Cash flow is the King

Dua minggu lalu tepat pada tanggal 9 da 10 Januari 2010, saya mengikuti seminar “ Financial Literacy” di Semarang yang difasilitatori oleh Bp. Heppy Trenggono, owner dari PT Balimuda. Dari seminar tersebut ada beberapa hal yang dapat kami tangkap diantaranya adalah cash flow adalah Raja. Cash flow adalah segalanya bagi keberlangsungan dan kemajuan usaha. Omset dan profit sebesar apapun tanpa adanya cash flow yang baik, perusahaan akan menghadapi banyak masalah. Ibarat tubuh cash flow adalah aliran darah jika darah berhenti mengalir dibagian tubuh tertentu, akan menimbulkan kerusakan jaringan. Apalagi jika penyumbatan terjadi di otak, maka akan menimbulkan kematian.

Suatu perusahaan yang tidak profit, tetapi mempunyai cash flow lancar, akan jauh lebih bertahan dari pada, perusahaan yang dalam hitungan diatas kertas profit tetapi cash flownya tersendat. Ada sebuah perusahaan dari group Astra, dalam laporan tahunannya selama 10 tahun, selalu dalam keadaan merugi, namun perusahaan tersebut asetnya bertambah sangat fantastik. Ketika berdiri modal yang disetor hanya 7 milyar, tetapi 10 tahun kemudian assetnya menjadi 100 milyar. Padahal perusahaan tersebut, selalu merugi dan tidak ada penambahan modal sedikitpun. Bagaimana ini bisa terjadi?. Mereka mempunyai cash flow sangat lancar. Dan mereka mempunyai pemasok yang dapat memberikan hutang dengan tempo yang cukup lama. Dengan demikian mereka dapat menggunakan uang pemasok untuk mengembangkan bisnisnya.

Permasalahan berikutnya adalah, bagaimana caranya agar cash flow perusahaan anda lancar? Tentunya yang perlu diperhatikan pertama sekali adalah jenis usaha. Ada beberapa jenis usaha yang system pembayarannya cash, seperti rumah makan atau restoran. Coba bayangkan, rumah makan dengan omset 2 juta perhari umpamanya, modalnya paling hanya 1 juta. Jika rumah makan tersebut buka setiap hari maka, dalam satu bulan omsetnya menjadi 60 juta. Berapa modal yang diperlukan? Hanya satu juta. Modal 1 juta berputar sangat kencangnya sehingga mampu menghasilkan transaksi 60 juta perbulan.

Coba bandingkan dengan perusahaan yang mempunyai profit dan omset perbulannya sama tetapi masa pembayarannya 1 bulan. Modal yang dibutuhkan untuk mendapatkan omset 60 juta perbulan adalah minimal 30 juta. Jika modal sebesar 30 juta tersebut, di investasikan ke usaha rumah makan seperti diatas, maka omset perbulannya akan diperoleh 1,8 milyar perbulan. Anda bisa menghitung sendiri berapa keuntungannya.

Cara lain agar usaha anda mempunyai cash flow lancar adalah, anda harus berani memilih transaksi dengan pembayaran tunai. Harga sedikit lebih miring, atau profit sedikit lebih rendah, tetapi anda mendapatkan pembayaran tunai. Langkah ini memerlukan keberanian dan ketegasan anda. Jangan mudah kompromi walaupun kepada pelanggan sekalipun. Katakan kepada mereka, “ Anda memang membayar tunai, namun anda dapat menghemat uang anda”. Saya mempunyai pemasok yang mengharuskan pembayaran selalu tunai. Saya sudah berusaha untuk meminta pembayaran tempo. Namun mereka tetap tidak bergeming. Namun oleh karena harga mereka cukup miring dibandingkan yang lain, maka saya tetap mengambil barang dari mereka. Adalagi pemasok saya yang menerapkan pembayaran di muka. Oleh karena harga dan kualitas barangnya sangat bersaing, maka kami dengan terpaksa membeli kepadanya.

Straregi ini memang memerlukan keseriusan dan keberanian anda. Anda tidak kawatir dan takut customer anda lari. Karena anda yakin harga dan kualitas produk anda tidak ada yang mampu menyainginya. Jika perusahaan anda tidak memiliki produk yang demikian, tentu anda akan mengalami kesulitan penjualan jika menerapkan strategi ini.

Cash flow yang lancar akan menjadikan perusahaan anda sangat liquid. Ini artinya anda akan mempunyai banyak uang tunai yang dapat anda gunakan untuk mengembangkan usaha anda menjadi lebih besar.

Apalagi jika anda mampu bernegosiasi dengan pemasok untuk memberikan masa pembayaran yang cukup panjang, maka uang tunai anda akan melimpah.

Namun akan menjadi masalah, atau menjadi tidak berarti jika uang tunai yang anda miliki tidak digunakan dengan baik demi perkembangan dan kemajuan perusahaan anda. Atau justru akan menjadi malapetaka, jika anda mennggunakan uang tunai yang ada untuk hal-hal yang konsumtip. Bijaksanalah saat anda menggunakan uang perusahaan anda. Tahanlah sementara segala keinginan yang bermuara pada pengeluaran uang. Pikirkanlah dengan seksama ketika anda akan mengeluarkan uang. Ketika anda telah memutuskan, bahwa uang memang perlu dikeluarkan, tundalah sementara dan lakukan apa yang akan anda rencanakan tanpa mengeluarkan uang. Tindakan ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan uang anda. Dengan demikian perusahaan anda tidak akan kekurangan modal dan mampu berkembang dengan pesat.

Cobalah saya telah membuktikannya sendiri. Usaha saya tidak menggunakan uang bank kecuali ketika saat pembelian tempat usaha kami yang pertama kali. Banyak tawaran dari bank-baank pemerintah maupun swata nasional, tetapi kami tolak.Bahkan kini kami berencana untuk melunasi hutang property tersebut. Sehingga benar-benar usaha kami menggunakan uang sendiri. Kami bisa berkembang seperti ini karena kami menerapkan dua strategi diatas, mengutamakan cashflow dan menggunakan uang dengan cermat.
Semoga bermanfaat.
See you and the top

4 comments:

Choirul Asyhar mengatakan...

Menarik, Pak ilmunya.
Terima kasih. Jadi pengen bisnis yang selalu dapat uang tunai dan mendapatkan pasokan dg bayar tempo. Enak banget, ya...

Btw, kalau jadi vendor ke PT-PT kayaknya jarang banget yang mau bayar cash, ya...

Wawan mengatakan...

Terima kasih sharenya. Sesuatu yg harus di atur dalam berusaha. Tapi saat ini sulit supply ke Perusahaan kalau Cash. Maunya 1 bulan..

Salam,

Wawan

http://www.netcomm.web.id

andyarvianto mengatakan...

Terima kasih, sangat bermanfaat buat saya.

salam hormat
Andy.
http://andyarvianto.wordpress.com/

eli_sofah mengatakan...

Yang bahaya pemikiran membuat menunda-nunda pembayaran hutang dg alasan cashflow, ada pihak yg dikorbankan yaitu vendor. Sy melihat byk perusahaan bsr melakukan ini..sdh jatuh tempo msh ditunda2. Dan saya salah satu korbannya..bgmn pun hutang piutang itu ada adabnya..spy bisnis kita tdk cuma besar tp berkah


Salam
Eli
http://www.bajudaster.com

Posting Komentar