Sampai kapan anda akan menjadi Kodok?

Di TDA (Komunitas Tangan Diatas) dikenal istilah, Amphibi atau Kodok. Sebutan ini diberikan kepada mereka yang memulai bisnisnya sambil bekerja. Mereka bekerja kepada orang lain, namun disela-sela kesibukannya menjalankan usahanya sendiri. Saya mempunyai banyak teman yang bersetatus kodok ini. Yang mengherankan bagi saya adalah kenapa mereka tetap masih menjadi kodok, padahal usahanya sudah berjalan begitu lama dan cukup menghasilkan. Ketika, saya mengajukan pertanyaan ini, banyak dari mereka diam tidak menjawab. Namun ada beberapa yang menjawab, ingin menunggu pesangon. Sayang sebentar lagi ( beberapa tahun >5 tahun) mau pensiun, masak kerja sudah begitu lama tinggal mendapatkan pesangon kok pergi. Ada jawaban yang kedengarannya lebih Agamis, saya menunggu sinyal dari Atas( baca Tuhan).

Terlepas dari apapun alasan mereka, tentunya alasan mereka untuk tetap menjadi kodok adalah demi keselamatan ekonomi mereka. Mungkin mereka berpikir” ini kan cara yang smart, mempunyai dua penghasilan. Jika ada salah satu yang bermasalah kita masih bisa aman”. Mungkin yang lain berpikir” kenapa mesti keluar jika bisa dilakukan bersama-sama?”. Apa yang mereka pikirkan itu, memang benar untuk mereka. Namun mereka lupa, tanpa mereka sadari ada orang lain yang mereka rugikan. Karena mereka merasa aman dan nyaman berusaha sambil bekerja, maka mereka merasa nyaman-nyaman saja jika kariernya tidak naik. Sehingga kerja mereka yang penting kerja. Jika posisi mereka ditempat kerja sebagai seorang manajer, maka anak buah mereka akan kehilangan kesempatan untuk menjadi manajer. Bukankah bawahan akan menjadi manajer, jika ada jabapatan mananjer yang kosong? Jika atasan tidak beranjak naik jabatannya, bagaimana anak buah bisa naik pangkat? Hal kedua yang meraka lupa adalah, jika kita focus kita akan bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih menakjubkan. Anda akan menuai dunia yang jauh lebih makur, sukses dan bahagia. Anda ingat bagaimana Thoriq bin Ziad membakar semangat tempur anak buahnya, ketika mereka tahu bahwa kekutan musuh jauh lebih banyak dan lebih lengkap persenjataanya?. Ya mereka membakar perahunya. Lalu Thoriq bin Ziad berkata” Saudara-saudara, anda sudah tahu semuanya bahwa perahu kita sudah dibakar semuanya. Dihadapan anda musuh, semntara dibelakang anda laut. Ini artinya kesempatan anda hanya satu, jika anda maju berperang ada dua keuntungan anda mati sahid atau menang dengan mulia. Tetapi jika anda mundur ke kebelakang, anda akan mati terlaknat.” Bagaimana orang yang hanya memiliki satu pilihan yang baik? Tentu mereka akan mengerahkan segenap daya upaya mereka untuk maju ke depan. Dan sejarah membuktikan Pasukan Thoriq bin Ziad. Menjadi pemenangnya. Lalu pertanyaannya kapan kita keluar dari dunia kodok? JIka usaha anda sudah melebihi penghasilan kerja anda. Jika usaha anda sudah terbukti berjalan dan terus meningkat beberapa tahun. Jika usaha anda bisa berkembang jauh lebih besar, kenapa anda tidak segera mengfokuskan diri mengembangkan usaha anda menjadi lebih besar lagi? Jika usaha anda bisa berkembang dan hanya menggunakan waktu dan tenaga tersisa, bagaimana jika anda gunakan seluruh kemampuan dan waktu anda? Bukankah akan jauh lebih besar lagi? Bukankah kinerja anda sudah teruji ditempat kerja? Kenapa anda takut meloncat? Segeralah pikirkan untk meloncat dari dunia kodok. Ambillah kendali usaha anda dengan sepenuhnya. Gunakan tenaga, pikiran, kemampuan dan waktu anda untuk mengembangkan usaha anda. Jangan terima usaha anda asal jalan. Tetapi lesatkan usaha anda dengan mengfokuskan perhatian anda untuk perkebangan usaha anda. Dari pengalaman saya, meskipun sewaktu kerja penghasilan saya cukup tinggi, ternyata hasil kerja selama 13 tahun jika dikumpulkan lalu dibandingkan dengan usaha sendiri selama 5 tahun saja ternyata sudah impas. Apa artinya ini? Saya telah melipat waktu 13 tahun hanya dengan kerja 5 tahun. Semoga bermanfaat See you at the top

2 comments:

Hari Prasetyo mengatakan...

artikel bagus pak...semoga bisa mengikuti...
masih mikir2 usaha apa ni...salam kenal pak ,dari hari di semarang

hartomulya_11 mengatakan...

Luar biasa pak, memotivasi sekali...salam dari yg masih kodok.

Posting Komentar