Engkau tidak akan lebih besar dari apa yang dapat engkau pikirkan tentang dirimu.

Kebanyakan dari kita jika ingin bepergian untuk wisata, maka kita akan merencenakan sedetail mungkin acara yang akan dilalui jam per jam bahkan barangkali ada yang permenit. Kemudian kita akan mendaftar seluruh perbekalan yang akan kita bawa. Hal ini dilakukan karena kita tidak ingin wisata kita berantakan dan berharap bisa berjalan secara optimal. Sehingga uang yang kita keluarkan tidak sia-sia.
Namun kebanyakan dari kita dalam menjalani hidup ini, jarang sekali yang merencanakan. Bahkan ada yang sama sekali tidak tahu mau kemana, dari kecil hingga dewasa , bahkan sampai tua mereka tidakatahu. Padahal hidup ini merupakan episode wisata. Karena tiap hari selalu berganti dengan hari baru, suasana baru, semangat baru,pekerjaan baru dan kitapun ( jika menyadari) selalu dalam keadaan baru.
Mereka didalam memahami hidup hanya sebatas pada rutinitas. Usia 3 tahun mulai masuk playgroup, setelah itu masuk TK, SD, SMP,SMA dan Perguruan tinggi. Setelah lulus PT mencari kerja kemudian nikah, punya anak, punya cucu dan meninggal. Semuanya berjalan dengan otomatis karena kehendak waktu, tanpa ada perencanaan. Hidupnya dikendalikan oleh waktu bukannya waktu yang semestinya dikendalikan.
Jika hidup hanya demikian adanya, maka jarang orang yang tahu apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidup ini, kemudian alih-alih berusaha dengan sekuat tenaga menggali potensi yang ada pada dirinya untuk mewujudkan apa yang sebenarnya dia inginkan.
Sikap yang demikian akan membuat si empunya merasa under estimate, merasa dirinya tidak mampu dan rendah. Padahal Allah telah memberikan potensi yang sangat luar biasa pada tiap diri manusia. Namun potensi tersebut ditutup oleh yang bersangkutan karena prasangka negatip yang ada pada dirinya. Ibarat gunung es disamudra, yang nampak dipermukaan hanya kecil. Padahal dibawah permukaan merupakan gunung yang sangat besar dan perkasa.
Jadi kekerdilan diri bukan disebabkan oleh tidak adanya kekuatan yang ada pada dirinya namun disebabkan oleh adanya cara pandang yang salah pada dirinya. Maka muncullah ungkapan seperti judul diatas.” Engkau tidak akan lebih besar dari apa yang dapat engkau pikirkan tentang dirimu”.
Agar dapat keluar dari keterkurungan jiwa ini maka kita hendaknya sadar bahwa kita terbelenggu atau tersandera oleh diri sendiri. Oleh karena itu kita harus berusaha keluar dari keterkungkungan tersebut. Caranya adalah dengan menumbuhkan keinginan atau meciptakan cita-cita yang tinggi diatas dari apa yang munkin dapat kita raih. Missal kita mampu membeli motor, maka cita-cita kita adalah membeli mobil. Kemudian berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Jika ditengah jalan menemui berbagai rintangan yang dapat mengendorkan semangat untuk mewujudkan cita-cita, maka kita dapatmembaca atau melihat kisah sukses orang-orang besar. Dari kisah perjalanan orang sukses ternyata juga banyak menghadapi halangan. Bedanya orang sukses sukses memandang kegagalan sebagai tantangan sementara orang gagal melihat kegagalan sebagai rintangan, dan beban. Sehingga mereka tidak mau menghadapi rintangan tetapi menghindarinya. Padahal didalam hidup ini kita terkunkung dan tertutup oleh rintangan-rintangan, mau berjalan kemana saja rintangan akan tetap menghadang. Bahkan berjalan ditempatpun rintangan tetap menghadang. Karena itu dari pada hanya menunggu rintangan yang datang akan lebih baik kita songsong dan kita cari rintangan sehingga kita bisa bergerak maju dan tidak berjalan ditempat.
Karena itu lakukan apapun walau kecil sekalipun, karena langkah –langkah kecil terus dilakukan akan menyebabkan hal-hal besar terjadi. Ada istilah “take action miracle happen”. Jangan pernah berpikir lebih baik bengong atau tidak melakukan apa-apa daripada melakukan tetapi tidak ada hasilnya.
Sebagai seorang pengusaha sikap ini mutlak diperlukan. Seorang pengusaha tidak boleh berhenti atau merasa puas dengan apa yang telah diraih. Karena berhenti pada hakekatnya mudur. Bukankah kita mengenal kata-kata bijak yang menyatakan bahwan : “ bertahan yang baik adalah dengan menyerang”. Kebenaran dari kata-kata ini dapat anda lihat dipermainan sepakbola. Team yang hanya bertahan tanpa menyerang maka bola selalu berada di daerahnya. Dan sewaktu-waktu tentu ada bola yang masuk gawang. Namun sebaliknya team yang selalu menyerah akan menyebabkan bola selalu berada didaerah lawan.
Oleh karena itu mari kita ubah cara pandang kita dengan melihat sesuatu diluar kemampuan kita. Lalu kita lakukan dengan penuh percaya diri, bahwa kita sanggup dan mampu melakukannya. Maka tanpa kita sadari kemampuan itu akan datang dengan sendirinya, sehingga kita bisa mendapatkan apa yang sebelumnya mustahil dapat kita raih. Rubah pola pikir anda. Berpikirlah besar diluar kemampuan anda. Maka keajaiban akan mendatangi anda dan menunutun anda meneju apa yang anda cita-citakan.
Selamat berjuang untuk menggapai hidup yang lebih besar lebih mulia dan bahagia. See you in the top.

2 comments:

CiMarT mengatakan...

Salam

Pak Mualib ini memang selalu tidak pernah kenal lelah untuk memberi semangat pada lingkungannya

Kadang terkesan cerewet memang, tapi akibatnya terbukti lebih baik sedikit cerewet daripada melihat lingkungan yang makin jauh dari kesuksesan [dunia akhirat]

TFS

Salam

Mualif mengatakan...

ah masak, aku cerwet ya? maaf jika begitu. tetapi mungkin itulah karakterku tidak mau melihat teman atau siapapun hidup menderita apalagi sampai sengasara di sononya. walaupun saya sendiri juga tidak tahu apakah bisa selamat disono. tapi paling tidak dengan mengajak teman akan bisa memacu saya untuk menjadi lebih lagi walau itu juga berat saya rasakan untuk berperang melawan diri. karena itu pak aku kelihatan serius dan nampak lebih tua. tapi biarlah lebih tua asal hidupku lebih berkah dan bermakna.

Posting Komentar