mempunyai persediaan makanan lagi. Saya barangkali masih sanggup jika tidak maka sehari atau dua hari. Tetapi anak kita ini bagaimana? Dia baru satu tahun, mas. Cobalah mas keluar carilah sesuatu untuk makan anak kita besuk pagi.”
Mendengar kata-kata istrinya tersebut Joe tetap diam. Tetapi hatinya berkecamuk tidak karuan. Malu, marah bercampur jadi satu. “ Joe, kamu ini laki-laki macam apa. Berani berkeluarga tetapi tidak bertanggung jawab. Menghidupi satu anak dan satu istri saja tidak mampu. Apakah kau tidak malu? Seorang laki-laki dipercaya seoarang gadis untuk menjadi seoarang istrinya tapi kau menyia-nyiakannya. Tidak. Aku bukan orang seperti itu. Tetapi aku adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Aku akan keluar. Aku akan cari makanan untuk anakku. Aku tidak akan pulang sebelum mendapatkan makanan.” katanya dalam hati.
“ Baiklah kalau gitu, aku akan keluar mencari makanan” Kata Joe minta izin pada istrinya.
“ Mas mau kemana malam-malam begini,. Lagi pula musim salju laki” Kata istrinya yang merasa kasihan melihat suaminya.
“ Tak tahulah. Doakan saja aku akan segera pulang dan membawa makanan untuk anak kita”. Katanya sambil menuju pintu keluar.

Galam keadan kalut dan tidak tahu mesti pergi kemana Joe membelah gelapnya malam yang sepi dan bersalju. “Aku harus mendapatkan sesuatu yang bisa dimakan anakku besuk pagi. Ya … akau harus dapat” tekadnya dalam hati. Tanpa terasa Joe telah berjalan cukup jauh dari rumahnya. Namun dia masih tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tanpa sadar dia berhenti memandangi sebuah bangunan yang kelihatannya masih menunjukkan aktivitas didalamnya. “ Sudah malam begini masih ada juga orang yang bekerja. Hebat benar orang itu. Sedangkan aku uh…..” desah Joe.
“Gimana ya jika akau kesana. Siapa tahu mereka bisa membantu aku”pikirnya kemudian.
“Selamat malam pak. Bisa menganggu sebentar” kata Joe setelah memasuki bangunan mewah itu yang ternyata adalah Showroom mobil. “ Oh silakan masuk. Gak apa-apa. Apa yang bisa saya bantu. Anda mau beli mobil?” Tanya salah seorang sales. “ Oh tidak pak. Tetapi saya justru mau mencari pekerjaan?”
“Pekerjaan !. Malam-malam begini. Seperti gak ada hari esuk saja.” Kata si sales keheranan. “ Ya. Benar. Karena malam ini juga saya harus membawa sesuatu yang bisa dimakan anak saya.”
“ Memang kenapa?”
“ Saya mempunyai anak kecil. Tadi ibunya bilang besuk pagi tidak ada persediaan makanan apa-apa untuk anak saya. Sementara kami tidak mempunyai uang sama sekali”
“ Disini tidak ada kerjaan lain selain menjadi seorang sales mobil. Kamu mau menjadi sales mobil? Tapi ingat menjadi sales tidak ada gaji apa-apa selain komisi jika dapat menjual mobil”
“ Baik gak masalah. Kapan saya bisa mulai kerja”
“ Mulai besuk juga boleh”
“ Tapi dapatkah anda membantu saya untuk mendapatkan makanan untuk anak saya besuk pagi?”
“ Sebentar.” Kata si sales sambil masuk ke ruangan dalam.
“ Nih. Saya masih mempunyai seiris roti, mungkin bisa untuk anakmu.”
“ Ok. Terima kasih banyak. Saya permisi pulang dulu dan besuk pagi akan segera kesini menjadi sales.”
Dengan perasaan haru dan bahagia dia melangkah keluar dari showroom itu. “ Ya saya besuk harus bekerja dengan baik dan harus dapat menjual mobil. Jika tidak maka saya dan istriku tidak akan makan seharian.” semangatnya dalam hati
Pagi-pagi benar Joe pergi kerja. Sesampai di tempat kerja showromm belum buka. Joe duduk di trotoar jalan sambil memikirkan apa yang harus dilakukan.” Pagi ini aku harus menjual mobil. Saya tidak akan istirahat sebelum menjual satu mobil. Ya saya tidak akan pergi istirahat sebelum menjual satu mobil.” Tekadnya dalam hati.
Ketika showroom mobil dibuka dia bergegas langsung masuk. Dia langsung menyambar semua brosur-brosur yang ada di meja. Semuanya dipelajari dengan seksama, memperhatikan specifikasi dan keunggulan masing-masing mobil. Ketika sales yang menerimanya semalam datang dia langsung menemuinya.
“ Pak hari ini saya mesti menjual mobil. Jika tidak maka saya dan istri saya tidak akan makan seharian. Dapatkah anda menujukkan kepada saya apa yang harus saya perbuat agar bisa menjual mobil dengan segera?”

Segala petuah dari sang manager, dia resapi benar-banar. Ingin rasanya sesegera mungkin segera bekerja." Aku harus bisa menjual mobil hari ini., bila tidak saya dan anak saya tidak bisa makan. Ya, saya tidak akan pulang sebelum menjual satu mobil hari ini" tekadnya dalam.

Detik demi detik, menit demi menit dia perhatikan benar. Dia tidak ingin gagal. Namun hingga jam 3 sore, dia belum juga mampu menjual satu mobil. Hati dan pikiran resah dan gelisah. Namun kegelisahannya, bukannya membuat hatinya kacau dan tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi sebaliknya, dia mampu mengontrol kegelisahannya un tuk bekerja lebih baik lagi. Akhirnya keberuntungan itu datang, dia mampu menjual mobil hari itu.

Begitulah Joe melewatinya hari-harinya dengan kerja keras, dengan semboyan " Saya tidak akan ...... sebelum ..........". Setelah tiga bulan Joe bisa melewati hari-harinya dengan menjual 1 mobil, maka targetnya dinaikkan sendiri, 2 mobil sehari. Dengan semboyan yang sama dia berhasil dia bisa memenuhi target tersebut. lalu dengan konsisten dia menaikkan targetnya, hingga mencapai penjualan 6 mobil sehari selama lebih dari 6 tahun.
Maka pantaslah jika dia masuk dalam Guinness book of the record.

Pembaca sumpah ini sangat luar biasa. Jika Patih Gajah Mada, Joe Girard, bisa menjadi orang hebat, dicatat dalam sejarah dunia, jika kita mau menggunakan sumpah ini saya yakin, anda akan mampu menggapai cita-cita anda. Karena sumpah ini menggambarkan bahwa tidak ada kekuatan dari luar (selain Yang Maha Kuasa) yang mampu menghentikan langkah anda untuk menggapai cita-cita anda. Kecuali bila anda melanggar sumpah anda sendiri.

Selamat mencoba
See you in the top

0 comments:

Posting Komentar