Siapkah anda menjadi kaya?

Ketika membaca judul postingan ini mungkin sebagian dari anda ada yang mngeryitkan kening atau mencibir. ”Pertanyaan yang bodoh?” Barangkali sebagian orang akan berkomentar demikian. Tetapi bagi orang yang telah menempati level kaya, pertanyaan semacam ini pantas diajukan jika tidak boleh dikatakan suatu keharusan.. Karena untuk menjadi kaya itu memang sangat butuh kesiapan.

Jika anda percaya bahwa kaya membutuhkan kesiapan, anda tidak akan melihat kesuksesan seseorang sebagai sesuatu keberuntungan. Jangan salah paham. Memang apa yang kita lakukan, semuanya mengikuti kehendak Allah. Sehingga kita tidak boleh mengklaim keberhasilan atau kesuksesan kita atas usaha sendiri. Tetapi kita juga tidak boleh menyerahkan segalanya kepada Allah. Karena disamping Allah mempunyai kehendak yang tidak bisa ditolak oleh siapapun, Allah juga mempunyai hukum sebab akibat.


Anda tidak mungkin kejatuhan durian runtuh jika anda tidak pernah berada dibawah pohon durian. Seandainya anda sudah berada dibawah pohon durian pun, anda tidak akan kejatuhan durian jika bukan musimnya durian berbuah. Meskipun anda sudah berada dibawah pohon durian yang sedang berbuahpun, anda tidak akan kejatuhan durian jika buahnya tidak lebat dan buahnya belum masak benar. Jadi factor keberuntungan memang ada namun prosentasenya amat sangat kecil jika tidak diikuti dengan ikhtiar yang keras. Ikhtibar inilah yang meningkatkat factor kebereuntungan tersebut. seamkin kuat ikhtiar dan keuletan anda akan makin besar factor keberuntungan yang akan diperoleh.

Namun kebayakan orang berkeyakinan sukses itu sebagai suatu keberuntungan. Kaya hanyalah suatu nasib. Jadi jika mereka tidak kaya memang nasib mereka adalah sebagai orang miskin. Sehingga ketika mereka berjumpa dengan teman sekolahnya yang mempunyai karier tinggi atau yang hidupnya berlimpah jarang sekali, terdengar pertanyaan” wah hebat ya. Bolehkah saya tahu apa rahasianya sehingga anda bisa menjadi seperti ini?”. Bahkan jika teman tersebut membagi cerita kesuksesan, malah diangap sok. Sehingga bukan disambut dengan semangat belajar, tetapi hatinya diliputi dengan umpatan-umpatan. “sombong. Sok amat sih. Baru seperti itu saja sudah sok-sokan”

Jika anda sudah percaya bahwa menjadi kaya dibutuhkan kesiapan. Sudahkah anda menyiapkan diri anda menjadi orang kaya dan sukses? Jika anda belum siap atau belum memantaskan diri menjadi orang kaya bagaimana mungkin anda akan menjadi orang kaya? Coba anda renungkan dalam dalam kalimat barusan.

Tentunya anda pernah bepergian disuatu tempat. Jika anda sudah bersiap bepergian, maka anda tentunya sudah mandi, memakai pakaian yang dianggap pantas, menyiapkan uang didompet dan bekal-bekal lain yang dibutuhkan. Karena anda tidak mempunyai kendaraan sendiri maka anda pergi ke halte bus, dan menunggu bus yang akan membawa anda ketempat tujuan. Namun setelah menunggu lebih dari satu jam bus tidak kunjung datang. Anda mulai gelisah. Lantas anda tanya sana sini, ternyata sopir bus yang akan membawa ke tempat tujuan anda, mogok kerja. Lalu karena anda sudah bersiap pergi dan harus pergi, anda mulai mencari kendaraan alternatip yang akan membawa ke tempat tujuan . Anda akhirnya sampai ketempat tujuan , walapun harus menempuh rute yang lebih jauh dan perjalanan yang melelahkan.

Bayangkan jika seandainya anda diajak pergi teman anda, namun anda ugah ugahan. Walaupun waktu yang telah dijanjikan untuk berangkat bersama sama, ternyata anda belum memrpersiapkan apa apa. Anda belum mandi, anda belum memnyiapkan bekal dan ketika ditanya sang teman “ Ayo berangkat, sudah siang nih ?,” lalu anda jawab dengan santai aku gak ikut saja ya. Kamu nanti nunggu lama. Aku belum mandi bajuku masih kotor. Dan kebetulan tongpes (kantong kemps) lagi. Jika anda berbuat demikian berarti anda tidak akan pernah sampai tujuan.

Kekayaan bukan berasal dari luar. Namun kekayaan berasal dari dalam diri anda. Jika anda ingin kaya, rubahlah diri anda terlebih dahulu menjadi orang yang siap dan pantas menjadi kaya. Seperti ketika anda akan bepergian diatas, anda sudah mandi, mengenakan baju yang pantas untuk bepergian dan menyiapkan bekalnya. Jika anda sudah berbuat demikian seperti analogi bepergian diatas, cepat atau lambat, seiring dengan bertambahnya waktu tanpa disadari, anda akan menjadi orang sukses dan kaya. Kenapa demikian, karena anda sudah siap dan memantaskan diri untuk kaya. Anda memang pantas menjadi orang kaya. Dan sebentar lagi akan menjadi orang kaya beneran.
Semoga bermanfaat.
See you at the top

1 comments:

pak. randi mengatakan...

Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'

Posting Komentar